try out sbmptn zen club

Materi Bahasa Indonesia: Jenis jenis Frasa

Artikel ini membahas materi tentang pengertian, ciri-ciri, dan jenis jenis frasa.

Banyak dari kita mungkin berekspektasi kalo pelajaran bahasa indonesia itu bakal mudah dimengerti dan dipahami? Mungkin kalian mikir kayaknya kita jarang ya pake “frasa” dalam berkomunikasi pake bahasa indonesia. Kalo menggunakan kata “frasa” di kehidupan sehari-hari mungkin emang jarang guys, tapi penerapan materi jenis frasa di keseharian kita itu sebenarnya sering banget. 

Itulah kenapa, memahami penggunaan konsep frasa dalam penggunaan bahasa indonesia itu penting, selain kita sering pake selama kita sehari-hari pake bahasa indonesia, penggunaan frasa juga dapat memberikan berbagai jenis makna, termasuk makna terselubung, lumayan kan buat nerapin frasa di status facebook atau caption instagram kalian, jadi dalem-dalem gimana gitu maknanya. Biar kita bisa menggunakan dan menerapkan frasa dengan tepat, yuk baca artikel ini sampe abis mengenai pengertian dan jenis-jenis frasa!

Pengertian Frasa

jenis-jenis frasa
Sumber Gambar: Green Chameleon/Unsplash.com

Secara sederhana, frasa dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan yang berupa gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif atau tidak memiliki predikat dan memiliki satu makna gramatikal atau makna yang dapat berubah-ubah sesuai dengan konteks. 

oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri frasa sebagai berikut:

  1. Terdiri dari dua kata atau lebih.
  2. Memiliki satu makna gramatikal.
  3. Frasa tidak memiliki predikat atau bersifat nonpredikatif.
  4. Menduduki atau memiliki suatu fungsi gramatikal pada kalimat.

Jenis-Jenis (Kategori) Frasa

Frasa memiliki berbagai kategori yang dikelompokkan atau di bagi menjadi beberapa kategori sebagai berikut:

Berdasarkan Jenisnya

berdasarkan jenisnya, frasa dibagi menjadi 6, yaitu:

1. Frasa preposisional (frasa depan)

Frasa yang memiliki kata depan atau adanya preposisi sebagai petunjuk atau unsur penjelas yang diikuti oleh kata atau kelompok kata, yang bukan merupakan klausa, yang berdiri sebagai penanda. Contohnya, dari sana, di sekolah, ke arah timur, kepada guru, Yang terhormat, dan lain-lain. 

2. Frasa verbal (frasa kerja)

Frasa yang distribusi inti dari frasa tersebut adalah kata kerja atau menduduki fungsi kata kerja atau menggantikan kata kerja pada kalimat. Frasa verbal atau frasa kerja dapat ditambahkan “sedang” untuk kata kerja aktif dan kata “sudah” untuk menyatakan keadaan.  Contohnya, sedang sakit, akan tiba, baru datang, tidak tidur,dan lain-lain. 

3. Frasa adjektiva (frasa sifat)

Frasa yang distribusi inti dari frasa tersebut adalah kata sifat atau menduduki fungsi kata sifat atau menggantikan kata sifat pada kalimat. Frasa adjektiva atau frasa sifat dapat ditambahkan imbuhan “ter-” untuk mewakili kata paling. Contohnya, tersulit, sangat panas, paling pintar, mahal sekali, sangat cepat, dan lain-lain. 

4. Frasa adverbial (frasa keterangan)

Merupakan frasa yang distribusi intinya adalah kata keterangan atau menduduki fungsi kata keterangan atau menggantikan kata keterangan pada kalimat. Contohnya, tidak biasanya. 

5. Frasa nominal

Merupakan frasa yang distribusi intinya adalah kata benda atau kedudukan nya menduduki fungsi kata benda atau menggantikan kata benda pada kalimat. Contohnya sepatu kaca, rumah baru, mobil mewah, dan lain-lain. 

6. Frasa numeralia (frasa bilangan)

Frasa yang distribusi intinya adalah kata bilangan atau kedudukannya menduduki fungsi kata bilangan atau mengganti kan kata bilangan pada kalimat. Contohnya, satu ekor, lima ikat, dua jenis, dan sebagainya.

Berdasarkan Fungsinya

berdasarkan fungsinya, frasa dibagi menjadi 2, yaitu:

1. Frasa Eksosentrik

Terdiri dari 2 kata atau lebih, dan hanya memiliki unsur menerangkan (M), yang biasanya memiliki preposisi, dan konjungsi yang ditambahkan ke kata benda. Contohnya,frasa eksosentrik

2. Frasa Endosentrik

Terdiri dari 2 kata atau lebih, dan memiliki unsur diterangkan (D) dan menerangkan (M). contohnya, frasa endosentrik

Frasa endosentrik di bagi lagi menjadi 3 jenis, yaitu

Frasa Endosentrik KoordinatifFrasa Endosentrik AtributifFrasa Endosentrik Apositif
Frasa yang menggunakan kata penghubung “dan” / ”atau”, dimana semua unsurnya adalah unsur pusat. Frasa yang memiliki unsur pusat dan juga unsur atribut. Unsur atribut adalah unsur yang menerangkan unsur pusat. Frasa yang semua unsurnya merupakan unsur pusat, dan menunjuk atau mengarah pada hal yang sama.
Contoh: pembangunan dan pembaharuan. Contoh: buku baru, pembangunan lima tahun.Contoh: Guru Bahasa Indonesia, Bapak Jimin.

 

Berdasarkan Makna yang Terkandung

berdasarkan makna yang terkandung, frasa dibagi menjadi 3, yaitu:

1. Frasa Biasa

Frasa biasa merupakan jenis frasa yang memiliki makna yang sebenarnya. Contohnya, Suga beli sayur kangkung. 

2. Frasa Ambigu

Frasa ambigu merupakan jenis frasa yang memiliki makna ganda atau makna lain, tergantung penggunaannya dalam kalimat. Contohnya, Panjang Tangan, kambing hitam. 

3. Frasa Idiomatik

Berkebalikan dengan frasa biasa, Frasa idiomatik merupakan jenis frasa yang memiliki makna yang bukan sebenarnya atau makna lain.  Contohnya, Lisa kembali ke kampung halamannya, Jin menjadi buah bibir di kelasnya.

Buat kalian yang pengen denger penjelasan mengenai jenis frasa berupa video singkat dan diajarkan langsung oleh tutor zenius yang kece kalian bisa lihat disini ya, kalian cuma perlu login dan kalian bisa mengakses berbagai jenis materi, gak cuma tentang jenis frasa, tentang yang lain juga ada. Sekian penjelasan mengenai berbagai jenis frasa, semoga artikel ini membantu kalian ya! Selamat belajar!

Baca Juga Artikel Lainnya

Resensi Buku

Contoh Resensi Buku

Teks Deskripsi