Apa Pengaruh Revolusi Industri 4.0 dalam Kehidupan Sehari-hari? 9

Apa Pengaruh Revolusi Industri 4.0 dalam Kehidupan Sehari-hari?

Buat para Android users, ada berita baru, nih! Google baru aja merilis Android 12L yang kabarnya bakal diaplikasikan sama Samsung, Lenovo, dan Microsoft.

Nah, si Android 12L ini sengaja dirancang dan dioptimalkan buat tablet sama perangkat yang bisa dilipat. Apalagi kita tahu, sekarang banyak banget handphone dengan model lipat. Nggak cuma itu aja, tapi handphone berbentuk tablet juga masih jadi favorit banyak orang. 

Terus, kelebihannya apa nih?

Di sini Google menyempurnakan sistem User Interface (UI) buat layar yang ukurannya besar, membuat aktivitas multitasking jadi lebih mulus, dan juga meningkatkan kompatibilitas aplikasi jadi lebih baik pas digunakan. Canggih, kan?

Rasanya mau berterima kasih sama perkembangan teknologi zaman sekarang, deh. Apalagi, dengan semakin canggihnya teknologi, mendorong hadirnya revolusi industri 4.0 di kehidupan kita sekarang. Wah, apalagi tuh?

Buat teman-teman yang ngerasa hidup semakin lebih mudah semenjak kehadiran ojek online, ini merupakan salah satu pengaruh positif dari kehadiran revolusi industri 4.0, lho. Selain itu, apa lagi ya pengaruhnya?

Supaya elo nggak bertanya-tanya lagi, sini ikut gue ngebahas revolusi industri 4.0 bareng, yuk!

Baca juga: Pentingnya Teknologi untuk Membuat Dunia yang Lebih Baik

Apa Itu Revolusi Industri 4.0?

Sebelum kita masuk ke pengaruhnya, gue mau ceritain dulu nih tentang apa itu revolusi industri 4.0 itu.

Oke, jadi revolusi industri 4.0 ini bisa dibilang sebagai penerus dari industri 3.0, karena kehadirannya memang berkembang dari situ.

Istilahnya mulai booming dan diperkenalkan pertama kali ke publik pada tahun 2011 sebagai “industrie 4.0” oleh sekelompok orang yang jadi perwakilan dari beberapa bidang seperti akademisi, politisi, dan pebisnis dari Jerman.

Pada saat itu, para peneliti dari Kementerian Pendidikan Federal Jerman mulai mengeksplorasi tren yang sedang terjadi, di mana mereka mau cari tahu kira-kira apa aja kecanggihan dari teknologi yang bisa lebih membantu kehidupan kita.

Sesuai sama namanya, pencarian ini memang difokuskan buat di bidang industri, ya. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada, mereka mulai berpikir gimana caranya supaya memudahkan orang untuk punya pengalaman kerja yang lebih efektif dan efisien.

Selang 9 tahun berjalan, Pemerintah Federal Jerman kemudian mengadopsi gagasan tersebut dalam high-tech strategy di tahun 2020. Setelah itu, mulai deh dibentuk sebuah tim buat memberikan saran lebih lanjut tentang penerapan industri 4.0 ini.

Oh iya, kayak yang tadi sempat disinggung sebelumnya, revolusi industri 4.0 ini merupakan penerus dari industri 3.0. Artinya, industri 4.0 merupakan revolusi keempat yang ada. Sebelumnya tuh ada revolusi industri 1.0, 2.0, dan 3.0.

Terus, bagaimana perkembangan dan bedanya revolusi industri 4.0 dengan yang sebelumnya? Sini, gue jelasin secara singkat lewat infografis di bawah ini, ya!

Revolusi Industri (Arsip Zenius)
Revolusi Industri (Arsip Zenius)

Dilihat dari penjelasan di atas, bisa kita lihat bedanya revolusi industri 4.0 dibandingkan dengan yang sebelumnya yaitu pada revolusi kali ini, semua aktivitas industri sudah mulai beralih ke digital. Jadi, pemanfaatan teknologi dan internet nggak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia sehari-hari.

Mulai dari mesin pintar, bisnis digital, sampai penggunaan media sosial di bidang industri jadi highlight utama dari kehadiran revolusi industri kali ini.

Kalau elo masih penasaran dan mau tahu secara lengkap tentang perkembang revolusi industri yang pernah ada, elo bisa baca ceritanya di Sejarah Perkembangan Revolusi Industri 1.0 hingga 4.0, ya!

Baca juga: Fenomena Menfess: Curhat Anonim dan Generasi yang Butuh Validasi

Pengaruh Revolusi Industri 4.0

Tadi kita udah kenalan sama revolusi industri 4.0, sekarang gue mau ajak elo buat cari tahu apa aja pengaruh dari kehadiran revolusi keempat ini, terutama di kehidupan kita sehari-hari.

Tanpa kita sadari revolusi industri yang kita jalani sekarang ini nggak cuma mempengaruhi apa yang kita lakukan, tetapi juga membentuk jati diri kita banget, lho. Mulai dari mempengaruhi privasi, pola konsumsi, waktu yang kita habiskan buat bekerja dan bersantai, hingga cara kita memelihara hubungan dengan orang lain.

Apalagi di zaman sekarang, segala sesuatu yang dilakukan udah jadi serba digital. Mau ngapa-ngapain rasanya jadi semakin gampang. Kecanggihan dari teknologi di bidang industri ini pun merambat ke transportasi dan membuat hidup kita menjadi lebih efektif serta efisien setelah hadirnya ojek online.

Nggak cuma itu aja, layanan bisnis makanan berbasis digital juga makin marak sekarang. Kalau dulu, mungkin elo harus langsung datang ke restoran buat membeli makan, sekarang elo bisa beli makan dengan sentuhan jari aja lewat smartphone.

Belanja lebih mudah secara online. (Arsip Zenius)
Belanja lebih mudah secara online (Arsip Zenius)

Selain di kehidupan sehari-hari dan bisnis, ternyata revolusi industri 4.0 juga memiliki pengaruh ke pemerintahan, lho. Ini memudahkan kita sebagai rakyat buat bisa menyuarakan pendapat secara langsung ke pemerintah dengan mudah.

Secara bersamaan, pemerintah bisa mendapatkan kekuatan melalui teknologi baru untuk meningkatkan kontrol mereka atas masyarakat dan mempertegas kemampuan untuk mengontrol infrastruktur digital.

Baca juga: Bagaimana Sampah Plastik Mengurai dan Zero Waste?

Tantangan dari Revolusi Industri 4.0

Meskipun rasanya banyak pengaruh positif yang membuat hidup kita semakin efektif dan efisien, tapi ada juga tantangan dari hadirnya revolusi industri 4.0, nih.

Melansir dari We Forum, salah satu tantangan terbesar dari revolusi 4.0 yaitu berkaitan sama privasi. Seperti yang kita tahu, dunia digital ini luas dan transparan banget. Nggak mudah rasanya buat kita bisa merahasiakan informasi, saking mudahnya informasi itu didapatkan secara online.

Namun, ada pendapat kalau privasi yang bisa diakses secara online tersebut justru memudahkan kita buat menjalin koneksi sama orang lain, contohnya di LinkedIn. Dengan menyematkan beberapa informasi terkait diri, karier, dan pendidikan, profil kita bisa menarik perhatian orang di sana.

Artificial Intelligence (AI). (Arsip Zenius)
Artificial Intelligence (AI). (Arsip Zenius)

Meskipun memudahkan pekerjaan manusia, AI ini bisa dibilang jadi tantangan tersendiri buat kita, di mana kita harus mengasah skill atau kemampuan lain yang tetap bisa bersaing dengan teknologi canggih yang mulai menggantikan peran manusia di bidang industri seperti sekarang.

Melansir dari CNBC Indonesia, diperkirakan ada beberapa pekerjaan manusia yang akan tergantikan juga nih, oleh robot. Contohnya kayak pekerja di pabrik, operator, resepsionis, kasir, teller atau pegawai bank, hingga pilot.

Perkiraan ini dituliskan oleh BBC pada tahun 2019 yang didapatkan berdasarkan analisis dari Oxford Economics. Analisis itu menyebutkan setidaknya ada sekitar 20 juta pekerjaan manufaktur yang mungkin akan digantikan oleh robot pada 2030 nanti.

Wah, ternyata banyak banget ya, pengaruh dari revolusi industri 4.0 di kehidupan kita sehari-hari. Dengan semakin majunya teknologi, diharapkan semoga kita bisa jadi sumber daya manusia (SDM) yang lebih canggih lagi ke depannya!

Jadi, semangat buat mengasah kemampuan elo ya, Sobat Zenius! Siapa tahu, elo bisa menciptakan penemuan canggih lainnya yang semakin mendukung perkembangan revolusi industri di masa depan.

Referensi:

Android 12L will come to Samsung, Lenovo, and Microsoft devices – The Verge (2022)

12L feature drop, Android 12  –  Android Developers (2022)

The Fourth Industrial Revolution: what it means and how to respond – World Economic Forum (2016)

James Watt, Penemu Mesin Uap Era Revolusi Industri – Kompas (2021)

Industry 4.0: Definition, Design Principles, Challenges, and the Future of Employment – Cleverism (2019)

A Short History of the Fourth Industrial Revolution – IoT World Today (2016)

What is Artificial Intelligence (AI)? – IBM (2020)

Daftar Profesi Manusia yang Terancam Punah, Digantikan Robot – CNBC Indonesia (2021)

Bagikan Artikel Ini!