mumifikasi dalam kebudayaan mesir kuno

Proses Mumifikasi dalam Tradisi Mesir Kuno

Artikel ini akan membahas tentang mumi dan proses mumifikasi yang biasa terjadi di Mesir Kuno. Penasaran? Baca di sini, yuk!

mumifikasi dalam kebudayaan mesir kuno
Ilustrasi sarkofagus mumi (Foto oleh sergiothirteen dari Flickr)

Siapa yang sudah nonton film The Mummy? Film jebolan studio Universal merilis film yang masuk dalam rangkaian dark universe (dunia monster) dengan sosok mumi. Film yang rilis pada tahun 2017 ini dibintangi oleh aktris top Hollywood seperti Tom Cruise, Russell Crowe, Sofia Boutella, dll. Nah, dalam film tersebut, Sofia Boutella berperan sebagai putri Ahmanet pada zaman Mesir Kuno. Setelah ia meninggal, jasadnya kemudian dibalsem atau diawetkan menjadi mumi. Karena makamnya diusik, ia kemudian bangkit dari kubur dan meneror umat manusia.

Kalau kamu sudah nonton film di atas atau sejenis film mumi lainnya, mungkin sudah gak terlalu asing ya sama istilah mumi dan gambaran besarnya seperti apa. Nah, dalam tradisi Mesir Kuno, mayat yang diawetkan disebut dengan mumi. Kita mengenal mumi sebagai mayat yang dibungkus dengan perban dari ujung kepala hingga kaki. Intinya semua tubuh terbungkus oleh perban.

Tradisi mumifikasi dilakukan oleh orang-orang Mesir Kuno. Zaman dulu, orang-orang Mesir Kuno sangat memegang erat kepercayaan terhadap nenek moyang, yaitu dengan menyembah dewa. Berbeda dengan sekarang, mayoritas masyarakat Mesir beragama Islam. Sehingga, proses penguburan orang yang sudah meninggal menggunakan syariat Islam.

Apa Itu Mumi?

Secara bahasa, mumi atau ‘mummy’ berasal dari bahasa Latin abad pertengahan, yaitu ‘mumia’. Kata tersebut merupakan pinjaman dari bahasa Arab mumiya dan dari kata Persia ‘mum’ yang artinya mayat yang dibalsem. Mumi sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu mumi antropogenik atau spontan/alami. Mumi jenis antropogenik merupakan hasil buatan makhluk hidup, baik untuk tujuan umum maupun religius. Sedangkan, mumi jenis spontan terjadi dengan cara spontan atau gak sengaja akibat kondisi alam yang sangat panas atau dingin, kering, atau kondisi anaerobik.

Ternyata, bukan cuma manusia saja lho yang dijadikan mumi. Untuk alasan agama, beberapa hewan juga dimumikan, seperti sapi jantan suci, babun, kucing, burung, dan buaya.

Tujuan Mumifikasi

Lalu, kenapa sih kok zaman dulu mayat harus diawetkan dan dibuat mumi? Tujuan orang zaman dulu dalam membuat mumi adalah untuk menjembatani arwah atau jiwa orang yang meninggal menuju akhirat. Jadi, mereka memiliki kepercayaan bahwa kehidupan setelah kematian hanya bisa diperoleh jika bentuk dari jenazah atau jasad orang yang meninggal masih tetap utuh dan dikenali.

Nah, supaya tetap bisa dikenali dan menggapai kehidupan pasca kematian, maka salah satu cara yang bisa digunakan adalah dengan melakukan pengawetan atau pembalseman. Itulah mengapa orang-orang Mesir Kuno membuat mumi. Namun, biaya pembuatan mumi tidaklah sedikit, guys. Hanya orang-orang kaya yang bisa melakukan mumifikasi, seperti para bangsawan dan pejabat kerajaan.

Apa Itu Mumifikasi?

Mumifikasi adalah proses pembalseman atau perawatan jenazah yang dilakukan oleh orang-orang Mesir Kuno. Nah, prinsip dari pembalseman yaitu dengan menghilangkan semua kelembapan dari tubuh. Jadi, yang disisakan dari tubuh jenazah adalah bagian keringnya. Sedangkan, bagian basah seperti organ tubuh harus dipisahkan, dibuang, atau diberi perlakuan supaya bisa lebih awet.

Sejarah Mumifikasi dan Tradisi Mesir Kuno

Sejarah dimulai sejak masa pemerintahan Osiris menjadi Firaun besar di Mesir. Bersama istrinya, Isis, sosok wanita dengan kekuatan magis, mereka sama-sama membantu negara menjadi damai dan kaya. Osiris memiliki saudara lelaki yang sangat iri padanya, bernama Seth. Melihat Osiris sukses, Seth ingin menjadi Firaun dan membuat rencana untuk menipu, memperdaya dan membunuh Osiris, hingga akhirnya bisa mengambil alih Mesir.

Trik kotor dilakukan Seth untuk bisa memperdaya Osiris, salah satunya dengan tantangan untuk mencoba sebuah peti. Ternyata, Osiris lah yang paling cocok untuk masuk ke dalam peti tersebut. Ketika Osiris berada dalam peti, Seth langsung membanting tutup peti dan memasangnya. Kemudian, peti tersebut dihanyutkan ke sungai Nil.

Istri Osiris, Isis, sangat mencintai suaminya. Ia melakukan pencarian ke mana-mana untuk menemukan Osiris. Ketika Seth mengetahui bahwa Isis sedang mencari Osiris, maka dengan cepat ia langsung mencari peti tersebut. Setelah Seth menemukannya, ia langsung membuka dan memotong tubuh Osiris menjadi banyak bagian yang kemudian disebarkan ke empat penjuru bumi.

Isis bekerja keras untuk menemukan semua bagian tubuh Osiris. Nah, ketika ia menemukan semua bagiannya, Isis langsung menyatukan kembali tubuh Osiris dan membungkusnya dengan perban linen. Dengan kekuatan magisnya, Isis mencoba untuk menghidupkan kembali Osiris. Namun, Osiris memberitahukan bahwa ia gak bisa hidup kembali dan harus pergi ke alam baka.

Dari kejadian tersebut, Osiris menjadi mumi pertama yang muncul di bumi ini. Sejak saat itu, orang-orang Mesir Kuno menyimpan patung Osiris dan menganggapnya sebagai dewa untuk menghormatinya.

Tahapan Mumifikasi

tahapan mumifikasi
Tahapan dari jasad yang dibuat menjadi mumi (foto oleh Yu Zhao dari Flickr)

Kalau kita lihat, pembuatan mumi itu hanya membungkus tubuh mayat dari ujung kepala sampai ujung kaki menggunakan perban. Tapi, dalam prosesnya gak semudah itu lho, guys. Ada proses panjang dan rumit di baliknya. Sebelum proses mumifikasi, jenazah harus dimandikan terlebih dahulu. Selanjutnya, lakukan tahapan sebagai berikut.

  • Masukkan pengait melalui lubang hidung dan tarik sebagian otak keluar

Langkah pertama dalam pembuatan mumi adalah dengan mengeluarkan organ dalamnya. Otak menjadi organ pertama yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh jenazah. Pengambilannya dilakukan melalui lubang hidung, diberi pengait, dan menarik sebagian otak. Kalau dibayangkan serem banget ya, guys.

Oh iya, pihak yang melakukan proses mumifikasi adalah seorang pendeta yang memakai topeng Anubis. Apa itu Anubis? Jadi, Anubis adalah dewa kematian yang berkepala serigala. Seperti yang kita tau kalau pembuatan mumi ini sangat erat dengan ‘kematian’.

  • Lakukan sayatan pada tubuh bagian kiri dekat perut dan angkat semua organ dalamnya

Sayatan ini dilakukan untuk mengambil organ dalam dari tubuh jenazah. Selanjutnya, angkat organ dalam seperti paru-paru, usus, lambung, hati, jantung, dll keluar. Jangan sampai ada organ yang tertinggal. Hal ini dilakukan untuk mencegah pembusukan.

  • Tempatkan paru-paru, usus, lambung dan hati ke dalam toples kanopik.

Tempatkan organ-organ internal ke dalam toples kanopik yang berisi natron. Natron tersebut mengandung baking soda dan soda ash atau Natrium Karbonat (Na2CO3) yang digunakan untuk mengawetkan organ-organ tersebut.

Toples kanopik adalah sebuah guci yang ditempatkan di peti kanopik pada ruang pemakaman mumi. Masing-masing dari toples kanopik memiliki penutup yang berbeda-beda, yaitu gambar kepala seseorang menjaga hati (imsety), elang yang mengawasi usus (qebehsenuef), seekor babon yang melindungi paru-paru (hapy), dan seekor serigala yang menjaga perutnya (duamutef).

Kenapa kok mereka punya gambaran yang berbeda-beda? Karena, gambar pada masing-masing toples kanopik menggambarkan keempat putra Horus, yaitu Dewa Langit Mesir Kuno dan pelindung Fir’aun. Nah, Horus ini biasanya digambarkan sebagai elang atau pria berkepala elang.

  • Masukkan kembali jantung ke dalam tubuh

Jika organ lain dibiarkan di dalam kanopik, lain halnya dengan jantung yang akan diletakkan kembali ke dalam tubuh mumi setelah pengawetan. Hal ini dikarenakan orang-orang Mesir Kuno menganggap bahwa jantung adalah jiwa, tempat pikiran dan perasaan. Sehingga, jantung juga akan tetap dibutuhkan di akhirat.

  • Bilas bagian dalam tubuh dengan minuman anggur dan rempah-rempah

Setelah jasad dikosongkan, selanjutnya akan dioleskan natron untuk membuatnya kering. Selain itu, jasad juga akan diolesi resin, minyak, anggur dan rempah-rempah untuk membuatnya tetap kering dan juga tidak berbau busuk.

  • Tutupi jenazah dengan natron atau garam selama 70 hari

Kubur jasad dalam larutan garam yang terdiri atas sodium bikarbonat, sodium karbonat, sodium sulfat, dan sodium klorida untuk membuatnya tetap awet. Nah, di sini juga ada diskriminasi kelas ekonomi lho, guys. Bagi para bangsawan, jasadnya akan dikubur dalam larutan garam alami yang berada di wilayah Mesir, tepatnya di Wadi Natrun. Sedangkan, untuk rakyat jelata akan diberikan garam biasa. Nah, penguburan ini dilakukan selama 70 hari.

  • Setelah 40 hari, isi tubuh jenazah tersebut dengan kain linen atau pasir supaya memiliki bentuk tubuh layaknya orang yang masih hidup

Menjelang 70 hari, tepatnya saat 40 hari penguburan, isi tubuh jasad dengan kain linen atau pasir. Hal ini dilakukan untuk membentuk tubuh layaknya manusia. Supaya gak gepeng gitu, guys. Tetap terlihat berisi. Setelah selesai, tutup kembali sayatan dengan cara dijahit. Kemudian, lanjutkan proses penguburan lagi hingga 70 hari.

  • Setelah 70 hari, bungkus atau balut seluruh tubuh dari ujung kepala hingga kaki

Setelah 70 hari, lakukan pemandian kedua terhadap jasad sebelum akhirnya dibalut perban. Guyurkan resin ke seluruh tubuh untuk membuat kain menempel pada mumi. Setelah dimandikan dan diguyur resin, balutkan perban ke seluruh tubuh dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan kain linen yang telah dipotong berbentuk strip.

  • Tempatkan jenazah yang telah dibungkus perban ke dalam sarkofagus

Setelah semua proses berjalan dengan baik, terakhir letakkan jasad yang telah dibalut kain linen tersebut ke dalam peti mati atau sarkofagus. Peti mati ini bentuknya beragam dan dihias dengan rumit juga, khususnya bagi para bangsawan. Kalau kamu lihat, sarkofagus milik raja-raja Mesir Kuno pasti sangat mewah kan?

Selain ukurannya yang besar dengan desain menarik, di dalam peti tersebut juga diletakkan harta untuk memastikan perjalanan arwah ke alam baka lancar tanpa kekurangan apa pun. Keluarga biasanya memasukkan harta benda, makanan, minuman anggur, dan juga hewan peliharaan yang juga ikut diawetkan bersama tuannya untuk menemaninya ke alam baka.

Begitu hebatnya proses pengawetan jenazah yang dilakukan oleh Mesir Kuno. Hingga saat ini pun kita bisa melihat seperti apa gambaran dari orang-orang zaman dulu dan seperti apa orang tersebut di kehidupannya sekitar 3000 tahun yang lalu. Kamu bisa melihat video ilustrasi dari mumifikasi pada video berikut ini:

Baca Juga Artikel Lainnya

Bagaimana Orang Kesurupan Menurut Ilmu Kedokteran?

Benci Mendengar Rekaman Suara Sendiri, Kok Bisa?

Kenapa Sarang Lebah Berbentuk Heksagonal?

Bagikan artikel ini: