Materi Bahasa Indonesia kelas 7: Surat Pribadi

Artikel ini membahas materi bahasa Indonesia tentang pengertian, ciri-ciri, manfaat, dan struktur surat pribadi.

Mungkin di zaman sekarang ini kita udah agak jarang yaa surat-suratan sama kerabat gitu, atau sama keluarga, namun pernah gak sih kalian ngefans sama selebriti gitu dan pengen ngungkapin rasa kekaguman kita ke selebriti tersebut? Nah, kita bisa mengakalinya dengan memberikan surat pribadi ke mereka. Bahkan boy group BTS yang saat ini lagi digandrungi semua orang saat ini, pada 2018 lalu melalui fancafe mereka mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi menerima hadiah dari fans kecuali surat. Surat yang dimaksud tentunya surat pribadi ya guys, karena diberikan dari individu ke individu. 

Nah, pada artikel ini kita bakal bahas mengenai pengertian, ciri-ciri, manfaat dan juga struktur dari surat pribadi. Namun sebelum lebih jauh ayo kita pahami dulu pengertian dari kata “surat” itu sendiri, surat adalah salah satu bentuk komunikasi untuk menyampaikan informasi secara tertulis oleh satu pihak ke pihak lain, nah surat itu sendiri ada berbagai jenis, dan di artikel ini kita akan berfokus pada salah satu jenisnya yaitu surat pribadi, dimana materi ini akan dipelajari di mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 7. 

 

Pengertian Surat Pribadi

surat pribadi
Sumber gambar: Annie Spartt/Unsplash.com

Pada dasarnya surat pribadi dapat diartikan sebagai jenis surat yang isinya berupa cerita atau informasi, yang bersifat pribadi atau personal kepada orang lain seperti kerabat, dan keluarga. Berbeda halnya dengan surat resmi atau surat dinas yang biasanya menggunakan bahasa yang cenderung kaku dan berasal dari instansi ke instansi lain atau bisa juga dari instansi ke individu.

Meskipun begitu, tidak berarti surat pribadi dapat menggunakan seenaknya, meskipun biasanya surat pribadi pembawaannya atau penyampaiannya cenderung santai, namun dalam menulis surat pribadi etika dan juga sopan santun tetap perlu diperhatikan apalagi kalo surat pribadi itu ditujukan ke yang lebih tua atau lebih dewasa, misalnya surat pribadi ke orang tua kita, atau kakek nenek kita.

Hal ini dikarenakan untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman dan dapat menyebabkan orang lain yang membaca akan tersinggung dengan gaya bahasa kita.

 

Ciri-ciri surat pribadi

Untuk memudahkan kalian dalam membedakan mana surat pribadi, berikut ciri-ciri yang biasa kita temukan dalam surat pribadi.

  1. Tidak menggunakan kop dan juga nomor surat.
  2. Biasanya tidak menggunakan bahasa baku, sesuai dengan keinginan penulis.
  3. Memiliki salam pembuka dan penutup yang bervariasi atau non formal.
  4. Isi surat bersifat pribadi atau personal.
  5. Penulisan cenderung bebas. 

Kaidah Penggunaan Bahasa Surat Pribadi 

Kaidah bahasa yang perlu diperhatikan dalam menulis surat pribadi, sebagai berikut:

  1. Perhatikan penggunaan huruf besar dan kecil serta penyusunan kata.
  2. Pemilihan kata, dan istilah-istilah dengan makna yang tepat.
  3. Susunan kalimat harus lengkap (kalimat harus selesai, atau tidak sepotong-sepotong) dan jelas.
  4. Susunan komposisi atau isi dari surat pribadi harus teratur. 

Tips Menulis Surat Pribadi

Agar surat pribadi tersampaikan dengan baik, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan, sebagai berikut:

  1. Mengungkapkan maksud dan tujuan dengan jelas.
  2. Gunakan kata-kata yang santun dan memiliki makna yang jelas.
  3. Memiliki pokok masalah yang ingin dibahas atau disampaikan.
  4. Menggunakan tanda baca dan juga ejaan yang benar.
  5. Tidak perlu terlalu kaku, penyampain bisa diselingi oleh humor atau hal-hal lain yang menarik. 

 

Manfaat Surat Pribadi

Sebagai salah satu alat komunikasi, tentunya surat pribadi memiliki berbagai manfaat sesuai dengan tujuan dari surat pribadi tersebut. Berikut beberapa manfaat dari menulis surat pribadi, yaitu:

1. Bentuk dari ekspresi atau ungkapan perasaan

Mengungkapkan perasaan disini gak melulu berarti surat cinta ya guys, meskipun surat cinta pun termasuk dalam bentuk ekspresi dan ungkapan perasaan, tapi bisa juga ungkapan perasaan seperti ungkapan kerinduan dengan orang tua atau kerabat setelah hidup jauh dari mereka, atau ungkapan kebahagian atas pencapaiannya, atau bisa juga ungkapan kesedihan atas sesuatu yang menimpa seseorang, dan sebagainya.

2. Mewakili seseorang atau pribadi

Biasanya orang yang mengirim surat kepada orang lain sedang menjalani Long Distance Relationship (LDR) atau sedang terpisahkan oleh jarak yang cukup jauh sehingga sangat sulit untuk bertemu atau bertatap muka secara langsung. Surat pribadi ini dapat menjadi perwakilan pribadi seseorang demi tetap mengetahui kabar satu sama lain, atau mempererat suatu hubungan.

3. Gagasan seseorang tanpa batas

Karena penulisannya yang cenderung bebas, maka gagasan seseorang bisa dituangkan tanpa batas dalam surat pribadi, seseorang bisa dengan bebas mau menyampaikan gagasannya dengan penyampaian seperti apa, sesuai keinginan penulis.

4. Mengembangkan kreativitas berbahasa

Menulis surat pribadi dapat menjadi langkah awal dalam skill menulis, karena menjadi terbiasa mengungkapkan dan mengekspresikan tujuan atau gagasan dalam bentuk tulisan, sehingga seseorang bisa semakin kreatif dalam menyampaikan informasi dalam bentuk tulisan. 

 

Struktur Surat Pribadi

Tempat, dan tanggal menulis surat pribadi

Pada umumnya, surat pribadi diawali dengan tanggal yang tempat surat itu dibuat. Hal ini juga berfungsi agar pembaca mengetahui dimana seseorang menulis surat tersebut dan kapan surat itu ditulis. Contohnya, “Jakarta, 25 Januari 2021

Alamat Tujuan

Selain tempat dari si penulis, biasanya dalam surat pribadi juga disertakan alamat atau tempat si pembaca dan kepada siapa surat itu ditujukan. Contohnya, 

Untuk Nurul,

Di Surabaya, Jawa Timur

Salam Pembuka

Salam pembuka biasanya cukup bervariasi, sesuai keinginan dan suasana hati si penulis. Salam pembuka biasanya di berupa sapaan seseorang untuk mengawali surat pribadi. Contohnya

“Halo Nurul :)”

“ Asalamualaikum Nurul”

“Salam sayang untuk yang tersayang”

Paragraf Pembuka

Sesuai dengan namanya yang mengandung kata “pembuka”, paragraf pembuka ini pada umumnya berisi topik-topik awal seperti menanyakan kabar dan sebagainya, namun biasa di bagian ini bukan gagasan utama yang ingin diungkapkan, namun berupa kalimat-kalimat yang menghubungkan ke inti topiknya nanti.

Paragraf Isi

Paragraf isi merupakan paragraf yang merupakan inti topik, atau gagasan utama, atau tujuan sebenarnya dari si penulis menulis surat. 

Paragraf Penutup

Nah kalo paragraf pembuka berisi kalimat-kalimat untuk membuka pembahasan, maka paragraf penutup untuk menutup pembahasan, seperti pernyataan untuk menyudahi suratnya, atau undur diri menyatakan bahwa penulis mengakhiri surat. Paragraf penutup bisa berupa permintaan maaf, harapan penulis, dan sebagainya.  

Salam Penutup

Sama halnya dengan salam pembuka, salam penutup dalam surat pribadi juga beragam untuk mengakhiri surat. Contohnya,

Salam
Salam manis” 

Nama pengirim, dan Tandatangan

Biasanya setelah memberikan salam manis, dibawahnya akan ditulis juga nama pengirim dan tanda tangannya, namun karena menulis surat pribadi pada dasarnya bebas, jadi gak masalah kalo pun gak ada tanda tangan, atau mencoba dengan tanda lain. Tergantung keinginan dan suasana hati penulis.

Kurang lebih begitu guys penjelasan mengenai surat pribadi, namun kayaknya gak lengkap kalo kita cuma belajar teorinya namun gak liat contohnya. Buat kalian yang masih belum begitu paham, bisa baca contohnya di artikel Contoh Surat Pribadi. Semoga artikel ini bisa membantu kalian yaa, selamat belajar!

 

Baca Juga Artikel Lainnya!

PLSV dan PTLSV

Sistem Tata Surya

Macam-macam Zat