Informasi Lengkap Tentang Sistem Zonasi dalam Proses PPDB

sistem zonasi (Arsip Zenius)

Hai Sobat Zenius, sudah siap mau menyambut kelas baru? Atau malah elo masih bingung milih sekolah bagi yang baru lulus? Apakah sistem zonasi termasuk tes seleksi dalam proses PPDB? Nah, jawaban lengkapnya bisa disimak di artikel ini.

Sistem Zonasi pada dasarnya mulai diberlakukan ke dalam dunia pendidikan Indonesia sejak tahun 2018. Meskipun begitu, diterapkannya sistem ini tentu menimbulkan banyak pro dan kontra. Namun, pihak pemerintah tetap menerapkannya kepada setiap sekolah di Indonesia.

Banyak yang merasa sistem zonasi PPDB adalah halangan masuk ke sekolah impian. Sebenarnya apa sih tujuan pemerintah menetapkan ketentuan ini? Apa kekurangan dan kelebihan sistem ini? Baca artikel berikut ini ya untuk tahu kenapa sistem ini diterapkan.

Pengertian Sistem Zonasi

Sistem Zonasi Zenius Education

Definisi zonasi diartikan sebagai suatu pemecahan atau pembagian areal menjadi beberapa bagian sesuai dengan ketentuan. Sistem zonasi ppdb adalah jalur pendaftaran pendaftaran bagi siswa sesuai dengan ketentuan wilayah zonasi domisili yang telah ditentukan pemerintah daerah. Diterapkannya sistem ini tentu bertujuan seluruh jenjang pendidikan dapat memberikan layanan terbaik. Terutama pada pemerataan mutu pendidikan.

Secara umum, diterapkannya sistem zonasi untuk mengubah paradigma yang sudah lama melekat. Selama ini dianggap hanya anak-anak terbaik dan berprestasi saja yang bisa masuk ke sekolah unggulan. Itulah mengapa, sistem zonasi diluncurkan agar tidak lagi seperti itu.

Jadi sistem zonasi pendidikan ini diharapkan menjadikan sekolah-sekolah lain juga ikut berkembang dan berprestasi, nggak cuma sekolah unggulan sasaran siswa berprestasi saja ya.

Sekolah yang difavoritkan cenderung lebih maju dengan siswanya yang langganan berprestasi. Namun dengan sistem zonasi tentu siswa akan tersebar lebih merata sesuai domisili. Hal ini diharapkan menimbulkan persaingan yang sehat juga di setiap sekolah. Intinya sekolah lain juga sama-sama punya daya saing karena tidak ada lagi yang lebih diunggulkan.

Selama sistem zonasi diterapkan, diklaim bisa memberikan implikasi kepada seluruh sekolah atas kesiapannya. Harapannya adalah, mutu serta kualitas pendidikan bisa terbagi secara merata ke semua wilayah Indonesia. Dengan begitu, hal ini sangat berkaitan pada domisili.

Untuk mempersiapkan diri menjelang tahun ajaran baru, udah download aplikasi Zenius belum? Jangan kelasnya aja yang naik dong, tingkatkan pula nilai elo dengan belajar dari video pembelajaran Zenius. Cukup login, elo bisa akses ke fitur-fiturnya gratis, lho. Klik banner di bawah ya!

cta banner donwload apps zenius

Download Aplikasi Zenius

Tingkatin hasil belajar lewat kumpulan video materi dan ribuan contoh soal di Zenius. Maksimalin persiapanmu sekarang juga!

icon download playstore
icon download appstore
download aplikasi zenius app gallery

Alasan Diterapkannya Sistem Zonasi

Pada dasarnya, sistem zonasi merupakan salah satu penyalur PPDB (penerimaan peserta didik baru) dengan kuota terbanyak. Setiap sekolah, menyediakan 50% daya tampung kepada siswa baru. Namun terlepas dari hal itu, berikut tujuan serta fungsi diterapkannya zonasi.

1. Menjamin PPDB Dapat Berjalan Secara Objektif

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, salah satu tujuan diterapkannya sistem zonasi adalah mengubah paradigma. Dalam hal ini menjamin PPDB (penerimaan peserta didik baru) secara objektif. Selain itu bersifat transparan, nondiskriminatif, akuntabel dan adil secara rata.

Selain mengubah paradigma dan juga agar berjalan secara objektif, sistem zonasi juga berharap kepada pihak sekolah. Tujuannya adalah menjamin kesiapan serta ketersediaan setiap kesatuan pendidikan. Pada titik ini, diharapkan mampu memberikan layanan terbaik.

2. Menjamin Pemerataan Mutu Pendidikan

Sistem zonasi diharapkan mampu menjamin adanya sebuah langkah pemerataan akan mutu terhadap dunia pendidikan. Dengan begitu, diterapkannya sistem domisili bertujuan agar bisa memenuhi target tersebut. Selain itu, kesiapan dan ketersediaan tenaga pendidiknya juga.

Sistem zonasi juga menjadi ketersediaan tenaga pengajar atau pendidik yang cukup berkompeten di bidangnya. Hal tersebut tentu akan didukung sarana dan prasarana supaya dapat berjalan sesuai. Kemudian, target lainnya ialah, menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Keuntungan Diterapkannya Sistem Zonasi

Terlepas dari pro dan kontra yang timbul dengan diterapkannya sistem zonasi, tentu tak hal tersebut bukan berarti tidak memiliki keuntungan. Pemerintah pastinya sudah mempertimbangkan banyak faktor sebelum diterapkan. Berikut beberapa keuntungannya.

1. Pemerataan Pendidikan dengan Kualitas Terbaik

Diterapkannya Sistem zonasi pada PPDB tentu sudah ditentukan sejak awal dibentuk. Dengan begitu, setiap calon siswa harus melanjutkan pendidikannya ke sekolah terdekat dari domisili. Hal ini bertujuan agar pemerataan atas kualitas pendidikan benar dan nyata adanya.

Para calon siswa yang dibidik dengan domisili terdekat tanpa harus memiliki latar belakang prestasi. Tentu hal ini sebagai bentuk pemerataan agar siapapun bisa mendapatkan pendidikan berkualitas. Jadi, tak hanya anak pintar yang dapat masuk ke sekolah unggulan.

2. Rotasi Guru Dilakukan Secara Merata

Pada dasarnya, penerapan sistem zonasi tidak hanya berpengaruh terhadap siswa saja, melainkan kepada tenaga pengajar juga. Pasalnya, penerapan pertukaran guru bisa dilakukan sesuai kebutuhan setiap sekolah. Setidaknya hal ini berlaku di kawasan atau areal tertentu.

Pihak pemerintah ikut serta dalam memastikan bahwa di setiap sekolah tersebut memiliki guru yang berkualitas dan bermutu. Tak hanya itu saja, pemerataan juga diberlakukan terhadap sarana prasarana sekolah. Tujuannya agar pemerataan bisa dilakukan ke seluruh aspek.

3. Menghilangkan Paradigma Sistem Jual Beli Bangku

Paradigma yang tumbuh dalam dunia pendidikan tidak hanya perihal anak pintar dan sekolah unggul. Salah satu yang mungkin sudah sering terdengar adalah tentang jual beli bangku. Tak bisa dipungkiri masalah tersebut sangatlah mengganggu keberlangsungan pendidikan.

Oleh karena itu, sistem zonasi diterapkan dengan salah satu tujuannya yaitu menghilangkan sistem jual beli bangku. Pasalnya, PPDB atau penerimaan peserta didik baru sudah diatur melalui jalurnya masing-masing. Terlebih telah memiliki batas kuota sesuai ketentuannya.

Kekurangan Diterapkannya Sistem Zonasi

Tak bisa dipungkiri, di balik semua tujuan, fungsi dan keuntungannya, tentu tak membuat sistem zonasi terlepas dari kekurangan. Sampai saat ini pihak pemerintah pun terus berusaha membenahi serta evaluasi. Berikut beberapa kekurangannya.

1. Peta Koordinat Terkadang Kurang Akurat

Mengingat fokus utama dari sistem zonasi adalah domisili terdekat, maka hal tersebut tentu mengandalkan teknologi seperti Google Maps. Sayangnya, sering terjadi kekeliruan akan letak pemetaan. Alhasil, membuat siswa gagal masuk karena peta koordinat kurang tepat.

Kasus lainnya ialah, sering kali terdapat seorang siswa yang di luar dari kawasan atau domisili ketentuan. Namun, karena terjadi kesalahan pada peta koordinat maka dapat masuk ke sekolah tersebut. Bahkan tak jarang menimbulkan efek over capacity penerimaan murid.

2. Melahirkan Kecurangan Baru

Terlepas dari tujuan diterapkannya sistem zonasi guna menghilangkan paradigma negatif, ternyata melahirkan kecurangan baru. Hal ini tentu beberapa kali ditemukan oleh para panitia pelaksana ketika orang tua wali berusaha memanipulasi domisili anak agar bisa masuk.

Baca Juga Artikel Zenius Lainnya

Cara Mengetahui Resensi Buku Fiksi dan Non Fiksi

Cara Membedakan Unsur Buku Fiksi dan Non Fiksi

Cara Mengerti Bahasa Panda

Cara Menulis Puisi yang Baik

Cara Membuat Teks Laporan Hasil Observasi

Tentu hal ini menjadi fokus baru bagi pihak pemerintah untuk segera menanganinya. Pasalnya, tak jarang para orang tua mengubah tempat tinggal sang anak supaya bisa masuk ke sekolah yang diinginkan. Pada akhirnya siswa dengan domisili terdekat, tak terhitung dan ditolak.

Proses Seleksi Sistem Zonasi

Menurut Permendikbud No 1 tahun 2021 terdapat 4 jenis jalur pendaftaran PPDB, yaitu zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orang tua/wali, dan prestasi. Nah jalur zonasi ini memiliki kuota paling banyak yaitu minimal 50% daya tampung. Kalau elo ingin mendaftar di sekolah di luar zonasi elo bisa pakai jalur lainnya ya.

Sistem zonasi pendidikan hanya diberlakukan untuk tingkat pendidikan SD, SMP dan SMA. Untuk SMK sendiri tidak berlaku sistem ini. 

Apakah sistem zonasi termasuk tes seleksi dalam proses PPDB? Jawabannya ya, betul. Lebih tepatnya zona domisili juga menjadi salah satu kriteria seleksi PPDB. Selain zona ada kriteria seleksi lainnya, lho.

Kriteria Seleksi PPDB:

  1. Zona
  2. Usia
  3. Waktu Mendaftar

Ketika kriteria di atas diperhitungkan mengingat daya tampung tiap sekolah tentunya tidak bisa menerima semua yang mendaftar. Elo mungkin bisa lolos seleksi zona namun jika umur belum cukup atau lebih muda dari pendaftar lain, elo mungkin bakal nggak lolos seleksi.

Nah, kalau elo kalah di kedua seleksi sebelumnya atau memiliki kesamaan dengan pendaftar lain, maka penentuannya akan berdasarkan waktu mendaftarnya.

Untuk jenjang SMP dan SMA terdapat terdapat beberapa kelompok zona prioritas. Kelompok prioritas 1: Berdomisili di RT yang sama dengan lokasi sekolah
Kelompok prioritas 2: Berdomisili di RT yang bersinggungan langsung dengan lokasi sekolah

Kelompok prioritas 3: Berdomisili di RT yang sama atau berdekatan dengan kelurahan sekolah.

Segera daftarkan diri elo ke sekolah yang ada di zonasi masing-masing ya. Untuk alur pendaftarannya bisa elo cek di sini.

Yuk tingkatkan juga kemampuan belajar elo bareng Zenius. Sekolah baru, elo juga harus makin semangat dong belajarnya. Langsung aja yuk langganan paket belajar Zenius untuk bisa nikmati akses premium video belajar, live class dan banyak fitur menarik lainnya. Klik banner di bawah ini ya!

Informasi Lengkap Tentang Sistem Zonasi dalam Proses PPDB 9
Yuk langganan sekarang!

Itulah tadi pembahasan mengenai informasi lengkap tentang Sistem zonasi pendidikan. Terlepas dari pro kontra serta kelebihan dan kekurangannya, tentu pihak pemerintah terus berusaha membenahinya. Pasalnya, tujuan utamanya adalah memberikan pendidikan yang bermutu.

Lihat Juga Proses Belajar Ala Zenius di Video Ini

Originally Published: May 10, 2021
Updated by: Silvia Dwi

Bagikan Artikel Ini!