Teori modernisasi dalam mata pelajaran Sosiologi

Modernisasi – Teori, Ciri-Ciri, Syarat, Dampak, dan Contohnya

Nggak terasa, zaman tuh sudah berubah banget, ya? Salah satu hal yang paling gue syukuri atas kehidupan di zaman sekarang yaitu keberadaan ponsel. 

Soalnya, itu sudah jadi salah satu barang yang selalu ada di sisi gue selama 24 jam. Iya! Ngalahin gebetan yang katanya juga selalu ada di sisi, tapi nyatanya malah nge-ghosting.

Tapi menurut gue, penggunaan ponsel memang super efektif, sih. Ya … bayangin aja, deh. Sekarang, elo mau apa pun bisa digapai lewat ponsel. Laper? Bisa langsung pesan makanan lewat kurir online.

Kangen mantan? Bisa langsung chat atau video call walaupun jarak elo sama mantan terbentang ratusan kilometer jauhnya. Keren banget kan, teknologi zaman sekarang?

Coba bayangin kalau elo hidup di masa prasejarah, deh. For your information, di masa itu, manusia purba menggunakan asap, api, dan terompet buat alat komunikasi, lho. 

Kebayang nggak, elo menyampaikan rasa kangen lewat terompet? Atau lewat asap? Kalau zaman sekarang malah dikira kebakaran, sih.

Nah, makanya dunia kita dikenal erat banget sama teori modernisasi. Simpelnya, itu kayak perkembangan teknologi yang ada dari dulu sampai sekarang. Tapi, kenapa teori modernisasi bisa terjadi, ya? Terus, ini bakal terus berlanjut sampai ratusan tahun ke depan nggak, sih?

Yuk, temenin gue belajar tentang teori modernisasi di sini.

Apa Itu Modernisasi?

Sebenarnya, modernisasi ini berasal dari bahasa Latin, gengs. Pertama, modo yang artinya cara, dan ernus yang artinya masa kini. Jadi, pengertian modernisasi itu apa, dong? Cara masa kini?

Kalau secara harfiah, pengertian modernisasi adalah proses menuju masa kini. Tapi, banyak ahli yang mengeluarkan pendapatnya masing-masing, nih.

Ini dia beberapa rangkuman mengenai pengertian modernisasi menurut para ahli yang gue temuin. 

Tiga pengertian modernisasi menurut para ahli terkenal
Pengertian modernisasi menurut para ahli (Arsip Zenius)

Kalau dari pengertian teori modernisasi menurut para ahli di atas, kira-kira elo bisa menyimpulkan pengertiannya sendiri, nggak? 

Jadi, pengertian modernisasi adalah suatu proses perubahan sosial dari yang kuno menjadi lebih modern atau mengarah ke masa kini.

Uniknya, teori modernisasi ini bakal ada kaitannya sama sejarah. Kok, bisa? Soalnya, modernisasi dikenal erat sama modernitas. Nah, modernitas sendiri merupakan zaman dalam sejarah yang kita lalui dari dahulu kala sampai di masa kini. Contohnya kayak gambar di bawah ini, nih.

Kehidupan sejarah manusia sejak dahulu kala hingga saat ini ke masa modernisasi
Modernitas, yaitu kehidupan manusia dari masa ke masa (Arsip Zenius)

Sedangkan modernisasi sendiri lebih ke teknologinya. Di zaman dulu, manusia kalau mau masak biasanya pakai tungku api. Kalau sekarang, kebanyakan sudah mulai berganti dan pindah ke kompor. Itu yang dinamakan gejala modernisasi. Sampai sini paham, ya?

Tapi setelah dipikir-pikir, bagaimana modernisasi dapat terjadi, ya? Apa sih, tujuan modernisasi itu sendiri? Hmm … gue dapat informasi menarik, nih.

Kalau menurut Julie Buckler, profesor dari Harvard University di Amerika Serikat, tujuan modernisasi ini sangat penting supaya masyarakat di wilayah tertentu bisa ikut berkembang dan terpenuhi kebutuhannya.

Terus, apa yang mendorong orang melakukan proses modernisasi, dong? Simpelnya, ini dikarenakan masyarakat yang bersikap terbuka untuk menerima adanya perubahan. 

Dari beberapa informasi di atas, menurut elo bagaimana dampak modernisasi dalam perubahan sosial

Contoh modernisasi dalam perubahan sosial ini sebenarnya gampang banget, kayak yang sempat gue sebutkan di atas. Misalnya, dulu manusia menggunakan terompet buat komunikasi. Sekarang, manusia punya ponsel buat berkomunikasi.

Contoh modernisasi lainnya yang ada di depan mata yaitu Revolusi 4.0. Sederhananya, Revolusi 4.0 merupakan era di mana banyak banget sektor industri yang mengandalkan teknologi digital, nih. 

Siapa di sini yang suka kalap belanja online di e-commerce karena ada banyak promo sekaligus gratis ongkir? Nah! E-commerce ini jadi contoh modernisasi di Revolusi 4.0.

Selain itu, ada banyak juga contoh modernisasi yang sudah kita lewati sampai sekarang, lho. Ini dia beberapa contoh perkembangan teknologi saat ini.

Tiga contoh modernisasi yang paling dikenal hingga saat ini
Contoh modernisasi (Arsip Zenius)

Sadar ataupun nggak sadar, ternyata teori modernisasi ini memang sudah terjadi sampai sekarang, ya. 

Eh iya, tapi modernisasi ini berbeda sama globalisasi, ya. Perbedaan modernisasi dan globalisasi ini terletak di kondisinya. 

Kalau globalisasi yaitu kondisi saling terikat antara negara satu dan yang lainnya. Contohnya, dari segi ekonomi ada aktivitas ekspor dan impor yang jadi contoh nyata globalisasi. 

Sedangkan modernisasi sendiri lebih ke proses perubahan sosialnya. Terus, bagaimana modernisasi ekonomi yang terjadi di indonesia? Contohnya, keberadaan pusat perbelanjaan dari tradisional ke modern ini sudah jadi bukti nyata adanya modernisasi ekonomi, geng. 

Terus, perubahan tenaga kerja industri dari yang tadinya tenaga manusia menjadi tenaga mesin juga salah satu gejala modernisasi di bidang ekonomi. Nah, itu dia perbedaan modernisasi dan globalisasi dari segi ekonomi.

Jadi, teori modernisasi ini nggak cuma berdampak kepada kemajuan manusianya aja, ya. Tapi, ada pengaruhnya juga bahkan sampai ke ranah perekonomian.

Baca Juga: Mobilitas Sosial – Materi Sosiologi Kelas 11 

Ciri-Ciri Modernisasi

Nah, kita jadi sama-sama tahu rangkaian berbagai contoh modernisasi di atas, nih. Tapi berdasarkan contohnya, ada juga ciri-ciri modernisasi suatu wilayah, lho.

Jadi gini ….

Ciri pertama teori modernisasi terlihat dari kondisi pembangunan. Nah, infrastruktur atau pembangunan di sektor publik suatu wilayah ini harus terpenuhi mengikuti kebutuhan sosial masyarakatnya. Tujuannya, supaya masyarakat mendapatkan fasilitas yang mumpuni buat kehidupan sehari-hari.

Ciri kedua juga bisa dilihat dari kondisi kultural. Yap! Budayanya. Misalnya, gini. Di zaman prasejarah atau tepatnya Masa Mesolitikum, manusia itu biasanya berburu dan meramu kalau nyari makanan. 

Tapi, dalam teori modernisasi, manusia bakal mencari makanan melalui teknologi modern kayak memasak menggunakan alat-alat terbaru. Contohnya, kalau lagi lapar elo masak mie instan pakai kompor di rumah. 

Jadi, kalau elo mau tahu suatu wilayah sudah mengikuti teori modernisasi atau belum, elo bisa mengidentifikasi dari ciri-cirinya. Ingat aja kalau elo bisa lihat dari segi pembangunan sama kebudayaan dari wilayah tersebut, ya.

Baca Juga: Strategi Pemberdayaan Komunitas – Materi Sosiologi Kelas 12 

Syarat Modernisasi

Lho, memangnya harus ada syaratnya juga kalau suatu wilayah mau menerapkan teori modernisasi, ya? Sederhananya, syarat modernisasi ini jadi kebutuhan dasar suatu wilayah dan masyarakat yang mau menerapkan teorinya.

Lima syarat modernisasi
Syarat Modernisasi (Arsip Zenius)

Kita coba kupas satu per satu dari kelima syarat di atas, yuk!

Berpikir Ilmiah

Kenapa harus ada syarat yang berkaitan sama pola pikir? Gini, lho. Sebagai wilayah yang mau menerapkan teori modernisasi, manusia di dalamnya harus mampu berpikir ilmiah dulu. 

Simpelnya, elo bisa memilah informasi yang masuk ke lingkungan kita dengan cara berpikir lebih jauh agar terhindar dari hoax. Kalau misalkan manusia di wilayah tersebut saja masih kemakan sama hoax, bisa dibilang cukup susah buat menerapkan teori modernisasi.

Sistem Administrasi Birokratis

Nah, maksudnya birokratis yaitu sistem administrasi di wilayah tersebut harus mengikuti prosedur yang ada. 

Contoh gampangnya, pas lagi bikin KTP, deh. Kalau elo mau bikin KTP aja masih pake calo atau orang dalam, ya … belum bisa disebut sebagai birokratis dan masih susah buat menerapkan teori modernisasi.

Sistem Pengumpulan Data yang Baik

Syarat modernisasi lainnya juga suatu wilayah harus memiliki sistem pengumpulan data yang baik. Hal ini berkaitan erat banget sama kegunaan pengolahan data negara di masa yang akan datang, gengs.

Iklim atau Lingkungan yang Mendukung

Lingkungan yang mendukung yaitu bagaimana masyarakat bisa bersifat terbuka atas perubahan-perubahan yang memungkinkan akan terjadi kedepannya.

Organisasi atau Kedisiplinan Tinggi

Syarat modernisasi lainnya yaitu masalah kedisiplinan yang tinggi. Jiwa disiplin masyarakat tersebut harus tinggi supaya bisa menerima perubahan dalam teori modernisasi.

Wewenang yang Tidak Memihak atau Sentral

Terakhir, wilayah tersebut diharuskan memiliki wewenang yang adil, geng. Tujuannya, supaya nggak ada lagi kebijakan yang cuma menguntungkan masyarakat pusat atau sentral aja. Jadi, bisa lebih menyeluruh.

Itu dia keenam syarat yang perlu diterapkan kalau suatu wilayah mau menerapkan teori modernisasi. Intinya, syarat-syarat di atas ini berlaku buat setiap masyarakat sampai pemerintahannya juga.

Nah, dari keenam syarat modernisasi di atas, menurut elo Indonesia sudah menerapkan teori modernisasi belum, sih?

 Baca Juga: Upaya Mengatasi Ketimpangan Sosial – Materi Sosiologi Kelas 12 

Dampak Positif dan Negatif Modernisasi

Walaupun secara umumnya teori modernisasi ini bagus untuk masyarakat, tapi ternyata ada dampak negatifnya juga, lho. Oke, gue coba jelasin pelan-pelan mengenai dampak positif dan negatif modernisasi, ya.

Positifnya, teori modernisasi ini bisa membawa masyarakat untuk berpikiran lebih terbuka, rasional, dan mampu mengadaptasi adanya budaya-budaya baru. 

Terus, dampak positif modernisasi ini juga ada untungnya di masa depan. Simpelnya, masyarakat bakal lebih mudah untuk mengakses dan menjangkau apa pun karena perkembangan teknologi yang ada. 

Kalau begitu, apa saja dampak negatif dari modernisasi? Menurut informasi dari jurnal punya Soheila Panahi, dampak negatif modernisasi ini terletak di lingkungannya. 

Dengan teknologi yang semakin berkembang, efek polusi udara dan perubahan iklim juga semakin terasa, nih. Contohnya, penggunaan teknologi air conditioner (AC) dan transportasi bisa berpengaruh besar buat terjadinya pemanasan global

Tapi tenang aja! Dampak negatif modernisasi bisa dicegah, lho. Bagaimana cara mencegah dampak buruk modernisasi? Contohnya, elo bisa banget mengurangi penggunaan listrik yang menyebabkan krisis energi dan beralih ke sumber energi terbarukan

Itu dia beberapa dampak positif dan negatif yang ditimbulkan dari adanya teori modernisasi, geng. 

Wah, sejauh ini semoga elo jadi sangat tercerahkan tentang teori modernisasi, ya. Jadi, walaupun sifatnya baik untuk jangka panjang, teori modernisasi ini juga bisa berdampak buruk buat lingkungan kita, lho.

Pelajari materi Sosiologi di video materi belajar Zenius

Sampai sini ada yang masih bikin elo bingung, nggak? Nggak perlu khawatir! Zenius punya video penjelasan materi ini langsung dari tutornya, kok. Elo bisa klik banner di bawah ini, ya!

Contoh Soal Teori Modernisasi

Setelah penjabaran teori modernisasi di atas, gue mau menguji pemahaman elo, nih. Simpel, kok. Gue cuma kasih satu contoh soal yang perlu elo jawab di bawah ini.

Semangat ngerjainnya, ya!

Contoh Soal 1

Kontribusi sektor pertanian yang besar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional, sebagaimana dilansir dari LINE Jobs, kini menurun secara signifikan. Sektor pertanian tidak lagi menjadi salah satu sumber perekonomian terbesar di Indonesia. 

Untuk mencukupi kebutuhan penduduk yang terus bertambah, dunia pertanian kemudian mengadopsi istilah Revolusi Pertanian 4.0. Istilah ini merupakan posisi di mana pertanian diharapkan melibatkan teknologi digital dalam proses pengembangannya. 

Beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu memberikan penyuluhan besar-besaran dan melakukan demo penggunaan alat pertanian yang dilengkapi dengan teknologi modern.

(Sumber: wartaekonomi.co.id)

Berdasarkan uraian di atas, dampak yang akan diperoleh masyarakat desa adalah ….

A. memunculkan daya beli masyarakat golongan atas.

B. penghasilan masyarakat akan semakin tinggi.

C. menghasilkan nilai tambah dengan meningkatkan SDM pedesaan untuk menunjang produksi pertanian.

D. masyarakat akan melakukan urbanisasi atau perpindahan dari pedesaan ke perkotaan.

Jawaban:

Di sektor pertanian, kontribusi yang diambil bukan lah dari sektor atas melainkan dari sektor bawah. Utamanya yaitu untuk para petani. Keberadaan Revolusi Pertanian 4.0 bisa menghasilkan nilai tambah untuk produksi pertanian kedepannya.

Dari situ, efeknya akan dirasakan oleh para petani untuk menunjang produksi pertanian. Jadi, jawaban yang paling tepat dari pertanyaan di atas yaitu C.

Kesimpulan

Itu dia pembahasan kita hari ini tentang teori modernisasi. Kesimpulan dari gue, teori modernisasi ini memang menjadi bagian dari zaman yang akan terjadi supaya mempermudah kehidupan manusia di masa yang akan datang, gengs.

Nggak cuma asal terjadi, suatu wilayah juga harus menerapkan syarat modernisasi dari masing-masing masyarakat hingga pemerintahannya.

Nah, tapi teori modernisasi juga nggak terlepas dari berbagai dampak negatifnya, nih. Salah satunya sih, buat kesehatan lingkungan di masa depan. 

Kalau menurut elo sendiri, teori modernisasi ini bakal berlanjut sampai ratusan tahun ke depan nggak, sih? Boleh share pendapat elo di kolom komentar, ya!

Oh iya, selain satu contoh soal di atas, Zenius juga punya puluhan soal buat elo yang lagi mempersiapkan try out, lho. Lumayan banget nih, bisa sambil mengasah kemampuan elo mengerjakan soal-soal nantinya. 

By the way, latihan soalnya ini GRATIS! Penasaran banget, kan? Elo bisa langsung klik link di bawah ini aja, ya!

Latihan Try Out Bareng Zenius 

Nggak cuma pilihan soal, Zenius juga punya materi pembahasan UTBK buat elo, nih. Hayo … siapa yang lagi mempersiapkan UTBK, nih? Biar elo nggak salah langkah saat mempersiapkan diri, coba cek tips dari Zenius aja. Penasaran? Tonton videonya langsung, ya!

Reference:

Modernisasi dan Globalisasi – Materi UTBK Zenius

Pengertian Modernisasi Menurut Para Ahli, Dampak dan Contohnya – Katadata (2022)

Modernization – Britannica

The Importance of Modernization – The Urban Imagination / Julie Buckler

Modernisasi dalam Bidang Ekonomi – Sumber Belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Impact of Modernization on Development of Adolescents the Media, Culture, and Technology – Soheila Panahi (2015)

Bagikan Artikel Ini!