Latar Belakang dan Tokoh Revolusi Cina – Materi Sejarah Kelas 11

Revolusi Cina

Sobat Zenius, elo tahu nggak sih kalau Negeri Tirai Bambu ini hampir sama kuatnya dengan Amerika Serikat? Yap! Bahkan menurut CNBC, perekonomian negara Cina atau Tiongkok tumbuh sebesar 6.9% di tahun 2017 kemarin. Keren banget nggak, sih?

Nah, materi yang bakal gue sampaikan kali ini ada kaitannya sama Cina yang tumbuh sangat kuat. Kemungkinan besar, Revolusi Cina memegang peran penting dalam perubahan ini.

Penasaran nggak sih, gimana bisa sampai negara di Asia jadi lawan yang kuat untuk Amerika Serikat? Yuk, cari tahu alasannya di artikel ini! 

Revolusi Cina

Revolusi China di Shanghai
Revolusi China di Shanghai (Dok. Wikimedia Commons)

Sebelum gue bahas lebih jauh ke latar belakang dan tokoh-tokoh Revolusi Cina, gue mau jelasin dulu nih secara singkat. Apa sih Revolusi Cina itu? Kenapa ya, sering dibahas di ujian Sejarah? Memangnya sepenting apa?

Jadi gini, Revolusi Cina merupakan revolusi atau perubahan secara cepat dari tatanan feodal lama bangsa Cina (Dinasti Qing). Dulu kan mereka dipimpin oleh seorang kaisar, tapi karena adanya revolusi tersebut jadi pemerintahannya nggak dipimpin sama kaisar lagi. Simpelnya gitu, ya.

Akhirnya, kejadian deh tuh revolusi pada tahun 1900-an di daerah daratan seperti Beijing. Gimana sih, kronologinya? 

Sebelum gue bahas itu, elo boleh banget nih liat gambar nama-nama tokoh Revolusi Cina yang punya andil di cerita yang bakal gue jelasin di bawah. 

Tokoh-tokoh revolusi Cina
Tokoh-tokoh Revolusi Cina (Arsip Zenius)

Baca juga: Kisah Runtuhnya Dinasti Terakhir Kekaisaran Tiongkok 

Latar Belakang Revolusi Cina

Kaisar zaman Dinasti Qing
Salah satu kaisar pada zaman Dinasti Qing sebelum Revolusi Cina dimulai (Dok. Wikimedia Commons)

Secara garis besarnya, elo udah paham belum sama pengertian dari Revolusi Cina di atas? Nah, supaya alurnya maju terus, gue coba tarik mundur dulu ya dari latar belakangnya. 

Kenapa sih, bisa terjadi? Kan Negeri Tirai Bambu ini kuat dan tua. Jadi, harusnya nggak ada revolusi, dong? Eits, jangan salah ….

Revolusi Cina ini awalnya terjadi karena kekalahan Cina di Perang Candu II antara Dinasti Qing melawan Inggris tahun 1839-1842. Hah? Kok ada kaitannya sama Inggris? Yap! Jadi, mereka sama-sama mempertahankan hak dagangnya masing-masing.

Inggris mau jualan di Tiongkok, tapi nggak dibolehin karena barang yang mereka jual pada zaman itu adalah narkoba. Terus, jadi deh perang dagang yang dimenangkan sama Inggris.

Terus, ada lagi faktor lainnya yaitu kekalahan Cina di Perang Jepang I antara Dinasti Qing melawan Jepang tahun 1894-1895. Jadi, awalnya Korea ini jadi negara jajahan milik Tiongkok. Tapi karena Jepang lagi cari tanah jajahan, mereka menargetkan Korea yang memiliki biji besi untuk memproduksi barang industri.

Setelah Cina kalah di dua perang tersebut, dampaknya cukup lumayan nih. Uang mereka jadi habis, dan untuk memperbaiki pemerintahan juga jadi susah karena uangnya aja nggak ada. Terus, muncul deh pemberontakan dan modernisasi dimana-mana. Itu dia alasan dari sektor ekonomi.

Nggak cuma berhenti sampai di situ, latar belakang Revolusi Cina juga terjadi dari sektor nasionalisme. Ada apa tuh?

Jadi, Tiongkok kan selalu dipimpin sama kaisar ya. Nah, dari beberapa kaisar itu, ada dua bernama Yuan dan Qing yang bukan dari orang Cina itu sendiri atau istilahnya sih orang asing gitu. Makanya, masyarakat merasa nggak adil dan memutuskan untuk menghapus kekaisaran

Peristiwa-peristiwa itulah yang bisa dibilang “kunci” dari terjadinya Revolusi Cina. Yuk, lanjut gue bahas kronologinya di bawah ini.

Baca juga: Bagaimana Sikap Anti-Asing Menghancurkan Kekaisaran Tiongkok 

Kronologi Revolusi Cina

Sun Yat-sen, pemimpin pertama Cina
Sun Yat-sen, presiden pertama Cina setelah masa kaisar dihapuskan (Dok. Wikimedia Commons)

Oke, di atas gue udah ngejelasin tentang alasan kenapa bisa terjadi Revolusi Cina. Sekarang, yuk bahas kronologinya.

Setelah rentetan peristiwa yang udah gue sebutin di atas, terjadilah Revolusi Cina pada tahun 1911 berupa runtuhnya kekaisaran dan menjadikan Tiongkok sebagai negara republik.

Nah, pada tanggal 1 Januari 1912 akhirnya Sun Yat-sen menjadi presiden pertama yang memimpin Cina setelah masa kekaisaran berakhir. 

Yuan Shikai
Yuan Shikai, presiden pengganti pada masa Revolusi Cina (Dok. Wikimedia Commons)

Tapi sayangnya, ada sebuah tokoh yang merasa kalau ia akan lebih cocok memimpin, yaitu Yuan Shikai (jenderal pada zaman Dinasti Qing). Terus, Sun Yat-sen dan Yuan Shikai memperebutkan posisi nih dari bulan Februari sampai Agustus 1912. 

Sampai akhirnya, Sun Yat-sen mengalah dan memberikan posisi tersebut kepada Yuan Shikai yang menjadi presiden pengganti.

Setelah itu, Sun Yat-sen jadinya fokus deh di bidang pemerintahan dengan membangun partai nasionalisme bernama Kuomintang. Fungsinya, supaya ia bisa “menarik perhatian” kembali dari masyarakat. 

Semua kejadian berjalan seperti biasa, hingga di tanggal 1 Juli 1921, terbentuklah Partai Komunis Gongchandang. 

Nah, partai nasionalis dan komunis itu akhirnya saling memperebutkan kekuasaan mulai tahun 1927. Wajar dong ya, pasti mereka juga pengen tuh berkuasa. Tapi sayangnya, cara mereka memperebutkan kekuasaan ini melibatkan adanya keributan dan senjata. 

Terus nih menariknya, semua fokus mereka untuk menguasai Cina itu jadi buyar seketika. Partai nasionalis dan komunis akhirnya bersatu ngelawan Jepang dari tahun 1937-1945. Yap! Di sinilah terjadi perang lanjutan yaitu Perang Jepang II. WOW!

Jepang mulai memperluas ekspansi untuk menguasai negara Cina tuh. Tapi akhirnya, Jepang kalah. Akibatnya apa? Adanya perebutan kekuasaan kembali antara partai nasionalis dan komunis. Ibaratnya sih, sama-sama masih punya dendam yang disimpan ya.

Jadi, partai komunis menguasai Tiongkok bagian selatan. Sedangkan partai nasionalis menguasai Tiongkok bagian utara. Karena ingin mengambil kuasa atas seluruh wilayah, partai komunis yang dipimpin Mao Zedong akhirnya mencari bantuan dari kelompok-kelompok lain untuk memperkuat barikade.

Pergi deh mereka ke Cina bagian utara, memenangkan perlawanan melawan partai nasionalis hingga terbentuklah Republik Rakyat China. Sejak saat itulah, selesai pula Revolusi Cina.

Baca juga: Ribuan Tahun Berbentuk Kekaisaran, Bagaimana Tiongkok menjadi Negara Komunis? 

Pengaruh Revolusi Cina bagi Indonesia

Nah, sampai pembahasan kronologinya udah jelas belum? Kalau udah, gue mau lanjut ngebahas pengaruh Revolusi Cina bagi Indonesia. Hah? Kan ibarat “sumbernya” ada di Cina, kenapa jadi ke Indonesia? Emang ada dampaknya?

Eits, ini dia menariknya. Sebenarnya, negara Indonesia juga kena dampak lho dari terbentuknya Republik Rakyat Cina. 

Elo mungkin udah tahu nih kalau Cina emang negara yang kuat. Makanya, Cina akhirnya jadi negara adidaya baru yang ada di wilayah Asia Timur setelah adanya revolusi tersebut.

Dilansir dari Kompas, bahkan adanya gerakan kebangkitan nasional dengan berdirinya Budi Utomo juga jadi salah satu pengaruh Revolusi Cina bagi Indonesia. Wow! Ternyata sebesar itu ya, dampaknya? 

Gimana? Udah paham belum, nih? Sebenarnya materinya nggak susah, cuma emang panjang aja, Sobat Zenius. Kalau elo mau menghafal cepat, boleh banget elo coba tulis kembali materinya secara poin per poin, biar elo langsung tahu alurnya dari awal.

Atau gampangnya, elo bisa lihat contoh penjelasan dari tutor kecenya Zenius dengan cara klik gambar di bawah ini ya. Oke?

Belajar sejarah di video materi Zenius

Contoh Soal dan Pembahasannya

Elo udah nonton video penjelasan tutor di atas? Atau coba metode urutin peristiwa poin per poin? Gimana? Jadi lebih gampang, kan? 

Kalau gitu, gue mau coba uji pengetahuan elo nih lewat contoh soal materi kita kali ini. Yuk, coba kerjain sesuai pemahaman yang udah elo dapat. Jangan takut salah ya, namanya juga belajar. 

Biar elo nggak bingung, gue juga kasih jawaban dan pembahasannya ya di bawah.

Contoh Soal 1

 Jepang sangat ingin mengambil alih Korea dari tangan Cina sebab….

a. Korea memiliki sumber daya alam berupa biji besi yang sangat diperlukan Jepang

b. Jepang dan Korea sama-sama pernah dijajah oleh Inggris

c. Korea dan Jepang memiliki akar historis yang sama dibandingkan Cina

d. Jepang dan Korea memiliki ideologi yang sama yaitu liberalis kapitalis

Jawaban:

Pada akhir abad ke-19, Kekaisaran Jepang menyadari ketertinggalannya dari negara-negara Eropa. Sehingga, di bawah pemerintahan Kaisar Meiji, Jepang mengusahakan Restorasi Meiji besar-besaran dari berbagai bidang, beberapa di antaranya adalah industri dan militer. 

Nah, kalau mau memajukan kedua hal tersebut, barang yang paling dibutuhkan oleh Jepang adalah bijih besi, bahan mentah untuk menghasilkan besi, baja, dan sebagainya. 

Korea adalah wilayah yang mengandung berbagai bijih tersebut, maka adalah penting bagi Jepang yang miskin sumber daya alam untuk menguasainya. Jadi, jawabannya adalah d.

Contoh Soal 2

Pada akhirnya, Mao Zedong berhasil mendirikan Republik Rakyat Cina (RRC) yang berideologi….

a. Liberalis

b. Komunis

c. Nasionalis

d. Demokrasi

Jawaban:

Dari jangka waktu 1927-1949, terjadi sebanyak 2 kali perang saudara di Tiongkok. Yang pertama dari tahun 1927-1936. Lalu, yang kedua dari tahun 1945-1949. 

Kedua perang tersebut terjadi di antara Partai Komunis Tiongkok dan Partai Nasionalis Tiongkok, atau KMT. Nah, pada tahun 1949, KMT yang dipimpin oleh Chian Kai Shek melarikan diri dari Tiongkok daratan ke Taiwan dan beberapa wilayah pulau-pulau di sebelahTimur Tiongkok. 

Hal itu menandakan kekalahan dari KMT dan dikuasainya Tiongkok daratan oleh Partai Komunis Tiongkok, serta didirikannya Republik Rakyat Tiongkok oleh Mao Zedong pada 1 Oktober 1949. Jadi, jawabannya adalah b.

Wah, ternyata seru ya pembahasan mengenai Revolusi Cina mulai dari latar belakang sampai pengaruhnya bagi Indonesia. Bisa banget elo pelajari dulu nih supaya semakin paham sama materinya di sekolah. 

Oh iya, Zenius juga punya video materi belajar lainnya, lho. Tentunya, tutornya juga kece-kece dan nggak ngebosenin, nih. Salah satunya, elo bisa banget tonton video dari tutor Sejarah di bawah ini.

Referensi:

CNBC Indonesia. “Ekonomi China Tumbuh 6.9% Tahun 2017”. 2018.

Kompas. “Dampak Revolusi China 1911”. 2021.

Bagikan Artikel Ini!