Pengertian Filsafat Menurut Para Ahli dan Sejarah Permulaannya

Pengertian Filsafat Menurut Para Ahli dan Sejarah Permulaannya

Membahas tentang apa pengertian filsafat menurut para ahli dan bagaimana sejarah kemunculannya dulu hingga sekarang. Cek yuk!

Elo sudah pernah dengar aplikasi jejaring profesional, Linkedin, yang biasanya juga digunakan untuk mencari pekerjaan dan juga magang, bukan? Ternyata, pendirinya yang bernama Reid Garrett Hoffman selain memiliki gelar sarjana sains ia juga memiliki gelar magister dari jurusan filsafat dari Wolfson College, Oxford University, lho.

Ilustrasi Reid Hoffman. (Arsip Zenius. Dok. Joi via https://creativecommons.org/licenses/by/2.0)
Ilustrasi Reid Hoffman (Arsip Zenius. Dok. Joi via https://creativecommons.org/licenses/by/2.0)

Selain pendiri Linkedin, co-founder alat transaksi online, Paypal, yang bernama Peter Thiel juga memiliki gelar sarjana filsafat dari Stanford University, Sobat Zenius. Eh, ada juga nih, artis terkenal Indonesia, Dian Sastro yang ternyata juga mengenyam pendidikan filsafat di Fakultas Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.

Ilustrasi Dian Sastro & Peter Thiel. (Arsip Zenius)
Ilustrasi Dian Sastro & Peter Thiel (Arsip Zenius)

Wah, ternyata filsafat ini diminati oleh banyak orang sukses dari berbagai bidang pekerjaan yang berbeda ya. Tapi, elo sudah tahu belum nih tentang apa yang dimaksud dengan filsafat itu? 

Kalau elo ingin tahu tentang filsafat dan bagaimana kisah kemunculannya, yuk, lanjut bacanya! 

Pengertian Filsafat Menurut Para Ahli 

Apa sih arti kata filsafat itu? Secara etimologis, kata filsafat, yang dalam Bahasa Inggris philosophy ini berasal dari gabungan dua kata Yunani,  yaitu “philo dan “sophia”. Kedua kata tersebut kemudian digabungkan menjadi “philosophia.

Ilustrasi philosophia. (Arsip Zenius)
Ilustrasi philosophia (Arsip Zenius)

Kata philo sendiri memiliki arti “mencintai” dan sophia berarti “pengetahuan atau kebijaksanaan”. Sebagaimana kata tersebut didefinisikan oleh seorang filsuf Yunani, yang bernama Phytagoras, philosophia merupakan “bentuk kecintaan pada kebijaksanaan” yang dapat membantu manusia menyelaraskan diri dengan alam semesta.

Kalau menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), filsafat bisa diartikan sebagai pengetahuan dan penyelidikan tentang dasar dari semua yang ada, sebab, asal, dan hukumnya dengan menggunakan akal budi.

Nah, dari pengertian kata filsafat menurut Phytagoras dan KBBI, mungkin elo sudah mulai ada gambaran nih kalau filsafat berhubungan dengan sesuatu yang bijak tentang dasar-dasar segala sesuatu yang ada di sekitar lingkungan hidup kita. 

Lalu, gimana ya pengertian filsafat kalau menurut para ahli dan tokoh filsafat lainnya?

Pas banget nih, Heru Nurgiansah, seorang dosen sekaligus asisten ahli di Universitas PGRI Yogyakarta, menyampaikan beberapa pengertian filsafat menurut tokoh-tokoh besar seperti Aristoteles, Plato, Gotlich Fickte, dan Immanuel Kant, dalam bukunya yang berjudul Filsafat Pendidikan (2021).

Ilustrasi Immanuel Kant, Plato & Aristoteles. (Arsip Zenius)
Ilustrasi Immanuel Kant, Plato & Aristoteles (Arsip Zenius)

Heru menyampaikan, bahwa menurut Aristoteles, filsafat adalah pengetahuan yang mencakup kebenaran. Hampir sama, Plato mendefinisikannya sebagai bidang ilmu  yang   berusaha  untuk   mencapai  pengetahuan tentang  kebenaran  yang  sebenarnya. 

Lalu, Gotlich Fickte mengartikan filsafat sebagai suatu ilmu yang menjadi dasar pengetahuan yang mengejar kebenaran dari sebuah kenyataan. Pengetahuan seperti apa yang didasari ya? 

Kalau menurut Immanuel Kant pengetahuan yang didasari itu yang berkaitan dengan persoalan metafisika (tentang apa yang diketahui manusia), etika (tentang apa yang boleh dilakukan), agama (tentang harapan manusia), dan antropologi (tentang apa itu manusia). 

Dengan begitu, seperti mengutip St. Olaf College, filsafat dapat diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, seperti hukum, kedokteran, logika, teologi, ilmu alam, fisika, matematika, psikologi, bisnis, dan masih banyak lagi. Hal itu juga membuat filsafat sering disebut sebagai ibu dari segala bidang ilmu.

Baca Juga

John Dewey: Memupuk Semangat Merdeka Belajar dari Kisah Bapak Filsafat Pendidikan

7 Cara Memilih Jurusan Kuliah yang Cocok Sesuai Potensi

Sejarah Permulaan Filsafat 

Saat ini, filsafat sudah menjadi salah satu bidang ilmu yang bisa dipelajari di perguruan tinggi. Seperti dilansir dari Kompas (2021), bahkan peminat jurusan filsafat di Universitas Gadjah Mada melalui jalur SBMPTN pada tahun 2020 ternyata sudah sembilan kali lipat lebih besar dari daya tampung pada tahun 2021, lho. 

Itu artinya, saat ini filsafat juga banyak dikenal di kalangan anak SMA. Menjadi salah satu jurusan kuliah yang diminati siswa, sebenarnya bagaimana sih sejarah kemunculan filsafat?

Nah, ceritanya dimulai jauh sebelum abad ke-6 SM di Yunani Kuno. Saat itu, orang-orang di Yunani sangat menggantungkan kehidupan mereka pada dongeng-dongeng dan mitos-mitos.

Misalnya, orang-orang percaya bahwa urusan cinta dikuasai oleh Dewi Aphrodite, urusan keberuntungan dikuasai oleh Dewi Fortuna, urusan perang dikuasai oleh Dewa Ares, dan masih banyak lagi.

Ilustrasi mitos. (Arsip Zenius)
Ilustrasi mitos (Arsip Zenius)

Nah, memasuki abad ke-6 SM, mulai deh muncul kelompok-kelompok yang mempertanyakan kebenaran dari segala sesuatu yang ada dalam kehidupan. Dari yang awalnya hanya berdasarkan kepercayaan terhadap mitos, lalu berdasarkan suatu penjelasan yang logis.

Kelompok tersebut kemudian sering berkumpul dan mengadakan tanya-jawab sampe benar-benar tidak ada lagi yang perlu ditanyakan untuk mencapai pemahaman yang lebih baik tentang dunia sekitarnya. Metode tanya jawab itu sudah digunakan di tengah kelompok Socrates sekitar 26 abad yang lalu, dan menjadi warisan sampai hari ini dengan sebutan Metode Socrates.

Ilustrasi asal kata sekolah. (Arsip Zenius)
Ilustrasi asal kata sekolah (Arsip Zenius)

Nah, dari proses itu, lama kelamaan kepercayaan kepada dongeng dan mitos pun bergeser pada keinginan untuk menemukan pengetahuan atau logos”. Kelompok orang-orang yang mencari pengetahuan itu, kemudian disebut philosophos. Yaitu, orang-orang yang mencintai kebijaksanaan atau philosophia”.

Dari situlah terjadi peristiwa ajaib Yunani (the Greek miracle), yaitu munculnya filsafat di sana yang kemudian menjadi dasar perkembangan filsafat barat di Eropa dan juga mempengaruhi filsafat timur di negara-negara Asia.

Ilustrasi the Greek miracle. (Arsip Zenius)
Ilustrasi the Greek miracle (Arsip Zenius)

Filsafat pun saat ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh penerapan filsafat dalam kehidupan sehari-hari adalah bersikap kritis saat mendengar suatu berita, supaya tidak terkena hoax. Seperti Socrates menjelaskan, bahwa berpikir kritis sangat penting dalam proses tanya-jawab.

Setelah mengenal apa itu filsafat dan juga sejarah kemunculannya, mungkin elo bertanya-tanya nih tentang berguna atau nggak nya filsafat buat elo. Nah, untuk tahu lebih tentang gunanya filsafat coba tonton video keren Zenius di bawah ini, ya. Disini elo juga akan mengenal arti “philosophia” yang spesial.

Video: Apa itu Filsafat?

Apa itu Filsafat?

Cabang-Cabang Filsafat 

Mengutip Encyclopedia Britannica (2022), isu-isu seperti sifat alam semesta, kemungkinan dari pengetahuan, penggunaan akal yang benar, standar keadilan dan kualitas keindahan merupakan bahasan pokok yang ada dalam lima cabang filsafat di bawah ini.

Ilustrasi patung filsuf. (Dok. Giammarco via Unsplash)
Ilustrasi patung filsuf (Dok. Giammarco via Unsplash)
CabangKeterangan
1. LogikaStudi tentang cara penalaran atau berpikir logis yang benar.
2. EstetikaStudi tentang keindahan ataupun selera dan rasa, termasuk seni (Nurgiansah, 2020).
3. EtikaStudi tentang perilaku manusia, moralitas, dan tanggungjawabnya terhadap sesama manusia.
4. MetafisikaStudi tentang sifat realitas, apa yang ada di dunia, seperti apa, dan bagaimana tatananya.

Penutup 

Mengutip laporan Celebrity Net Worth (2017), pendiri LinkedIn, Reid Hoffman menyampaikan bahwa filsafat sangat membantu keberhasilannya dalam bisnis dengan memahami sifat manusia sebagai individu dan kelompok, lho. Ia sendiri mendefinisikan filsafat sebagai ilmu tentang bagaimana caranya berpikir dengan sangat jernih.

Ilustrasi quotes Reid Hoffman (Arsip Zenius. Dok. Joi via https://creativecommons.org/licenses/by/2.0)
Ilustrasi quotes Reid Hoffman (Arsip Zenius. Dok. Joi via https://creativecommons.org/licenses/by/2.0)

Seperti Hoffman, dan orang-orang sukses lainnya, semoga setelah membaca artikel ini dan mengenal tentang apa yang dimaksud dengan filsafat elo juga jadi lebih memahami apa itu filsafat ya.

Kalau 26 abad yang lalu orang Yunani sudah bisa berpikir dengan logis, gue yakin elo juga pasti bisa!

Sekian dari gue, see you in the next article!

Referensi

Filsafat Pendidikan – T. Heru Nurgiansah (2020)

Introduction to Philosophy – Dallas M. Roark, Ph.D. (2011)

Mengenal Filsafat dan Karakteristiknya – M. Sidi Ritaudin  (2015)

Peter Thiel – Encyclopædia Britannica (2021)

Philosophy – Encyclopædia Britannica (2022)

Philosophy – World History Encyclopedia (2020)

Profil Dian Sastrowardoyo – tirto.id (2022)

Reid Hoffman – Academy of Achievement (2021)

Sejarah Filsafat Yunani – Dr. K. Bertens (1975) 

What is philosophy? – Department of Philosophy, FSU (2022)

Bagikan Artikel Ini!