PPDB Online SMA 2021

6 Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Daftar PPDB SMA 2021

PPDB Online SMA – Berikut adalah informasi lengkap seputar PPDB online SMA dan tips yang perlu diperhatikan untuk memaksimalkan peluang diterima di SMA pilihan.

Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dalam beberapa tahun terakhir dilaksanakan secara online. Beberapa provinsi sudah menyiapkan sebuah sistem atau situs resmi yang dirancang untuk melakukan otomasi seleksi penerimaan siswa baru, mulai dari proses pendaftaran, proses seleksi, hingga pengumuman hasil seleksi. Semua berjalan secara online dan real-time (proses dan hasil seleksi bisa diketahui saat itu juga).

Berikut link ke beberapa website untuk PPDB tahun ajaran 2021-2022 di berbagai provinsi:

Oke itu baru link ke beberapa provinsi saja. Kalo provinsi kamu belum disebutkan di atas, silakan tanyakan ke sekolah masing-masing ya untuk website PPDB di provinsi kamu.

Nah, sebenarnya semua informasi terkait jadwal, persyaratan, proses pendafatran, dan seleksi PPDB Online SMA sudah sangat lengkap tersaji di setiap website resmi. Tapi artikel ini akan membahas beberapa poin penting yang perlu kalian perhatikan dan kadang tidak kepikiran ketika daftar SMA, khususnya untuk memaksimalkan peluang lolos di SMA yang menjadi incaran.

Selain itu, tiap provinsi memiliki kebijakan tersendiri tentang jadwal, mekanisme pendaftaran, dan seleksi PPDB Online SMA. Jujur, cukup mustahil untuk merangkum sistem seleksi tiap provinsi dan kota/kabupaten dalam satu artikel ini. Oleh karena itu, artikel ini akan fokus membahas detil dan contoh untuk konteks PPDB online SMA di Provinsi DKI Jakarta, karena memang Provinsi DKI Jakarta yang sudah sangat konsisten melaksakan PPDB online selama beberapa tahun terakhir. Walaupun begitu, pembahasan di bawah bisa menjadi ilustrasi tips penting dalam mendaftar SMA di provinsi lain selain Jakarta.

6 Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Daftar PPDB SMA 2021 57

1. Jalur Penerimaan Peserta Didik Baru

Perlu dicatat, PPDB DKI Jakarta tahun ini hanya membuka jalur untuk pendaftar yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta. Daya tampung sekolah negeri di DKI sangat terbatas dan belum dapat menampung seluruh calon siswa warga setempat. Untuk pelaksanaan PPDB di DKI Jakarta dibagi menjadi 4 jalur yaitu :

PPDB Jalur Prestasi

Jalur ini ditujukan bagi calon peserta didik yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik. Hal ini dibuktikan dengan rapor yang dilampirkan dengan surat keterangan peringkat nilai rapor dari sekolah asal atau prestasi lainnya. Pilihan sekolah dapat di dalam atau luar zonasi yang telah ditetapkan.

Nah, nilai rapor yang digunakan berasal dari lima semester terakhir. Sedangkan, bukti prestasi lainnya harus yang diterbitkan paling singkat enam bulan dan paling lama tiga tahun sebelum pendaftaran PPDB. Jadi, kalau kamu pernah dapat juara di tingkat SD kelas II sudah pasti tidak bisa diikutsertakan ya.

Berikut jadwal pendaftaran untuk Jalur Prestasi Akademik dan Non-Akademik:

6 Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Daftar PPDB SMA 2021 58

PPDB Jalur Afirmasi

Selanjutnya, ada jalur afirmasi yang diperuntukkan bagi calon peserta didik yang berasal dari keluarga dengan ekonomi tidak mampu atau penyandang disabilitas. Nah, untuk masuk jalur ini, pendaftar memilih sekolah sesuai daftar zonasi sesuai tempat tinggal masing-masing. Pendaftaran calon siswa untuk Jalur Afirmasi dibagi menjadi dua:

  1. Jalur Afirmasi bagi anak panti asuhan (tidak melewati proses seleksi), penyandang disabilitas, dan anak para tenaga kesehatan yang meninggal dunia dalam penanganan COVID-19. Dengan jadwal pendaftaran sebagai berikut:

6 Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Daftar PPDB SMA 2021 59

2. Jalur Afirmasi bagi penerima KJP (Kartu Jakarta Pintar) Plus, anak yang terdaftar dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), anak dari                 pengemudi pengemudi Mitra Trans Jakarta dan anak penerima KJP Plus sekaligus penerima Program Indonesia Pintar (PIP). Khusus anak                       penerima KJP Plus sekaligus PIP tidak melewati proses seleksi. Berikut jadwal pendaftarannya:

6 Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Daftar PPDB SMA 2021 60

PPDB Jalur Zonasi

Sesuai dengan namanya, pada tahapan ini lulusan SMP bisa mendaftar ke SMA-SMA sesuai dengan Zonasi yang sudah ditetapkan pemerintah, sesuai dengan kecamatan dan kelurahan tempat kamu tinggal. Jalur Zonasi ditentukan berdasarkan domisili pendaftar dan terbagi jadi tiga zona prioritas, dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Zona prioritas pertama, yang didasarkan dengan RT domisili pendaftar sama dengan RT lokasi sekolah.

b. Zona prioritas kedua, yang didasarkan dengan RT domisili pendaftar berbatasan langsung atau bersinggungan dengan RT lokasi sekolah.

c. Zona prioritas ketiga, yang didasarkan dengan kelurahan domisili pendaftar sama dan atau berdekatan dengan kelurahan sekolah yang dituju.

Kalau pendaftar Jalur Zonasi melebihi daya tampung, maka dilakukan seleksi dengan urutan langkah sebagai berikut:

a. usia dari yang tertua ke yang termuda.

b. pilihan sekolah.

c. waktu mendaftar.

Pada tahap ini, lulusan SMP bisa mendaftar paling banyak 3 (tiga) peminatan/jurusan pada 1 (satu) SMA atau 3 (tiga) peminatan/jurusan pada sekolah yang berbeda. Peminatan di sini maksudnya jurusan yang ada di SMA tersebut. Kebanyakan SMA punya 2 jurusan, yaitu IPA dan IPS.  Tapi kadang ada saja SMA yang punya jurusan Bahasa.

Untuk tahu kamu bisa mendaftar ke SMA mana aja atau SMA mana aja yang masuk ke Zonasi tempat tinggal, kamu bisa lihat di link berikut (halaman 126-147):

https://berkas.siap-ppdb.com/jakarta/juknis.210529080343.pdf

jadwal pendaftaran PPDB Jakarta Jalur Zonasi

Jalur Perpindahan Tugas Orangtua/Wali dan Anak Guru

Buat kamu yang mau masuk dengan jalur perpindahan tugas orang tua/wali, juga bagi anak guru yang ingin bersekolah di tempat orangtuanya bertugas. Kalian harus menyertakan bukti surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor, atau perusahaan yang mempekerjakan orang tua/wali. Aduh, aku bingung kak, maksudnya gimana sih?

Oke, kita ambil contoh, ayahmu dipindah tugas ke cabang instansi di luar kota. Tentu saja pindah tugas tidak berlangsung selama beberapa bulan saja, pasti bertahun-tahun, bahkan bisa selamanya. Karena alasan pindah tugas itulah akhirnya kamu dan keluarga harus pindah juga ke tempat di mana ayahmu akan bekerja. Untuk memudahkanmu mendapatkan sekolah baru, maka kamu bisa masuk SMA dengan jalur ini. Siapkan juga surat pindah tugas ayahmu untuk dilampirkan pada berkas pendaftaran.

Berikut jadwal pendaftaran Jalur Perpindahan Tugas Orangtua/Wali dan Anak Guru:

6 Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Daftar PPDB SMA 2021 61

2. Kuota Penerimaan Setiap Jalur PPDB Online SMA

Tiap jalur pendaftaran menyediakan kuota penerimaan yang berbeda-beda. Kalau ada sisa kuota dari jalur pendaftaran tahap pertama, maka akan dibuka seleksi tahap kedua HANYA melalui Jalur Prestasi Akademik. Berikut kuota penerimaan untuk masing-masing jalur:

6 Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Daftar PPDB SMA 2021 62

Perlu dicatat, pendaftaran PPDB Tahap Kedua hanya dilaksanakan sekolah dengan sisa kuota penerimaan. Pendaftaran tahap kedua dibuka setelah PPDB Tahap Pertama selesai. Berikut jadwal pendaftaran PPDB Tahap kedua:

6 Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Daftar PPDB SMA 2021 63

PPDB Tahap Kedua hanya boleh diikuti calon siswa dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Tidak lolos seluruh Jalur PPDB Tahap Pertama; atau

b. Belum pernah mendaftar pada seluruh Jalur PPDB 

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dari porsi penerimaan tiap jalur. Jalur Zonasi adalah jalur dengan kuota penerimaan terbesar, yaitu 50%. Di sisi lain, jalur Non-Zonasi yang mencakup Jalur Prestasi hanya tersedia kuota 23%. Ini artinya apa? Artinya, jalur Prestasi akan jadi jalur yang super ketat. Kenapa?

  • PPDB Jalur Prestasi akan jadi ajang persaingan bagi para lulusan SMP mendaftar ke SMA unggulan/favorit di provinsi tersebut, yang mungkin tidak berada di dekat daerah tinggalnya.
  • Kuota 23% yang jauh lebih kecil dari kuota Zonasi diperebutkan oleh seluruh lulusan SMP di Provinsi DKI Jakarta gak peduli domisilinya.

Kebayang dong gimana ketatnya Jalur Prestasi ini?

Melihat bakal ketatnya persaingan di Jalur Prestasi, saran dari Zenius sih, baiknya kamu mendaftar ke jalur ini kalau kamu pede dengan nilai rata-rata rapor kelas 7, kelas 8, dan kelas 9 semester 1. Selain itu, pastikan kamu juga mengantongi prestasi di bidang Akademik atau Non-Akademik baik di jenjang Internasional, Nasional, Provinsi, atau Kota/Kabupaten. Untuk mengetahui persaingan nilai rapor yang keterima di suatu SMA pada tahun lalu, kamu bisa lihat Arsip PPDB DKI Jakarta di sini.

Terus gimana dengan jalur PPDB Tahap Kedua?

Tahap ini bisa dibilang bonus doang. Tahap ini hanya dibuka jika masih tersisa kursi di suatu SMA, entah itu karena ada pendaftar yang keterima tapi mengundurkan diri atau alasan lainnya. Kuota yang tersisa jauuh lebih sedikit dari Jalur PPDB Tahap Pertama. Jumlah kursi yang tersisa tentu ga bisa diprediksi dari awal karena bergantung banget sama proses pendaftaran di jalur sebelumnya. Oleh karena itu, kurang realistis untuk mengharapkan jalur ini.

3. Jurusan SMA yang akan diambil

Hampir seluruh SMA di kota besar di Indonesia sudah menggunakan Kurikulum 2013. Untuk SMA yang sudah menerapkan Kurikulum 2013, penjurusan sudah dimulai dari kelas 10 SMA, bahkan saat pendaftaran PPDB. Jadi, para lulusan SMP nantinya tidak hanya menentukan pilihan SMA saja, tetapi juga sudah menentukan jurusan yang akan diambil selama belajar di bangku SMA.

Oleh karena itu, kamu udah harus memantapkan pilihan jurusan yang akan diambil. Usahakan untuk pilih jurusan bukan karena ikut-ikutan, bukan karena termakan mitos, atau hanya karena gengsi belaka.

Nah, dua jurusan SMA yang paling umum adalah MIPA dan IPS. Untuk membantu kamu memutuskan jurusan mana yang bakal diambil, coba deh baca artikel berikut yang membahasa mitos-mitos seputar jurusan di SMA:

Selain 2 jurusan tersebut, ada juga jurusan Bahasa. Ga banyak SMA yang menawarkan jurusan Bahasa. Ini bisa jadi bahan pertimbangan untuk memilih SMA nantinya.

4. SMA mana saja yang menjadi target pilihan

Ada satu kesalahan umum nih di kalangan anak SMP yang mau daftar SMA. Biasanya para lulusan SMP itu udah kepikiran mau lanjut ke satu SMA yang sudah menjadi impian sejak lama. Sayangnya, karena dia terlalu fokus ke satu SMA itu, dia jadi ga strategis dalam mendaftar dan ga punya back up plan. 

“Pokoknya aku mau masuk ke satu SMA itu aja!”

Alangkah baiknya mempersiapkan pilihan lain untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Dengan mempersiapkan pilihan lain secara matang, kamu juga bisa lebih tangkas mengambil keputusan selama proses PPDB berlangsung. Coba bayangin kalo kamu cuma pilih 1 SMA aja, trus ga keterima, pasti kalang kabut kan. Trus gimana dong supaya ga kayak gitu?

a. Tentukan mau daftar ke jalur apa

Seperti yang disebutkan di atas, tiap jalur punya kuota penerimaan yang berbeda-beda. Buat maksimalin peluangmu keterima, pertimbangkan besaran kuota dengan daya tampung sekolah incaranmu. Ini berarti, lulusan SMP dari awal udah harus milih, mau masuk SMA dekat rumah (terlepas SMA dekat rumah itu favorit atau biasa aja) atau mau masuk SMA favorit walaupun jauh dari rumah.

Kalau kamu pede dengan nilai rapor kamu selama lima semester terakhir, apalagi semisal ada sederetan prestasi yang kamu torehkan selama sekolah. Maka, Jalur Prestasi bisa jadi pilihanmu karena terbuka pilihan untuk daftar sekolah favorit di luar kawasan zonasi tempat tinggal. Kalau kamu merasa modal untuk ikut Jalur Prestasi pas-pasan atau biasa aja, sepertinya kamu harus berpuas diri untuk mengandalkan PPDB Jalur Zonasi, yakni bersekolah di SMA sekitar rumahmu.

b. Tentukan SMA mana saja yang bisa dipilih

Setelah menentukan mau daftar ke jalur apa, baru deh kamu tentukan SMA mana yang bakal jadi target kamu. Pada tiap jalur pendaftaran,kamu bisa memilih MAKSIMAL 3 SMA.

Kalau kamu ikut jalur Zonasi, kamu bisa tahu SMA mana aja yang masuk ke Zonasi tempat kamu tinggal di link berikut (halaman 126-147):

https://berkas.siap-ppdb.com/jakarta/juknis.210529080343.pdf

Kalau kamu mau daftar ke SMA favorit, situs resmi PPDB tiap provinsi biasanya menyediakan daftar SMA yang ada di suatu provinsi dan sudah terbagi berdasarkan kota/kabupaten. Aktif bertanya ke guru BP atau kakak kelas tentang suasana belajar, prestasi, hingga lingkungan SMA yang menjadi target. Jika perlu, datangi SMA-nya untuk melihat langsung lingkungan dan fasilitas sekolah.

c. Pilih SMA dengan matang

Ada satu tips yang penting banget nih. Untuk tiap SMA yang kamu pilih, pastikan kamu sudah memikirkannya baik-baik ya. Jangan asal-asalan pilih SMA cuma untuk ngisi pilihan 2 dan pilihan 3.

Jangan sampe ada kejadian kayak begini:

“Sebenernya aku pilih SMA ini di pilihan 2 karena biar asal isi sih. Yah malah keterima di sini. Aku ga sreg sebenernya sama SMA ini.”  

Makanya, penting untuk memilih SMA dengan pertimbangan yang matang. Jadi kalo kamu akhirnya “cuma” keterima di pilihan 2 atau 3, kamu bisa berpuas diri dan ikhlas keterima di situ.

5. Strategi memaksimalkan peluang lulus di SMA tujuan

Setelah menetapkan daftar pilihan SMA, saatnya menyusun strategi untuk memaksimalkan peluang keterima di SMA yang dituju. Gimana cara menyusun strateginya?

Sekali lagi perlu di-mention kalo tiap provinsi punya kebijakan atau dapurnya tersendiri untuk menentukan poin apa saja yang dipakai untuk menyeleksi calon peserta didik baru. Untungnya nih, sistem PPDB online itu sangat transparan. Setiap provinsi benar-benar membuka rumus yang digunakan sebagai dasar seleksi siswa di PPDB. Dan semua informasi itu tertera di situs resmi PPDB tiap provinsi, khusus DKI Jakarta biasanya di sini

Artikel ini akan fokus bahas lebih detail tentang sistem seleksi PPDB Online SMA di Provinsi DKI Jakarta ya.

1. Nilai rata-rata rapor 5 semester terakhir

Nilai rata-rata rapor 5 semester terakhir bakal dilihat untuk menyeleksi pendaftar Jalur Prestasi. Rerata nilai yang dinilai mencakup nilai rapor kelas 7, kelas 8, dan kelas 9 semester 1 SMP/MTs/Paket B pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), Bahasa Indoensia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Bahasa Inggris.

Kamu bisa mengecek nilai rata-rata rapor terendah sampai yang tertinggi untuk tiap SMA. Situs resmi PPDB online biasanya membuka informasi tersebut secara resmi. Jadi bukan prediksi-prediksi lagi ya. Data yang ditampilkan merupakan data real dari tahun lalu.

Coba deh buka halaman Arsip Tahun Lalu – Statistik di situs resmi PPDB. Di menu Statistik – Arsip Tahun Lalu ini, kamu bisa menemukan nilai rerata rapor terendah yang keterima pada tiap jurusan, tiap SMA, dan tiap tahap pendaftaran PPDB provinsi tersebut.

PPDB SMA

Nah, setelah kamu tau nilai rapor terendah yang keterima di suatu SMA, kamu bisa bandingkan dengan nilai rapor kamu sendiri. Apakah di atas, cukup, atau jauh di bawah itu? Dari sini, kamu bisa urutkan pilihan SMA.

2. Urutan Pilihan Sekolah

Ternyata SMA melihat urutan pilihan sekolah saat pendaftaran. Maksudnya, jika ada beberapa anak memiliki rata-rata nilai rapor yang sama, SMA akan memprioritaskan memilih pendaftar yang menempatkan SMA tersebut di Pilihan 1.

Oleh karena itu, kalo kamu mengincar satu SMA dan kamu pede dengan nilai rata-rata rapor, pasanglah SMA tersebut di pilihan pertama. Hal ini akan semakin memaksimalkan peluang kamu lolos di SMA tersebut.

3. Umur peserta calon didik baru

Nah, ternyata SMA juga melihat umur para pendaftar. Jika ada dilema dalam pemilihan, pihak SMA akan memprioritaskan memilih pendaftar yang umurnya lebih tua. Kalo bagian ini, there’s nothing you can do about it lah ya?

6. Stand-by saat masa PPDB berlangsung

Seperti yang disebutin di awal artikel, proses PPDB Online SMA ini berjalan secara real-time. Kamu bisa melihat secara langsung bagaimana posisi kamu dibandingkan pendaftar yang lain. Apakah posisi kamu masih aman atau tidak. Jika posisi kamu sudah mendekati batas daya tampung, harus rela siap-siap “ketendang” dan ga keterima di SMA tersebut. Selama masa PPDB Online SMA masih berlangsung, kamu bisa menukar-nukar pilihan ke SMA lain.

Inilah mengapa dibilang di atas, penting untuk mempersiapkan beberapa pilihan SMA sedari awal. Waktu seleksi biasanya hanya berlangsung selama 2 hari. Itu adalah waktu yang pendek. Pilihan cadangan akan membuat kamu lebih gesit mengambil keputusan. Jadi tidak ada waktu terbuang untuk galau, meminta persetujuan orang tua, atau nanya-nanya teman/sekolah lagi.

****

Oke deh, itu dulu tips-tips dari gue terkait PPDB online SMA, khususnya untuk Provinsi DKI Jakarta. Semoga pembahasan di atas bisa berguna untuk para lulusan SMP yang mau mendaftar ke SMA Jakarta. Semoga juga pembahasan di atas bisa memberikan ilustrasi tentang apa aja hal yang mesti diperhatikan sebelum mendaftar SMA, khususnya dalam memaksimalkan peluang diterima. Dengan adanya ilustrasi ini, semoga kalian yang berasal dari provinsi di luar Jakarta bisa proaktif melakukan langkah serupa dengan yang diilustrasikan di atas. Pelajari Aturan PPDB Online SMA di provinsi kamu dan susunlah strategi berdasarkan Aturan yang ada.

Good luck ya buat pendaftaran SMA nya.. 😀

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada di antara kamu yang mau nanya lebih lanjut ke Fanny seputar rencana masuk SMA, langsung aja tinggalin comment di bawah artikel ini ya.

Bagikan artikel ini: