Pemikiran Socrates – Kenapa Socrates Benci Demokrasi?

pemikiran socrates demokrasi_zenius_education

Socrates, salah satu pemikir dan filsuf terbesar asal Yunani dikenal sangat kritis terhadap demokrasi. Wah, ada apa ya antara pemikiran Socrates dan demokrasi? Yuk, kita cari tahu.

Seiring berjalannya waktu, mungkin elo mulai menyadari bahwa banyak banget pemikir dan kata yang berasal dari Yunani.

Contohnya, pas belajar konsep demokrasi, pasti sering disebutkan bahwa demokrasi secara etimologis berasal dari dua kata bahasa Yunani: Demos dan Kratos.

Nah, ternyata dulu ada seorang pemikir legendaris asal Yunani, Socrates, yang gak suka lho sama demokrasi. Wah kira-kira kenapa ya?

Yuk, kita cari tahu bersama dengan ngebahas kehidupan Socrates dan pendapatnya soal demokrasi. Mari meluncur…

Perkenalan Singkat Socrates

Socrates sendiri merupakan tokoh filsuf yang dianggap sebagai salah satu tokoh pendiri filsafat Barat.

Meskipun demikian, Informasi tentang kehidupan dan karya Socrates sebenarnya sangat terbatas bila dibandingkan dengan filsuf-filsuf Yunani Kuno lainnya, seperti murid Socrates, Plato, dan murid Plato, Aristoteles.

Socrates_Plato_Aristoteles_zenius_education

Soalnya berbeda dengan Plato dan Aristoteles, Socrates tidak meninggalkan tulisan. Sehingga, kehidupan dan pemikiran Socrates dapat diketahui berdasarkan tulisan Plato saja. 

foto_socrates_zenius_education

Semasa hidupnya, Socrates sangat dikagumi oleh murid-muridnya. Ia banyak membuka pikiran soal filsafat dan cara berpikir secara rasional.

Socrates suka memulai dialog atau pembicaraan dengan sebuah pertanyaan yang kemudian menjadi diskusi untuk berpikir rasional dan memahami alam semesta.

Sampai sekarang, pendekatan pembelajaran dengan metode seperti itu dikenal sebagai Socratic Method.

socratic_method_zenius_education

Terlepas dari orang-orang yang yang kagum padanya, banyak orang di Kota Athena yang gak suka sama Socrates semasa hidupnya.

Ini karena Socrates banyak membuat orang kesal dengan pemikiran-pemikirannya. Ia juga dituduh menyesatkan para pemuda di Kota Athena.

Demokrasi di Yunani

Konsep demokrasi sudah dikenal sebagai sistem politik di Yunani sejak pertengahan 500 SM. Konsep ini digunakan di beberapa kota, terutama di Kota Athena.

Nah, kira-kira seperti apa sih demokrasi yang dulu diimplementasikan di Yunani ketika Socrates masih hidup?

Demokrasi ini berasal dari kata demos yang berarti orang atau rakyat, dan kratos yang berarti peraturan

Inti dari konsep demokrasi ini ya peraturan dan pemerintahan yang ada itu berdasarkan suara terbanyak dari rakyat. Jadi, segala keputusan yang ada itu didasari oleh suara mayoritas. Itulah konsep simpel demokrasi di Yunani saat itu.

Tentunya seiring berjalannya waktu, konsep demokrasi itu terus berkembang. Berbagai ahli dan tokoh politik terus menyumbangkan buah pikiran untuk mengembangkan konsep demokrasi sesuai dengan kebutuhan.

Makanya, sekarang ada berbagai macam demokrasi seperti demokrasi langsung (direct democracy), demokrasi representatif (representative democracy), demokrasi konstitusional (constitutional democracy), dan lain sebagainya.

Kalau dilihat dari contoh demokrasi di atas, pemerintahan Kota Athena pada zaman dulu itu mengimplementasikan demokrasi langsung atau direct democracy

Namun, sebenarnya gak semua rakyat bisa ikut menyampaikan suara mereka. Dari orang-orang tersebut, hanya rakyat pria yang berusia dewasa dan tercatat sebagai penduduk Athena yang bisa ikut berpartisipasi dalam proses demokrasi.

Lalu, apa pendapat Socrates tentang demokrasi tersebut? Kenapa ia gak suka sama konsep demokrasi yang punya tujuan mengikuti suara mayoritas?

Pemikiran Socrates Tentang Demokrasi

Sobat Zenius, kebetulan banget nih ada video menarik tentang pemikiran Socrates soal demokrasi. Elo tinggal klik di sini ya. 

Pastikan elo sudah login akun Zenius dan refresh halaman elo supaya bisa akses videonya ya.

video_pemikiran_socrates_demokrasi_zenius_education

Socrates menyampaikan pandangannya soal demokrasi melalui sebuah ilustrasi unik tentang kapal, yang disampaikan melalui tulisan Plato di dalam buku yang berjudul Republik.

analogi-kapal-demokrasi-socrates_zenius_education

Bayangkan, ketika elo dan gue lagi di sebuah kapal, elo ingin kapal tersebut dipimpin oleh ya terserah siapapun yang mau atau seseorang yang memang terampil dan berpengalaman dalam pelayaran?

Di atas kapal tersebut lagi ada banyak banget orang nih. Mereka lagi berembuk buat nentuin siapa aja yang bakal ikut naik kapal. Soalnya tempatnya udah mau penuh.

Orang-orang yang lagi musyawarah untuk pengambilan suara ini gak punya keterampilan dan pengetahuan tentang pelayaran.

Ini dia permasalahannya. Demokrasi itu menitikberatkan keputusan pada suara mayoritas. Jadi, apapun yang terjadi itu ya tergantung oleh para pemilih atau pemberi suara.

Terus nih, Sobat Zenius, sebenarnya ada seseorang yang merupakan satu-satunya orang yang paham soal arah angin, navigasi, dan teknis pelayaran.

Sayangnya, orang-orang gak suka sama dia. Akhirnya, mayoritas memutuskan untuk membiarkan orang lain yang merupakan teman mereka untuk ikut naik kapal. 

Waduh, kira-kira kapalnya bisa sampai ke tujuan dengan selamat gak ya? Bisa-bisa malah tenggelam atau tersesat nih.

Sekarang bayangkan, kalau hal ini terjadi dalam bidang kepemimpinan sebuah negara. Apa yang terjadi kalo mayoritas orang ternyata memilih orang yang gak mampu atau gak terampil dalam memimpin?

Itulah masalah dari sistem demokrasi yang gak sukai oleh Socrates dan muridnya, Plato. Menurut Socrates, pemberian suara pun merupakan sebuah keterampilan yang gak sembarangan sehingga hal tersebut perlu diajarkan.

Ironisnya, Socrates pada akhirnya menghadapi ajal melalui mekanisme demokrasi lho. Sepertinya yang sudah disebutkan sebelumnya, Socrates dituduh menyesatkan para pemuda di Kota Athena dan gak percaya dewa dewi yang diyakini oleh masyarakat kotanya.

Pada akhir hayatnya, Socrates diadili dan dihukum mati berdasarkan keputusan mayoritas 500 juri, dimana 280 menganggap ia bersalah. 

kematian_socrates_zenius_education

Penutup

Wah, kita sudah mencapai penghujung artikel nih. Jadi, gimana nih pendapat elo soal pemikiran socrates dan konsep demokrasi? Apakah elo ada pertanyaan seputar topik kita kali ini? Atau mungkin elo punya ide untuk artikel selanjutnya? 

Kalo elo punya pertanyaan maupun pernyataan, jangan ragu buat komen di kolom komentar, oke? Sampai sini dulu artikel kali ini dan sampai jumpa di artikel selanjutnya, ciao!

Baca juga:

Euclid: Bapak Geometri yang Terlupakan

Referensi

https://bigthink.com/politics-current-affairs/why-socrates-hated-democracy-and-what-we-can-do-about-it/

https://www.britannica.com/biography/Socrates/The-perceived-fragility-of-Athenian-democracy

https://www.britannica.com/biography/Socrates

https://www.theschooloflife.com/thebookoflife/why-socrates-hated-democracy/

https://www.nationalgeographic.org/encyclopedia/democracy-ancient-greece/

https://www.nationalgeographic.org/encyclopedia/greek-philosophers/

https://www.zenius.net/lp/topic/58ceb9b6-dcdd-4554-a5da-ce472014d166/zenius/?selected=a0f33207-3952-421f-8cb4-83cbb7366505&st=&sd=&si=

https://www.britannica.com/topic/democracy

https://www.moadoph.gov.au/democracy/defining-democracy/

https://www.history.com/topics/ancient-greece/ancient-greece-democracy

https://www.history.com/news/ancient-greece-democracy-origins

https://philreligion.nd.edu/assets/90898/plantinga.lecture.powerpoint.2012_13.pdf

https://positivepsychology.com/socratic-questioning/

Bagikan Artikel Ini!