Sistem Zonasi Zenius Education

Informasi Lengkap Tentang Sistem Zonasi

Sistem Zonasi pada dasarnya mulai diberlakukan ke dalam dunia pendidikan Indonesia sejak tahun 2018. Meskipun begitu, diterapkannya sistem ini tentu menimbulkan banyak pro dan kontra. Namun, pihak pemerintah tetap menerapkannya kepada setiap sekolah di Indonesia.

Pengertian Sistem Zonasi

Sistem Zonasi Zenius Education

Definisi zonasi diartikan sebagai suatu pemecahan atau pembagian areal menjadi beberapa bagian sesuai dengan ketentuan. Diterapkannya sistem ini tentu bertujuan seluruh jenjang pendidikan dapat memberikan layanan terbaik. Terutama pada pemerataan mutu pendidikan.

Seca umum, diterapkannya sistem zonasi untuk mengubah paradigma yang sudah lama melekat. Selama ini dianggap hanya anak-anak terbaik dan berprestasi saja yang bisa masuk ke sekolah unggulan. Itulah mengapa, sistem zonasi diluncurkan agar tidak lagi seperti itu.

Selama sistem zonasi diterapkan, diklaim bisa memberikan implikasi kepada seluruh sekolah atas kesiapannya. Harapannya adalah, mutu serta kualitas pendidikan bisa terbagi secara merata ke semua wilayah Indonesia. Dengan begitu, hal ini sangay berkaitan pada domisili.

Tujuan dan Fungsi Diterapkannya Sistem Zonasi

Pada dasarnya, sistem zonasi merupakan salah satu penyalur PPDB (penerimaan peserta didik baru) dengan kuota terbanyak. Setiap sekolah, menyediakan 50% daya tampung kepada siswa baru. Namun terlepas dari hal itu, berikut tujuan serta fungsi diterapkannya zonasi.

1. Menjamin PPDB Dapat Berjalan Secara Objektif

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, salah satu tujuan diterapkannya sistem zonasi adalah mengubah paradigma. Dalam hal ini menjamin PPDB (penerimaan peserta didik baru) secara objektif. Selain itu bersifat transparan, nondiskriminatif, akuntabel dan adil secara rata.

Selain mengubah paradigma dan juga agar berjalan secara objektif, sistem zonasi juga berharap kepada pihak sekolah. Tujuannya adalah menjamin kesiapan serta ketersediaan setiap kesatuan pendidikan. Pada titik ini, diharapkan mampu memberikan layanan terbaik.

2. Menjamin Pemerataan Mutu Pendidikan

Sistem zonasi diharapkan mampu menjamin adanya sebuah langkah pemerataan akan mutu terhadap dunia pendidikan. Dengan begitu, diterapkannya sistem domisili bertujuan agar bisa memenuhi target tersebut. Selain itu, kesiapan dan ketersedian tenaga pendidiknya juga.

Sistem zonasi juga menjadi ketersedian tenaga pengajar atau pendidik yang cukup berkompeten dibidangnya. Hal tersebut tentu akan didukung sarana dan prasarana supaya dapat berjalan sesuai. Kemudian, target lainnya ialah, menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Keuntungan Diterapkannya Sistem Zonasi

Terlepas dari pro dan kontra yang timbul dengan diterapkannya sistem zonasi, tentu tak hal tersebut bukan berarti tidak memiliki keuntungan. Pemerintah pastinya sudah mempertimbangkan banyak faktor sebelum diterapkan. Berikut beberapa keuntungannya.

1. Pemerataan Pendidikan dengan Kualitas Terbaik

Diterapkannya Sistem zonasi pada PPDB tentu sudah ditentukan sejak awal dibentuk. Dengan begitu, setiap calon siswa harus melanjutkan pendidikannya ke sekolah terdekat dari domisili. Hal ini bertujuan agar pemerataan atas kualitas pendidikan benar dan nyata adanya.

Para calon siswa yang dibidik dengan domisili terdekat tanpa harus memiliki latar belakang prestasi. Tentu hal ini sebagai bentuk pemerataan agar siapapun bisa mendapatkan pendidikan berkualitas. Jadi, tak hanya ank pintar yang dapat masuk ke sekolah unggulan.

2. Rotasi Guru Dilakukan Secara Merata

Pada dasarnya, penerapan sistem zonasi tidak hanya berpengaruh terhadap siswa saja, melainkan kepada tenaga pengajar juga. Pasalnya, penerapan pertukaran guru bisa dilakukan sesuai kebutuhan setiap sekolah. Setidaknya hal ini berlaku di kawasan atau areal tertentu.

Pihak pemerintah ikut serta dalam memastikan bahwa di setiap sekolah tersebut memiliki guru yang berkualitas dan bermutu. Tak hanya itu saja, pemerataan juga diberlakukan terhadap sarana prasarana sekolah. Tujuannya agar pemerataan bisa dilakukan ke seluruh aspek.

3. Menghilangkan Paradigma Sistem Jual Beli Bangku

Paradigma yang tumbuh dalam dunia pendidikan tidak hanya perihal anak pintar dan sekolah unggul. Salah satu yang mungkin sudah sering Kamu dengar adalah tentang jual beli bangku. Tak bisa dipungkiri masalah tersebut sangatlah menggangu keberlangsungan pendidikan.

Oleh karena itu, sistem zonasi diterapkan dengan salah satu tujuannya yaitu menghilangkan sistem jual belu bangku. Pasalnya, PPDB atau penerimaan peserta didik baru sudah diatur melalui jalurnya masing-masing. Terlebih telah memiliki batas kuota sesuai ketentuannya.
Kekurangan Diterapkannya Sistem Zonasi

Tak bisa dipungkiri, dibalik semua tujuan, fungsi dan keuntungannya, tentu tak membuat sistem zonasi terlepas dari kekurangan. Sampai saat ini pihak pemerintah pun terus berusaha membenahi serta evaluasi. Berikut beberapa kekurangannya.

1. Peta Koordinat Terkadang Kurang Akurat

Mengingat fokus utama dari sistem zonasi adalah domisili terdekat, maka hal tersebut tentu mengandalkan teknologi seperti Google Maps. Sayangnya, sering terjadi kekeliruan akan letak pemetaan. Alhasil, membuat siswa gagal masuk karena peta koordinat kurang tepat.

Kasus lainnya ialah, sering kali terdapat seorang siswa yang diluar dari kawasan atau domisili ketentuan. Namun, karena terjadi kesalahan pada peta koordinat maka dapat masuk ke sekolah tersebut. Bahkan tak jarang menimbulkan efek Over capacity penerimaan murid.

2. Melahirkan Kecurangan Baru

Terlepas dari tujuan diterapkannya sistem zonasi guna menghilangkan paradigma negatif, ternyata melahirkan kecurangan baru. Hal ini tentu beberapa kali ditemukan oleh para panitia pelaksana. Dimana orang tua wali berusaha memanipulasi domisili anak agar bisa masuk.

Baca Juga Artikel Zenius Lainnya

Cara Mengetahui Resensi Buku Fiksi dan Non Fiksi
Cara Membedakan Unsur Buku Fiksi dan Non Fiksi
Cara Mengerti Bahasa Panda
Cara Menulis Puisi yang Baik
Cara Membuat Teks Laporan Hasil Observasi

Tentu hal ini menjadi fokus baru bagi pihsk pemerintah untuk segera menanganinya. Pasalnya, tak jarang para orang tua mengubah tempat tingga sang anak supaya bisa masuk ke sekolah yang diinginkan. Pada akhirnya siswa dengan domisili terdekat, tak terhitung dan ditolak.

Itulah tadi pembahasan mengenai informasi lengkap tentang Sistem zonasi. Terlepas dari pro kontra serta kelebihan dan kekurangannya, tentu pihak pemerintah terus berusaha membenahinya. Pasalnya, tujuan utamanya adalah memberikan pendidikan yang bermutu.

Lihat Juga Proses Belajar Ala Zenius di Video Ini

Bagikan artikel ini: