klasifikasi kingdom protista

Definisi dan Klasifikasi Protista – Materi Biologi Kelas 10

Artikel ini akan membahas tentang pengertian, karakteristik, struktur tubuh, dan klasifikasi protista.

Hi, guys! Kali ini aku akan membahas salah satu Kingdom pada makhluk hidup yang cukup unik, karena mereka bukan hewan, bukan juga tumbuhan, tapi sangat mirip. Nah lho, kira-kira kingdom apa yang akan aku bahas?

Yap, kingdom Protista. Buat kamu yang sekarang duduk di bangku kelas X pasti udah gak asing lagi sama makhluk tersebut, karena materi ini akan dipelajari di kelas X. Tapi, mungkin masih banyak di antara kamu yang masih bingung sama si Protista ini. Nah, supaya pengetahuanmu bertambah mengenai Protista ini, yuk baca dan pahami penjelasan-penjelasan di bawah ini!

Apa Itu Protista?

Protista itu apa sih? Kok bisa disebut mirip hewan dan tumbuhan? Kenapa anggota Protista gak digabung aja sih sama kingdom lainnya? Oke oke, simpan dulu pertanyaan-pertanyaan kamu, karena aku akan menjawabnya satu per satu.

Dalam dunia taksonomi, Protista dikenal sebagai salah satu kingdom, yaitu kingdom Protista. Hal itu diusulkan pertama kali oleh Georg A. Goldfuss, seorang pakar Biologi asal Jerman pada tahun 1830-an, yang memperkenalkan istilah protozoa (protista) dan mengusulkannya agar dipisah dari makhluk hidup lainnya.

Selanjutnya, pada tahun 1860-an, John Hogg, seorang ahli Biologi asal Inggris menemukan istilah Protoctista dan memasukkannya ke dalam empat kingdom. Hingga saat ini menjadi enam kingdom, Protista masih berdiri sendiri membentuk suatu kingdom dan dipisahkan dari makhluk hidup lainnya.

Menurut Irnaningtyas, dalam buku Biologi untuk SMA/MA Kelas X, Protista adalah organisme eukariotik (memiliki membran inti), umumnya uniseluler, dan hidup soliter atau berkoloni. Jadi, selnya sama seperti kingdom eukariotik lainnya: Animalia, Plantae, dan Fungi.

Ketika ada organisme yang mirip dengan kingdom eukariotik lainnya, tetapi tidak tergabung ke dalam kingdom tersebut, maka ia akan masuk dalam kingdom Protista.

Selain itu, kalau dibandingkan dengan organisme eukariotik lainnya, Protista merupakan yang paling sederhana, namun lebih kompleks dari organisme prokariotik (Archaebacteria dan Eubacteria).

Karakteristik Protista

Seperti yang aku sampaikan sebelumnya, bahwa anggota kingdom ini sangat beragam. Hal itu membuat karakteristik anggotanya juga beragam nih, guys. Ada yang uniseluler, ada juga yang multiseluler. Ada yang heterotrof, tapi ada juga yang autotrof. Nah, supaya kamu lebih jelas dan mudah dalam memahaminya, coba pahami penjabaran karakteristik berikut ini.

  • Organisme eukariotik.
  • Umumnya bersifat uniseluler, namun ada juga yang multiseluler.
  • Bentuk tubuh sangat beragam.
  • Melakukan respirasi secara aerobik, yaitu membutuhkan oksigen untuk kelangsungan hidupnya.
  • Hidup soliter dan berkoloni.
  • Kebanyakan hidup di perairan (laut maupun perairan tawar).
  • Ada yang hidupnya bebas, ada juga yang bersimbiosis dengan organisme lain.
  • Bergerak seperti hewan, mempunya klorofil seperti tumbuhan, dan memiliki siklus hidup dan reproduksi seperti jamur.
  • Beberapa jenis merupakan autotrof fotosintetik (bisa membuat makanannya sendiri dengan bantuan sinar matahari), dan ada juga yang heterotrof (tidak bisa membuat makanannya sendiri, ia memperoleh nutrisi dengan memakan organisme lain).
  • Ada yang bergerak menggunakan flagela atau silia, ada juga yang menggunakan ekstensi sementara dari sitoplasma.
  • Secara umum bereproduksi dengan cara aseksual, yaitu pembelahan biner, tunas, atau spora. Bisa juga dengan cara seksual, namun hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu.

Struktur Tubuh Protista

Barusan kita udah tau pengertian dan ciri-cirinya. Belum lengkap rasanya ketika kita belum tau seperti apa sih gambaran dari Protista itu sendiri. Nah, sekarang aku mau memberitahu kamu tentang struktur tubuh dari kingdom unik ini. Perhatikan gambar di bawah ini ya!

struktur tubuh protista
Struktur tubuh Euglena, salah satu anggota kingdom Protista (sumber gambar: readbiology.com)

Dari gambar di atas, kita bisa tau seperti apa struktur tubuh dari Protista. Karena termasuk dalam organisme eukariotik, jadi mereka memiliki inti sel yang dikelilingi oleh organel-organel lainnya pada sitoplasma. Seperti RE (retikulum endoplasma), badan golgi, mitokondria, kloroplas, dan vakuola.

Dilansir dari ThoughtCo, bahwa RE dan badan golgi ini berperan penting dalam sintesis protein dan eksositosis molekul seluler. Mitokondria berfungsi untuk memberikan energi bagi sel. Sedangkan, kloroplas berfungsi dalam proses fotosintesis.

Selain organel yang terdapat pada gambar di atas, ada juga Protista yang memiliki lisosom, biasanya sih banyak terdapat pada Protista mirip hewan. Fungsinya untuk membantu mencerna bahan organik yang masuk ke tubuh.

Perlu kamu ketahui, bahwa organel tertentu ada yang ditemukan di beberapa jenis Protista, ada juga yang tidak ada pada Protista lainnya. Jadi, emang sesuai sama klasifikasinya gitu, guys.

Nah, kalau dilihat dari organelnya, gambar di atas (Euglena) kira-kira termasuk dalam klasifikasi Protista yang mana ya? Hayoo.. bisa jawab gak? Kalau masih bingung, langsung aja deh masuk ke pembahasan klasifikasi biar kamu bisa membedakan jenis-jenisnya.

Klasifikasi Protista

Dalam beberapa kasus, seringkali ditemukan makhluk hidup yang ciri-cirinya mirip dengan animalia, tetapi ia bukan termasuk bagian dari kingdom animalia. Atau ia mirip dengan anggota kingdom plantae atau fungi, tetapi tidak masuk ke dalam kingdom-kingdom tersebut.

Nah, aku udah bilang sebelumnya bahwa mereka yang termasuk organisme eukariotik tetapi tidak bergabung dalam kingdom animalia, plantae, atau fungi, maka akan masuk ke dalam kingdom Protista. Sehingga, klasifikasi Protista jika dilihat dari ciri-cirinya, maka akan sangat beragam, ada yang mirip hewan, jamur, bahkan tumbuhan.

klasifikasi kingdom protista
Beberapa contoh anggota kingdom Protista (sumber gambar: toppr.com)

Protista Mirip Hewan (Protozoa)

Protista mirip hewan disebut juga dengan protozoa. Protozoa ini diambil dari bahasa Yunani, yaitu protos yang artinya pertama dan zoon yang berarti hewan. Itulah mengapa jenis ini memiliki kedekatan dengan hewan. Sifatnya hampir sama seperti hewan, yaitu heterotrof atau tidak dapat membuat makanannya sendiri dan bisa bergerak aktif.

Nah, bedanya dari kingdom Animalia adalah jumlah selnya, Protozoa merupakan organisme uniseluler atau bersel tunggal.

Protozoa ada yang hidup parasit, yaitu dengan menumpang pada organisme lainnya yang lebih besar. Contohnya yang sering kita dengar adalah amoeba, paramaecium, dan euglena. Amoeba ini bentuknya dapat berubah-ubah lho, guys.

Sedangkan, paramaecium umumnya berbentuk sepatu. Nah, kalau euglena sih bisa hidup mandiri, karena ia memiliki klorofil yang memungkinkannya untuk membuat makanannya sendiri, sehingga hidupnya bebas gak tergantung sama organisme lain.

Berikut ini merupakan klasifikasi dari protozoa:

  • Rhizopoda (Sarcodina)

Protozoa jenis ini umumnya ditemukan di daerah perairan, baik tawar maupun asin. Mereka memiliki alat gerak berupa pseudopodia (kaki semu) yang membantunya untuk mengubah-ubah bentuk dan menangkap serta menelan makanan. Rhizopoda bereproduksi dengan cara pembelahan biner.

Contoh: Amoeba sp.

  • Flagellata (Mastigophora)

Sesuai dengan namanya, protozoa jenis ini bergerak dengan flagel atau bulu cambuk. Mereka ada yang hidup secara bebas dan parasit.

Contoh: Euglena sp.

  • Ciliata (Ciliophora)

Protozoa jenis ciliata memiliki silia atau bulu getar di seluruh tubuhnya. Silia membantu mereka untuk bergerak dan menggerakan makanan agar bisa masuk mulutnya. Mereka termasuk organisme akuatik. Mereka termasuk dalam organisme heterotrof yang tidak bisa membuat makanannya sendiri. Ciliata ini memiliki dua inti sel, yaitu makronukleus dan mikronukleus.

Mereka bereproduksi dengan cara aseksual (membelah diri) dan seksual (konjugasi, yaitu menempelkan tubuh dan saling bertukar inti).

Contoh: Paramaecium sp.

  • Sporozoa

Protozoa jenis ini memiliki siklus hidup yang seperti spora.

Contoh: Plasmodium sp.

Protista Mirip Jamur

ilustrasi protista mirip jamur
Ilustrasi protista mirip jamur (Sumber: Pixabay).

Protista mirip jamur memiliki sifat heterotrof dan bisa membentuk struktur filamen. Mirip jamur banget ‘kan? Namun, Protista mirip jamur tidak bisa dimasukkan ke dalam kingdom Fungi, karena ia tidak bisa menghasilkan kitin.

Dinding selnya terdiri dari selulosa, lebih mirip dengan alga (Protista mirip tumbuhan), tidak seperti jamur. Mereka juga berkembang biak dengan membentuk spora. Sama seperti jamur, mereka juga tidak bergerak ya, guys.

Berikut ini Klasifikasi dari Protista Mirip Jamur

  • Myxomycota (Jamur Lendir)

Protista yang satu ini merupakan organisme saprofitik, mereka memakan materi yang mati dan telah membusuk, yap disebut pengurai. Myxomycota termasuk organisme multiseluler yang memiliki banyak inti.

Biasanya, ciri-ciri dari myxomycota adalah makroorganisme atau bisa dilihat dengan mata telanjang, karena ukurannya sekitar 1-2 cm, dan ada beberapa yang berukuran besar. Umumnya memiliki warna cerah, seperti kuning, coklat, dan putih.

Contoh: Physarum polycephalum.

  • Oomycota (Jamur Air)

Protista jenis ini kebanyakan hidup di air atau tanah yang lembap. Mereka bisa menjadi parasit bagi tumbuhan atau hewan lain lho, guys. Karena, mereka akan mendapatkan nutrisi dari organisme lain yang dihinggapinya.

Kalau di negara agraris seperti kita, jamur air ini sangat meresahkan para petani lho. Mereka bisa menyebabkan berbagai penyakit pada tanaman petani, misalnya pada tanaman kentang.

Contoh: Saprolegniales.

Protista Mirip Tumbuhan (Alga)

alga hijau perairan, salah satu contoh protista mirip tumbuhan
Kanal perairan yang dipenuhi oleh alga berwarna hijau (Sumber: Pixabay).

Protista mirip tumbuhan juga dikenal sebagai alga atau ganggang. Seperti halnya tumbuhan, alga bisa melakukan fotosintesis lho, guys.

Sedangkan, untuk jumlah selnya, alga bisa bersifat uniseluler (sel tunggal), multiseluler (banyak sel dengan fungsi yang berbeda-beda, sehingga ada pembagian tugas di sana), dan koloni (banyak sel, tapi tidak ada pembagian tugas/fungsi alias fungsinya sama semua).

Berikut ini Merupakan Klasifikasi dari Alga:

  • Chrysophyta

Merupakan jenis alga yang memiliki warna coklat keemasan. Mereka hidup di air tawar, tanah yang lembap, dan lautan. Pigmen warna yang dominan pada Chrysophyta adalah pigmen kuning (karoten), klorofil a, dan klorofil c.

  • Euglenophyta

Jenis euglenophyta merupakan organisme uniseluler yang memiliki flagel atau bulu cambuk. Mereka juga memiliki stigma yang berfungsi untuk menangkap cahaya dan kloroplas untuk membuat makanannya sendiri dengan cara fotosintesis.

Namun, mereka akan berfotosintesis ketika memiliki cahaya yang cukup. Ketika mereka tidak memiliki cahaya yang cukup, maka mereka akan melakukan perburuan makanan (heterotrof). Pigmen dominan yang terdapat pada tubuh mereka adalah klorofil b, klorofil a, dan karoten.

Contoh: Euglenophyta.

  • Dinoflagellata (Pyrrophyta)

Memiliki julukan lain yaitu ganggang api, dikarenakan kemampuannya yang bisa memancarkan cahaya pada malam hari lho, guys. Dinoflagellata bisa meningkatkan jumlah populasinya pada keadaan tertentu, misalnya saat suhu air tinggi, sehingga menjadi hangat dan kaya akan nutrisi. Saat itulah pyrrophyta ini berkembang cukup signifikan. Hal ini ditandai ketika lautan atau perairan berwarna merah kecoklatan.

Namun, hal itu bisa merugikan kehidupan organisme lain lho, karena kandungan oksigen dalam air akan sangat berkurang, bahkan bisa juga beracun dan menyebabkan organisme perairan lainnya mati. Pigmen warna dominan yang terdapat pada tubuh mereka adalah klorofil a dan klorofil c.

  • Chlorophyta

Biasa disebut sebagai alga hijau, chlorophyta memiliki warna tubuh kehijauan. Hal ini karena pigmen warna dominan yang terdapat pada tubuh mereka adalah klorofil a dan klorofil b. Di dalam tubuhnya, terdapat kloroplas yang berisi kumpulan klorofil untuk membuat makanannya sendiri (autotrof). Bentuk anggotanya juga beraneka ragam, ada yang spiral, bulat, bintang, dll.

  • Phaeophyta

Protista yang satu ini merupakan ganggang cokelat. Mereka memiliki pigmen warna dominan pada tubuh mereka, yaitu fikosantin (coklat), klorofil a, klorofil c, dan karotenoid. Struktur dari phaeophyta ternyata sangat mirip dengan tumbuhan, karena mereka memiliki akar, batang, dan daun.

  • Rhodophyta

Rhodophyta atau alga merah. Dari namanya aja kita udah bisa memastikan kalau alga ini berwarna merah, iya ‘kan? Betul sekali, pigmen warna dominan yang terdapat pada tubuh mereka adalah fikoeritrin (pigmen merah). Umumnya, jenis rhodophyta ini hidup di lautan, sedangkan yang hidup di air tawar hanya sebagian kecilnya saja.

Nah, itu dia penjelasan mengenai kingdom Protista. Gimana, sekarang udah paham kan sama materi Protista ini? Yoi, pastinya. Semoga penjelasan di atas bermanfaat ya buat kamu.

Eitsss.. gak perlu risau karena kita akan berpisah. Kalau kamu masih mau belajar tentang Protista, kamu bisa banget tonton video materi pelajaran biologi Zenius di sini! Seru banget deh pokoknya!

Baca Juga Artikel Materi Biologi Lainnya

Ciri-ciri dan Klasifikasi Makhluk Hidup

Perubahan Iklim dan Dampaknya Bagi Ekosistem

Pencemaran Lingkungan dan Dampaknya Bagi Ekosistem

Bagikan artikel ini: