Ho Chi Minh

Ho Chi Minh, Pendiri Vietnam yang Melawan Jepang, Prancis, dan Amerika Serikat

Artikel ini membahas biografi Ho Chi Minh, pendiri Partai Komunis Indochina sekaligus bapak kemerdekaan Vietnam yang berhasil melawan Jepang, Prancis, dan Amerika Serikat.

Hai sobat Zenius! Gua pengen bahas biografi tokoh dari negara tetangga kita di Asia Tenggara nih, yaitu Ho Chi Minh. Kok kaya ga asing ya namanya? Tentu aja, nama Ho Chi Minh ini juga digunakan sebagai nama kota terbesar di bagian selatan Vietnam, kota ini dikenal juga sebagai Saigon. Tetapi kota Ho Chi Minh bukan ibukota Vietnam ya! Ibukotanya mah ada di Hanoi, jauh di bagian utara Vietnam. 

Terus siapa ya sosok Ho Chi Minh ini? Singkat cerita, dia ini adalah pendiri Vietnam modern yang mengadopsi ideologi negara komunis. Vietnam ini adalah salah satu negara komunis yang masih berdiri di abad ke-21, kebanyakan negara komunis (terutama di Eropa Timur) telah runtuh setelah berakhirnya Perang Dingin. Nah, Ho Chi Minh ini memimpin perjuangan kemerdekaan Vietnam melawan Jepang, Prancis, dan Amerika Serikat. Rame kan? Yuk kita langsung bahas aja kisah hidupnya!

Awal Kehidupan

Dilahirkan dengan nama Nguyen Sinh Cung pada 19 Mei 1890 di desa Kim Lien, bagian tengah Vietnam, Ho Chi Minh merupakan anak dari Hoang Thi Loan (ibu) dan Nguyen Sinh Sac (ayah). Pada masa itu, Vietnam tergabung dalam Indochina Prancis yang juga meliputi Laos dan Kamboja. Ayahnya adalah seorang pejabat kecil dan seorang kritik terhadap kolonialisme Prancis di Vietnam. Ho menghadiri Akademi Nasional di kota Hue sebelum dikeluarkan karena memprotes kaisar Vietnam, Bao Dai akan pengaruh Prancis di Indochina.

Pada tahun 1911, dengan nama Ba, ia mendapat pekerjaan sebagai juru masak di kapal uap Prancis. Ia bekerja sebagai pelaut selama lebih dari tiga tahun, mengunjungi berbagai pelabuhan Afrika dan kota-kota Amerika seperti Boston dan New York. Setelah tinggal di London dari tahun 1915 hingga 1917, ia pindah ke Prancis, di mana ia mengambil berbagai pekerjaan seperti tukang kebun, penyapu, pelayan, dan tukang oven.

Di Prancis, Ho Chi Minh bergabung dengan Partai Komunis Prancis dan mengadopsi nama lain, Nguyen Ai Quoc yang berarti “Nguyen sang Patriot”. Ia mengumpulkan orang Vietnam yang tinggal di Prancis dan membuat petisi menuntut agar pemerintah kolonial Prancis memberikan rakyatnya di Indochina hak yang sama dengan para penguasa, namun petisi tersebut diabaikan. Terinspirasi oleh Revolusi Rusia yang dipimpin Vladimir Lenin, Ho Chi Minh bergabung dengan Partai Komunis Prancis pada tahun 1920. 

Ho Chi Minh muda
Ho Chi Minh pada tahun 1923 (Dok. Wikimedia Commons)

Pada tahun 1923 Ho Chi Minh diundang ke Moskow untuk menghadiri Komunis Internasional (perhimpunan partai komunis dari berbagai negara). Di sana dia mengkritik Partai Komunis Prancis karena tidak menentang kolonialisme dengan lebih keras. Sebaliknya, Ho dikritik karena mengutamakan nasionalisme sebagai prioritas pertama, sementara komunisme sebagai prioritas kedua.

Ho segera mulai merekrut anggota gerakan nasionalis Vietnam yang akan membentuk dasar dari Partai Komunis Indochina yang didirikan di Hong Kong pada Mei 1929. Ia kemudian mengelilingi dunia, termasuk Brussel, Paris dan Thailand, di mana dia bekerja sebagai perwakilan dari organisasi Komunis Internasional. Ho dihukum mati karena aktivitas revolusionernya oleh pemerintah kolonial Prancis sehingga ia tidak dapat kembali ke Vietnam. Ia menghabiskan dekade 1930-an di Cina dan Uni Soviet.

Penjajahan Jepang dan Mendirikan Viet Minh

Ketika Prancis dikalahkan oleh Jerman pada tahun 1940 pada Perang Dunia II, Ho dan rekan-rekannya merencanakan kembali ke Vietnam. Sekitar masa ini Ho mengadopsi nama Ho Chi Minh yang berarti “dia yang menerangi”. Menyebrang ke Vietnam dari Cina pada Januari 1941, Ho Chi Minh bersama Vo Nguyen Giap dan Pham Van Dong menciptakan Viet Nam Doc Lap Dong Minh Hoi (Liga untuk Kemerdekaan Vietnam) atau disebut juga sebagai Viet Minh. 

Viet Minh terpaksa mencari bantuan di Cina dari pemerintahan nasionalis Chiang Kai-shek. Chiang tidak mempercayai Ho sebagai seorang Komunis dan menangkapnya. Ho kemudian dipenjara selama 18 bulan dan dibebaskan dengan membuat kesepakatan dengan Chiang Fa-k’uei, seorang panglima perang di Cina Selatan, yang setuju sebagai imbalan untuk mendukung kepentingan Chiang di Indochina melawan Prancis.

Ho Chi Minh dan OSS
Viet Minh bersama OSS, Ho Chi Minh berdiri pada posisi ketiga dari kiri (Dok. Wikimedia Commons)

Ho membentuk aliansi dengan siapa saja yang bersedia, termasuk Amerika Serikat yang juga mencari aliansi untuk mengalahkan Jepang. Mereka bekerja sama untuk mengatasi kelaparan yang telah membunuh jutaan penduduk Vietnam pada tahun 1943-44. Agen dari Kantor Layanan Strategis (OSS, pendahulu CIA) memasok pasukan Ho dengan senjata dan pelatihan untuk menyerang gudang makanan Jepang. Ho Chi Minh dan penasihat militernya mengobarkan perang gerilya terhadap pasukan Jepang, seringkali menggunakan taktik serang dan kabur. Gerilyawan Viet Minh juga berperang melawan pasukan Jepang di pegunungan Cina Selatan.

Lawan Ho Chi Minh, Pasukan Jepang
Pasukan Jepang di Indochina Prancis (Dok. Wikimedia Commons)

Ketika Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Jepang, pasukan Viet Minh diarahkan oleh Ho Chi Minh untuk bergerak ke arah Hanoi, ibukota dari Vietnam. Setelah Jepang menyerah, pasukan Ho Chi Minh memasuki Hanoi pada 19 Agustus. Pada 2 September 1945, Ho Chi Minh berdiri di depan orang banyak di alun-alun Ba Dinh, Hanoi. Dengan seorang petugas OSS berdiri di dekatnya, Ho Chi-Minh memulai pidatonya seperti deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat.

Semua manusia diciptakan sama. Mereka diberkahi oleh sang Pencipta dengan hak-hak yang tidak dapat dicabut, di antaranya adalah Kehidupan, Kebebasan, dan Pengejaran Kebahagiaan

2 September hingga kini diperingati setiap tahun sebagai hari kemerdekaan Vietnam.

Perang Indochina Pertama

Euforia kemerdekaan Vietnam dihadapi oleh beberapa rintangan. Menurut ketentuan perjanjian Sekutu Perang Dunia II, pasukan Chiang Kai-shek seharusnya menggantikan utara Jepang dari daerah 16 derajat garis lintang utara. Prancis, yang sekarang telah dibebaskan dari pendudukan Jerman dan di bawah kepemimpinan Charles de Gaulle, tidak berniat menerima Vietnam yang merdeka dan berusaha untuk menegaskan kembali kendalinya. 

Pasukan militer Prancis menguasai Vietnam selatan, termasuk Saigon. Ho memulai negosiasi dengan Prancis dalam upaya untuk mencapai penarikan pasukan Cina serta pengakuan Prancis atas kemerdekaan Vietnam dan penyatuan kembali Vietnam Utara dan Selatan. Namun, pada Oktober 1946, sebuah kapal penjelajah Prancis menembaki kota Haiphong setelah terjadi bentrok antara tentara Prancis dan Vietnam. Perang Indochina Pertama pun pecah pada 19 Desember 1946.

Pasukan Viet Minh - Ho Chi Minh
Pasukan Viet Minh menancapkan benderanya di atas markas Prancis di Dien Bien Phu (Dok. Wikimedia Commons)

Prancis mengembalikan Bao Dai ke kekuasaan dan mendirikan negara Vietnam (Vietnam Selatan) pada Juli 1949, dengan Saigon sebagai ibu kotanya. Tentara Viet Minh yang dipimpin oleh Vo Nguyen Giap, mampu menahan pasukan Prancis dan Bao Dai dengan taktik gerilya. Pada akhir tahun 1953 sebagian besar pedesaan berada di bawah kendali Viet Minh, dengan kota-kota besar di bawah pengepungan.  

Perang tersebut berakhir dengan kekalahan Prancis oleh pasukan Viet Minh pada pertempuran Dien Bien Phu, 7 Mei 1954. Negosiasi perjanjian berikutnya di Jenewa (Ho diwakili oleh rekannya Pham Van Dong) membagi Indochina dan menyerukan pemilihan umum untuk reunifikasi Vietnam pada tahun 1956.

Presiden Vietnam Utara

Ho Chi Minh menjadi presiden Vietnam Utara dan bertekad untuk menyatukan kembali negaranya di bawah pemerintahan komunis. Vietnam Utara, dibandingkan Vietnam Selatan, adalah negara miskin, terputus dari daerah pertanian yang luas di selatan. Vietnam Utara terpaksa meminta bantuan dari sekutu komunis mereka yang lebih besar, Cina dan Uni Soviet.

Ho Chi Minh memprakarsai kampanye reformasi tanah pada tahun 1954, mengikuti contoh program reformasi tanah Cina. Rencana tersebut gagal dalam waktu dua tahun dan sangat tidak populer di kalangan petani Vietnam sehingga mereka memberontak. Dalam kondisi buruk ini rezim Ho Chi Minh menjadi represif dan totaliter. Upaya reformasi pertanian pada tahun 1955-1956 dilakukan dengan brutal dan memakan korban jiwa. 

Sukarno dan Ho Chi Minh
Presiden Sukarno dan Ho Chi Minh (Dok. Kementerian Luar Negeri Indonesia)

Pada bidang diplomasi, Ho Chi Minh melakukan perjalanan ke Moskow dan Beijing (1955) dan ke New Delhi dan Jakarta (1958). Ia menjaga keseimbangan antara sekutunya yang kuat dan bahkan, pada saat perjalanannya ke Moskow pada tahun 1960, bertindak sebagai mediator di antara Uni Soviet dan Cina. Ho Chi Minh dengan terampil menjaga keseimbangan posisi Vietnam Utara di antara dua raksasa komunis itu. Ketika Perang VIetnam pecah, ia memperoleh sejumlah bantuan yang setara dari kedua sekutunya.

Perang Indochina Kedua (Perang Vietnam)

Mulai tahun 1959, Vietnam Utara kembali terlibat dalam perang. Gerilyawan, yang dikenal sebagai Viet Cong, melakukan pemberontakan bersenjata melawan rezim Ngo Dinh Diem yang disponsori Amerika Serikat di Vietnam Selatan. Para pemimpin mereka, veteran Viet Minh, meminta bantuan dari Vietnam Utara. Pada bulan Juli 1959, diputuskan bahwa pembentukan sosialisme di Vietnam Utara dikaitkan dengan penyatuan dengan Vietnam Selatan.

Pasukan Vietcong Ho Chi Minh
Pasukan Viet Cong (Dok. Wikimedia Commons)

Ho Chi Minh kemudian menyerahkan posisinya sebagai Sekretaris Jenderal Partai Vietnam kepada Le Duan. Ho Chi Minh tetap menjadi kepala negara, tetapi, aktivitasnya sebagian besar berada di belakang layar. Secara garis besar, peran Ho Chi Minh adalah sebagai simbol bagi masyarakat Vietnam. Dia berdiri sebagai kesatuan dari keluarga Vietnam yang terpecah, dan mendapat julukan akrab sebagai Paman Ho.

Amerika Serikat terus meningkatkan dukungannya terhadap Vietnam Selatan, mengirimkan bantuan ekonomi dan mulai dari Desember 1961 memberikan bantuan dalam bentuk pasukan militer. Serangan udara Amerika terhadap Vietnam Utara dimulai pada tahun 1965. Pada bulan Juli 1966, Ho Chi Minh mengirim pesan kepada rakyat Vietnam Utara yang menjadi motto perjuangan Vietnam Utara, yaitu:

“Tidak ada yang lebih berharga dari Kemerdekaan dan Kebebasan”

Ho Chi Minh

Akhir Kehidupan

Pada tahun 1967 kesehatan Ho Chi Minh menurun. Di Vietnam Utara ia secara luas dipandang sebagai bapak bangsa dan pahlawan nasional. Pada tanggal 2 September 1969, Ho Chi Minh meninggal karena gagal jantung di rumahnya di Hanoi pada usia 79 tahun. Ho Chi Minh meninggal hampir enam tahun sebelum pemerintah Vietnam Selatan runtuh dan pasukan Amerika Serikat mundur, mengakhiri perang di Vietnam dan menyatukannya menjadi satu.

Patung Ho Chi Minh
Patung Ho Chi Minh (Dok. Wikimedia Commons)

Selama hidupnya, Ho Chi Minh telah berjuang dan berhasil melawan 3 bentuk penjajahan, dari Prancis, Jepang, dan negara adidaya Amerika Serikat. Ho berdiri bersama pemimpin Yugoslavia, Joseph Broz Tito sebagai salah satu pendiri “komunisme nasional” yang berkembang pada 1960-an dan menekankan peran kaum tani dalam perjuangan revolusioner.

****

Itu dia kisah hidup dari Paman Ho, pendiri Vietnam modern yang mengobarkan perang demi perang melawan penjajahan. Menurut sobat Zen, Ho Chi Minh ini sebenarnya seorang komunis atau karena keadaan aja ya? Kebetulan, pada masa itu untuk menentang penjajah, negara-negara yang baru merdeka dekat dengan negara komunis untuk mencari dukungan. Indonesia juga termasuk loh, dulu Presiden Sukarno menjalin hubungan yang baik dengan Uni Soviet, Cina dan bahkan Korea Utara. Utamanya, tentu Sukarno adalah nasionalis Indonesia. Kasih tau gua pendapat kalian di kolom komentar ya!

Referensi

Biography. (2021). Ho Chi-Minh Biography. Diakses pada 9 November 2021 melalui https://www.biography.com/political-figure/ho-chi-minh

History. (2021). Ho Chi Minh. Diakses pada 9 November 2021 melalui https://www.history.com/topics/vietnam-war/ho-chi-minh-1

BBC. Ho Chi Minh (1890-1969). Diakses pada 9 November 2021 melalui https://www.bbc.co.uk/history/historic_figures/ho_chi_minh.shtml

Britannica. (2021). Ho Chi Minh. Diakses pada 8 November 2021 melalui https://www.britannica.com/biography/Ho-Chi-Minh

Baca Juga Artikel Lainnya

Nelson Mandela, Presiden Pertama Afrika Selatan yang Mengakhiri Apartheid

Mikhail Gorbachev: Pemimpin Terakhir Uni Soviet Sekaligus Bintang Iklan Pizza Hut

Kim Il Sung, Pendiri Korea Utara yang Berteman Baik dengan Sukarno

Bagikan artikel ini