Hari Kebahagiaan Internasional: Apa yang Terjadi saat Kita Bahagia?

ilustrasi bahagia zenius

Apa yang terjadi saat kita bahagia? Dalam rangka memperingati Hari Kebahagiaan Internasional, yuk cari tahu jawabannya!

(Because I’m happy)

Clap along if you feel like a room without a roof

(Because I’m happy)

Clap along if you feel like happiness is the truth

(Because I’m happy)

Clap along if you know what happiness is to you

(Because I’m happy)

Clap along if you feel like that’s what you wanna do

Elo pasti nggak asing sama lirik lagu di atas. Yap, itu adalah lirik lagu Happy yang dinyanyikan Pharrell Williams. Buat gue, lagu ini udah kayak national anthem umat manusia yang lagi happy, entah karena jatuh cinta, dapat rezeki nomplok, punya teman baru yang sefrekuensi, habis makan enak, dengerin lagu favorit; pokoknya apapun yang bikin good mood.

Hari Kebahagiaan Internasional: Apa yang Terjadi saat Kita Bahagia? 73
Gif sedang bahagia. (Dok. giphy.com)

Pelangi nggak bakal indah tanpa mejikuhibiniu. Begitu pula dengan hidup, nggak asyik kalau sedih mulu. So, bahagia itu penting. Saking pentingnya, dunia memperingati Hari Kebahagiaan Internasional pada tanggal 20 Maret, setiap tahunnya.

Emang, bahagia yang sebenarnya itu kayak gimana sih? Apa cuma sebatas jalan bareng sama dia, dapat nilai bagus, lolos perguruan tinggi favorit? Dan, apa yang terjadi kalau kita lagi bahagia?

Gue akan membedahnya satu persatu. Here we go.

Bahagia Itu Apa Sih?

“Gue bahagia banget, cuy! Tadi gue habis dinner di warteg sama dia! Dia pesenin gue nasi jengkol kesukaan gue!”

“Gue bahagia kok asalkan dia bahagia, meskipun nggak sama gue.”

Well, dua kalimat di atas sama-sama nyebut kata bahagia, tetapi kondisinya beda. Bucin pertama ngerasa bahagia karena habis jalan bareng si dia dan puas karena makan menu favorit dia. Bucin kedua, dia ngerasa bahagia, meskipun orang yang dia sayang bahagianya sama orang lain. So, apakah keduanya benar-benar “bahagia”?

Hari Kebahagiaan Internasional: Apa yang Terjadi saat Kita Bahagia? 74
Ilustrasi mencoba bahagia. (Arsip Zenius)

Dalam bukunya yang berjudul The How of Happiness (2007), peneliti psikologi positif bernama Sonja Lyubomirsky mendefinisikan bahwa bahagia adalah ketika elo ngerasa gembira, puas, dan sejahtera sama kehidupan yang lagi elo jalani. Elo ngerasa, hidup elo benar-benar berjalan dengan baik, bermakna, dan berharga.

However, tiap orang punya definisi bahagianya sendiri. Ada yang makan nasi jengkol di warteg udah bahagia banget, ngelihat si dia senyum rasanya udah kayak mau melayang, ada juga yang dapat nilai 8 udah happy banget. So, para psikolog dan ilmuwan sosial nyebut kebahagiaan sebagai “kesejahteraan subjektif”, karena memang sifatnya subjektif tiap orang.

Ada dua kunci kesejahteraan subjektif:

  1. Elo lebih banyak ngerasa positif daripada negatif; dan
  2. Elo puas sama kehidupan yang lagi elo jalani, baik dalam hubungan, pekerjaan, dan apa pun yang elo rasa penting dalam hidup.

Ketika dua hal itu elo rasakan, maka elo bisa disebut bahagia.

Hari Kebahagiaan Internasional: Apa yang Terjadi saat Kita Bahagia? 75
Ilustrasi rebahan. (Arsip Zenius)

Menurut elo, bucin yang bilang “gue bahagia asalkan elo bahagia, meskipun bahagia elo nggak sama gue” itu beneran bahagia nggak? Apakah dia beneran ngerasa positif dan puas dengan nasib “cinta nggak harus memiliki”, atau cuma mencoba tegar? *uhuk

Baca juga: Benarkah Law of Attraction bisa Mengubah Hidup Kita?

Yang Terjadi saat Kita Bahagia

Ketika kita ngerasain emosi apa pun (elo bisa baca di sini buat tahu jenis-jenis emosi), otak kita sudah Siaga 1 buat ngelakuin pekerjaannya. Nah, salah satu emosi yang diatur sama otak adalah bahagia.

Misalnya, elo baru aja jadian sama si dia, dan itu adalah hari pertama dia manggil elo dengan sebutan “ayang”. Pada saat inilah, cerebral cortex otak elo menerima sinyal kalau elo habis jadian. Sinyal ini kemudian diteruskan ke ventral tegmental area (VTA) di otak tengah. VTA emang punya job buat ngatur motivasi dan penghargaan. Di sinilah, dopamin, hormon bahagia yang mendorong rasa senang, dilepaskan.

Hormon yang bikin bahagia ini kemudian otw ke dalam nucleus accumbens (mediator antara motivasi yang bikin elo seneng dan emosi yang dihasilkan nanti), septum, amigdala (yang menghasilkan emosi), dan korteks prefrontal (yang memproses emosi positif dan negatif). Hasilnya, elo bisa senyum-senyum sendiri, ketawa, dan bahagia sepenuhnya.

Hari Kebahagiaan Internasional: Apa yang Terjadi saat Kita Bahagia? 76
Sirkuit dalam otak yang mengatur emosi. (Dok. The Brain From Top to Bottom, Canadian Institutes of Health Research)

Dopamin punya partner hormon bahagia yang nggak terpisahkan, yaitu serotonin. Kalau dopamin mendorong rasa senang, serotonin menjaga suasana hati agar tetap stabil.

Kuncinya: semakin tinggi kadar dopamin dan serotonin yang dihasilkan, elo semakin bahagia. Semakin rendah kadar dopamin dan serotonin dalam tubuh elo, elo semakin ngerasa bad mood.

Dopamin dan serotonin kemudian otw bareng ke seluruh sistem saraf pusat dan mempengaruhi sistem tubuh lainnya, kayak pernapasan, pencernaan, sampai peredaran darah.

Hari Kebahagiaan Internasional: Apa yang Terjadi saat Kita Bahagia? 77
Ilustrasi hormon dopamin dan serotonin. (Arsip Zenius)

Ketika elo bahagia yang menggebu-gebu kayak naik roller coaster bareng ayang, pernapasan elo bakal meningkat. Namun, ketika elo bahagia dalam kondisi santai, kayak jalan-jalan malam sambil ngobrolin masa depan bareng ayang, pernapasan elo cenderung melambat.

Selain itu, hormon bahagia juga bisa bikin elo ngerasa mules dan ekspresi wajah elo jadi malu-malu kucing. Pupil mata juga bakal membesar, terutama kalau elo bahagia karena jatuh cinta.

Baca juga: Hormon Cinta, Berjuta Reaksinya – Tentang Cinta

Peringatan Hari Kebahagiaan Internasional

Bahagia emang sepenting dan seberpengaruh itu buat diri kita. Pentingnya arti kebahagiaan ini benar-benar diperhatikan sama Raja Bhutan tahun 1972, Jigme Singye Wangchuck. Waktu itu, Wangchuck bilang kalau kemajuan suatu negara nggak hanya diukur dari berapa cuan yang dihasilkan, tetapi seberapa bahagia warganya. Wangchuck pun ngenalin istilah baru, yaitu Kebahagiaan Nasional Bruto (GNH).

Wangchuck langsung ngembangin survei buat mengukur kebahagiaan rakyat Bhutan, kayak kesehatan fisik dan mental, gimana mereka menghabiskan waktu, di mana mereka tinggal, pendidikan, dan lingkungan mereka. Survei dilakukan setiap tahun dan hasilnya digunakan buat bikin keputusan negara.

Hari Kebahagiaan Internasional: Apa yang Terjadi saat Kita Bahagia? 78
Ilustrasi memprioritaskan kebahagiaan. (Arsip Zenius)

Seorang penasihat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang emang concern sama dunia sosial dan HAM, Jayme Illien, terinspirasi sama ide Raja Bhutan tersebut. So, dia pun ngusulin perayaan Hari Kebahagiaan Internasional di forum PBB pada tahun 2012.

Ide itu kemudian di-acc sama Sekretaris Jenderal PBB saat itu, Ban Ki-moon. Ban Ki-moon bilang, dunia perlu mengakui pentingnya kesejahteraan sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam pembangunan berkelanjutan. Kebahagiaan dianggap jadi unsur penting dalam membangun dunia yang lebih baik.

Finally, dalam resolusi 66/281 tanggal 12 Juli 2012, Majelis Umum PBB menjadikan 20 Maret sebagai Hari Kebahagiaan Internasional. Setahun kemudian, Hari Kebahagiaan Internasional resmi dirayakan.

Hari Kebahagiaan Internasional: Apa yang Terjadi saat Kita Bahagia? 79
Ilustrasi Hari Kebahagiaan Internasional. (Dok. Freepik)

Perayaan pertama Hari Kebahagiaan Internasional diadakan waktu konferensi TedXTeen di New York City, 20 Maret 2013. Pharrell Williams ikut ngisi acara itu, dengan muterin video live streaming lagu Happy selama 24 jam!

Nggak hanya ngerayain Hari Kebahagiaan Internasional, PBB juga bikin World Happiness Report tiap tahun, buat tahu tingkat kebahagiaan di setiap negara tiap tahunnya. Guess what, dalam World Happiness Report terakhir pada tahun 2021, tingkat kebahagiaan warga +62 tahun 2020 dapat peringkat berapa?

Dan ternyata adalah……….

Hari Kebahagiaan Internasional: Apa yang Terjadi saat Kita Bahagia? 80
Indonesia menduduki peringkat ke-82 sebagai negara paling bahagia tahun 2018-2020. (Dok. World Happiness Report 2021)

Peringkat 82 dari 149 negara. Lumayan lah ya, bahagianya ada di tengah-tengah. Mungkin karena warga +62 masih banyak yang inget mantan, jadi tingkat kebahagiaannya nggak tinggi-tinggi amat(?)

Meanwhile, juara bertahan selama empat tahun berturut-turut (2017-2020) adalah Finlandia! Applause deh buat Finlandia. Gue jadi pingin di-spill gimana caranya biar bisa bahagia terus.

Hari Kebahagiaan Internasional: Apa yang Terjadi saat Kita Bahagia? 81
Grafik 25 besar daftar negara paling bahagia di dunia tahun 2018-2020. (Dok. World Happiness Report 2021)

Gue mau tahu nih, bahagia versi elo tuh kayak gimana sih? Momen apa yang paling membahagiakan, yang pernah terjadi dalam hidup elo? Kasih tahu gue di kolom komentar ya, dan jangan lupa bahagia!

Baca Juga Artikel Lainnya:

Apa itu Cinta? – Tentang Cinta

Gaya Berpakaian Bisa Menentukan Pola Pikir?

Kenali Monday Blues, Rasa Takut Menghadapi Hari Senin

Referensi

Hardwired for Happiness – Dana Foundation (2006)

International Day of Happiness – British Council

International Day of Happiness, 20 March – United Nations

Lyubomirsky, Sonja. (2007). The How of Happiness. USA: Penguin Books.

This Is How Joy Affects Your Body – Healthline

What Is Happiness? – The Greater Good Science Center

When is International Day of Happiness 2022, what is the theme and what are its origins? – Evening Standard (2022)

World Happiness Report 2021 – United Nations

Bagikan Artikel Ini!