Biografi Johann Winckelmann – Bapak Sejarah Seni dan Arkeologi Modern

Biografi Johann Winckelmann - Bapak Sejarah Seni dan Arkeologi Modern 9

Yuk, simak biografi Johann Winckelmann ini untuk mendapatkan inspirasi kegigihan belajar dan wawasan tentang sejarah seni kuno!

Hai Sobat Zenius! Pernah nggak sih lo berangan-angan atau malah sampai benar-benar berusaha untuk mendapatkan sebuah beasiswa? Mungkin sebagian besar dari lo pernah, ya sama juga dengan gue. Kalau bisa dapet beasiswa itu selain meringankan beban orang tua, merasa keren juga. Gue pernah sih mendaftar beasiswa, tapi sayangnya belum berhasil. Ternyata mendapatkan beasiswa itu seringkali tidak mudah karena persaingan yang ketat, Sobat. 

Ngomong-ngomong soal sulitnya mendapatkan beasiswa, tokoh yang akan kita bahas kali ini mendapatkan pendidikan-pendidikannya dengan dukungan beasiswa lho. Namanya adalah Johann Winckelmann. Kalau mengenal Winckelmann ini, lo juga bisa sekaligus mengenal tentang seni lho, Sobat. Yuk, simak artikel ini untuk memperluas wawasan lo!

Mengenal Johann Winckelmann

Johann Joachim Winckelmann atau yang lebih dikenal dengan nama Johann Winckelmann merupakan seorang sejarawan seni Yunani dan arkeolog Jerman yang dianggap sebagai bapak sejarah seni sekaligus arkeologi modern. Winckelmann lahir pada 9 Desember 1717 di Stendal, Jerman Utara.

Potret Johann Winckelmann (Foto: Public Domain by Mengs)
Potret Johann Winckelmann (Foto: Public Domain by Mengs)

Kalau mendengar kesuksesan namanya, mungkin lo membayangkan latar belakang pendidikannya. Tapi ternyata untuk mendapatkan pendidikan, Winckelmann harus bergantung pada beasiswa karena ia lahir di keluarga yang miskin. Ayahnya bekerja sebagai tukang sepatu, yang pastinya saat itu berpenghasilan rendah karena tidak bisa membiayai pendidikan Winckelmann. Tapi, Winckelmann berhasil membuktikan bahwa kemiskinan tidak menghalanginya dalam mengejar pendidikan dan berkarya. Ia memiliki kegigihan dan semangat yang kuat dalam belajar sehingga ia pun mendapatkan peringkat pertama pada beasiswa yang ia terima.

Menurut Katherine Harloe, seorang ahli kisah hidup Johann Winckelmann, Winckelmann memiliki karakter seorang sarjana yang sejati. Karakter ini ditunjukkan dari komitmen dan pengabdiannya terhadap ilmu pengetahuan selama hidupnya. Winckelmann dinilai tidak memedulikan hal-hal yang berbau ketenaran atau kenyamanan. Ia pun memiliki gaya hidup yang sangat sederhana. 

Kelak, ketika ia tinggal di istana seorang Kardinal di Roma, Italia, ia memilih untuk tidak mempekerjakan pelayan di istana itu. Bahkan, pakaian yang ia miliki hanyalah dua jubah dan satu mantel bulu saja. Dengan begitu, pasti Winckelmann jadi nggak perlu bingung-bingung memilih pakaian setiap harinya dan bisa lebih fokus kepada studi dan karirnya deh.  Wah, sepertinya Johann Winckelmann sudah mengenal capsule wardrobe, salah satu penerapan gaya hidup minimalis yang saat ini sedang ngetren itu ya Sobat. Hehe.  

Dengan beasiswa yang ia dapatkan, ia pun belajar ilmu keagamaan atau teologi di Universitas Halle pada tahun 1738, dan kemudian melanjutkan studinya dalam ilmu medis di Universitas Jena pada tahun 1741. Eh, bentar deh. Lo ngerasa nggak sih kalau ilmu-ilmu yang dipelajari oleh Winckelmann di perguruan tinggi itu tidak selaras dengan profesinya sebagai sejarawan seni? Iya, benar. Memang tidak selaras. Hal ini karena saat itu Winckelmann belum mengenal yang namanya seni Yunani, Sobat. Lalu bagaimana ya ceritanya sampai ia bisa ahli dalam sejarah seni Yunani?

Baca Juga

Biografi Werner Heisenberg – Fisikawan Pemenang Nobel Prize yang Nyaris Terbunuh

Seni Grafiti untuk Kembangkan Potensi Diri, Memang Bisa?

5 Cara Memilih Jurusan SNMPTN yang Tepat ala Zenius

Johann Winckelmann Mengenal dan Mendalami Seni Yunani

Sebelum Winckelmann memasuki jenjang perkuliahan, ia memang pernah mempelajari Bahasa Yunani dengan membaca karya seorang penulis Yunani kuno yang terkenal, bernama Homer. Namun ia baru bisa mengenal tentang seni Yunani setelah ia lulus kuliah dan bekerja sebagai seorang pustakawan untuk seorang negarawan yang bernama Count von Bünau. Saat menjadi pustakawan itulah ia mulai memiliki ketertarikan dalam mempelajari seni Yunani. Menurutnya, karya seni Yunani sangatlah indah hingga membuatnya jatuh hati.

Patung Yunani di Metropolitan Museum of Art (Foto: www.unsplash.com by Levi Meir Clancy)
Patung Yunani di Metropolitan Museum of Art (Foto: www.unsplash.com by Levi Meir Clancy)

Sebagai seseorang yang memiliki dedikasi tinggi dalam menuntut ilmu, Winckelmann pun dengan kesungguhan hati mendalami seni Yunani. Pembelajaran dan gagasan yang ia dapatkan selama bekerja di perpustakaan itu pun nantinya akan dituangkan dalam sebuah bukunya yang berjudul Geschichte der Kunst des Altertums (Sejarah Seni Kuno) yang kelak membawa perubahan besar dalam dunia seni maupun pendidikan.

johann joachim winckelmann quote
Johann Joachim Winckelmann Quote

Perjalanan Winckelmann dalam mengenal seni pun berlanjut hingga ke kota Roma, Italia. Pada tahun 1755 Winckelmann pindah ke Roma. Awalnya ia memiliki penghasilan yang pas-pasan di sana, namun kemudian karirnya membaik dan berkesempatan untuk tinggal di istana milik Kardinal Albani. Pada saat itu memang di Roma ada banyak sekali Kardinal, Sobat. Kardinal sendiri merupakan gelar rohani yang tinggi di Gereja Katolik. Walaupun kemampuan ekonomi setiap Kardinal berbeda-beda, namun saat itu banyak juga kardinal yang memiliki tempat tinggal megah sama seperti yang dimiliki oleh kaum negarawan Italia. 

Pada tahun 1759, Winckelmann mulai bekerja pada Kardinal Albani. Posisi karir yang didapatkannya ketika bekerja dengan Kardinal adalah sebagai pustakawan Vatikan, Kepala bidang perpurbakalaan, hingga menjadi sekretaris Kardinal Albani sendiri. Dengan posisi pekerjaan yang ia miliki, Winckelmann pun mendapatkan izin untuk mengakses koleksi seni klasik milik Kardinal sekaligus harta seni yang dimiliki Roma. Di sana, bakatnya menjadi kritikus seni dan konsultan seni pun semakin terasah. Bahkan Winckelmann sempat menjadi konsultan seni bangsawan-bangsawan Eropa.

Disebut Sebagai Bapak Arkeologi Modern

Selain memiliki karir di Roma, ia juga sering berkeliling Italia untuk mengumpulkan data. Dalam salah satu kunjungannya ke kota Pompeii dan Herculaneum, ternyata Winckelmann berhasil mengungkap kesalahan dalam pencarian harta karun yang amatir. Ia juga membuat pencarian itu kemudian dikerjakan oleh ahlinya.  

Winckelmann juga membuat katalog koleksi permata dari seorang kolektor asal Prusia yang bernama Philipp von Stosch. Pada saat itu, orang-orang yang tidak mampu membeli permata asli membuat tiruan yang disebut permata gips. Bahkan, sampai ada seniman peniru permata asli lho, Sobat. Pembuatan katalog dan penemuannya terhadap permata tiruan pun menginspirasi dirinya dalam penyusunan karya esai yang paling pertamanya yang berjudul Gedanken über die Nachahmung der griechischen Werke in der Malerey und Bildhauerkunst diterjemahkan menjadi Pemikiran tentang Peniruan Karya-Karya Yunani dalam Lukisan dan Patung dan terbit pada tahun 1755.

Gambar Permata (Foto: www.pixabay.com by starbright)
Gambar Permata (Foto: www.pixabay.com by starbright)

Atas aksi Johann Winckelmann dalam mengungkap pencarian harta karun yang hampir gagal, pembuatan katalog koleksi permata, dan tulisan-tulisannya yang menerapkan kategori gaya inilah ia disebut sebagai Bapak Arkeologi Modern. Arkeologi modern merupakan studi arkeologi yang berfokus pada penggalian atau pencarian harta karun. Klasifikasi gaya yang dibuat olehnya pun dapat digunakan dalam analisis karya seni dan arsitektur klasik secara terperinci.

Tulisannya yang Mengawali Bidang Studi Sejarah Seni 

Salah satu karya tulisnya yang paling berpengaruhdalam terbentuknya bidang studi sejarah seniadalah esai yang terbit pada tahun 1766 dengan judul Gedanken über die Nachahmung der griechischen Werke in der Malerei und Bildhauerkunst, diterjemahkan menjadi Refleksi Lukisan dan Patung Orang Yunani. Esainya tersebut, mendefinisikan estetika Yunani dan memberikan penjelasan terkait hubungan antara seni, sastra, dan emosi. Winckelmann awalnya tidak mengira bahwa karyanya ini akan menjadi terkenal, Sobat. Saat itu esainya hanya ditunjukkan kepada beberapa ahli seni saja. Namun ternyata banyak orang tertarik dengan pemaparan gagasannya dalam buku ini.

Refleksi Lukisan dan Patung Orang Yunani (Foto: https://monoskop.org)
Refleksi Lukisan dan Patung Orang Yunani (Foto: https://monoskop.org)

Pada tahun 1764, Winckelmann menerbitkan sebuah karya tulis yang berjudul Geschichte der Kunst des Altertums dalam Bahasa Indonesia menjadi Sejarah Seni Kuno. Buku ini merupakan karya tulis pertama yang membagi seni kuno Yunani ke dalam periode dan klasifikasi fase. Klasifikasi fase tersebut terdiri dari fase archaic atau kuno, fase high atau tinggi pada abad ke-5 SM, fase beautiful atau indah pada abad ke-4 SM, dan terakhir adalah fase peniruan atau penurunan.

Sejarah Seni Kuno (Foto: https://monoskop.org)
Sejarah Seni Kuno (Foto: https://monoskop.org)

Dalam buku itu, Winckelmann juga menjelaskan tentang perkembangan dan penurunan seni kuno, menunjukkan faktor-faktor yang memengaruhi sebuah seni, mencoba mendefinisikan kecantikan yang ideal bagi manusia, dan mendeskripsikan perbedaan antara seni Yunani, Yunani-Romawi, dan seni Romawi sendiri. Dengan deskripsinya yang mendetail serta ciri khas penulisan yang hangat dan belum ada sebelumnya, karyanya pun menjadi dasar dimulainya bidang studi sejarah seni. Bidang studi sejarah seni pun terus berkembang hingga pertengahan abad ke-20 dan digunakan untuk memahami seni dan sebagai jurusan perkuliahan hingga saat ini.

Pentingnya Bidang Studi Sejarah Seni

Menurut IESA Arts and Culture School di Paris, mengambil S1 sejarah seni akan membuat seseorang memiliki kemampuan untuk menginterpretasikan sebuah karya dengan memperhatikan tampilan karya, dan juga faktor-faktor luar yang mungkin mempengaruhinya. Kalau Sobat Zenius memiliki ketertarikan dalam memahami sebuah seni mungkin bidang studi ini cocok lho buat lo. Lo juga bisa memilih jenis seni apa yang ingin ditekuni seperti seni musik, sastra, seni pentas, dan masih banyak lagi. 

Karena menginterpretasikan sebuah seni tidak lepas dari faktor kebudayaan yang melekat pada karya itu sendiri, bidang studi ini menjadi penting dalam pengenalan budaya, tradisi, dan masa-masa transisi negara-negara yang ada di dunia, Sobat. Menekuni sejarah seni juga dapat membantu dalam pemahaman sejarah ekonomi, politik dan sosial dunia. Wah, pasti jadi memiliki pengetahuan yang sangat luas ya Sobat kalau mempelajari ilmu ini. 

Walaupun di Indonesia belum ada program studi yang khusus membahas tentang sejarah seni, namun Sobat tidak perlu khawatir, karena bidang studi ini akan diajarkan ketika Sobat mengambil jurusan seni apa saja kok.

(Foto: ISI Denpasar)
(Foto: ISI Denpasar)

Akhir Hidup Johann Winckelmann

Johann Winckelmann, portrait on a commemorative medal. (Foto: www.britannica.com, Photos.com/Jupiterimages)
Johann Winckelmann, portrait on a commemorative medal. (Foto: www.britannica.com, Photos.com/Jupiterimages)

Winckelmann ternyata tidak hidup selama karya-karya tulisnya. Pada tahun 1768, Winckelmann berpetualang dengan seorang seniman bernama Bartolomeo Cavaceppi menuju Italia setelah kepulangannya ke Jerman. Namun, karena perjalanan yang ekstrim yang menyebabkan dirinya jatuh sakit, ia pun berhenti di suatu kota di Jerman yang bernama Regensburg. Di sana ia sempat bertemu dengan Permaisuri Maria Theresa dan diberi empat medali emas dan perak sebagai apresiasi atas jasanya dalam perkembangan ilmu sejarah seni. 

Sayangnya ia harus kehilangan nyawanya setelah menunjukkan pemberian Permaisuri itu kepada temannya yang bernama Francesco Arcangeli. Menurut laporan Winckelmann sendiri, Arcangeli berniat mencuri pemberian Permaisuri itu dengan kekerasan. Awalnya ia dicekik menggunakan tali hingga akhirnya ditikam dengan pisau. Enam jam setelah kejadian ia pun meninggal dunia karena kehabisan darah. 60 tahun setelah kematiannya, sebuah monumen makam untuk Winckelmann pun didirikan di Trieste, Italia.

Penutup

Begitulah kisah hidup tokoh sejarah seni dan arkeologi modern, Johann Winckelmann. Begitu banyak hal sebenarnya yang kita semua bisa petik dari sosoknya. Dimulai dari kegigihannya dalam menuntut ilmu meskipun dibelenggu kemiskinan, karakternya yang mengabdikan diri pada pengetahuan, hingga karya-karya tulisnya yang besar. Meskipun seorang pencuri merenggut hidupnya, namun tak ada yang bisa merenggut warisannya untuk dunia.

Sekian dari gue. Semoga artikel ini menambah pengetahuan lo dan menginspirasi untuk semangat dalam studi dan berkontribusi untuk kemajuan ilmu pengetahuan ya Sobat!

See you in the next article!

Referensi

Carter, D. (2012, January 1). Johann Joachim Winckelmann on art, architecture, and … ResearchGate. Retrieved December 8, 2021, from https://www.researchgate.net/publication/291935814_Johann_Joachim_Winckelmann_on_art_architecture_and_archaeology.

JBDAdmin, A. (2017, December 23). Tag: Reflections on the imitation of Greek works in painting and sculpture. iDesignWiki. Retrieved December 8, 2021, from https://www.idesign.wiki/en/tag/reflections-on-the-imitation-of-greek-works-in-painting-and-sculpture/.

Tietz, T. (2019, December 10). The prophet of modern archaeology – Joachim Winckelmann. SciHi Blog. Retrieved December 7, 2021, from http://scihi.org/archeology-joachim-winckelmann/.

Why study art history? IESA International. (2019, April 5). Retrieved December 8, 2021, from https://www.iesa.edu/paris/news-events/why-study-art-history.

Wiencke, M. I. (2021, December 5). Johann Winckelmann. Encyclopædia Britannica. Retrieved December 7, 2021, from https://www.britannica.com/biography/Johann-Joachim-Winckelmann.

Winckelmann and Curiosity – Gems. Christ Church, Oxford University. (n.d.). Retrieved December 8, 2021, from https://www.chch.ox.ac.uk/library-and-archives/winckelmann-and-curiosity-gems.

Zhao, E. (n.d.). The history of the art of antiquity. Omeka RSS. Retrieved December 7, 2021, from http://omeka.wellesley.edu/piranesi-rome/exhibits/show/winckelmann/history-of-the-art-of-antiquit.

Zhao, E. (n.d.). Who was Winckelmann? Omeka RSS. Retrieved December 7, 2021, from http://omeka.wellesley.edu/piranesi-rome/exhibits/show/winckelmann/who-was-winckelmann.

Bagikan Artikel Ini!