Deng Xiaoping

Deng Xiaoping, Otak dari Ekonomi Cina Modern

Artikel ini membahas biografi Deng Xiaoping, pemimpin tertinggi Republik Rakyat Cina yang mereformasi kebijakan ekonomi negaranya.

Kalau kita ngomongin negara Cina, (selain Corona) apa yang muncul di pikiran temen-temen sih? Mungkin kalau kita bayangin Cina yang kita kenal hari muncul gambaran kereta super cepat, proyek infrastruktur gede, sosok Jack Ma dari Alibaba, atau cashless society (semua serba pembayaran digital). Tapi kalian harus tau, awal berdirinya Republik Rakyat Cina punya lebih banyak kesamaan dengan Korea Utara daripada Cina modern!

Terus gimana ceritanya Cina bisa berubah menjadi modern ya? Nah, pada kesempatan ini gua pengen ngomongin sosok tokoh Deng Xiaoping yang mereformasi Cina dari negara komunis tertutup menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Tentu aja kita harus bahas dari awal biar jelas linimasanya, kalau gitu langsung aja deh kita cek yuk kisah hidup Deng Xiaoping!

Masa Muda 

Deng Xiaoping dilahirkan dengan nama Deng Xixian pada 22 Agustus 1904 di Guangan, Provinsi Sichuan pada masa Kekaisaran Qing. Ayahnya Deng Wenming adalah seorang pemilik tanah dan ibunya, Deng Danshi adalah istri ke-2 dari 4 istri. Ia menempuh pendidikan di sekolah Chongqing hingga dan lulus pada tahun 1919. 

Deng Xiaoping
Deng Xiaoping di Prancis saat berumur 16 tahun (Dok. Wikimedia Commons)

Pada tahun 1920, Deng Xiaoping pergi ke Prancis untuk melanjutkan studinya. Di Prancis ia menjadi aktif berpartisipasi dalam aktivitas pergerakan komunisme, bergabung dengan Partai Komunis Cina pada tahun 1924. Kemudian ia melanjutkan studinya di Universitas Sun Yat-sen di Moskow, Uni Soviet pada tahun 1926. Akhirnya, dia kembali ke Cina dan tiba pada tahun 1927.

Awal Karir dan Perjuangan di Cina

Masa Perang di Cina

Saat kembali ke Cina, awalnya Deng Xiaoping bergabung menjadi tentara. Namun perpecahan antar faksi komunis dan nasionalis menyebabkan Perang Saudara Cina, sehingga ia terpaksa melarikan diri ke Wuhan. Deng Xiaoping segera bekerja di bawah kepemimpinan Mao Zedong, seorang pemimpin Komunis, yang di kemudian hari mendirikan Republik Rakyat Cina. Deng Xiaoping naik pangkat menjadi direktur partai dari departemen propaganda. 

Deng Xiaoping
Mao Zedong dan Deng Xiaoping (Dok. Deutsche Welle News)

Mao Zedong membangun pemerintahan komunis di provinsi Jiangxi dan menamainya Jiangxi Soviet pada tahun 1931. Namun, pasukan Nasionalis menyerang Jiangxi sehingga para kaum komunis, termasuk Deng Xiaoping, melakukan pelarian penuh rintangan yang disebut “Mars Panjang” (1934–35) ke pangkalan baru di provinsi Shaanxi, Tiongkok bagian barat laut.

Deng Xiaoping
Deng Xiaoping pada tahun 1937 (Dok. Wikimedia Commons)

Pada tahun 1937, kondisi politik Cina berubah kembali ketika Jepang menyerang Cina. Disatukan oleh musuh yang sama, lagi-lagi kaum komunis dan nasionalis bergabung. Dari tahun 1937 hingga 1945 Deng Xiaoping menjabat sebagai komisaris (perwira politik) dari divisi 129 Angkatan Darat Rute Kedelapan, di mana ia diangkat sebagai sekretaris Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok. Divisi militernya tumbuh dan menjadi salah satu dari empat unit tentara komunis terbesar selama perang. 

Setelah Jepang menyerah pada tahun 1945 karena bom atom Amerika Serikat, Perang Saudara Cina yang tadinya sempet di-pause dilanjutkan lagi pada tahun 1947. Deng Xiaoping masih bertindak sebagai kepala komisaris divisinya yang sekarang berganti nama menjadi Tentara Lapangan Kedua selama Perang Saudara Tiongkok (1947–49). Pada akhirnya saat kaum komunis berhasil mengambil alih Cina pada tahun 1949, ia menjadi pemimpin partai regional di bagian barat daya Cina.

Menjabat di Partai Komunis Cina

Pada tahun 1952, Deng Xiaoping dipanggil ke Beijing untuk menjabat sebagai wakil perdana menteri. Kemudian ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis Cina pada tahun 1954 dan anggota Politbiro yang berkuasa dalam kewenangan eksekutif pada tahun 1955. Pada saat itu, dia telah menjadi salah satu orang paling berkuasa di Cina.

Deng Xiaoping
Deng Xiaoping (ujung kiri) pada tauhn 1949 (Dok. Wikimedia Commons)

Sejak pertengahan 1950-an Deng Xiaoping menjadi pembuat kebijakan utama dalam urusan luar negeri maupun dalam negeri. Ia menyukai metode menggunakan insentif material dalam upaya pembangunan ekonomi Cina yang ia nilai efektif. Hal ini menyebabkan Deng Xiaoping bertentangan dengan pemimpin Cina masa itu, Mao Zedong. Mao Zedong mementingkan kebijakan egaliter dan antusiasme revolusioner sebagai kunci pertumbuhan ekonomi.

Dicopot dari Kekuasaan

Setelah kebijakan-kebijakan yang gagal, akhirnya Mao Zedong mendeklarasikan “Revolusi Budaya” pada tahun 1965 yang singkat cerita aja berdampak amat negatif bagi Cina. Intinya Mao Zedong pengen ngebuang semua budaya lama Cina, menciptakan budaya komunis baru. Salah satu tindakan penghapusan budaya lama ini berdampak ke Deng Xiaoping yang dianggap sebagai “kapital pemegang kekuasaan”. Akibatnya, ia dicopot dari jabatan partai tinggi dan pemerintahannya. 

Sekitar tahun 1967–1973, Deng Xiaoping dan keluarganya diasingkan ke pedesaan Jiangxi untuk menjalani pendidikan ulang, selama waktu itu ia melakukan pekerjaan kasar dan mempelajari tulisan-tulisan Mao Zedong dan Karl Marx.

Deng Xiaoping
Deng Xiaoping dan Zhou Enlai pada tahun 1963 (Dok. China Internet Information Center)

Pada tahun 1973, Perdana Menteri Cina, Zhou Enlai merasa Cina membutuhkan keterampilan Deng Xiaoping untuk meningkatkan ekonomi. Setelah Zhou Enlai meyakinkan Mao Zedong, Deng Xiaoping kembali dan melakukan reorganisasi besar-besaran dalam pemerintahan. Dia segera diangkat ke Politbiro lagi dan dianggap sebagai penerus Zhou Enlai. Namun, setelah kematian Zhou Enlai pada tahun Januari 1976, pendukung Mao Zedong berhasil menyingkirkan Deng Xiaoping dari kepemimpinan. Cape juga ya dibuang 2 kali.

Memimpin Cina

Setelah kematian Mao Zedong pada September 1976, Deng Xiaoping kembali untuk kedua kalinya. Hal pertama yang ia lakukan adalah menyingkirkan pendukung-pendukung Mao Zedong dari kekuasaan. Sebelum memimpin reformasinya, dia berupaya untuk mengakhiri status pemujaan Mao Zedong (yang tingkat pemujaannya bisa dibandingin dengan pemujaan Kim Jong Un) dengan tujuan mengurangi pengaruh doktrin politik Mao Zedong di masa itu.

Reformasi

Deng Xiaoping
Deng Xiaoping dan Hu Yaobang (Dok. New York Times)

Deng Xiaoping kemudian melakukan reformasi penting di hampir semua aspek kehidupan politik, ekonomi, dan sosial Cina. Dia melembagakan manajemen ekonomi yang terdesentralisasi (pemerintah pusat ga ngurus semua hal) dan rencana jangka panjang yang rasional dan fleksibel untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang efisien dan terkendali. 

Kalau sebelumnya Mao Zedong punya kebijakan yang sangat ketat terhadap masyarakat Cina, kebijakan Deng Xiaoping bisa dibilang kebalikannya. Petani Cina diberi kebebasan dan tanggung jawab individu atas produksi dan keuntungan mereka. Sistem kerja komunal hampir langsung dihilangkan dari pedesaan. Kebijakan ini menghasilkan peningkatan produksi pertanian dalam beberapa tahun sejak dimulainya pada tahun 1981.

Di sisi industri, Deng Xiaoping membebaskan banyak perusahaan industri dari kontrol dan pengawasan pemerintah pusat. Ia juga memberi manajer pabrik wewenang untuk menentukan tingkat produksi dan mengejar keuntungan untuk perusahaan. Zona Ekonomi Khusus didirikan di mana investasi asing dan liberalisasi pasar didukung.

Deng Xiaoping
Deng Xiaoping bersama Presiden ke-39 Amerika Serikat, Jimmy Carter (Dok. Wikimedia Commons)

Reformasi sosial Deng Xiaoping memperkenalkan keluarga berencana (satu anak) untuk mengekang pertumbuhan penduduk yang cepat di negara itu. Pada bidang hubungan internasional, ia memperbaiki hubungan Cina dengan Amerika Serikat. Hubungan Cina dengan Uni Soviet yang sebelumnya memburuk juga membaik secara perlahan. 

Deng Xiaoping ga peduli reformasinya disebut sebagai pengkhianatan terhadap visi Mao Zedong atau bentuk dari kapitalisme. Ia kukuh menyebut sistem ekonominya sebagai “Sosialisme dengan karakteristik Cina”. Kalau disederhanakan, kita bisa mengutip pernyataannya tentang dua kucing. 

“Bukan masalah apakah kucing itu hitam atau putih, selama dia bisa menangkap tikus”

Maksud dari pernyataan tersebut, mau reformasinya disebut apapun sama orang-orang, yang paling penting bagi Deng Xiaoping adalah negaranya bisa maju.

Semua reformasi Deng Xiaoping menekankan tanggung jawab individu dan insentif material. Dia mendesak pembentukan tenaga kerja terampil dan teknisi yang membantu mempercepat pertumbuhan dan perkembangan negara. Deng bersikeras Cina tetap menjadi negara sosialis dengan kontrol pusat. Reformasinya tentu meningkatkan kualitas hidup semua masyarakat Cina, tetapi di sisi lain reformasi ini juga menyebabkan ketimpangan sosial. 

Insiden Tiananmen

Deng Xiaoping, Tiananmen
Lapangan Tiananmen (Dok. Wikimedia Commons)

Oke sebelum lanjut, gua pengen ngebahas sedikit tentang satu bagian hitam dalam sejarah Cina di bawah pimpinan Deng Xiaoping. Ketika Hu Yaobang, seorang mantan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Cina yang pro demokrasi meninggal pada tahun 1989, masyarakat Cina yang berduka beramai-ramai pergi ke lapangan Tiananmen untuk berkabung.

Mahasiswa Cina memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memprotes Partai Komunis Cina dan menuntut demokrasi di Cina. Hal ini mereka makin manfaatkan ketika pemimpin Uni Soviet, Mikhail Gorbachev mengunjungi Beijing. Mengetahui terdapat jurnalis asing, para mahasiswa memimpin demonstrasi besar-besaran di lapangan Tiananmen menuntut reformasi politik dan demokrasi.

Deng Xiaoping, Tiananmen
Foto demonstran tidak dikenal menghalangi jalan tank (Dok. Wikimedia Commons)

Di dalam Partai Komunis Cina, terpecah pendapat mengenai apa yang seharusnya dilakukan. Faksi pertama mendukung ide untuk memberi konsesi ke demonstran, sementara faksi kedua mendukung penggunaan militer untuk memecahkan protes. Deng Xiaoping awalnya ragu, namun pada akhirnya ia mendukung penggunaan kekuatan militer. 

Akhirnya, pada bulan Juni 1989, para tentara turun ke Lapangan Tiananmen, membuka tembakkan ke para demonstran. Insiden Lapangan Tiananmen ini memakan korban jiwa yang hingga kini tidak diketahui angka pastinya, tetapi diperkirakan setidaknya terdapat ratusan korban. Hingga hari ini, insiden Lapangan Tiananmen menjadi salah satu topik paling disensor dan dilarang dibicarakan di Cina.  

Akhir Kehidupan

Akibat insiden Tiananmen, Deng Xiaoping mendapat kritik internasional terhadap penanganan demonstrasi tersebut. Hal tersebut tidak menggoyahkannya dari dedikasinya pada kediktatoran Partai Komunis maupun pengejarannya terhadap modernisasi dan reformasi ekonomi Cina. 

Dari waktu ke waktu, Deng Xiaoping berkompromi dengan para pemimpin lain, memperlambat reformasi, atau mengubah prioritas untuk menenangkan para kritiknya, tetapi ini tidak secara serius mempengaruhi kendaliny di Cina.

Deng Xiaoping
Deng Xiaoping pada tahun 1992 (Dok. CGTN)

Untuk memastikan kelanjutan dari kebijakan dan reformasinya, Deng Xiaoping menempatkan pejabat-pejabat yang sepemikiran dalam posisi pemerintahan. Pada November 1989, ia mengundurkan diri dari jabatan terakhirnya sebagai Ketua Komisi Militer Pusat. Walau begitu, ia mempertahankan otoritas tertinggi dan terus memandu kebijakan Cina saat pensiun. Hal menarik tentang Deng Xiaoping ini memang dia sebenarnya tidak pernah memegang jabatan sebagai kepala negara, tetapi ia selalu menjadi pengambil keputusan dan pemimpin tertinggi.

Ketika kesehatan Deng Xiaoping memburuk, ia menjadi semakin jauh dari tugasnya dalam membuat keputusan. Penampilan publik terakhirnya adalah pada perayaan tahun baru Imlek pada awal tahun 1994. Akhirnya pada 19 Februari 1997, beliau meninggal pada usia 92 karena komplikasi penyakit parkinson dan infeksi paru-paru.

Patung Deng Xiaoping
Patung Deng Xiaoping di kota kelahirannya, Guangan (Dok. China Daily)

Selama kepemimpinannya, Deng Xiaoping telah menyetir Cina ke arah pertumbuhan ekonomi setelah Revolusi Budaya. Berkat kebijakannya, ekonomi Cina berkembang pesat, standar hidup meningkat, kebebasan pribadi dan budaya yang meluas (dibanding era sebelumnya), dan hubungan Cina membaik dengan dunia internasional.

Walaupun menggunakan kebijakan pasar bebas untuk mengubah Cina menjadi negara maju, Deng Xiaoping meninggalkan Cina dengan pemerintahan yang otoriter dan berkomitmen pada aturan satu partai, yaitu Partai Komunis Cina. Beberapa tugu peringatan dan patung dibangun untuk memperingati dan menghormati kontribusi beliau selama masa kepemimpinannya di Cina.

****

Kalau kita mengingat runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991 dan negara-negara komunis di Eropa Timur, hal-hal ini jadi membuat gua berpikir. Apakah pemerintahan komunis Cina juga akan runtuh bila Deng Xiaoping menangani Insiden Tiananmen dengan berbeda? Entah apa yang akan terjadi ya, yang kita ga bisa sangkal adalah fakta beliau merupakan arsitek yang membentuk Cina modern. Kalau dari temen-temen Zenius, gimana pendapat kalian tentang pemimpin Cina yang satu ini? Seorang oportunis atau tokoh reformasi ya? Kasih tau gua pendapat kalian di kolom komentar!

Referensi:

The Famous People. Deng-Xiaoping Biography. Diakses pada 6 Oktober 2021 melalui https://www.thefamouspeople.com/profiles/deng-xiaoping-4263.php

People’s Daily Online. Deng-Xiaoping. Diakses pada 6 Oktober 2021 melalui http://en.people.cn/data/people/dengxiaoping.shtml

Notable Biographies. Deng-Xiaoping. Diakses pada 6 Oktober 2021 melalui https://www.notablebiographies.com/De-Du/Deng-Xiaoping.html

Encyclopedia. Chinese and Taiwanese History: Biographies – Deng-Xiaoping. Diakses pada 6 Oktober 2021 melalui https://www.encyclopedia.com/people/history/chinese-and-taiwanese-history-biographies/deng-xiaoping

China Vitae. Deng-Xiaoping. Diakses pada 6 Oktober 2021 melalui https://www.chinavitae.com/biography/Deng_Xiaoping/bio

Davin, Delia. (2020). Deng-Xiaoping. Diakses pada 6 Oktober 2021 melalui https://www.oxfordbibliographies.com/view/document/obo-9780199920082/obo-9780199920082-0064.xml

Britannica. (2021). Deng-Xiaoping. Diakses pada 6 Oktober 2021 melalui https://www.britannica.com/biography/Deng-Xiaoping

Biography. Deng-Xiaoping. Diakses pada 6 Oktober 2021 melalui https://www.biography.com/political-figure/deng-xiaoping

Kompas. (2020). Biografi Tokoh Dunia: Deng-Xiaoping, Arsitek Perekonomian China. Diakses pada 6 Oktober 2021 melalui https://www.kompas.com/global/read/2020/03/24/192500270/biografi-tokoh-dunia-deng-xiaoping-arsitek-perekonomian-china?page=all