Panduan Belajar SBMPTN Bahasa Indonesia

Panduan Belajar SBMPTN Bahasa Indonesia

Halo, kawan-kawan calon mahasiswa! Ketemu lagi dengan gue, Fajar. Pada kesempatan kali ini, gue hadir untuk memberikan tips tentang soal Bahasa Indonesia (selanjutnya disebut BI) untuk ujian SBMPTN yang akan elo hadapi 16 Mei 2017 nanti (baca: gerbang masa depan alias deg-degan alias cieee sudah enggak SMA lagi dong). Ya, bisa dibilang tanggal itu tanggal kalian berperang melawan kebatilan (soal=masalah, jadi harus diperangi) demi naik kelas dari lulusan SMA ke derajat yang lebih tinggi lagi. Nah, ketika mempersiapkan diri untuk ujian Bahasa Indonesia, mungkin ada yang akan bertanya:

apa perbedaan soal BI di UN dan BI di SBMPTN?

Sebenarnya kalau kita telisik lebih dalam, materi yang muncul di SBMPTN juga muncul di UN. Lebih spesifiknya lagi, khususnya pelajaran Bahasa Indonesia, materi yang muncul di SBMPTN adalah himpunan bagian dari materi yang muncul di UN. Himpunan bagian itu meliputi paragraf, EYD, kalimat, makna kata. Materi yang hanya muncul di UN meliputi seputar sastra, mulai latar atau keadaan lokasi, nilai moral, amanat, maksud dari novel/puisi, jenis majas, ungkapan atau idiom, dan peribahasa.

perbandingan materi Bahasa Indonesia di UN dengan materi Bahasa Indonesia di SBMPTN
Perbandingan materi Bahasa Indonesia di UN dengan materi Bahasa Indonesia di SBMPTN

 

Dengan kata lain, kalau elo sudah melewati UN, elo akan cukup familiar dengan tipe soal Bahasa Indonesia di SBMPTN. Elo tinggal butuh pertajam lagi kemampuan mengerjakan soalnya.

Saat menulis tulisan ini, gue juga melakukan cek-ricek pada soal SBMPTN 2013-2015. Kenapa enggak mengikutkan sebelum 2013 juga? Hmm alasannya sederhana saja: waktu itu namanya masih SNMPTN dan enggak terlalu berbeda persebaran soalnya dengan SBMPTN. Kalaupun elo ingin berlatih soal-soal BI dari SNMPTN 2012 ke belakang ya silakan saja, malah lebih baik.

Baiklah, gue akan jelaskan tahap demi tahap persiapan untuk kalian semua. Tahapan ini agak mirip dengan tulisan gue yang membahas persiapan UN Bahasa Indonesia kemarin, dengan sedikit penyesuaian karena waktu persiapan sudah enggak banyak. Baiklah, langsung saja ya.

1. Cermati pola soal yang pernah muncul

Ibaratnya pembalap sebelum memacu kendaraannya di arena, ia pasti akan memahami sirkuit yang akan dilaluinya selama beberapa pelintasan. Sama seperti Rossi, peserta tes pun sebaiknya memahami pola soal yang kerap muncul, minimal 3 tahun terakhir ini.

Berikut ini pola persebaran soal-soal SBMPTN 2013-2015:

soal bahasa indonesia sbmptn

A. Paragraf atau Teks

Dari grafik batang di atas, kita bisa tahu bahwa topik paragraf dan teks menjadi primadona para pembuat soal. Kira-kira kenapa sih soal macam ini muncul terus bahkan dengan jumlah yang banyak? Jangan-jangan ini sengaja untuk membuat seluruh peserta tes stres dan akhirnya enggak lulus?

koran

Ya, enggak seburuk itulah. Bayangkan, nanti pas kuliah elo akan dihadapkan dengan setumpuk buku-buku tebal, contoh kasus, ujian lisan dalam waktu yang ditentukan. Tentunya mereka (pihak universitas) ingin yang masuk dan terdaftar menjadi mahasiswanya adalah mereka yang punya kemampuan membaca dengan efektif, menyimpulkan, memahami isi dan apa yang diinginkan oleh penulis. Apalagi nanti di kampus elo akan berhadapan dengan para doktor dan profesor yang punya standar penilaian tinggi. Jadi, jangan berburuk sangka yah. Ini betulan kemampuan “standar” yang mesti dimiliki saat menjadi mahasiswa nanti.

Berdasarkan grafik, soal yang muncul sekitar 6-7 soal. Ini berarti jika elo menguasai kemampan menemukan gagasan utama atau ide pokok, menyimpulkan, menentukan isi yang sesuai dengan penjabaran teks serta beropini tentang isi tulisan, elo sudah bisa mengantungi poin banyak lho.

B. Makna Kata

Topik yang mendominasi berikutnya adalah kemampuan memahami makna kata dan rujukan kata dengan kata lain. Dalam ilmu linguistik, ini disebut sebagai semantik (ilmu tentang makna kata dan kalimat). Intinya sangat sederhana. Bagaimana mungkin kita bisa nyambung dalam berkomunikasi kalau makna kata saja enggak tahu?

Biasanya, kata-kata sukar namun dianggap umum yang kerap muncul: konsolidasi dan integrasi (SBMPTN 2014). Selain makna kata sukar, bentuk pronominal (kata ganti) acap muncul. Misalnya kata ini ataupun itu. Elo diminta untuk merujuk kepada apakah kata itu dalam paragraf. Biasanya, kata pronominal ini sudah dimiringkan dan tentu ini memudahkan kita saat melacaknya.

Berpijak dari grafik, soal yang muncul sekitar 2 buah.

C. Ejaan yang Disempurnakan (EyD)

Kemudian topik ejaan yang tepat dengan pijakan Ejaan yang Disempurnakan (EyD). Setelah dua topik yang dianggap paling penting, barulah topik ketiga ini dianggap sebagai penentu kecakapan elo saat menilai dan membuat tulisan. Ihwal koma, di sebagai awalan atau kata depan, menulis bilangan, gelar akademis, merupakan hal kecil tetapi kalau dituliskan salah akan membuat kita gemas bin geregetan. Malu dong kalau menuliskan di mana saja masih digabungkan atau masih menggunakan apostrof /’/ untuk menuliskan do’a dalam tulisan formal. Jadi, rajin-rajin mengecek EyD kita, yah! Perlahan saja dan baca yang menurut lo penting. Sebelumnya, soal dengan topik ini muncul 1-2 soal.

Tau dong letak apa yang salah? ;)
Tahu dong apa yang salah? 😉
sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/551f7e12a09a390b608b4567/begini-cara-penulisan-kata-quotdiquot-yang-benar/

D. Kalimat 

Selanjutnya perihal kalimat atau sintaksis. Meskipun rata-rata muncul sebanyak satu atau dua soal saja, sebaiknya jangan anggap remeh. Soal yang paling sering muncul adalah perihal kalimat efektif. Hal yang perlu elo ingat, kalimat efektif berangkat dari pemakaian kata yang hemat (efisien) dan tidak bertele-tele. Frasa agar supaya, para guru-guru, ataupun kepada yang terhormat jelas menunjukkan perulangan yang mubazir. Solusinya yaitu, agar atau supaya (pilih salah satu); para guru; kepada atau yang terhormat (pilih salah satu).

agar

E. Tabel atau Grafik 

Terakhir tentang tabel atau grafik. Sepintas ini mudah. Namun demikian, ini termasuk yang lumayan memakan waktu. Kecermatan alias ketelitian penting banget. Salah hitung sedikit saja, bisa-bisa kalian akan menghitamkan pilihan jawaban yang seolah-olah benar padahal salah. Pembuat soal biasanya juga menyediakan pilihan jawaban untuk peserta yang kurang hati-hati, lho. Selain itu, fokus di pertanyaan, apa yang diinginkan soal lalu tanpa ba-bi-bu langsung lihat ke grafik atau tabelnya.

2. Simulasi

Teori tanpa aksi nyata alamat sia-sia belaka. Berlatih, berlatih, dan berlatih tentu akan semakin mengasah kemampuan dan melihat kesesuain antara teori dan praktik. Yah, ini mungkin sudah kalian dengar sejak SD dulu. Namun, enggak ada pilihan kan? Tenang, masih ada sisa waktu dua hingga tiga minggu untuk berlatih. Berikut ini gue pilihkan soal-soal yang bisa elo kerjakan sebagai latihan:

A. Teks dan paragraf

  1. SBMPTN 2015 Bahasa Indonesia: No.61

  2. SBMPTN 2015 Bahasa Indonesia: No.63

  3. SBMPTN 2015 Bahasa Indonesia: No.65

  4. SBMPTN 2014 Bahasa Indonesia: No.16

  5. SBMPTN 2014 Bahasa Indonesia: No.18

  6. SBMPTN 2014 Bahasa Indonesia: No.26

  7. SBMPTN 2014 Bahasa Indonesia: No.28

  8. SBMPTN 2013 Bahasa Indonesia: No.2

  9. SBMPTN 2013 Bahasa Indonesia: No.3

  10. SBMPTN 2013 Bahasa Indonesia: No.4

  11. SBMPTN 2013 Bahasa Indonesia: No.13

B. Makna dan rujukan kata

  1. SBMPTN 2013 Bahasa Indonesia: No.5

  2. SBMPTN 2013 Bahasa Indonesia: No.6

  3. SBMPTN 2014 Bahasa Indonesia: No.20

  4. SBMPTN 2014 Bahasa Indonesia: No.23

  5. SBMPTN 2014 Bahasa Indonesia: No.30

C. EyD

  1. SBMPTN 2013 Bahasa Indonesia: No.5

  2. SBMPTN 2013 Bahasa Indonesia: No.7

  3. SBMPTN 2014 Bahasa Indonesia: No.19

  4. SBMPTN 2014 Bahasa Indonesia: No.21

D. Kalimat

  1. SBMPTN 2013 Bahasa Indonesia: No.11

  2. SBMPTN 2014 Bahasa Indonesia: No.24

  3. SBMPTN 2014 Bahasa Indonesia: No.25

  4. SBMPTN 2014 Bahasa Indonesia: No.29

E. Tabel atau grafik

  1. SBMPTN 2014 Bahasa Indonesia: No.10

  2. SBMPTN 2015 Bahasa Indonesia: No.74

  3. SNMPTN 2012 Bahasa Indonesia: No.4-5

  4. SNMPTN 2011 Bahasa Indonesia: No.14

Update: Pembahasan soal SBMPTN Bahasa Indonesia tahun 2016 sudah bisa kalian akses di zenius.net

3. Strategi, simulasi lagi, evaluasi dan buat target!

Langkah ini bisa dibilang cukup krusial. Berkaca dari pengalaman kakak-kakak kelas kalian yang pernah merasakan SBMPTN, enggak sedikit gue denger cerita peserta tes yang meremehkan soal Bahasa Indonesia (dan Bahasa Inggris). Mereka terlalu asyik mengerjakan soal TPA dan Matematika Dasar, sampai lupa kalo masih ada 15 soal Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

TKPA

Alhasil, mereka baru mengerjakan soal Bahasa Indonesia pada 15 menit terakhir waktu ujian. Dan pada saat itulah mereka baru sadar, mengerjakan soal Bahasa Indonesia yang menyajikan banyak teks bacaan tidak bisa dilakukan dalam waktu mepet. Akibatnya, nilai Bahasa Indonesia mereka menjadi rendah dan malah jadi batu sandungan untuk masuk ke jurusan impian. Padahal, kalau saja bisa dieksekusi dengan baik, ujian TKPA bisa jadi lumbung nilai yang berharga lho, apalagi buat kalian yang mengejar jurusan favorit.

Bagaimana dong supaya elo enggak melakukan kesalahan yang sama seperti cerita kakak-kelas kalian tadi? Nah, setelah icip-icip soal di atas, gue sarankan untuk mulai menghitung total ujian TKPA berapa menit dan dibagi dengan jumlah soal. Kira-kira berapa waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan satu soal, terutama soal bahasa Indonesia yang bisa memunculkan 2-3 teks atau paragraf dan 1 tabel atau grafik dalam 15 soal yang ada. Selanjutnya elo bisa bandingkan dengan waktu yang dipakai sewaktu icip-icip tadi. Jadi, mulailah corat-coret strategi lo dari sekarang. Susun waktu pengerjaan soal kalian. Terserah mau dimulai dari TPA dulu, atau Matdas dulu, atau Bahasa Indonesia, atau Bahasa Inggris duluan. Namun, pastikan setiap pelajaran mendapatkan porsi waktu pengerjaannya masing-masing supaya seimbang, misalnya:

  • porsi waktu mengerjakan soal TPA (45 soal) = 40 menit
  • porsi waktu mengerjakan soal Matdas (15 soal) = 20 menit
  • porsi waktu mengerjakan soal Bhs Indonesia (15 soal) = 15 menit
  • porsi waktu mengerjakan soal Bhs Inggris (15 soal) = 15 menit
  • porsi waktu mengulang soal yang terlewat atau enggak yakin jawabannya betul = 15 menit

Selain waktu, kira-kira di soal topik apa elo lama? Misalnya, kendala selalu muncul pas mengerjakan soal ide pokok. Berarti ini berkaitan dengan gagasan inti atau gagasan utama yang ingin disampaikan penulis. Dari sekian banyak kalimat yang dipajankan oleh penulis pasti ada hal yang berulang. Nah, elo perhatikan deh, kata-kata apa saja yang selalu tersua dari kalimat ke kalimat atau paragraf ke paragraf awal hingga akhir. Pasti ada deh. Setidaknya kata-kata tersebut diubah oleh penulis menjadi sinoniminya (kata lain dengan makna yang relatif dekat). Konkretnya, kalau ada teks tentang demokrasi, biasanya penulis akan berulang menjelaskan tentang demokrasi. Akan tetapi itu pun belum cukup. Biasanya ada pesan utama lainnya, contoh penulis menekankan pentingnya demokrasi. Kita bisa temukan itu dari paparan penulis tentang pentingnya demokrasi dan kesimpulan di akhir berupa opini atau argumentasinya tentang hal ini.

Biasanya, setelah berlatih beberapa set soal kita akan sampai dengan evaluasi. Evaluasi menandakan penilaian diri kita seberapa siap sih dalam ujian ini. Pada topik soal mana yang belum jago dan soal jenis mana yang membingungkan.  Barangkali enggak semua soal dapat lo kerjakan dengan tuntas dan benar. Memang ada soal yang dirancang dengan tingkat kesulitan tinggi dan itu dibuat untuk menyaring peserta tes mana yang betul-betul mampu (kecuali dia menjawab dengan menebak). Namun, minimal elo sudah menargetkan berapa persen soal yang harus dijawab dan bisa dipastikan benar. Kalau boleh saran, setidaknya 80% elo sudah yakin dan optimis bisa mengeksekusi soal-soal dengan baik. Dengan adanya target, biasanya kita menjadi semakin terpacu dan memaksimalkan diri dalam mencapai target itu.

****

Huft kelar juga berkotbahnya. Hehehe. Terakhir, yuk pastikan diri kalian siap untuk SBMPTN 2017 ini. Selamat berlatih! Monggo bertanya jikalau ada yang masih kabur (bukan kabur melarikan diri, yee).

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada di antara kamu yang mau mengobrol sama Fajar tentang persiapan SBMPTN Bahasa Indonesia, langsung aja tinggalin comment di bawah artikel ini ya.

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan vouchernya di sini.

About 

Fajar Erikha adalah pengisi konten TPA-Verbal di zenius.net. Fajar mengambil gelar sarjana di Fakultas Psikologi UI dan melanjutkan studi pascasarjananya di Departemen Linguistik FIB UI. Selain itu, Fajar juga aktif sebagai periset di PRIK UI dan Komunitas Toponimi Indonesia.
 
Follow Twitter Fajar at @fajarerikha

  • LnN

    kak, mau tanya. kenapa sy kalo mau buka pembahasan soal zenius pasti gk bisa di play? gk lewat PC gk lewat Hp tetep gk bisa. padahal kalo mau buka teori lancar2 aja... mohon bantuannya kak.

    • Fajar Erikha

      Ohya? Okay nanti tak bilang ke bagian teknis yah. Makasi infonya @@disqus_MDHfF1vb7a:disqus

  • agun wiguna

    ngerjain soal bahasa indonesia sering ngerasa bener tapi pas dicek jawabanya masih banyak yang salah. gimana tuh kak T_T

    • Fajar Erikha

      Hahaha betul itu. Perbanyak berlatih di soal2nya, yah bro @agunwiguna:disqus

  • suci

    bang kasih tips jawab soal ttg eyd dong

    soal eyd aku selalu salah

  • Muhammad Ridwan Safitri

    thx bang,sangat membantu

    • Fajar Erikha

      Syukurlah, latihan terus yah @muh@muhammadridwansafitri:disqus

  • Dewa Swastika

    terimakasih kaka. sangat bermanfaat!!

    • Fajar Erikha

      sama2 @dewaswastika:disqus. Latihan terus, yah!

  • kenzilan

    Kak saya mau tanya. Saya sudah membeli voucher zenius.net 1 tahun dan sudah dikonfirmasi ( tapi masih diverifikasi ), apakah voucher itu langsung berlaku saat itu juga atau saya bisa aktifkan voucher itu kapan pun (bulan depan misalnya) dan masih mendapatkan jatah satu tahun ? Dan saya bingung memilih jurusan kuliah (bingung minat dimana), adakah tips untuk menentukan jurusan ? Itu saja , terimakasih

  • RN

    Apa bener kak untuk membedakan
    afiks dengan kata depan cara yg paling simple dengan menambahkan
    awalan “me-“ pada kata dasarnya. Kalo padu setelah diberi imbuhan “me-“ berarti
    dia termasuk imbuhan, tapi kalo malah rancu atau dibaca malah gaenak serasa kek
    aneh berarti dia kata depan. apa bener gitu kak ??

  • Moch Siswan Afandi

    thanks bang fajar.. btw yang ngajar Bahasa indonesia sbmptn itu siapa bang ? yang biasanya suka ngmng..iya..iyaa..iya betul..

    • Fajar Erikha

      Sama2 @afandi1302:disqus. Wah? yg SBMPTN tahun brp dulu nih?

      • Moch siswan afandi

        yang bagian sbmptn teori bang fajar..

    • Hyde Gaz

      Pak kosim itu mah -_-

      • Moch siswan afandi

        wah thanks infonya hyde gaz.. btw pak kosim punya sosmed gak ya ?

  • Liyana Fishy

    kak kasih tips buat nentuin ide pokok sama simpulan dong? padahal pas ngerjain udah berasa bener tp pas liat jawaban eh masih salah

    • Fajar Erikha

      Heheh, gpp namanya juga masih belajar (pelajar kan sekarang bukan guru). Tipsnya, bisa juga km lihat kata2 apa saja yg muncul terus. Misalnya kalau dalam teks yang membahas ttg aplikasi Gojek, selalu muncul kata-kata manfaat, sisi positif dan keunggulan gojek, berarti ide pokoknya kurang lebih tiga poin tadi, @sitiliyana:disqus. Cara lain bisa juga: kamu lihat apa yang dibahas di kalimat pertama dan atau kalimat akhir, mungkin itu berisi kalimat utama yang mencerminkan ide pokoknya. Kalau simpulan juga bisa dilihat di kalimat pertama (deduktif) atau di awal (induktif). Selamat mencoba 🙂

  • Miss London

    kak adaa tips dan trik dalam menentukan ide pokook gitu gaa? set soal saya yang dari zen udah saya garap kok :" tapi masih oon aja ya 🙁

    • Fajar Erikha

      Tipsnya, bisa juga km lihat kata2 apa saja yg muncul terus. Misalnya kalau dalam teks yang membahas ttg aplikasi Gojek, selalu muncul kata-kata manfaat, sisi positif dan keunggulan gojek, berarti ide pokoknya kurang lebih tiga poin tadi, @miss@disqus_yKI6sUklY2:disqus Cara lain bisa juga: kamu lihat apa yang dibahas di kalimat pertama dan atau kalimat akhir, mungkin itu berisi kalimat utama yang mencerminkan ide pokoknya. Kalau simpulan juga bisa dilihat di kalimat pertama (deduktif) atau di awal (induktif). Selamat mencoba 🙂

  • Moefqy

    Thx banget infonya kak, Btw tipsnya donk dalam megerjakan soal paragraf dan teks dong. Seringkali saya kekurangan poin di bagian ini.

    Jujur sih, dari semua mata pelajaran SBMPTN, BI merupakan paling susah bagiku bahkan paling ajlok nilaiku di mata pelajaran ini. Terakhir poinku cuma tersisa 3 doang khusus test BI. wkwkwk

  • Robby Octa

    Kak saya suka sama bagian perhitungan mate suka , fisika lumayan , kimia gak terlalu tapi saya bingung saya mau masuk jurusan apa ? tolong di bantu ya kak dan kak bagaimana cara melihat kalau jurusan yang kita pilih itu benar ?

  • achmad rizki fauzi

    saya belum bisa menentukan spok dalam kalimat /sintaksis belajarnya gimana?

  • Alfinsa EP

    Halo. Gimana cara bedain antara kalimat baku dengan kalimat efektif? Masih ketuker-tuker nih. Terima kasih.

  • bella saputri

    emang bener sih kak, BI sering disepelein tiap tes, pinter-pinternya kita buat bagi waktu buat tiap mapel di TKPA. Thanks ya kak tips-tipsnya. usefull buat yang mau ikut SBMPTN.