Seluk-beluk Dunia Perkuliahan Universitas Indonesia

Halo SobatZen! Ketemu lagi sama gue Sasa, guest blogger Zenius yang sekarang sedang menjalani studi di Fakultas Psikologi – Universitas Indonesia sejak 2012. Buat SobatZen yang sekarang lagi menimbang-nimbang masa depan, mau masuk jurusan apa, kuliah di mana, kali ini tulisan gue hadir dengan informasi lengkap dan terkini mengenai kampus gue. Siapa tau tulisan gue kali ini bisa menjawab pertanyaan seputar UI dan semakin memantapkan niat kalian untuk mengenakan Jaket Kuning setelah memahami gimana sih dunia perkuliahan UI.

Sebelum gua ceritain sejarah kampus, jurusan-jurusan, dan kehidupan di kampus kuning ini, ada video dokumentasi keren nih tentang OKK UI 2015 (orientasi kehidupan kampus) yang baru aja dilalui sama kakak-kakak kelas lo beberapa bulan yang lalu. Video ini bisa jadi sedikit gambaran tentang gimana sistem ospek kampus di UI. Cekidot!

 

Sejarah Singkat UI

rektorat dan balairung ui
Rektorat (kanan) dan Balairung UI (kiri)

Mungkin gak semua dari kalian di sini tau kalau Universitas Indonesia (UI) merupakan universitas pertama di Indonesia. Ketika negara kita dijajah oleh pemerintah kolonial Hindia Timur Belanda, dibangunlah School of Medicine for Javanese pada 1849. Tujuan dibangunnya sekolah ini adalah sebagai tempat penghasil asisten dokter. Pada tahun 1898 ditambahin lagi sekolah kaya gini, namanya sekolahnya STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen). STOVIA ini ibaratnya kayak SMP, SMA, dan kuliah di jaman sekarang. STOVIA dibangun di daerah Salemba, yang sekarang jadi gedung Fakultas Kedokteran UI. Lompat jauh ke tahun 1924, pemerintahan kolonial Belanda mendirikan RHS (Sekolah Badan Hukum Indonesia). RHS ini menjadi cikal bakal Fakultas Hukum UI.

Dari masa ke masa, STOVIA terus berganti nama. Pada 1950, Universiteit Indonesia mendapatkan izin secara resmi untuk melakukan kegiatan dan pada tanggal 2 Februari 1950 ditetapkan menjadi dies natalis Universiteit Indonesia (pada tahun 1954, kata “Universiteit” secara resmi berubah menjadi “Universitas”). Hingga kini, UI memiliki kampus di Salemba, Jakarta Pusat (FK, FKG, dan beberapa program pascasarjana) dan di Depok, Jawa Barat (FT, FH, FISIP, FE, dan fakultas lainnya).

Oke, kita mulai dulu dari informasi tentang fakultas dan jurusan yang ada di UI ya. Coba cek, apakah jurusan yang lo incer juga buka di UI. Di Universitas Indonesia, ada tiga rumpun Ilmu besar, yaitu Rumpun Ilmu Kesehatan, Rumpun Ilmu Sains-Teknologi, dan Rumpun Ilmu Sosial. Karena jurusan di UI lumayan banyak, brace yourself, tulisan ini bakal rada panjang 😉

 

A. Rumpun Ilmu Kesehatan

Rumpun Ilmu Kesehatan ini berisikan fakultas-fakultas yang berhubungan dengan kesehatan individu, komunitas, dan lingkungan. Rumpun Ilmu Kesehatan (atau biasanya disingkat RIK) terdiri dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Farmasi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan Fakultas Ilmu Keperawatan.

rik
Gedung Rumpun Ilmu Kesehatan (RIK) di kampus UI Depok dengan latar belakang Rektorat UI. Karena merupakan gedung baru, arsitekturnya bergaya modern.

 

1. Fakultas Kedokteran (FK)

Sebelum tahun 2014, Fakultas Kedokteran cuman punya gedung di Salemba, yang dulunya adalah pusat administrasi dan kegiatan mahasiswa UI. Untuk menunjang proses belajarnya, FK UI bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang terletak di belakang kampus Salemba. Namun, sejak sekitar awal tahun 2015, kegiatan anak-anak FK mulai berpindah ke gedung Rumpun Ilmu Kesehatan yang ada di Kampus Depok. Rencananya sih, seluruh kegiatan mahasiswa yang di Salemba (khususnya S1) akan dipindahin ke Kampus Depok. Juga sudah dibangun Rumah Sakit Universitas Indonesia (RS UI) yang direncanakan mulai beroperasi akhir tahun 2016.

fkui salemba
Kampus FK UI di Salemba. Karena merupakan bekas gedung STOVIA, arsitekturnya masih bergaya Belanda.

Kalo lo kuliah di sini, mata kuliahnya ambilnya paketan. Jadi setiap semester lo ga bisa milih mata kuliah apa yang mau lo ambil. Semuanya dijadiin satu paket semester. Setiap dua minggu biasanya ujian, presentasi, bikin makalah, dan tugas. Ga lupa juga praktikum beserta laporannya juga sering memakan jam tidur anak FK, hehehe. Makanya katanya anak-anak FK tuh jarang tidur karena ujian dan praktek hampir tiap hari! Trus, kalau lo anak FK, ke mana-mana di kampus lo tuh bakalan pakai kemeja dan gak boleh pakai kaos dan celana jeans.

Setelah lo lulus dari Fakultas Kedokteran, lo akan dapat gelar S.Ked (Sarjana Kedokteran), tapi lo belum bisa praktek jadi dokter, karena lo harus ikut program Profesi Dokter. Jadi, ketika lo sudah sarjana, ibaratnya lo udah dapet ilmu-ilmu dasar tentang kedokteran dan how-to-nya. Tapi, kalau mau bener-bener praktek, gak hanya butuh ilmu, tapi juga butuh skill dan pengalaman yang bakal lo dapetin di program Profesi Dokter. Selain itu, Fakultas Kedokteran juga punya program Pendidikan Dokter Spesialis, Program Magister (S2), dan Doktor (S3).

 

2. Fakultas Kedokteran Gigi (FKG)

Kampus FKG dulunya sama-sama FK di Salemba dan sama-sama mau dipindahin juga ke Depok, ke gedung RIK. Di FKG terdapat beberapa program, yaitu program Pendidikan Kedokteran Gigi (S1), Profesi Dokter Gigi, Dokter Gigi Spesialis, Program Magister (S2), dan Program Doktor (S3).

fkg-ui

Hampir sama kaya FK, setiap semester ambil kuliahnya paketan. Tapi kata-katanya sih, kuliah di sini relatif lebih mudah untuk lulus 3,5 tahun dibanding fakultas lain. Setelah lulus S1, lo bakal dapat gelar S.KG (Sarjana Kedokteran Gigi). Untuk bisa praktek sebagai dokter gigi, lo masih harus ambil program Profesi Dokter Gigi.

Di kampus FKG ini, lebih banyak ceweknya daripada cowoknya. Salah satunya alumninya adalah tutor zenius yang namanya Wilona. Terus, denger-denger, mereka tuh kayak peri gigi alias demen ngumpulin gigi orang-orang (tentunya mereka ngambil gigi dari sumber-sumber terpercaya, contohnya dokter dan klinik gigi). Dari gigi yang paling bersih ampe gigi yang karies, semua dikumpulin. Oke, kayaknya too much information hahaha…

 

3. Fakultas Farmasi

farmasi

Fakultas Farmasi adalah fakultas yang terbilang baru di UI, didirikan pada tahun 2011. Sebelumnya, jurusan Farmasi berada di bawah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Berdasarkan keputusan rektor, sejak tahun 2011 Fakultas Farmasi menjadi fakultas yang independen dan berada di bawah Rumpun Ilmu Kesehatan.

"Kuliah di Farmasi mau jadi tukang obat ya?"

Sebagai salah satu jurusan kuliah dengan peminat terbanyak di Indonesia, anak Farmasi emang dididik untuk mampu menemukan potensi dari suatu bahan dan meracik takarannya agar bermanfaat untuk tujuan tertentu tanpa menimbulkan efek samping. Ahli Farmasi lebih tahu soal obat lebih dari dokter. Makanya kuliahnya banyak belajar analisis, hitungan, dan logika. Lulus dari Farmasi ga harus melulu berkutat dengan obat-obatan atau jadi apoteker di rumah sakit kok. Banyak juga lulusan Farmasi yang berkiprah di industri kosmetik dan makanan.

Sama kayak dua fakultas sebelumnya, Fakultas Farmasi memiliki beberapa program: Program pendidikan sarjana farmasi (S1), Program Apoteker/Farmasis, Program Magister (S2), dan Program Doktor (S3). Sama seperti FK dan FKG, ketika lo lulus S1, lo masih baru dapat gelar S.Farm (Sarjana Farmasi). Kalo lo berminat untuk jadi Apoteker/Farmasis, lo masih harus ambil program profesi.

 

4. Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM)

fkm-ui

Buat lo yang berminat punya karir di dunia medis, tapi kurang tertarik jadi dokter atau farmasis, kuliah di FKM bisa jadi alternatifnya. Di FKM, ada beberapa jurusan untuk program pendidikan S1, yaitu jurusan

  • Ilmu Kesehatan Masyarakat,
  • Gizi,
  • Kesehatan Lingkungan,
  • Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Intinya sih, kalau lo masuk FKM, lo bakal mempelajari ilmu-ilmu yang berguna banget untuk meningkatkan kualitas hidup individu dan masyarakat. Kalo jadi dokter, perannya lebih ke pengobatan, kalo di jurusan ini lo akan leih banyak berperan di sisi preventif (pencegahan) dan promotif (kampanye kesehatan).

Kalo udah lulus dari FKM, mau jadi apa sih? Para lulusan FKM inilah yang nantinya bakal jadi manajer rumah sakit, manajer perusahan farmasi, manajer asuransi, dan organisasi kesehatan lainnya. Kalo lo ambil jurusan Kesehatan Lingkungan atau Kesehatan dan Keselamatan Kerja, lo bakal banyak terserap ke dunia pertambangan, migas, hingga konstruksi karena adanya risiko pencemaran lingkungan dan kecelakaan kerja. Selain program sarjana, di FKM juga menawarkan Program Magister (S2), dan Program Doktor (S3). Gak seperti tiga fakultas sebelumnya, kalau lo mau jadi ahli kesehatan masyarakat, lo gak perlu ambil program profesi. Jadi, ketika lo lulus S1 dan dapat gelar S.KM, lo udah bisa tuh langsung terjun ke lapangan sebagai ahli kesehatan masyarakat.

By the way, kantin FKM itu adalah kantin yang menurut gue paling bersih dan paling cozy. Harganya emang rada mahal sih ketimbang kantin lain yang ada di UI, tapi totally worth it karena porsinya sepadan, bersih, dan sehattt!!! Kalau lo masuk ke FKM, lo bakal menemukan kenyataan bahwa populasi manusia cowok lebih sedikit dibandingkan dengan populasi ceweknya.

 

5. Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK)

Sama kayak FK, FKG, dan Fakultas Farmasi, kalau lo lulus S1 Ilmu Keperawatan dan dapet gelar S.Kep (Sarjana Keperawatan), lo masih harus ambil program Profesi Perawat/Ners untuk bisa jadi perawat. Fakultas ini juga menawarkan Program Magister (S2) dan Program Doktor (S3).

Berbeda dengan FK yang menitikberatkan pada ilmu medis dan pengobatan, FIK lebih diarahkan untuk membantu pasien dan keluarganya dalam beradaptasi dengan penyakit. Menangani orang sakit itu ga gampang dan ga boleh sembarangan. Di situlah perawat-perawat yang baik hati dan berintelektual turun tangan untuk membantu pasien menghadapi penyakitnya dengan lebih bijak.

FIK

Gedung kampus FIK menurut gue bagus dan super bersih kayak rumah sakit. Beberapa kegiatan mahasiswa juga kadang berlangsung di gedung RIK. Sama kayak FKG dan FKM, populasi cewek di Fakultas ini relatif lebih banyak.

 

B. Rumpun Sains-Teknologi

Rumpun ilmu ini terdiri dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ilmu Komputer.

1. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

 

fmipa

FMIPA ini adalah salah satu dari tiga besar fakultas dengan jurusan dan mahasiswa paling banyak di UI. Jurusan di FMIPA ada

  • Matematika,
  • Biologi,
  • Fisika,
  • Kimia,
  • Geografi,
  • Geologi,
  • Geofisika

Karena lo udah pernah belajar Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, dan Geografi di bangku SMA, gue rasa ga perlu dijelasin lagi lah ya. Ilmu Geologi dan Geofisika nih yang mungkin agak asing. Geologi dan Geofisika adalah ilmu yang sama-sama mempelajari isi dan permukaan bumi. Bedanya, Geologi mempelajari penampakan bumi secara menyeluruh, mulai dari sejarah dan proses ilmiah suatu batuan atau penampakan alam lain, pergerakan lempeng, fenomena alam (longsor, tsunami, dll), hingga deposit SDA (minyak, gas alam, dll). Kalo anak FKG suka koleksi gigi, anak Geologi suka koleksi batuan. Di sisi lain, Geofisika mempelajari bumi menggunakan pengukuran fisika, seperti gelombang gempa, magnet bumi, gravitasi, dsb.

"Ah lulusan FMIPA pasti jadi guru kan?!"

No no no. FMIPA adalah tempat yang tepat jika lo bercita-cita menjadi seorang ilmuwan, mengulik sedalam-dalamnya ilmu sains, dan menguak misteri alam. Btw, anak Geologi dan Geofisika ga jarang keserap ke dunia pertambangan dan migas lho. Yoki dan Pras adalah mantan mahasiswa kampus ini. Lulus dari sini, nama lo belakangnya ditambahin S.Si (Sarjana Sains). Kalo lo tertarik untuk tau lebih dalam tentang seluk-beluk dunia FMIPA, lo bisa baca ulasan keren di ZeniusBlog sebelumnya:

Salah satu hal yang paling menarik dari Fakultas ini adalah nama kantinnya: Dallas, Dalam Lindungan Allah SWT. Hehe iya, Fakultas MIPA emang terkenal dengan stereotipenya sebagai kampus paling religius di UI. Lumayan banyak mahasiswa yang aktif di rohis fakultas ini.

 

2. Fakultas Teknik (FT)

Fakultas Teknik merupakan fakultas terbesar di UI. Jurusannya lumayan banyak. Nah, di FT UI, terdapat jurusan

  • Teknik Metalurgi dan Material
  • Teknik Mesin
  • Teknik Perkapalan
  • Teknik Kimia
  • Teknologi Bioproses
  • Teknik Sipil
  • Teknik Lingkungan
  • Teknik Industri
  • Teknik Elektro
  • Teknik Komputer
  • Arsitektur
  • Arsitektur Interior

Oke, gue ga akan jelasin semua jurusan teknik di atas karena banyak dan tulisan ini akan kepanjangan. Lo bisa intip ulasan Johan tentang jurusan-jurusan teknik di ITB dan ulasan Peter tentang fakultas teknik UGM.

Gue cuma akan jelasin jurusan teknik yang hanya ada di UI, ga ada di ITB dan UGM, yaitu Teknik Perkapalan, Teknologi Bioproses, dan Teknik Komputer. Di Teknik Perkapalan, sesuai namanya, lo akan belajar merancang dan membangun kapal. Di Teknologi Bioproses, lo akan belajar bagaimana merekayasa proses kimia dan menghasilkan produk kimia (bisa berupa obat, makanan, hingga kosmetik) yang menggunakan perantara mikroorganisme. Dengan kata lain, Teknologi Bioproses itu adalah disiplin ilmu perkawinan antara Teknik Kimia dan Bioteknologi. Kalo lo masuk Teknik Komputer, lo akan belajar merancang prosesor atau otak dari sebuah mesin, entah itu, komputer, laptop, server, dsj.

Fakultas_Teknik

Tutor Matematika dan Chief HR Department di Zenius Education, Jansen Alfredo a.k.a Ncen, dulunya kuliah di sini, ambil jurusan Teknik Metalurgi dan Material.

Bagi anak-anak FIK, FKM, dan F. Psikologi yang mayoritasnya adalah perempuan, mereka biasanya “ngincer” anak-anak Fakultas Teknik yang mayoritas cowok. Walaupun sebenernya, cowok FT tuh terkenal gondrong-gondrong banget, kumel, dan keliatannya jarang mandi (emang bener haha..). Biasanya kalo udah praktikum, bakalan kurang tidur seminggu di sini. Kelar dari sini, lo berhak dapet gelar S.T.

 

3. Fakultas Ilmu Komputer (FASILKOM)

Kalo lo tertarik bikin software komputer, mobile apps, game, atau website, ini adalah tempat yang cocok buat lo. Di Fasilkom), ada dua jurusan yang ditawarkan, yaitu

  • Ilmu Komputer
  • Sistem Informasi

Buat kalian yang masih belum ngerti apa bedanya jurusan Ilmu Komputer dan Sistem Informasi, apa bedanya dengan Teknik Komputer di FT-UI, dan apa pula bedanya dengan Teknik Informatika ITB, Fanny (sebagai lulusan Fasilkom UI) udah pernah jelasin panjang lebar di artikel ini:

Mengupas Jurusan Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi

Kalau kalian punya masalah administrasi terkait akun UI atau ketika pas daftar ulang, panitia penerimaan mahasiswa baru biasanya akan nyuruh kalian ke Fakultas Ilmu Komputer karena di sini ada kantor administrasi juga.

cs-ui

Anyway, kantin Fasilkom terkenal dengan makanannya yang murah-murah dan di kantin fasilkom juga ada Yoshinoya. Yay?!? Kalo main ke kampus Fasilkom, kesannya nih kampus lumayan sepi, mungkin karena kebanyakan mahasiswa kampus ini pada ngerem di lab komputer. Apalagi Wi-Fi di sini cepet banget looh. Kebanyakan sih di sini cowo. Kelar kuliah lo bisa dapet gelar S.Kom.

 

C. Rumpun Sosial-Humaniora (Soshum)

Rumpun ilmu ini adalah rumpun ilmu yang bakal berurusan sama komunitas serta masyarakat lokal, nasional, dan internasional. Rumpun ilmu ini terdiri dai Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan Fakultas Ilmu Adiministrasi.

1. Fakultas Hukum (FH)

fh-ui2

Buat nanti yang masuk Hukum, pas diospek biasanya ditanya senior,

Senior: "siapa dia?"(sambil nunjuk patung)

Maba : "Soekarno kak"

Senior: "push up dua puluh kali!!" (sambil nunjuk tanah)

Sesuai cerita gue di atas, RHS yang didirikan Belanda adalah cikal bakal didirikannya FH UI. Ga heran nanti lo bakalan banyak belajar hukum-hukum Belanda di sini.

Sebelum disahkannya kurikulum 2012, kalau lo mau masuk Fakultas Hukum, lo bakal ngadepin yang namanya peminatan, yaitu di bidang hukum apa yang mau lo fokus pelajarin. Seinget gue, peminatan yang ada di fakultas hukum ada hukum pidana, hukum perdata, dan internasional. Tapi sekarang, udah ga ada lagi tuh peminatan kayak gitu. Kalo bisa lulus, lo dapet gelar S.H.

Fakultas Hukum UI telah menghasilkan banyak advokat dan pengacara terkenal di Indonesia, seperti Todung Mulya Lubis, Luhut Manihot Parulian Pangaribuan, Frans Hendra Winarta, Adnan Buyung Nasution, dan masih banyak lagi.

 

2. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)

fe ui

Di kolam inilah tempat dimana menelan banyak korban, soalnya yang lulusan Akuntansi UI diceburin di kolam ini pas habis wisuda. :p

Dulunya, Fakultas ini namanya Fakultas Ekonomi. Setelah tahun 2015, Fakultas Ekonomi mengubah namanya menjadi Fakultas Ekonomi and Bisnis. Ada beberapa jurusan yang menjadi bagian dari FEB, yaitu

  • Ilmu Ekonomi,
  • Akuntansi,
  • Manajemen,
  • Ilmu Ekonomi Islam,
  • Bisnis Islam

Tutor Bahasa Inggris zenius, Donna,adalah alumni Akuntansi UI lho.

Kegiatan-kegiatan organisasi yang ada di FEB emang terkenal lebih bagus dibanding di fakultas lain dan kadang bisa diikutin oleh mahasiswa dari fakultas lain. Kegiatan-kegiatan tersebut bisa ngebantu lo banget ngembangin banyak softskill dan pengetahuan yang bisa lo kembangin ke dunia bisnis. Salah satu acara paling bergengsi tingkat universitas yang diselenggarakan oleh anak FEB adalah Jazz Goes to Campus yang selalu ditunggu-tunggu banyak mahasiswa tiap tahunnya.

 

3. Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB)

Kalo lo tertarik dengan dunia sastra, di sini nih tempatnya. Dulu ada masa-masanya ketika gue tertarik sama sastra, dan ketika gue bilang ke temen gue kalau gue bakal mempertimbangkan masuk ke jurusan sastra Indonesia atau Sastra Inggris, temen-temen gue nanya ke gue:

Mending lo ikut les aja! Ngapain lo kuliah sastra?

Nah, sebenernya, kuliah di jurusan sastra gak hanya belajar soal tata bahasa dan kosa kata (hal yang bisa lo pelajarin kalau lo ikutan les). Tapi, lo juga dituntut untuk bisa menganalisis dan mengkritisi karya sastra. Kuliah di sini biasanya 4 tahun, setelah itu lo dapet gelar S.Hum.

Jurusan yang ditawarkan FIB UI paling banyak:

  • Sastra Arab,
  • Sastra Cina
  • Sastra Jepang,
  • Sastra Daerah untuk Sastra Jawa,
  • Bahasa dan Kebudayaan Korea,
  • Sastra Indonesia,
  • Sastra Inggris,
  • Sastra Belanda,
  • Sastra Perancis,
  • Sastra Jerman,
  • Sastra Rusia,
  • Arkeologi,
  • Ilmu Sejarah,
  • Filsafat,
  • Ilmu Pepustakaan

Gue akan coba ulas sedikit jurusan yang mungkin agak asing di telinga kalian, yaitu Arkeologi dan Ilmu Perspustakaan.

Kalo lo berminat masuk ke jurusan Arkeologi, lo akan mempelajari kebudayaan manusia masa lampau dengan cara menguak makna peninggalan-peninggalan mereka, seperti fosil, prasasti, tulisan-tulisan di candi, surat, alat makan, dsb. Seru juga ya?!

Selain belajar untuk mengelola perpustakaan, mahasiswa jurusan Ilmu Perpustakaan pada dasarnya belajar mengelola arsip. Pustaka dan arsip ga melulu berkutat dengan buku ya, tapi juga termasuk video, kaset tayangan, arsip keuangan, arsip hukum, dan masih banyak lagi. Makanya lulusan Ilmu Perpustakaan banyak keserap ke media televisi, perusahaan, firma hukum, hingga instansi pemerintah, seperti POLRI. Buat yang suka dengan hal berbau administrasi, mungkin ini tempat yang cocok.

Anyway, karena banyak mahasiswa FIB yang mempelajari bahasa dari negara lain, setiap tahunnya, mereka selalu kebagian jatah pertukaran pelajar ke negara yang bahasanya mereka pelajari. Jadi, sering banget tuh gue denger kabar teman2 gue anak FIB yang lagi menjalani student exchange ke Rusia, Korea, dll. Begitu juga sebaliknya, banyak mahasiswa asing (dari Jepang, Korea, dll) yang belajar di FIB-UI.

fib ui

Di kampusnya sendiri, biasanya banyak acara musik, drama, opera, dan lainnya. Kalo lo keliling kampusnya, banyak bertebaran instalasi patung dan seni rupa lainnya. Tutor Bahasa Indonesia zenius, Pak Kosim, merupakan alumni Sejarah UI, lho. Fajar yang juga merupakan tutor Bahasa Indonesia zenius sekarang lagi menjalani studi pascasarjananya di Departemen Linguistik FIB UI.

 

4. Fakultas Psikologi

“Lo bisa baca pikiran gue gak?”

Itu adalah pertanyaan yang biasa dilontarkan temen-temen gue ketika gue bilang gue kuliah jurusan psikologi. Sebenernya, ilmu psikologi ini adalah ilmu yang mempelajarin gimana tingkah laku manusia, mulai dari mendeskripsikan tingkah laku manusia (melalui observasi, wawancara, atau dari tes-tes psikologis), analisis tingkah laku, memprediksi tingkah laku, sampai mengubah tingkah laku manusia. So, kami orang-orang yang belajar psikologi gak bisa baca pikiran lo, yang kami lakukan hanya observasi, ngobrol, dan analisis. Sama kayak anak-anak FK, ketika lo lulus dari jurusan psikologi, lo akan dapat titel S.Psi (Sarjana Psikologi). Tapi lo belum bisa praktek sebagai psikolog karena harus ambil program Profesi Psikolog.

Selain gue, di zenius, ada Faisal dan Pio yang merupakan alumni Psikologi UI. Kalo lo tertarik lebih jauh tentang jurusan Psikologi, lo bisa simak ulasan lebih dalam Faisal di sini.

Kupas Tuntas Jurusan Ilmu Psikologi

Karena mengetahui dasar-dasar psikologi manusia dan kelompok, kami kadang menerapkannya ke kegiatan-kegiatan kampus, salah satunya kegiatan ospek. Oleh karenanya, ospek Fakultas Psikologi seringkali dijadikan kiblat bagi fakultas lain, bahkan bagi panitia ospek UI.

Anak-anak psiko terkenal dengan keahlian kami di bidang statistik karena kami dituntut untuk melakukan riset hampir setiap semesternya. Tapi, statistik yang digunakan di psikologi gak bakal ribet karena jaman sekarang mah kita sudah pakai software statistik yang ngurangin beban kerja.

psiko ui

Anak-anak psikologi juga terkenal dengan ceweknya yang cantik-cantik dan kantinnya yang selalu ramai dari fakultas-fakultas sebelah. Kalo udah main ke kantin psiko, cowok-cowok dari fakultas lain jadi pada mager deh balik ke kampus masing-masing. Keasikan cuci mata sih.

 

5. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)

fisip ui

Di FISIP, ada beberapa jurusan, yaitu sebagai berikut:

  • Kriminologi,
  • Sosiologi,
  • Kesejahteraan Sosial,
  • Antropologi Sosial,
  • Ilmu Komunikasi,
  • Ilmu Politik,
  • Ilmu Hubungan Internasional.

Di Kriminologi, lo akan belajar menganalisis kejahatan dengan pendekatan budaya, media, sosial, hingga psikologi. Tidak hanya terlibat di proses peradilan sebuah kasus, ahli kriminologi juga bisa mengkritik pemerintah atas kebijakan yang tidak adil atau tidak berdasarkan kesejahteraan sosial ataupun hak asasi manusia. Kalo lo tertarik untuk mengulik lebih dalam sisi gelap dari manusia, organisasi, sistem pemerintahan hingga fenomena sehari-hari di sekitar kita; mungkin jurusan Kriminologi adalah tempat yang lo cari 😉

Sesuai dengan namanya, jurusan Kesejahteraan Sosial membekali mahasiswanya untuk dapat membangun program peningkatan kesejahteraan suatu masyarakat. Lulusan Kessos bisa bekerja di Kementerian Sosial, LSM Sosial, hingga UNICEF. Lulusan Kessos juga keserap ke perusahaan besar untuk menangani program CSR (Corporate Social Responsibility), misalnya, pendirian sekolah dan mesjid atau program pembinaan keahlian/kerajinan tangan untuk masyarakat yang hidup di sekitar daerah operasi perusahaan pertambangan.

Di jurusan Antropologi, lo mengkritisi kenapa budaya dan tradisi manusia di berbagai wilayah bisa berbeda, dilihat dari aspek sosial, psikologi, hingga kedokteran. Sekilas terkesan boring. Tapi sebenarnya ilmu Antropologi itu seru banget. Kenapa K-Pop bisa ngehits di Indonesia? Kenapa menu McDonald di berbagai negara berbeda? Kenapa Batik pengen diklaim negara tetangga? Antropologi bisa menjawabnya. Oleh karena itu, selain bekerja di instansi pemerintah, banyak juga lulusan antropolog yang bekerja di brand ternama, seperti Google dan Adobe Photoshop yang memperkerjakan antropolog untuk membantu mereka menciptakan software yang menjawab kebutuhan user. Antropolog juga diperkerjakan perusahaan asing yang mau melebarkan sayap ke suatu negara agar bisa diterima oleh masyarakat lokal.

Nah, FISIP ini setiap tahunnya terkenal sebagai langganan juara di bidang Olimpiade Olahraga, Seni dan Keilmuan. Belum lagi FISIP ini adalah salah satu Fakultas dengan mahasiswa terbanyak. Kegiatan-kegiatan yang diadakan di FISIP juga oke-oke. Gue sering banget datang ke acara-acara mereka. Di kantin FISIP (Taman Korea/Takor), mereka kayak punya spot duduk sendiri untuk masing-masing jurusan. Tapi sebenernya sih lo semua bisa aja duduk di spot itu meskipun lo bukan anak FISIP. Jurusan Hubungan Internasional biasanya jarang nongkrong di kantin. Selain karena mahasiswanya dikit, kuliah mereka juga berat banget. FISIP juga terkenal sebagai sarang cewek bening di UI. Cabut dari sini, lo bisa dapet gelar S.Sos.

 

6. Fakultas Ilmu Administrasi (FIA)

Fakultas ini adalah Fakultas termuda di UI. Sebelumnya merupakan bagian dari FISIP. Baru berdiri sebagai fakultas sendiri di tahun 2015 kemarin. Makanya isinya mah sama aja sih, dosennya masih sama, gedungnya juga masih bertempat di lingkungan FISIP. Di fakultas ini, ada jurusan Administrasi Niaga (Bisnis), Administrasi Fiskal, dan Administrasi Negara.

Di jurusan Administrasi Negara, kalian akan banyak belajar tentang birokrasi, kepemimpinan, kebijakan publik, perbendaharaan negara, sistem pemerintah daerah, dsb. Dengan mengenyam ilmu ini, kalian bisa berpikir solutif untuk menanggulangi pengangguran, menyediakan lapangan pekerjaan, hingga menciptakan pemerintahan yang bersih dan maksimal melayani masyarakat. Intinya, jurusan ini mendidik mahasiswanya untuk menjadi birokrat negara yang berintegritas. Kalo kalian tertarik untuk mengatasi penyakit kotor pemerintahan negara ini, mungkin ini tempat yang cocok buat kalian.

Di jurusan Administrasi Fiskal, lo bakal belajar banyak tentang perpajakan. Ya kurang lebih sama dengan jurusan Pajak di PKN STAN. Bedanya, kalo lulusan STAN dan diploma perpajakan/fiskal lain lebih berorientasi ke aspek praktis dan fungsional, lulusan S1 Administrasi Fiskal juga dididik untuk menguasai aspek konseptual dan teoritis. Mahasiswa Ilmu Administrasi Fiskal UI sudah terbiasa melakukan riset dan publikasi ilmiah. Bedanya lagi, kalo lulusan PKN STAN sudah hampir pasti bekerja di instansi pemerintahan, lulusan Administrasi Fiskal lebih banyak bekerja di sektor swasta, khususnya di perusahaan konsultan kenamaan, seperti Ernst&Young dan PricewaterhouseCoopers (PwC).

Jurusan Administrasi Niaga (Bisinis) sendiri hampir sama kayak Manajemen belajarnya. Makanya, lulus Administrasi Niaga punya prospek kerja yang luas banget, bisa masuk ke berbagai divisi di perusahaan (keuangan, pemasaran, perencanaan produksi, dll) atau bisa merintis bisnis sendiri.

****

Sebagai universitas tertua dan banyak diminati pelajar Indonesia, kampus ini diisi oleh banyak pelajar dari berbagai daerah di Indonesia dengan latar belakang ekonomi yang berbeda pula. UI itu multikultural banget. Dari yang medok, logat batak, logat manado, sampe Papua, berkumpul disini. Dari yang tinggal di asrama, kosan, apartemen, sampe yang pulang-pergi ke rumah. Dari yang bayar uang kuliah gratis, mengandalkan beasiswa, sampe bayar kuliah dengan UKT tertinggi. Begitu pula dengan organisasi kemahasiswaannya. mulai organisasi yang berbasiskan minat lo di bidang sains, olahraga, dan seni, sampai organisasi yang berbasiskan SARA. Komplit!

Gedung Perpustakaan UI, Crystal of Knowledge. Salah satu pusat kegiatan mahasiswa. Kabarnya merupakan perputakaan terbesar di ASEAN.

Tercatat hingga 2015, UI menduduki peringkat pertama sebagai universitas terbaik di Indonesia versi QS World University Rankings 2015 yang menilai universitas dari aspek riset, pengajaran, hingga kualitas lulusannya. Menurut Webometrics Rankings of World Universities yang hanya menilai kualitas website universitas, UI menduduki peringkat pertama se-Indonesia. Menurut 4 International Colleges and Universities yang memberikan ranking berdasarkan popularitas universitas, UI menduduki peringkat ke-3 setelah ITB dan UGM. Terakhir, berdasarkan penilaian Kemenristekdikti, UI berada di peringkat ke-4, di bawah ITB, UGM, dan IPB.

Ada empat kriteria yang dijadikan acuan penilaian Kemenristekdikti, yakni kualitas sumber daya manusia, kualitas manajemen, kualitas kegiatan kemahasiswaan, dan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah. UI jeblok banget di skor kualitas kegiatan mahasiswanya. Gue gak heran sih. Selama empat tahun kuliah di UI, gue ngeliat UI kebanyakan kegiatan, tapi kadang kagak ada urgensinya. Gak banyak juga yang tau dan turut berpartisipasi dalam kegiatannya. Nah, makanya pesan dari gue yang sebentar lagi lulus dari UI buat kalian yang bakal resmi jadi mahasiswa UI dalam beberapa bulan ke depan, pikirin mateng2 deh kalo mau adain kegiatan, pangkas kegiatannya, cukup bikin yang penting aja, buatlah bermakna dan impactful. Biar pengalaman kalian sebagai mahasiswa juga semakin berisi 😉

Oke deh, sekian dulu cerita mengenai UI. Semoga ulasan gue di atas bisa bikin lo tambah semangat buat kuliah di kampus Kuning ini.

 

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada diantara lo yang mau ngobrol atau diskusi sama Sasa tentang dunia perkuliahan di UI, langsung aja tinggalin comment di bawah artikel ini. Buat lo yang udah bertekad mau masuk UI (entah itu lewat SBMPTN atau SIMAK), gua saranin banget buat baca tiga artikel zenius di bawah ini yang bisa ngebantu lo banget buat persiapan tes masuk UI:

Buat nemenin kamu belajar, kita udah sediain materi lengkap untuk persiapan tes masuk UI:

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan vouchernya di sini.

  • fakhri

    "Jurusan Hubungan Internasional biasanya jarang nongkrong di kantin. Selain karena mahasiswanya dikit, kuliah mereka juga berat banget." Great! :")

    • Fanny Rofalina

      Ciee, mau masuk HI UI ya 😉 Semangat yaa

      • Abdull

        Min, Seriusan anak HI UI sesibuk gitu apa ?
        HI PTN lainnya jg gak sih ?

      • fakhri

        iya hahaha, mau jawab yg dibawah ah. secara umum sih gue ga bisa generalisasi. tapi beberapa ptn top emang berat HI nya kayak UGM, UI dan Unpad. gue tanya langsung dari mahasiswanya. bahkan di HI UI ada yg pindah jurusan di tahun keduanya karna stress :")) so brave your self! (ini untuk gue juga) hahaha

        • Revacul

          Emangnya yang dipelajari di Hi itu apa aja kak? Kuliahnya berat gara2 tugas kan? atau ada faktor lain?

          Soalnya saya mau ngincer HI UI tahun ini. 🙂

          Share tentang Informasi mendalam mengenai HI UI dong kak.

      • SherayA

        salam, hallo kak Fanny & kak Sasa, aku suka dg artikel2 kakak deh. makasih ya kak.
        kak, aku mau cerita ni, aku tu lulusan MA yang mau ambil jurusan
        Hubungan Internasional, tapi nilai TO ku di bimbel itu masih terus2an
        stug di skor angka 500. huhu gimana ya kak? mohon penjelasannya ya kak.
        makasih 🙂

  • Muhammad Azam

    ITB dong kak :), sabda ngak nulis blog lagi?

  • Harrits Rizqi Budiman

    Universitas Impian. Tahun ini mau pindah dari Filsafat UGM ke Sastra Indonesia UI. Mengejar cita-cita. 😀

    • Fanny Rofalina

      Semangat yaa

      • Harrits Rizqi Budiman

        Ya, Mbak. Terima kasih. 🙂

  • nabilah

    jurusan antropologi keren banget ampe kedokteran di pelajarin :"") apalagi kalo gue jadi mahasiswa nya ,pasti lebih keren XD

    • Fanny Rofalina

      Yep, kadang aspek biologi dan kedokteran juga diliat. Ayo, mantapkan usahanya!

  • a_n

    Bahas itb lagi dong.. hehe..
    udah pernah sih, tapi pengen baca artikel baru tentang itb..XD

  • Christian22

    FEB UI keren 🙂

    • Fanny Rofalina

      Mau masuk jurusan apa nih?

  • arij faiha

    F.Psikologi - UI....... >_<

    • Ciye... Mau masuk Fakultas Psikologi UI, ya? Good luck! Gue siap menyambut lo di UI 😀

  • Ridho

    Kak, maaf diluar bahasan, tapi situs zenius tumbang ya?

  • Alfinsa EP

    Kampus yang selalu bikin gue merinding. Denger kata "Universitas Indonesia" langsung berrrrrr.

    • Iman

      Sama dong yah :') langsung gemetar gimana gtu yah haha

  • Yusra Khairunnisa

    Huhu maaf jurusan di FIBnya kurang 1 min :'> Sastra Cina ketinggalan :'>

    • Fanny Rofalina

      oh oke. maaf yah. makasih koreksinya

  • Jundi Faris Rabbani

    universitas impian

  • Hendry Gunawan

    Universitas impian :))))

  • Adelia

    Sesuai ekspektasi gue UI emang selalu jadi universitas dambaan gue. Pengen deh bisa kuliah di FKUI wow banget kayaknya. Kira kira gue bisa tembus gak ya? Kalo bisa kasih saran dong kak kiat kiat biar bisa tembus FKUI. Kebelet make yellow jacket kebanggaan yang ada bet warna ijo hehehe

  • cidakada

    doakan gw keterima di MIT min

    • Good luck! 🙂

  • chintia

    Aaah Manajemen sm Adbis UI!:') Inginnn sekali.... oiya kak bahas UNPAD juga dong:D

  • Irene Gracewita

    Min, ada gak anak adm. fiskal UI yg bekerja di sektor pemerintahan?

  • andypa

    kakak aku mau banget masuk ke FTUI keren bgt kayaknya, terutama jurusan Teknik Sipil, kasih tau dong tips2nya biar bisa masuk tahun depan..

  • kuliah..oh kuliah... hahahaha... 😀

  • sherlockie

    Ikom dibahas dong, penasaran hehehe 🙂

  • Kharisma Putri Ramadhanty

    hi, ka. aku mau tanya deh soal rumor kalo UI itu cuma menerima maba yang mayoritas dari SMA ternama/unggulan aja. itu bener gak sih, ka? secara aku pengen banget jadi maba-ui, tapi aku cuma lulusan dari sekolah yang biasa aja:(

    • Salma

      kalo snmptn kan emang akreditasi sekolah berpengaruh. kalo sbmptn/simak ga ngaruh sama sekali mau kamu sekolah dimanapun jurusan ipa/ips/bahasa ga ngaruh asalkan nilainya bisa tembus ya bisa lolos seleksi

      • Zahra

        Tesnya soshum ya? berarti kalo dari jurusan ipa, harus mempelajari yang di ips? bakat saya menghitung, dan ga begitu bisa di hapalan, tapi saya minat di FEB UI:')

        • Salma

          Kalo suka ngitung ya maksimalin di matdas pas sbm/simak. ekonomi geografi juga ada itung2annya kok meskipun ga terlalu banyak. kl emang minat di FEB ya harus ada usahanya 🙂

  • Iman

    Tahun depan ngejar target di UI ya allah:') tapi masih bingung jurusan nih:'D

  • eva

    untuk vokasi gimana ka?

  • Salma

    aaah senang sekali rasanya dulu cuma main2 ke ui sekarang jadi mahasiswa disini beneran :')

  • Havie L Choir

    hai. mau minta pendapat nih.

    jadi gini, aku rencananya mau masuk ke ilmu komunikasi ui dan kesejahteraan sosial ui. nah tapi banyak yg bilang mendingan cari kampus/jurusan lain aja yg passing grade nya lebih rendah, soalnya nilai ku juga pas pasan. enaknya gimana? mending aku ttp pada plan awal atau ganti dan menyusun strategi baru?

    thanks bgt buat siapapun yg jawab hehe.

  • Havie L Choir

    bahas ilmu komunikasi juga dong kak. kupas tuntas. minat banget nih. bismillah 2017 keterima snmptn nya amiin

  • theo andita nugraha

    Kak, kok di artikel ini jurusan Statistika di F-MIPA UI belum ada ya? Apa karena bener2 baru banget?

  • Tria

    SIAP FASILKOM UI 2017!!!!

  • Ahmad Supratman

    Permisi kakak, saya mau nanya.
    jurusan yang sekarang banyak peminatnya atau yang sekarang paling banyak itu di fakultas apa ya ???!!!
    Terima kasih

  • admin bookie

    permisi numpang share ya 🙂

    Terpercaya Sejak 2012

    klikbookie.com
    link alternatif http://www.kbookie.com

    BONUS-BONUS MENARIK KLIKBOOKIE
    Win extra 2%
    Cashback 3%
    Komisi 1%
    New member 10%
    Extra 5% deposit
    Poker rebate 0,5%

    BONUS SPESIAL
    MGM 5,5% seumur hidup + FREE 100.000

    Contact Us:
    BBM: 7A8B02D5
    LINE: klikbookie
    WECHAT: klikbookie
    YM: klikbookie_cs@yahoo.com
    WHATSAPP: +639278957986

    https://www.facebook.com/klikbookie

    #Terpercaya #Pasti_Bayar #Betting #Sports #World_Cup #Euro #Bola #Casino #Kasino

    #Poker #Togel #Tangkas #Taruhan #Aman

  • Irene

    Klo mau pindah dari untag ke ui, sama jurusan farmasi juga, gimana ya, bisa atau ga?

  • Hakan Ahmad Fatahillah

    Semoga tahun 2017 gua bisa pindah dari Matematika UIN Jakarta ke Matematika UI, aamiin.

    • M Syamsul Rijal

      Udah terwujud hakan :v

  • Muliana D.A.

    kak request dong. Bahas perbedan antara Teknologi Bioproses UI dan Teknik Bioproses UB. makasih
    :))

  • Lalab Hejo

    Kak, di ui gaada jurusan keagamaan ya? ?

  • neni sunarnih

    s1 pararel UI bisa daftar LPDP gak kak?

  • Andri Susanto

    Untuk informasi lebih lanjut tentang kursus di universitas di indonesia anda bisa mencoba http://carikuliah.co