Nelson Mandela

Nelson Mandela, Presiden Pertama Afrika Selatan yang Mengakhiri Apartheid

Artikel ini membahas biografi Nelson Mandela, presiden pertama Afrika Selatan yang mengakhiri politik Apartheid.

Teman-teman Zenius mungkin sudah pernah mendengar nama Nelson Mandela karena perannya dalam mengakhiri politik Apartheid di Afrika Selatan. Kira-kira kalian udah tau belum apa upaya yang dilakukan Nelson Mandela? Sedikit spoiler nih, beliau berani melakukan protes damai hingga aksi-aksi berbahaya seperti sabotase negara.

Biar kalian bisa lebih memahami kisah Nelson Mandela lebih baik, mungkin kita bahas dulu sedikit tentang politik Apartheid. Sederhananya, Apartheid ini adalah sistem yang memisahkan (segregasi) ras kulit putih dan ras lainnya, merugikan terutama kepada penduduk kulit hitam yang merupakan mayoritas di Afrika Selatan. Kenapa merugikan? Karena hak penduduk ras kulit putih jauh lebih besar dari ras lainnya, seperti hak pendidikan, politik, dan tempat tinggal. Yuk kita bahas perjuangannya melawan Apartheid ini!

Awal Kehidupan

Nelson Mandela dilahirkan dengan nama Rolihlahla Mandela pada 18 Juli 1918 di desa Mvezo, Transkei, Afrika Selatan. Ibunya adalah Nonqaphi Nosekeni, ayahnya adalah seorang kepala suku klan Madiba dari penduduk Tembu, Nkosi Mphakanyiswa Gadla Mandela atau dikenal juga sebagai Henry Mandela. Saat berumur 12 tahun, ayahnya meninggal dan Nelson dibesarkan oleh Jongintaba, seorang Bupati Tembu.

Nelson Mandela
Nelson Mandela pada tahun 1937 (Dok. Wikimedia Commons)

Nelson Mandela melepaskan hak menjabat sebagai kepala suku untuk menjadi pengacara. Dia kuliah di South African Native College (kini bernama Universitas Fort Hare) sebagai Sarjana Seni dan belajar ilmu hukum di Universitas Witwatersrand. Di Universitas Fort Hare Nelson dikeluarkan karena bergabung dalam protes mahasiswa. Ia menyelesaikan gelar Sarjana Seni melalui Universitas Afrika Selatan dan kembali ke Fort Hare untuk kelulusannya pada tahun 1943. Di Universitas Witwatersrand, menurut pengakuan Nelson sendiri, ia adalah seorang mahasiswa yang tidak pandai dan meninggalkan universitasnya pada tahun 1952 tanpa lulus.

Melawan Apartheid

Nelson Mandela mulai giat berpartisipasi di bidang politik semenjak tahun 1942. Akhirnya, pada tahun 1944 Nelson bergabung dengan partai Kongres Nasional Afrika (African National Congress/ANC), sebuah partai yang mendukung pembebasan ras kulit hitam dari Apartheid. Nelson menjadi pemimpin Liga Pemuda Kongres Nasional Afrika. Pada tahun yang sama ia bertemu dan menikah dengan Evelyn Ntoko Mase (cerai tahun 1958). 

Nelson Mandela
Nelson Mandela saat muda (Dok. Nelson Mandela Foundation)

Nelson Mandela kemudian memegang posisi kepemimpinan ANC lainnya, di mana ia membantu memperbaiki partainya dan menentang kebijakan apartheid dari pemerintah Afrika Selatan. Nelson dan kelompoknya percaya bahwa taktik yang digunakan ANC tidak efektif. Pada tahun 1949, ANC secara resmi mengadopsi metode Liga Muda, yaitu: boikot, mogok kerja, pembangkangan sipil, dan menolak kerja sama dengan pemerintah. Tujuan yang ingin dicapai adalah kebijakan kewarganegaraan penuh, redistribusi tanah, hak serikat pekerja, dan pendidikan gratis dan wajib untuk semua orang.

Aktivisme Nelson Mandela membuatnya sering menjadi sasaran pemerintah. Mulai tahun 1952, ia sangat dibatasi untuk bepergian, berasosiasi, dan berpidato. Pada tahun 1956, Nelson dan 150 orang lainnya ditangkap karena dituduh melakukan pengkhianatan kepada negara melalui advokasi politik mereka. Selama persidangan Nelson menikah dengan Winnie Madikizela, pada 14 Juni 1958 (cerai pada 1996). Pada 1961, Nelson dibebaskan dari semua tuduhan.

Tombak Bangsa

Nelson Mandela sangat mendukung dan mempromosikan aktivisme tanpa kekerasan, namun semua ini akan berubah ketika pasukan polisi Afrika Selatan membunuh 69 orang kulit hitam yang tidak bersenjata di Sharpeville pada 21 Maret 1960. Hal ini diperburuk dengan pelarangan ANC. 

Mengubah pikirannya dan mendukung metode sabotase terhadap pemerintah Afrika Selatan, pada tahun 1961, Nelson menjadi salah satu pendiri Umkhonto we Sizwe yang berarti “Tombak Bangsa”, sayap militer dari ANC.  

Nelson Mandela
Nelson Mandela pada tahun 1953 (Dok. Nelson Mandela Foundation)

Pada tahun 1962 Nelson pergi ke Aljazair untuk berlatih perang gerilya dan sabotase, dan kembali ke Afrika Selatan akhir tahun itu. Tak lama setelah kembali pada bulan Juli, Nelson Mandela ditangkap pada tanggal 5 Agustus 1962 dan kemudian dijatuhi hukuman lima tahun penjara karena meninggalkan negara tanpa izin dan menghasut pekerja untuk mogok.

Kepopuleran di Penjara

Pada 9 Oktober 1963, Nelson Mandela bergabung dengan 10 orang lainnya diadili atas sabotase dalam apa yang kemudian dikenal sebagai Pengadilan Rivonia. Nelson berpidato pidato dari dermaga, di mana dia mengakui kebenaran dari beberapa tuduhan yang dibuat terhadapnya, dengan pembelaan bahwa ia melakukannya untuk kebebasan dan penentangan terhadap tirani. Pada 11 Juni 1964 Mandela dan tujuh terdakwa lainnya, dinyatakan bersalah dan keesokan harinya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Saya menghargai cita-cita masyarakat yang demokratis dan bebas di mana semua orang hidup bersama dalam harmoni dan dengan kesempatan yang sama. Saya berharap dapat hidup untuk cita-cita ini. Tetapi, jika perlu, saya siap mati untuk cita-cita ini.

Nelson Mandela

Nelson Mandela menghabiskan 27 tahun di penjara, dari November 1962 hingga Februari 1990. Dia dipenjara di Pulau Robben selama 18 dari 27 tahun penjaranya, sebelum dipindahkan ke Penjara Victor Vresten dan Penjara Pollsmoor. Saat dipenjara, Mandela dapat memperoleh gelar Sarjana Hukum melalui program korespondensi Universitas London

Nelson Mandela
Nelson ditangkap (Dok. Nelson Mandela Foundation)

Kepopuleran dan reputasi Nelson Mandela menyebar ke dunia internasional karena ia berkali-kali menolak tawaran pemerintah Afrika Selatan untuk dibebaskan dengan syarat. Salah satunya adalah tawaran yang dibuat pada tahun 1985 mengharuskan Nelson menolak penggunaan kekerasan. Nelson menolak tawaran tersebut dengan alasan bahwa hanya orang bebas yang dapat terlibat dalam negosiasi semacam itu dan, sebagai tahanan, dia bukan orang bebas. Sepanjang penahanannya, dia telah menolak setidaknya tiga tawaran pembebasan bersyarat.

Nelson terus menjadi simbol dari perlawanan ras kulit hitam Afrika Selatan sehingga kampanye internasional dikoordinasikan untuk pembebasannya, dan gelombang dukungan internasional ini menunjukkan kekuatan dan penghargaan yang dimiliki Mandela dalam komunitas politik global.

Mengakhiri Apartheid dan Menjabat sebagai Presiden

Pada 11 Februari 1990, pemerintah Afrika Selatan di bawah pimpinan baru Presiden F.W. de Klerk membebaskan Nelson Mandela dari penjara. Tidak lama setelah pembebasannya, Nelson dipilih sebagai wakil presiden ANC, kemudian menjadi presiden partai pada Juli 1991. Nelson memimpin ANC dalam negosiasi dengan F.W. de Klerk untuk mengakhiri apartheid dan mewujudkan transisi damai menuju demokrasi non-diskriminatif di Afrika Selatan.

Nelson Mandela
Mandela dan F.W. de Klerk (Dok. Wikimedia Commons)

Pada tahun 1993 ia dan Presiden F.W. de Klerk dan Nelson Mandela memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian. Tahun berikutnya, pada April 1994 Partai ANC yang dipimpin Nelson memenangkan pemilihan pertama Afrika Selatan dengan hak pilih universal. Pada 10 Mei, Nelson dilantik sebagai presiden pemerintahan multietnis pertama di negara itu.

Selama masa pemerintahannya, Nelson mendirikan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi yang menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia di bawah politik apartheid, dan dia mengatur kembali hak perumahan, pendidikan, dan memperkenalkan inisiatif pembangunan ekonomi yang dirancang untuk meningkatkan standar hidup penduduk kulit hitam Afrika Selatan.

Nelson Mandela
Presiden Nelson pada tahun 2008 (Dok. Wikimedia Commons)

Pada tahun 1996 ia mengawasi pemberlakuan konstitusi baru yang demokratis. Nelson Mandela kemudian mengundurkan diri dari jabatannya di partai ANC pada Desember 1997. Ia kemudian menikahi istri ketiga dan terakhirnya, Graca Machel pada tahun 1998.

Yang menarik dan membedakan Nelson Mandela dari pemimpin negara-negara Afrika yang baru merdeka lainnya adalah ia tidak mengincar kekuasaan. Setelah mengakhiri masa jabatan pertamanya sebagai presiden, Nelson tidak mengincar masa jabatan kedua dan digantikan oleh Mbeki pada 1999. Contoh perbandingannya dapat dilihat di negara tetangga Afrika Selatan, Zimbabwe, yang dipimpin oleh satu diktator, Robert Mugabe dari kemerdekaan hingga kematian Mugabe. Tentu tidak semua negara Afrika seperti Zimbabwe, namun ini tidak mengubah keunikan dari keputusan Nelson. 

Pensiun dari Politik

Setelah meninggalkan jabatannya sebagai presiden, Nelson pensiun dari politik tetapi mempertahankan kehadiran internasional yang kuat sebagai advokat perdamaian, rekonsiliasi, dan keadilan sosial. Nelson sering aktif melalui Yayasan Nelson Mandela yang didirikan pada tahun 1999. Dia juga adalah anggota pendiri Elders, sekelompok pemimpin internasional yang didirikan pada tahun 2007 untuk mempromosikan resolusi konflik dan pemecahan masalah di seluruh dunia.

Nelson Mandela
Monumen Nelson Mandela di London setelah diumumkan berita wafatnya (Dok. WIkimedia Commons)

Nelson Mandela meninggal pada 5 Desember 2013, dalam usia 95 tahun di rumahnya di Johannesburg, Afrika Selatan. Setelah menderita infeksi paru-paru pada Januari 2011. Selama hidupnya, ia tidak pernah goyah dalam pengabdiannya pada demokrasi dan keadilan. Meskipun diprovokasi, dia tidak pernah menjawab rasisme dengan rasisme. Hidupnya adalah inspirasi bagi semua orang yang ditindas dan kepada semua orang yang menentang penindasan dan perampasan.

****

Dipenjara 27 tahun, ditawarin bebas tapi tetep kekeh sama pendiriannya, sekarang temen-temen Zenius udah tau kan kenapa sosok Nelson Mandela ini dihormati di dunia internasional? Memang, kita bisa belajar satu dua hal tentang pendirian dari beliau. Kalau menurut temen-temen gimana, kuat ga tuh kalian dipenjara 27 buat pendirian kalian? Kasih tau gua pendapat lu atau pertanyaan yang muncul di pikiran lewat kolom komentar ya!

Referensi:

Nelson Mandela Foundation. Biography of Nelson Mandela. Diakses pada 3 November 2021 melalui https://www.nelsonmandela.org/content/page/biography

Nelson Mandela Foundation. Timeline – Nelson Mandela. Diakses pada 3 November 2021 melalui https://www.nelsonmandela.org/content/page/timeline

Nobel Prize. Nelson Mandela Biographical. Diakses pada 3 November 2021 melalui https://www.nobelprize.org/prizes/peace/1993/mandela/biographical/

Britannica. (2021). Nelson Mandela. Diakses pada 3 November 2021 melalui https://www.britannica.com/biography/Nelson-Mandela

Biography. (2021). Nelson Mandela. Diakses pada 3 November 2021 melalui https://www.biography.com/political-figure/nelson-mandela

Baca Juga Artikel Lainnya

Deng Xiaoping, Otak dari Ekonomi Cina Modern

Muhammad Al Fatih, Sultan Penakluk Konstantinopel dan Musuh dari Drakula

George W. Bush, Presiden Amerika Serikat yang Berperang Melawan Terorisme

Bagikan artikel ini