Klasifikasi Makhluk Hidup

Ciri dan Klasifikasi Makhluk Hidup – Materi Biologi Kelas 10

Artikel ini akan membahas tentang ciri-ciri makhluk hidup, klasifikasi makhluk hidup, hingga taksonomi makhluk hidup.

Hi, guys! Mumpung masih awal-awal semester nih, aku mau ajak kalian untuk mengenal lebih dekat tentang makhluk hidup. Iya, aku tau, aku adalah makhluk hidup, kamu pun sama, tumbuhan juga makhluk hidup, kalau batu bukan makhluk hidup. Tapi, apa kamu tau ciri-ciri makhluk hidup itu apa saja?

Kalau kamu udah tau, sekarang aku tanya deh, terumbu karang termasuk makhluk hidup atau bukan? Yang menjawab bukan makhluk hidup salah besaaar, karena terumbu karang ternyata salah satu jenis makhluk hidup lho, guys. Nah, bingung gak?

Ciri ciri Makhluk Hidup
Ciri-ciri dan klasifikasi makhluk hidup akan dipaparkan selengkapnya di bawah (sumber gambar: pixabay.com/ejaugsburg).

Itulah motivasiku ingin membahas tentang makhluk hidup, supaya kamu tau ciri-ciri makhluk hidup hingga pengelompokannya. Karena kita ketahui bersama kalau makhluk hidup itu buanyaaak sekalii. Untuk memudahkan pengamatan atau penelitian, maka dibuatlah klasifikasi makhluk hidup. Yuk ah tanpa berlama-lama, langsung aja kita bahas!

Ciri-ciri Makhluk Hidup

Sebelum kita membahas klasifikasi makhluk hidup, alangkah baiknya kita mengenal dulu ciri-ciri makhluk hidup. Kamu tentu tau donk perbedaan dari makhluk hidup dan makhluk tak hidup.

Sekarang aku tanya dulu nih, di antara batu dan pohon, mana yang makhluk hidup dan mana yang tak hidup? Kira-kira alasannya apa hayooo? Oke, langsung aja aku jabarkan di bawah ini mengenai ciri-ciri dari makhluk hidup.

Bergerak

Masuk ke ciri-ciri yang pertama, yaitu bergerak. Iya, makhluk hidup itu bergerak lho, guys. Coba kamu bandingkan lagi antara batu dan pohon! Batu tidak bisa bergerak kalau tidak ada pengaruh dari luar, misalnya angin besar, hujan, atau kita yang menggerakkannya.

Sedangkan pohon, kalau kamu mengamati pohon selama berbulan-bulan menggunakan kamera, maka kamu akan tau kalau ternyata pohon bergerak, ya meskipun tidak seperti kita yang bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Membutuhkan Nutrisi

Selanjutnya, makhluk hidup membutuhkan nutrisi untuk bertahan hidup. Contohnya tumbuhan yang membutuhkan mineral untuk membuat gula (fruktosa) bagi buahnya, ia juga membutuhkan sinar matahari untuk proses fotosintesis.

Sedangkan batu sebagai makhluk tak hidup, untuk apa nutrisi baginya? Batu tidak membutuhkan nutrisi untuk proses pembuatan makanan atau untuk bertahan hidup.

Bernafas (Respirasi)

Kalau ini udah jelas ya, guys. Kita sebagai makhluk hidup membutuhkan O2 untuk bernafas, tumbuhan juga membutuhkannya setiap saat. Sekarang coba kita lihat batu, apakah batu bernafas? Tentu saja tidak.

Tumbuh dan Berkembang

Ciri-ciri makhluk hidup selanjutnya adalah tumbuh dan berkembang. Kamu tumbuh dan berkembang, dari yang awalnya bayi hanya tidur-makan-nangis, kemudian bisa berjalan untuk pertama kalinya, hingga akhirnya menjadi kamu seperti saat ini.

Tumbuhan juga tumbuh dan berkembang, ia awalnya hanya sebuah biji, berkecambah, dan jadilah pohon besar. Kalau batu? Ia tidak tumbuh dan berkembang kalau tidak ada gaya atau pengaruh apapun dari luar. Ia akan selamanya seperti itu dan berukuran segitu.

Oh iya, kamu tau gak apa bedanya tumbuh dan berkembang? Kalau tumbuh bisa dihitung atau diukur, sedangkan berkembang tidak bisa diukur, guys. Misalnya pertumbuhan tanaman itu bisa dihitung dengan mengukur tinggi tanaman, sedangkan berkembang dilihat dari munculnya daun, bunga, dan buah pada tanaman. Udah kebayang ‘kan ya, guys?

Bereproduksi

Ciri selanjutnya adalah makhluk hidup bereproduksi. Kalau batu, ketika jumlahnya satu, ia tidak akan bisa bertambah lagi jadi dua atau tiga (kecuali kita pecahin batunya ya, guys). Sedangkan makhluk hidup, ia bisa mempunyai anak, tunas, ataupun membelah diri.

Bisa Beradaptasi dengan Lingkungannya

Beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan lingkungannya merupakan salah satu ciri ciri makhluk hidup. Misalnya kamu sebagai manusia, ketika kamu berada di luar ruangan saat matahari sedang terik-teriknya, maka tubuhmu akan menyesuaikan diri dengan mengeluarkan keringat. Lain lagi ketika kamu berada di lingkungan yang dingin.

Sama halnya dengan tumbuhan, cara ia menyesuaikan diri contohnya dengan menggugurkan daunnya. Sedangkan batu, mau ia berada di lingkungan panas atau dingin akan sama aja, gak akan berpengaruh bagi sebuah batu.

Peka terhadap Rangsang (Iritabilitas)

Makhluk hidup itu peka terhadap rangsangan. Nah, kalau kamu lagi ngedeketin seseorang, tapi kok rasanya gak ada tanggapan dari doi, itu artinya dia emang gak minat sama kamu atau mau melihat usaha yang lebih lagi dari kamu.

Jadi, bukan karena doi gak peka ya, guys. Dia peka kok sebenarnya, hanya saja ada alasan-alasan lain gitu. Haha.

Eh back to topic lagi ya. Makhluk hidup peka terhadap rangsang, contoh pada tumbuhannya adalah tanaman Mimosa pudica atau putri malu. Kamu pasti pernah donk iseng-iseng menyentuh putri malu, ia kalau disentuh daunnya akan mengatup.

Contoh lainnya kamu ketika dingin atau di tempat horor, tiba-tiba kamu merinding, nah itu contoh bahwa makhluk hidup memiliki ciri-ciri peka terhadap rangsangan.

Ekskresi (Mengeluarkan Zat Buangan)

Ciri-ciri makhluk hidup yang terakhir adalah mengeluarkan zat buangan. Kalau pada manusia dan hewan mengeluarkan feses, keringat, dan urin. Kemudian pada tumbuhan zat buangan adalah CO2 ketika respirasi dan O2 ketika fotosintesis.

Nah, sekarang kalau batu, apakah batu mengeluarkan zat buangan? Gak donk, maka dari itu batu bukan termasuk makhluk hidup.

Sekarang kamu bisa menyebutkan apa aja benda yang termasuk makhluk hidup dan bukan makhluk hidup. Yuk, coba sebutkan contoh-contohnya!

Apa Itu Klasifikasi Makhluk Hidup?

Makhluk hidup ada klasifikasinya lho, guys. Jadi, gak mentang-mentang kamu, tumbuhan, dan hewan termasuk makhluk hidup, udah aja gitu masuk dalam satu kelompok besar.

Klasifikasi makhluk hidup adalah cara pengelompokkan/pemilahan makhluk hidup berdasarkan kesamaan dan ciri yang dimiliki. Hewan dan tumbuhan itu masuk ke dalam kelompok atau klasifikasi makhluk hidup yang berbeda.

Tujuan dari klasifikasi makhluk hidup itu untuk apa sih? Tujuan pertama adalah untuk mempermudah objek penelitian, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup.

Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup

Sistem klasifikasi makhluk hidup yang saat ini digunakan berdasarkan sistem klasifikasi Linnaeus, yaitu sistem yang mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan takson.

Waduh, apa itu takson? Takson adalah urutan klasifikasi makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri makhluk hidup dari yang paling umum hingga khusus. Nah, ilmunya disebut dengan taksonomi.

Berikut adalah urutan takson pada makhluk hidup:

Taksonomi Klasifikasi Makhluk Hidup
Urutan takson pada makhluk hidup

Dilihat dari urutan takson di atas, ternyata makin ke bawah makin sempit ya cakupannya. Contohnya kucing (Felis domesticus), kita buat taksonnya yuk!

  • Kingdom: Animalia.
  • Filum: Chordata.
  • Class: Mamalia.
  • Ordo: Carnivora.
  • Famili: Felidae.
  • Genus: Felis.
  • Spesies: domesticus.

Pengklasifikasian Makhluk Hidup

Selanjutnya mari kita mengenal pengklasifikasian makhluk hidup. Sistem klasifikasi makhluk hidup ini disusun berdasarkan persamaan maupun perbedaan yang diurutkan berdasarkan kelompok.

Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan kingdom
Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan kingdomnya.

Monera

Monera adalah kingdom yang paling sederhana, karena ia bersifat prokariotik. Apa itu prokariotik? Prokariotik adalah klasifikasi makhluk hidup yang tidak memiliki membran inti. Monera hanya memiliki dua anggota: bakteri dan sianobakteri (alga hijau biru). Nah, setelah kita tau ciri-ciri monera yang paling utama adalah prokariotik, sekarang kita rinci aja ya ciri-ciri lainnya dari monera.

  • Prokariotik (tidak memiliki membran inti)
  • Membelah diri atau konjugasi
  • Sel satu (bakteri) atau bersel banyak (berkoloni)

Jadi, kalau kamu menemukan makhluk hidup yang memiliki ciri-ciri seperti di atas, berarti ia masuk ke dalam kingdom monera.

Protista

Selanjutnya adalah protista. Nah, kalau kingdom protista ini kebanyakan merupakan parasit nih, guys. Jadi, anggotanya merugikan manusia, hewan, maupun makhluk hidup lain. Berikut adalah ciri-ciri dari protista:

  • Eukariotik (memiliki membran inti)
  • Sel satu atau bersel banyak
  • Bisa mengalami pembelahan binner atau konjugasi.

Oh iya, guys. Protista itu ada yang mirip hewan, tumbuhan, dan jamur lho. Namanya juga beda-beda nih. Protista mirip hewan disebut Protozoa, ini adalah hewan yang paling tua, selain itu protozoa juga tidak bisa membuat makanan sendiri.

Selanjutnya ada protista mirip hewan, hebatnya protista ini bisa membuat makanan sendiri, sama halnya dengan tumbuhan pada umumnya, istilah lainnya dari membuat makanan sendiri adalah autotrof.

Protista juga dibedakan lagi berdasarkan alat geraknya, ada yang bergerak dengan menggunakan bulu getar (cilia) contohnya Paramaecium sp. Selanjutnya protista yang bergerak dengan menggunakan bulu cambuk (flagelata), contohnya adalah Euglena sp.

Alat gerak lainnya adalah kaki semu (pseudopodia atau rhizopoda), contohnya Amoeba sp., dan ada juga yang tidak punya alat gerak (sporozoa), contohnya adalah Plasmodium sp..

Fungi

Tahukah kamu klasifikasi makhluk hidup fungi ada dua jenis, yaitu jamur dan cendawan. Kalau yang biasa kamu lihat misalnya di tumpukan jerami, itu disebut cendawan. Yap, cendawan adalah jenis fungi yang bersifat makroskopis.

Sedangkan, fungi yang bersifat mikroskopis adalah jamur. Jadi, selama ini kita salah kaprah ya, guys. Kita menyebut jamur yang kita lihat dengan mata telanjang adalah jamur, bukan cendawan.

Ciri-ciri fungi yang membedakannya dari kingdom lain adalah sbb:

  • Fungi bersifat eukariotik
  • Heterotrof (tidak bisa membuat makanannya sendiri)
  • Memiliki hifa atau miselium
  • Memiliki dinding sel (kitin)
  • Pencernaannya berada di luar tubuh (ekstra seluler)
  • Bersifat saprofit atau detritivor (pengurai)

Udah paham ‘kan sekarang ciri-ciri kingdom fungi itu apa saja ya.

Plantae

Plantae atau yang biasa disebut kerajaan tumbuhan. Wah, kebayang banyak banget ya? Kira-kira dari tumbuhan sebanyak itu, cara mengelompokkannya bagaimana ya? Oke, kita bahas dulu ciri-ciri dari kingdom plantae yuk!

  • Bersifat eukariotik
  • Bersel banyak
  • Autotrof (bisa membuat makanan sendiri)
  • Dinding sel terbuat (selulosa)

Selanjutnya mari kita bahas pengelompokkan dari kingdom plantae ini. Anggota kingdom plantae terbagi menjadi 3, yaitu Bryophyta (tumbuhan lumut), Pteridophyta (tumbuhan paku-pakuan), dan Spermatophyta (tumbuhan biji).

Animalia

Tumbuhan udah dibahas, sekarang kita bahas juga hewan yang masuk dalam kingdom Animalia. Kingdom animalia juga kingdom yang besar sama seperti plantae. Coba yuk kita sebutkan hewan-hewan yang sering kita temui: cacing, sapi, nyamuk, ikan, dll.

Untuk membedakan hewan-hewan tersebut, kita bisa membaginya ke dalam dua kelompok besar, yaitu vertebrata (hewan bertulang belakang) dan avertebrata (hewan tidak bertulang belakang).

  • Vertebrata

Vertebrata atau hewan bertulang belakang, berarti hewan ini memiliki tulang belakang. Kelompok hewan vertebrata dibagi menjadi 5, yaitu pisces (ikan-ikanan), amphibia (hewan yang hidup di air dan di darat).

Kemudian ada reptil (memiliki sisik dan hidup di darat), aves (burung-burungan), dan mamalia (hewan menyusui). Kita sebagai manusia juga masuk ke dalam kingdom animalia ya, guys. Dan juga masuk dalam kelompok vertebrata.

  • Avertebrata

Avertebrata atau hewan yang tidak bertulang belakang. Hewan ini kebanyakan hidup di laut lho guys. Kelompok hewan avertebrata yaitu Porifera (hewan yang memiliki pori-pori) contohnya spons, Coelenterata (berongga) contohnya terumbu karang dan ubur-ubur.

Kemudian, Vermes (cacing-cacingan) contohnya cacing pipih/platyhelmintes, Arthopoda (kaki berbuku-buku/bersegmen) contohnya laba-laba/arachnida, dan Molusca (hewan lunak) contohnya siput.

Nah, itu dia pembahasan mengenai klasifikasi makhluk hidup. Udah paham belum? Kalau masih bingung, kamu bisa mendapatkan penjelasan langsung dari tutor IPA di sini.

Semoga pembahasan mengenai klasifikasi makhluk hidup kali ini bermanfaat buatmu dan mudah dimengerti ya, guys. Have a nice day!

Baca Juga Artikel Materi Biologi Lainnya

Siklus Sel, Siklus yang Menemani Kita Tumbuh Besar

Kenapa Harus Repot Melindungi Hewan Langka?

Apa Betul Hewan Purba Itu Nenek Moyangnya Hewan Sekarang?