pupuk kandang

Pupuk Kandang Ayam, Sapi, dan Kambing, Apa Bedanya?

Artikel ini akan menjelaskan tentang perbedaan kandungan, manfaat, dan cara pengolahan berbagai jenis pupuk kandang, yaitu ayam, sapi, dan kambing.

Hi, guys! Kamu punya tanaman di rumah atau kebun? Kira-kira agar tanaman tersebut tumbuh subur, selain rajin menyiramnya, kamu bakal kasih mereka apa lagi? Yap, pupuk donk pastinya. Dengan kamu memberikan pupuk kepada tanamanmu, berarti kamu menambah unsur hara ke dalam tanah dan tanaman tersebut. Sehingga, kebutuhan hara yang diperlukan oleh tanaman akan tercukupi, dengan begitu tanaman tersebut bisa berproduksi dengan baik.

Nah, ternyata jenis pupuk beragam lho, guys. Ada pupuk anorganik, dan pupuk organik. Pupuk anorganik itu biasanya diproduksi oleh pabrik pupuk, contohnya urea dan TSP. Sedangkan, pupuk organik itu berasal dari sisa tanaman maupun hewan, contohnya pupuk kandang. Oke, di sini aku akan ngomongin soal pupuk kandang yang ternyata berasal dari ayam, sapi, sama kambing tuh ada bedanya loh. Penasaran ‘kanYuk, langsung simak informasi di bawah ini ya!

Apa Itu Pupuk Kandang?

Sebelum bahas ke perbedaan ketiga pupuk kandang itu, sebenarnya pupuk kandang itu apa sih? Apakah asalnya dari kandang? Kalau menurut Riyo Samekto, dalam buku Pupuk Kandang tahun 2006 sih gini, pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kandang ternak, baik berupa kotoran padat (feses) yang bercampur sisa makanan, maupun air kencing (urine), seperti sapi, ayam, dan kambing.

pupuk kandang
Pupuk kandang sapi yang sudah matang dan siap untuk dikemas (dok. pribadi penulis)

Nah, ‘kan tadi di awal udah aku sampaikan kalau ada dua jenis pupuk, yaitu pupuk anorganik dan pupuk organik. Kira-kira manakah yang lebih bermanfaat bagi tanaman?

Perbedaan Pupuk Anorganik dan Pupuk Kandang (Organik)

Oke, jadi gini, kalau dilihat secara jangka pendek, memang pupuk anorganik lebih unggul. Penggunaannya juga lebih mudah dengan hasil yang instan. Tentu saja hal itu lebih menarik perhatian para petani dibandingkan dengan penggunaan pupuk organik. Selain membutuhkan proses, pupuk organik juga tidak memberikan hasil yang instan seperti pada pupuk anorganik. Tapi, kalau dilihat secara jangka panjang, pupuk organik memberikan manfaat dan keuntungan yang besar bagi lingkungan dan hasil pertanian.

Yap, pupuk anorganik dalam jangka panjang bisa menyebabkan pencemaran lingkungan, akibat degradasi lahan pertanian. Dalam praktiknya, kandungan pupuk anorganik banyak yang terbuang ke tanah. Nah, kebayang ‘kan kalau penggunaan dilakukan secara terus-menerus tentu akan mempercepat habisnya zat-zat organik dalam tanah. Hal itu akan merusak keseimbangan tanah, sehingga dapat menimbulkan berbagai masalah pada tanaman. Sebaliknya, pupuk organik bermanfaat dalam mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan kualitas tanah secara berkelanjutan. Kandungannya bisa meningkatkan humus dalam tanah. Tentu saja, harga pupuk organik juga lebih murah karena berasal dari limbah, bahkan gratis lho.

Salah satu contoh pupuk organik adalah pupuk kandang. Nah, pupuk kandang juga bermacam-macam berdasarkan asal hewannya, ada ayam, sapi dan kambing. Kira-kira di antara ketiganya, adakah perbedaan yang mencolok mulai dari kandungan, manfaat, hingga cara pengolahannya? Yuk, kita bahas satu per satu!

Pupuk Kandang Ayam

Pupuk kandang ayam adalah pupuk yang berasal dari kotoran atau limbah ayam. Ingat ‘kan kalau kandungan unsur hara antara ayam, sapi dan kambing itu berbeda-beda? Nah, menurut Tohari, dalam buku Pupuk Organik Kotoran Ayam tahun 2009, kandungan unsur hara kotoran ayam yaitu Nitrogen (N) 1%, Phospor (P) 0,8% dan Kalium (K) 0,4%. Dari kandungan tersebut, bisa kita lihat kalau pupuk ini mengandung N cukup besar, bahkan paling besar dibandingkan dengan sapi dan kambing lho.

Kandungan unsur hara yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis hewan lainnya, tentu akan sangat baik jika digunakan untuk tanaman sayur. Nah, memang betul nih kalau ternyata pupuk kandang ayam sering digunakan oleh petani sayuran. Kenapa petani sayuran kak? Karena, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Andayani dan La Saridu, dalam jurnal Agrifor tahun 2013, pupuk kandang ayam memiliki tekstur berupa butiran halus yang mudah terdekomposisi dengan cepat. Sehingga, pupuk tersebut juga akan lebih cepat diserap tanah dan tanaman. Tapi, tetap harus melalui proses pengomposan terlebih dahulu ya. Ciri-ciri kotoran ternak yang sudah matang yaitu suhunya dingin, gak berbau, dan wujudnya udah berubah, lebih mirip tanah, guys.

Beberapa penelitian juga menyebutkan kalau tanaman yang diberikan pupuk kandang ayam ini akan memberikan respon yang terbaik pada musim pertama lho, dengan unsur hara N dan P yang tinggi, maka akan mempercepat proses pembungaan dan pertumbuhan tinggi tanaman. Seperti yang kita ketahui, bahwa untuk memanen sayuran itu tidak membutuhkan waktu yang lama. Jadi, pupuk kandang ayam paling cocok nih untuk sayuran.

Pupuk Kandang Sapi

Pupuk kandang sapi adalah pupuk yang berasal dari kotoran sapi. Banyak peternak sapi yang memanfaatkan limbah kotoran tersebut untuk dijadikan pupuk. Nah, kira-kira kandungan unsur hara kotoran sapi ada apa aja ya, apakah lebih tinggi dari ayam atau lebih kecil? Ini dia, kandungan unsur hara pada pupuk kandang sapi yaitu Nitrogen sebesar 0,4%, Phospor 0,2%, dan Kalium 0,17%. Ternyata, lebih tinggi ayam ya, guys.

Oh iya, kamu pernah melihat kotoran sapi gak? Menurutmu teksturnya seperti apa? Yap, betul sekali. Kotoran sapi memiliki kandungan air yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis hewan lainnya. Sehingga, tingkat kelembapannya juga lebih tinggi. Meskipun tingkat kelembapan tinggi, tetapi kotoran sapi memiliki memiliki tekstur yang padat dengan kadar serat tinggi, seperti selulosa. Sehingga, akan mengalami dekomposisi lebih lambat dibanding yang lainnya. Tapi, jenis pupuk kandang sapi ini juga banyak diminati petani sayuran setelah ayam lho.

Dilansir dari hasil penelitian Hartatik dan Widowati dari Balai Penelitian Tanah, kotoran sapi gak boleh langsung diaplikasikan ke tanaman tanpa melalui proses pengomposan sampai matang terlebih dahulu lho. Hal ini karena kandungan selulosa yang tinggi pada sapi, sehingga diperlukan proses dekomposisi lanjutan. Nah, proses tersebut membutuhkan unsur N dalam kotoran sapi. Coba bayangkan, kalau kotoran sapi langsung diaplikasikan ke tanaman, berarti akan terjadi perebutan unsur N antara proses dekomposisi tersebut dengan tanamannya sendiri. Ingat ya, ‘kan tanaman membutuhkan unsur hara tersebut untuk nutrisinya. Oh iya, kotoran sapi yang udah matang tandanya gak berbau atau lebih mirip bau tanah, gembur, warnanya hitam gelap, suhunya dingin, dan gak lengket lagi. Bener-bener mirip tanah deh!

Pupuk Kandang Kambing

Sekarang udah tau lah ya… pupuk kandang kambing berarti pupuk yang berasal dari kotoran kambing. Kandungan unsur hara pada pupuk kandang kambing yaitu Nitrogen 0,6%, Phospor 0,3%, dan Kalium 0,17%. Gak beda jauh ‘kan dari sapi? Tapi, memang kandungan N dan P kambing lebih tinggi dibandingkan dengan sapi.

Kamu pernah melihat kotoran kambing ‘kan? Itu lho yang bentuknya bulat-bulat berwarna hitam. Iya betul, seperti boba. Hihihi. Teksturnya yang seperti itu akan sulit untuk dipecah secara fisik, sehingga berpengaruh juga terhadap proses dekomposisinya. Sama seperti sapi, kotoran kambing juga lebih baik melalui proses dekomposisi terlebih dahulu sampai matang sebelum diaplikasikan ke tanaman. Tandanya kotoran tersebut matang yaitu teksturnya kering, suhunya dingin, dan tidak berbau. Nah, pupuk kandang kambing ini sangat cocok diaplikasikan pada pemupukan kedua untuk merangsang pertumbuhan bunga dan buah.

Dari ketiga jenis pupuk kandang di atas, hampir semua hasil akhirnya atau kotoran hewan yang udah matang bentuknya sama, yaitu gak berbau, suhunya dingin, dan teksturnya mirip-mirip tanah gitu, guys. Untuk pupuk kandang kambing, meskipun udah matang, tetapi ada juga yang tanpa dihancurkan, jadi bentuknya ada yang masih bulat-bulat gitu.

Nah, itu dia informasi mengenai perbedaan pupuk kandang ayam, sapi dan kambing. Jadi, peternakan itu benar-benar zero waste banget ya, guys. Semuanya bisa dimanfaatkan dengan baik. Kamu tertarik untuk menggunakan pupuk kandang yang mana nih? Kenapa tuh? Oke, sekian dulu ya informasi peternakan kali ini. Semoga informasi di atas bermanfaat ya buat kamu. Have a nice day!

Baca Juga Artikel Lainnya

Berkenalan dengan Hewan Hasil Perkawinan Silang, Yuk!
Kenapa Warna Telur Berbeda-beda?
7 Fakta Menarik Tentang Sapi