Produktivitas susu sapi perah meningkat

Musik Bisa Meningkatkan Produksi Susu Sapi loh!

Artikel ini akan mengupas fakta mengenai manfaat musik bagi produktivitas sapi perah.

Produktivitas susu sapi perah meningkat
Produksi susu meningkat, peternak bisa lebih untung

Hallo, guys! Kali ini aku pengen membahas tentang dunia peternakan, khususnya tentang susu sapi. Ngomong-ngomong tentang susu, kamu suka mengonsumsi minuman sehat ini gak? Kalau aku sih suka banget, apalagi susu murni, karena aku pribadi kurang suka dengan minuman yang terlalu manis.

Nah, mayoritas susu yang kamu konsumsi atau yang dijual di pasaran itu berasal dari sapi perah, karena susu yang dihasilkan dari kambing harganya cenderung lebih tinggi, guys. Kenapa tuh? Kalau kamu penasaran, boleh banget kok next artikel aku bahas. Sekarang, aku mau fokus bahas sapi perah dulu, oke?

Kamu tau gak, kalau ternyata sapi perah juga menyukai musik seperti kita para manusia?

Wah, emang iya? Musik jenis apa? Emang ada pengaruhnya ke sapi dengan mendengarkan musik?

 

Pengaruh Faktor Lingkungan

Oh, berpengaruh dong. Sapi juga sama seperti manusia, faktor lingkungan (eksternal) sangat berpengaruh terhadap produktivitasnya, yaitu sebesar 70%. Sedangkan, faktor genetik (internal) hanya mempengaruhi sebesar 30%. Lalu, faktor lingkungan itu yang seperti apa sih? Faktor lingkungan dibedakan menjadi dua komponen, yaitu abiotik (benda mati: air, tanah, udara, sinar matahari, suhu, dan mineral) dan biotik (benda hidup: manusia, hewan, tumbuhan).

Nah, faktor lingkungan yang tidak baik dapat menyebabkan sapi stress. Misalnya ada gangguan dari lingkungan seperti kebisingan, proses/teknik pemerahan yang kurang baik, gangguan hewan lain, atau penyakit yang sedang diderita sapi. Gangguan tersebut akan mengganggu hormon laktasi, yang mana akan terjadi pelepasan hormon adrenalin dan kelenjar pituitary melalui stimulasi terhadap hypothalamus. Kemudian, hormon adrenalin tersebut akan menyebar ke dalam aliran darah menuju ambing. Kamu tau fungsi dari hormon adrenalin? Pengeluaran hormon ini akan membuat jantung berdetak lebih cepat dan bekerja lebih keras, sehingga akan menimbulkan kewaspadaan. Kalau sudah begitu, tentu otot ambing pada sapi perah menegang, sehingga produksi susunya sedikit.

Proses hormon dalam pemerahan sapi perah
Proses pemerahan dan keluarnya susu yang dipengaruhi oleh hormon

Bayangkan kalau sapi perah terus-menerus merasa stress, pasti produksi susunya juga menurun. Peternak rugi, kebutuhan masyarakat akan susu juga tidak dapat tercukupi. Kamu masih mau minum susu, kan? Maka dari itu, kamu juga harus memperhatikan keadaan lingkungan sapi. Kalau kamu berkunjung ke peternakan sapi, jangan berisik dan bergerombol, ya. Karena sapi tidak menyukai kebisingan dan orang banyak. Ternyata sapi introvert ya, guys. Hahaha.

Musik Bisa Mengurangi Stress

Kita sebagai manusia kalau stress juga suka mendengarkan musik, apalagi saat galau, iya gak? Sapi juga bisa kali. Seorang peneliti dari University of Leicester, Leanne, melakukan analisis bahwa musik juga bisa mengurangi stress pada sapi perah. Sapi yang diperdengarkan musik akan lebih merasa tenang dan nyaman. Tapi, musik yang diperdengarkan juga gak semua jenis playlist, guys.

Di antara jenis musik Klasik, Jazz, Rock, Pop, dan Reggae. Kira-kira sapi suka jenis yang mana, nih?

Ternyata, sapi lebih menyukai irama musik yang lembut dan menenangkan, seperti musik klasik dan tradisional. Sedangkan sapi yang diperdengarkan musik jazz, cenderung tidak memberikan efek peningkatan. Kenapa? Karena, musik jazz memiliki karakter yang cenderung berontak, harmoninya rumit, tonalitas yang luas, dan sering terjadi modulasi. Itulah mengapa sapi merasa tidak nyaman.

 

Stress Berkurang, Produksi Susu Meningkat

Nah, setelah mengetahui bahwa musik bisa mengurangi stress pada sapi perah, sekarang efek lainnya apa sih kira-kira?

Ketika sapi jauh dari stress dan merasa nyaman, maka produksi susu akan meningkat. Kok bisa? Iya dong. Kalau sapi stress, maka hormon yang dilepaskan adalah adrenalin. Ketika sapi merasa nyaman, maka yang dilepaskan adalah hormon oxytocin. Hormon tersebut akan menyebar ke dalam aliran darah yang menuju ambing, sehingga otot menegang dan produksi susu akan lebih banyak. Fungsi dari hormon oxytocin atau ‘hormon cinta’ ini salah satunya dalam proses turunnya susu (let-down).

Penelitian yang dilakukan di University of Leicester membuktikan bahwa sapi perah yang diperdengarkan musik akan meningkatkan produksi susunya sebanyak 3% dibandingkan dengan sapi yang tidak diperdengarkan musik. Nah, contoh musik klasik yang memberikan efek tenang dan nyaman adalah Beethoven’s Pastoral Symphony dan Simon & Garfunkel’s Bridge Over Troubled Water.

Sedangkan, musik seperti Mud’s Tiger feet dan Size of a Cow dari Wonderstuff tidak memberikan efek peningkatan apapun terhadap produksi susu sapi perah. Coba deh kamu bandingkan dan amati dulu kedua jenis musik ini!

Oh iya, selain bisa meningkatkan produksi susu, musik yang menenangkan juga bisa menurunkan rata-rata denyut jantung sapi. Mungkin sama seperti kita ya, guys. Ketika berada di posisi atau keadaan nyaman, kita cenderung lebih tenang dan santai, sehingga denyut jantung juga lambat. Sedangkan kalau kita merasa panik, deg-degan, dan tidak nyaman, maka kita akan merasa waspada dan denyut jantung juga akan cepat. Hal ini disebabkan oleh adanya hormon kortisol. Ketika merasa tenang, maka produksi hormon tersebut akan rendah, begitu pun sebaliknya. Pengaruh dari hormon kortisol adalah konsumsi pakannya. Ketika hormon yang diproduksi rendah, maka konsumsi pakan juga akan meningkat. Tentu, sapi juga akan semakin sehat.

Nah, itu dia pengaruh musik bagi produksi susu sapi perah. Gak nyangka kan, ternyata sapi juga suka mendengarkan musik seperti manusia. Tapi, diperlukan usaha yang konsisten juga kalau mau menggunakan musik untuk meningkatkan produksi susu, jadi gak tiba-tiba/instan ya. Semoga artikel ini bisa membuka wawasan kamu tentang dunia peternakan, khususnya sapi perah. Kalau kamu punya pertanyaan atau ada bahasan yang ingin kamu tau lebih lanjut, langsung kasih komentar di bawah aja ya, guys! Have a nice day!

 

Baca Juga Artikel Lainnya

Penjelasan Ilmiah Pengemudi Truk Suka Bikin Konvoi

Apa Itu Tahun Kabisat dan Mengapa Februari 2020 Memiliki 29 Hari?

Apa Jadinya Ketika Bumi Mendekat dan Menjauh dari Matahari