Hari Bipolar Sedunia: Apa Itu Gangguan Bipolar dan Kenapa Perlu Diperingati?

ilustrasi gangguan bipolar zenius

Sebenarnya, apa itu gangguan bipolar? Seberapa penting gangguan bipolar sampai diperingati melalui Hari Bipolar Sedunia? Yuk, cari tahu!

Sejak SMP, gue ngefans sama Demi Lovato. Elo tahu nggak sama Demi Lovato (atau gue yang udah ketuaan?) Itu tuh, yang nyanyiin Skyscraper, Heart Attack, sampai Let It Go-nya film Frozen (2013). Gue suka sama lagu-lagunya karena liriknya selalu ngena di hati gue.

Seperti fans pada umumnya, gue selalu ngikutin apapun yang terjadi dalam hidup sang idola, dari lagu-lagu barunya sampai kehidupan pribadinya. Gue pun nemuin fakta kalau di balik lagu-lagu Demi Lovato yang meaningful, ada jiwa yang unstable. Demi Lovato speak up kalau dia hidup dengan gangguan bipolar (bipolar disorder).

Hari Bipolar Sedunia: Apa Itu Gangguan Bipolar dan Kenapa Perlu Diperingati? 49
Gif Demi Lovato tentang bipolar. (Dok. wifflegif.com)

Waktu itu, isu kesehatan mental belum seramai sekarang. Kalau sekarang mah, lebih banyak orang yang berani speak up tentang kondisi mentalnya.

So, apa sih gangguan bipolar atau bipolar disorder itu? Kok bisa, orang yang mungkin kita lihat ceria-ceria aja, ternyata mengalami gangguan bipolar? Kali ini, mari kita ngobrol tentang salah satu gangguan mental satu ini Let’s talk about it.

Apa Itu Gangguan Bipolar?

Salah satu pengalaman yang sangat umum dirasakan oleh teman-teman kita yang bipolar adalah mengalami perubahan mood yang ekstrem, dari bahagia banget menjadi sedih banget. Namanya juga bipolar, “dua kutub”. Ada kutub “bahagia banget”, ada juga kutub “sedih banget”.

“Gue kayaknya pernah gitu deh. Bukannya itu sama aja kayak mood swing? Berarti gue punya gangguan bipolar dong?”

Eits, jangan langsung mendiagnosis diri dulu. Gangguan bipolar beda sama mood swing.

Sebenarnya, bipolar disorder sama mood swing sama-sama berkaitan dengan gangguan mood. Bedanya, ketika elo mengalami mood swing, elo hanya bakal ngerasain itu dalam beberapa jam saja. Sedangkan, orang dengan gangguan bipolar bakal mengalami perubahan mood selama berhari-hari, dan bisa terjadi seumur hidup.

Menurut National Institute of Mental Health, bipolar adalah gangguan mental yang menyebabkan perubahan yang ekstrem pada mood, energi, dan aktivitas. Perubahan yang ekstrem itu bikin konsentrasi dan kemampuan orang yang mengalami gangguan bipolar jadi sulit berkonsentrasi, ngelakuin rutinitas sehari-hari, bahkan hubungan dengan orang lain juga bisa terganggu.

Hari Bipolar Sedunia: Apa Itu Gangguan Bipolar dan Kenapa Perlu Diperingati? 50
Ilustrasi orang dengan gangguan bipolar. (Dok. Freepik, Arsip Zenius)

Ada tiga periode yang dialami orang dengan gangguan bipolar, yaitu:

  • Episode manik: ngerasa bersemangat banget, gembira, impulsif, dan reaktif banget (gampang marah, gampang tersinggung);
  • Episode depresi: ngerasa sedih banget, putus asa, nggak berharga, dan bahkan ingin bunuh diri;
  • Episode psikotik: melihat dan mendengar hal-hal yang kelihatannya nyata, padahal cuma halusinasi aja. Ini terjadi dalam kasus yang parah.

Elo bisa baca komik di sini buat ngepoin lebih dalam tentang bipolar disorder, kayak gejala bipolar, jenis-jenis bipolar, sampai penyebab seseorang bisa mengalami gangguan bipolar.

Baca juga: Apa Itu Manipulatif dan Pengaruhnya Terhadap Kesehatan Mental?

Stigma terhadap Orang dengan Gangguan Bipolar

Berdasarkan data Institute for Health Metrics and Evaluations (IHME) tentang Global Burden of Disease, 39,55 juta orang di dunia hidup dengan gangguan bipolar pada tahun 2019. Amerika Serikat jadi negara dengan kasus penyakit bipolar terbanyak di dunia, yaitu sebanyak 9,05 juta orang.

Di AS, gangguan bipolar emang jadi salah satu gangguan mood yang paling umum selain depresi. Bahkan, menurut penelitian Harvard Medical School pada tahun 2007, setiap tahunnya, sekitar 2,8 orang dewasa di Amerika Serikat didiagnosis mengalami gangguan bipolar.

“Kalau di Indonesia, ada berapa orang yang hidup dengan gangguan bipolar?”

Jawabannya, lebih dari 909 ribu orang. Itu data terakhir yang dilaporkan Our World In Data, publikasi online ilmiah yang fokus sama berbagai masalah dunia yang serius, termasuk kesehatan mental.

Selain fakta di atas, bipolar disorder juga masuk dalam lima besar penyakit mental yang paling banyak dialami di dunia. Ditambah, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bipolar jadi salah satu penyebab utama disabilitas di dunia.

Nah, elo bisa bayangin kan, betapa seriusnya gangguan bipolar ini dan banyaknya orang yang hidup dengan bipolar? Dengan kasusnya yang sebanyak itu di dunia, elo mungkin mikir kalau orang dengan gangguan bipolar aktif nyari bantuan buat nyembuhin mentalnya dong?

However, survei tahun 2021 dari National Alliance on Mental Illness (NAMI) nyebut kalau 84 persen orang dewasa yang punya bipolar mager buat speak up, apalagi nyari perawatan. Soalnya, mereka sudah takut sama stigma dari masyarakat tentang bipolar.

Hari Bipolar Sedunia: Apa Itu Gangguan Bipolar dan Kenapa Perlu Diperingati? 51
Ilustrasi ketakutan orang dengan gangguan bipolar terhadap stigma. (Arsip Zenius)

So, stigma adalah ketika seseorang nggak toleran dan diskriminatif sama orang lain yang nggak sepandangan atau punya kondisi yang berbeda dengan dirinya. Stigma pada orang dengan gangguan bipolar dapat terjadi dalam bentuk:

  • Ejekan, intimidasi, atau pelecehan tentang bipolar;
  • Perlakuan nggak adil atau ditolak karena bipolar; dan
  • Kesempatan buat dapat pekerjaan dan berinteraksi sama orang jadi terbatas.

Biasanya, orang yang punya stigma sebenarnya belum paham banget sama apa yang lagi dihadapi. Bahkan, dia sebenarnya ngerasa takut sama yang belum benar-benar dipahami itu, jadinya punya stigma deh.

Inilah yang bikin orang dengan gangguan mental, termasuk bipolar disorder, jadi nggak speak up atau nyembunyiin diagnosisnya. Akibat stigma itu, orang yang hidup dengan gangguan bipolar jadi nggak dapat perawatan atau dukungan yang seharusnya didapatkan.

Hari Bipolar Sedunia: Apa Itu Gangguan Bipolar dan Kenapa Perlu Diperingati? 52
Ilustrasi jenis stigma terhadap bipolar disorder. (Arsip Zenius)

Baca juga: Mengenal Apa itu Seni dan Fungsinya untuk Kesehatan Mental

Hari Bipolar Sedunia

Stigma terhadap orang dengan gangguan bipolar bikin tiga organisasi internasional ingin bertindak. Ketiga organisasi itu adalah Asian Network of Bipolar Disorder (ANBD), International Bipolar Foundation (IBPF), dan International Society for Bipolar Disorders (ISBD). Selama ini, ketiganya emang menaruh perhatian sama gangguan bipolar.

So, ANBD, IBPF, dan ISBD pun mencetuskan peringatan Hari Bipolar Sedunia. Hari Bipolar Sedunia kemudian menetapkan pada tanggal 30 Maret. Kenapa tanggal 30 Maret? Soalnya, 30 Maret adalah hari ulang tahun pelukis ternama dunia era abad 19, Vincent van Gogh.

Selama hidupnya, van Gogh harus struggle sama gangguan mental. Van Gogh keluar-masuk rumah sakit, potong telinga kirinya, sampai bunuh diri akibat gangguan mental yang dialami. Setelah dia meninggal, para peneliti mendiagnosis gangguan mental van Gogh sebagai bipolar disorder. Elo bisa baca kisah hidup van Gogh di sini ya.

Hari Bipolar Sedunia: Apa Itu Gangguan Bipolar dan Kenapa Perlu Diperingati? 53
Ilustrasi Vincent van Gogh. (Arsip Zenius)

Hari Bipolar Sedunia kemudian pertama kali diperingati pada 30 Maret 2014. Peringatan Hari Bipolar Sedunia bertujuan buat mengedukasi masyarakat dunia tentang gangguan bipolar. Sehingga, orang-orang di seluruh dunia jadi lebih sadar dan paham tentang bipolar. And then, stigma terhadap orang dengan gangguan bipolar bisa hilang.

Buat menghilangkan stigma, cara termudah yang bisa elo lakukan adalah dengan menggunakan bahasa yang tepat ketika ngobrolin isu bipolar. Soalnya, cara elo ngobrolin isu bipolar berdampak ke cara berpikir dan gimana elo memandang orang yang punya gangguan bipolar.

Elo bisa menggunakan bahasa yang tepat, kayak infografis di bawah ini:

Hari Bipolar Sedunia: Apa Itu Gangguan Bipolar dan Kenapa Perlu Diperingati? 54
Infografis penggunaan bahasa dalam membicarakan bipolar disorder. (Arsip Zenius)

Sekarang elo udah paham kan tentang gangguan bipolar? Gimana pandangan elo tentang bipolar disorder? Ada nggak orang terdekat elo yang hidup dengan gangguan bipolar? Kasih tahu gue di kolom komentar ya!

Baca Juga Artikel Lainnya

Kenapa Gangguan Kesehatan Mental Bisa Meningkatkan Risiko Bunuh Diri?

Mengatasi Kondisi Mentalitas yang Menghambat Belajar

Hari Kebahagiaan Internasional: Apa yang Terjadi saat Kita Bahagia?

Referensi

Bipolar Disorder – Rethink.org

Bipolar Disorder Statistics 2022 – SingleCare

Disorders – National Alliance on Mental Illness (2021)

Living With Bipolar Disorder – Very Well Mind (2021)

Number of People with Bipolar Disorder – Our World in Data

Stigma, Prejudice and Discrimination Against People with Mental Illness – American Psychiatric Association 

Survey Finds Treatment Cost and Stigma Are Major Barriers to Accessing Care for Mood 

The Difference Between Stigma vs. Stereotype – Very Well Health (2021)

What Is Bipolar Disorder? – American Psychiatric Association

Why Bipolar Disorder Stigma Exists – Very Well Health (2022)

World Bipolar Day History – International Bipolar Foundation

Bagikan Artikel Ini!