Pembagian Buku Laporan di Sekolah

Pentingnya Pembagian Buku Laporan Hasil Pembelajaran

Setiap akhir semester, biasanya akan ada pembagian buku laporan hasil pembelajaran siswa-siswi setelah enam bulan belajar di bangku sekolah. Buku laporan tersebut merupakan hasil evaluasi atas apa yang telah dipelajari dan diujikan baik saat pelajaran harian maupun ujian sekolah.

Apa Itu Buku Laporan?

Buku laporan hasil pembelajaran sering dikenal juga dengan istilah rapor. Laporan ini pada umumnya berisi hasil kinerja siswa yang diberikan oleh sekolah kepada siswa untuk diketahui orang tua mereka. Rapor juga sering dijadikan sebagai tolak ukur kemampuan siswa selama belajar di sekolah.

Pada umumnya sistem pelaporan yang diberikan menggunakan skala pemeringkatan tertentu yang dibagi ke dalam beberapa kategori nilai. Sistem skala tersebut bisa dalam bentuk huruf seperti A untuk nilai 90 – 100, B untuk nilai 80 – 89, dan seterusnya. Ada juga yang menggunakan skala nilai angka.

Pembagian Buku Laporan di Sekolah

Rapor juga bisa menjadi dokumen yang menjadi penghubung antara pihak sekolah dengan orang tua untuk mengetahui hasil belajar anak-anak mereka. Sehingga dalam penulisannya, buku laporan atau rapor harus informative, komunikatif, dan komprehensif atau menyeluruh.

Fungsi Buku Laporan

Tak bisa dipungkiri bahwa rapor atau buku laporan memiliki peran yang sangat penting dalam sistem pendidikan. Buku laporan tersebut akan sangat bermanfaat baik untuk guru, murid, maupun orang tua peserta didik. Apa saja fungsi rapor? Berikut ini fungsi buku laporan yang perlu kamu ketahui, yaitu:

1. Laporan Pertanggungjawaban dari Pihak Sekolah

Untuk mengetahui kemampuan dan kinerja siswa selama menempuh pendidikan dalam kurun waktu satu semester, maka diperlukan buku laporan hasil belajar. Buku laporan tersebut untuk diketahui pihak orang tua dan siswa itu sendiri sebagai bahan evaluasi.

Para wali atau orang tua pun bisa mengetahui bagaimana kemampuan anaknya termasuk kelebihan dan kelemahannya di bidang apa. Sehingga mereka bisa memberi arahan kepada sang anak untuk meningkatkan kinerjanya dalam belajar. Rapor adalah salah satu bentuk pertanggungjawaban sekolah.

2. Dokumen Tertulis yang Autentik

Rapor atau buku laporan hasil pembelajaran menjadi dokumen tertulis autentik dalam satuan pendidikan. Data yang tertulis bersifat komunikatif, informative, dan komprehensif atau menyeluruh tenang kemampuan dan keterampilan siswa.

Dokumen tersebut dibuat dan ditulis murni oleh wali kelas masing-masing murid dan tidak bisa diubah oleh siapapun. Dokumen ini juga harus dirawat dengan baik karena bisa digunakan untuk mendaftar masuk ke tingkatan sekolah yang lebih tinggi, mendaftar beasiswa, dan lainnya.

3. Bukti Pencapaian Kompetensi

Nilai yang tertulis dalam buku rapor merupakan hasil penilaian yang dilakukan oleh par aguru terhadap pencapaian kompetensi para peserta didik. Penilaian tersebut untuk mengetahui apakah kompetensi yang diinginkan sudah dicapai dengna baik atau belum oleh peserta didik.

Jika belum, maka proses pebaikan apa saja yang diperlukan untuk meningkatkan kemampuan siswa. Penilaian tidak hanya dari segi akademik saja, namun juga bakat dan kemampuan lain serta tingkat kedisiplinan peserta didik selama di sekolah.

Isi Buku Laporan

Setiap tingkatan sekolah biasanya memiliki isi rapor yang berbeda-beda meskipun pada intinya adalah sama. Sebagai contoh sekolah SMK tentu memiliki kategori penilaian yang berbeda jika dibandingkan dengan sekolah SMA. Hal ini dikarenakan kompetensi yang diberikan juga berbeda.

Selain pengetahuan akademis yang diambil nilainya dari evaluasi harian maupun ujian semester, buku laporan juga harus mencakup keterampilan siswa di bidang lain. Keterampilan tersebut bisa diisi dengan nilai proyek, nilai praktek, dan nilai portofolio yang telah dibuat oleh para siswa.

Baca Juga Artikel Lainnya dari Zenius

Langsung Nikah Setelah Lulus Sekolah, Aman kan?
Mengenal Kesalahan Logika Beban Pembuktian
Ngapain Sih Berpikir Kritis?
Ikan Cupang: Cantik-cantik Kok Suka Berantem?
Buat Apa Ada Suatu Negara? Emang Ada Fungsinya?
Benci Mendengar Rekaman Suara Sendiri, Kok Bisa?
Proses Mumifikasi dalam Tradisi Mesir Kuno

Penilaian sikap dan karakter peserta didik juga tidak kalah penting karena ini menjadi modal dasar bagaimana karakter siswa tersebut bisa dikembangkan. Penilaian sikap terdiri dari sikap atau akhlaq selama belajar di sekolah, kedisiplinan, hingga sikap sosial bagaimana siswa tersebut berinteraksi.

Beberapa Cara Mengisi Rapor

Setiap tingkatan sekolah memiliki cara dan teknis yang berbeda untuk pengisian raport. Berikut ini penjelasannya:

1. Rapor PAUD/TK

Pengisian rapor PAUD lebih berfokus pada Laporan Pencapaian Perkembangan Anak selama satu semester. Instrument penilaian yang diperlukan untuk melakukan evaluasi hasil perkembangan anak bisa menggunakan metode observasi, unjuk kerja, percakapan, hasil karya, dan penialian perilaku.

Laporan yang ditulis biasanya lebih banyak berbentuk deskripsi dibandingkan nilai. Tujuannya untuk memberikan pengarahan kepada orang tua atau wali tentang kinerja anaknya selama belajar di PAUD.

2. Rapor SD

Penilaian untuk rapor SD terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Penilaian pengetahuan ditulis dalam nilai angka yang merujuk pada evaluasi harian maupun ujian semester. Nilai ditulis di sebelah kanan kolom nama mata pelajaran apa saja yang diajarkan termasuk muatan lokal.

Sementara itu, untuk penilaian keterampilan guru bisa menulis hal-hal menonjol apa yang dimiliki oleh siswa dalam kompetensi tertentu. Sedangkan untuk penilaian sikap lebih kepada perilaku dan kedisiplinan selama belajar di sekolah.

3. Rapor SMP

Penilaian pada rapor SMP sebenarnya tidak jauh berbeda dengan rapor SD. Hanya saja terdapat materi atau muatan lokal tambahan yang mungkin tidak didapatkan di tingkatan SD. Selain itu, pengambilan nilainya pun lebih banyak pada nilai harian dan ujian semester.

4. Rapor SMA/SMK

Rapor SMK biasanya sedikit berbeda dibandingkan dengan rapor SMA karena ada kompetensi khusus per jurusan yang harus dicapai oleh peserta didik. Selain itu, nilai yang diambil juga lebih banyak dari penilaian keterampilan hasil praktek, nilai proyek, dan portofolio.

5. Rapor Perguruan Tinggi

Buku laporan untuk tingkat universitas atau perguruan tinggi jauh berbeda dengan rapor untuk tingkatan pendidikan sebelumnya. Karena nilai yang diambil dalam bentuk Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dengan mengambil rata-rata keseluruhan nilai dan dihitung menggunakan rumus tertentu.

Pembagian buku laporan sangatlah penting baik bagi pihak sekolah, orang tua, maupun siswa itu sendiri sebagai bahan evaluasi.

Lihat Juga Proses Belajar Ala Zenius di Video Ini