bentuk sarang lebah

Kenapa Sarang Lebah Berbentuk Heksagonal?

Artikel ini akan menguraikan alasan mengapa sarang lebah berbentuk segi enam atau heksagonal. Penasaran? Simak penjelasan lengkapnya di sini!

Halo, sobat Zenius! Masih seputar topik peternakan, kali ini pembahasan datang dari lebah. Cukup dekat ya dengan kehidupan kita sehari-hari. Seringkali kita amati bahwa sarang mereka itu berbentuk heksagonal atau segi enam. Kebayang gak?

Nah, coba kamu amati sekeliling rumah, kira-kira ada sarang lebah yang menggantung gak? Coba gimana bentuk sarangnya? Eitss.. tapi kamu juga jangan sampai salah ya membedakan antara lebah dan tawon. Iya, mereka adalah spesies yang berbeda lho. Ini dia perbedaannya.

Perbedaan Lebah dan Tawon

perbedaan lebah dan tawon
Gambaran dari (i) Lebah dan (ii) Tawon

Hayoo.. siapa yang masih mengira kalau lebah dan tawon itu sama? Faktanya mereka itu beda spesies lho, guys. Lalu, gimana sih cara membedakan keduanya? Mudah kok, kamu bisa melihat dari bentuk tubuhnya, makanannya, tingkah lakunya, sarang, dan yang lainnya. Berikut adalah uraian lengkapnya.

  • Bentuk Tubuh Lebah Lebih Berisi

Hal pertama yang paling mudah untuk kamu amati adalah bentuk tubuhnya. Tubuh lebah lebih berisi dibandingkan dengan tawon. Kalau diibaratkan manusia, tubuh tawon itu langsing atau ramping deh.

Selain itu, tubuh lebah juga ada banyak bulu-bulunya. Sedangkan tawon hanya sedikit bulu dan permukaannya lebih halus. Oh iya, kalau kamu mau mengamati lebih detail lagi, kamu bisa lihat bahwa di kaki lebah ada keranjang serbuk sari, sedangkan pada kaki tawon tidak ada.

  • Lebah Hanya Memakan Nektar dan Serbuk Sari

Lho, memang tawon tidak makan nektar? Lalu, makanan tawon apa? Tawon merupakan hewan predator yang bisa makan nektar, juga bisa makan serangga lain. Sedangkan, lebah termasuk hewan polinator (penyerbuk). Itulah yang membuat lebah hanya memakan nektar dan serbuk sari.

  • Tingkah Laku Lebah Tidak Agresif

Lebah merupakan hewan yang tenang dan santai. Lain halnya dengan tawon yang cenderung agresif dan lebih mudah terpancing emosi. Bahkan kalau tawon terpancing emosi, dia akan mengirimkan sinyal kepada kawanannya untuk menyerbu korban bersama-sama. Selain itu, suara tawon juga lebih berisik dan berdengung gitu. Kamu pasti sering dengar tawon berdengung ‘kan?

  • Sarang Lebah dari Wax, Sarang Tawon dari Kunyahan Serat Kayu

Kalau kamu lihat sarang milik lebah yang berbentuk heksagonal, ternyata bahannya dari wax atau zat lilin lho. Lebih lengkap tentang sarang dari wax ini akan aku jelaskan di pembahasan selanjutnya ya, guys.

Sedangkan, sarang tawon terbuat dari kunyahan serat kayu. Nah, larena tawon ini gak punya kelenjar penghasil lilin, jadi mereka memanfaatkan serat kayu yang bercampur air liurnya untuk membuat sarang. Kalau di rumah kamu ada sarang berbentuk seperti bulatan atau bola (bukan heksagonal), dan teksturnya mirip kertas, maka itu adalah sarang tawon. Hati-hati ya, guys. Mereka galak-galak. Hihii.

  • Lebah Hanya Menyengat 1x, Sedangkan Tawon Bisa Berkali kali

Pernah dengar gak ada lebah yang setelah menyengat langsung mati? Yap, lebah madu hanya bisa menyengat satu kali saja. Karena alat penyengat lebah madu sangat kuat, jadi setelah mereka mengeluarkan dan menyengat korban, maka dia akan kesulitan menarik kembali alat penyengat tersebut. Gak hanya itu lho, perutnya juga akan robek dan kehilangan otot, saluran pencernaan, dan sarafnya.

Lain halnya dengan tawon yang gak akan mati setelah menyengat. Bahkan, mereka bisa menyengat korbannya berkali-kali. Kalau kamu pernah disengat tawon gak? Gimana rasanya?

  • Lebah Bisa Menghasilkan Madu, Sedangkan Tawon Tidak Bisa

Perbedaan selanjutnya dilihat dari bisa tidaknya memproduksi madu. Lebah bisa menghasilkan madu, sedangkan tawon gak bisa lho, guys. Ya meskipun tawon juga makan nektar, tapi mereka tetap gak bisa memproduksi madu. Kenapa? Karena tawon mengambil nektar untuk diberikan kepada anak-anaknya atau tawon muda untuk tambahan energinya.

Alasan Kenapa Sarang Lebah Berbentuk Heksagonal

“Kenapa sih sarang lebah bentuknya segi enam? Kok gak lingkaran, segitiga, atau persegi aja?”

Hayoo.. siapa yang pernah punya pertanyaan seperti itu? Atau justru kamu gak ngeh kalau sarang mereka berbentuk heksagonal? Hmmm.. kalau gak tau, berarti setelah baca ini kamu jadi tau donk bentuk dari sarang lebah itu seperti apa. Lumayan ‘kan selalu ada informasi yang akan kamu dapatkan ketika rajin membaca. Langsung aja deh ini dia alasannya.

Pembuatan Sarang Berdasarkan Kebutuhan

Lebah membutuhkan tempat untuk menyimpan nektar dari bunga tumbuhan yang kemudian akan diolah menjadi madu. Selain sebagai tempat penyimpanan nektar, sarangnya juga digunakan sebagai tempat tinggal bagi anggotanya, bahkan gak sedikit lho yang tinggal di sarang tersebut. Kamu tau ‘kan kalau lebah itu jumlahnya banyak? Gak seperti tawon yang dalam satu sarang hanya ada beberapa ekor saja.

Nah, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka dibuat ruang-ruang kecil pada sarang supaya bisa muat banyak anggota. Bayangin aja anggota sebanyak itu harus menempati sarang yang berisi madu juga. Kalau ada ruang-ruang kecil ‘kan jadi lebih enak ya, guys.

bentuk sarang lebah
Penggunaan sarang lebah untuk menyimpan madu dan tempat tinggal anggotanya (foto oleh Ion Ceban dari Pexels)

Bentuk Heksagonal Paling Efektif dan Efisien

 Tidak seperti tawon yang membuat sarang dari serat kayu dan air liurnya, lebah menggunakan wax atau zat lilin dalam proses pembuatan sarangnya. Tapi, proses pembuatan sarang menggunakan wax gak berlangsung instan ya, guys. Mereka harus bekerja ekstra keras, karena mereka harus memakan 8 ons madu untuk menghasilkan 1 wax.

Dari kondisi seperti itulah akhirnya lebah berpikir kira-kira bentuk sarang apa yang cocok supaya sarang jadi, tapi tidak membutuhkan banyak wax alias harus hemat bahan. Nah, selain alasan tersebut, sarang juga harus bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan madu.

Coba sekarang kita ikut berpikir seperti lebah, yuk! Perhatikan susunan bangun datar di bawah ini ya.

rencana pembuatan sarang lebah

Dari susunan bangun di atas, kita bisa lihat kalau bentuk sarangnya lingkaran, maka ada sisa ruangan atau space di sana, kurang efisien deh jadinya. Lalu, segitiga dan persegi bagaimana? Hmmm, memang benar tidak ada space antar bangunnya, tapi apakah bisa menghemat wax? Ternyata tidak. Bangun segitiga dan persegi ternyata membutuhkan jumlah wax yang cukup banyak. Selanjutnya ada pentagonal. Kalau dilihat dari susunannya sangat tidak efisien ya, guys. Ada banyak space di sana. Terakhir, bagaimana kalau bangun heksagonal? Wah, ternyata antar sisi bangun bisa saling fit dan bisa lebih menghemat wax. Akhirnya diputuskanlah untuk menggunakan bangun heksagonal untuk bentuk sarangnya.

Lihat ‘kan heksagonal adalah bentuk yang paling ideal dibandingkan dengan bentuk lainnya. Tidak ada space antar sisinya, bisa dibuat dengan jumlah wax yang tidak terlalu banyak, tapi bisa menghasilkan banyak ruangan yang bisa digunakan untuk tempat tinggal anggota lebah dan penyimpanan madu. Keren banget gak sih? Ternyata lebah pintar matematika juga ya, guys. Bahkan udah sekelas arsitek deh kayaknya. Hihihi.

Setelah membaca uraian di atas dengan saksama, dan suatu hari nanti ada yang bertanya ke kamu, “Kenapa kok sarang lebah bentuknya segi enam?”, kamu udah bisa menjawabnya dengan baik dan keren ya, guys. Yap, sarang tersebut berbentuk heksagonal karena bentuk itulah yang paling efisien di bandingkan dengan bentuk lainnya. Seperti tidak ada space antar sisinya, bisa menghemat produksi wax, dan bisa digunakan sebagai penyimpanan madu sekaligus tempat tinggal bagi anggotanya. Sangat multifungsi ya, guys.

Oke, segitu dulu penjelasan mengenai alasan di balik bentuk sarang lebah yang sangat artistik itu. Buat kamu yang masih penasaran tentang suatu hal dan ingin Zenius membahasnya, langsung tinggalin komentar di bawah ini ya, guys. Have a nice day!

Baca Juga Artikel Lainnya

Pupuk Kandang Ayam, Sapi, dan Kambing, Apa Bedanya?

Mana yang Duluan, Ayam atau Telur?

Musik Bisa Meningkatkan Produksi Susu Sapi loh!