Mobilitas Sosial – Materi Sosiologi Kelas 11

mobilitas sosial

Halo, Sobat Zenius! Elo pernah gak menemukan kejadian di mana orang tua atau kerabat elo mengalami kenaikan jabatan di tempat kerjanya? Atau bahkan ada yang mengalami PHK (putus hubungan kerja) dan menjadi pengangguran? Nah, contoh kejadian tersebut akan elo pelajari lebih lanjut dalam materi mobilitas sosial pelajaran Sosiologi kelas 11. 

Lantas, apa yang dimaksud mobilitas sosial? Apakah hanya sebatas perpindahan jabatan dan lingkupnya hanya mengenai pekerjaan? Apa saja bentuk mobilitas sosial dan contohnya?

Supaya nggak makin bingung, yuk, langsung aja kita pahami bersama penjelasan berikut ini!

mobilitas sosial
Ilustrasi mobilitas sosial (sumber gambar: economist.com)

Pengertian Mobilitas Sosial

Untuk memulai materi mobilitas sosial kali ini, tentu elo harus paham terlebih dahulu pengertiannya. Nah gue akan jelaskan apa yang dimaksud dengan mobilitas sosial. 

Kalau dilihat dari namanya, berarti ada perpindahan di sana, iya ggak sih? Mobilitas sosial memang dipandang sebagai suatu gerakan di dalam struktur sosial. Nah loh, elo udah belajar tentang struktur sosial kan? 

Jadi, mobilitas sosial adalah perpindahan status sosial yang dimiliki individu atau kelompok masyarakat ke status sosial lainnya. Nah, perpindahan tersebut bisa vertikal (naik-turun) atau horizontal (sejajar). Lebih lanjut lagi akan kita bahas di bentuk dari konsep ini.

Nah, sebelum berlanjut ke pembahasan bentuk mobilitas sosial, gue mau ngasih tahu ke elo kalau aplikasi Zenius bisa di-download secara gratis di Play Store, App Store, dan App Gallery, lho!

Lewat aplikasi, Sobat Zenius bisa menikmati sepuasnya fitur-fitur untuk belajar, seperti video materi pembelajaran, contoh soal dan pembahasan, ZenBot yang batu elo menyelesaikan soal Fisika, Kimia, dan Matematika hingga simulasi ujian try out.

Menarik, kan? Tunggu apa lagi, download sekarang dengan klik banner di bawah ini!

cta banner donwload apps zenius

Download Aplikasi Zenius

Tingkatin hasil belajar lewat kumpulan video materi dan ribuan contoh soal di Zenius. Maksimalin persiapan elo sekarang juga!

icon download playstore
icon download appstore
download aplikasi zenius app gallery

Bentuk Mobilitas Sosial

Sebelumnya, gue udah menyinggung kalau dalam materi mobilitas sosial ada yang namanya mobilitas vertikal dan mobilitas horizontal. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh seorang sosiolog berkebangsaan Rusia, Pitirim Sorokin. 

Namun, perlu elo ketahui juga bahwa ada 3 bentuk mobilitas lainnya, yaitu mobilitas antargenerasi, mobilitas intragenerasi, dan mobilitas geografis. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Mobilitas Vertikal

Bentuk yang pertama adalah mobilitas vertikal. Lalu, apa yang dimaksud dengan mobilitas vertikal? 

Mobilitas vertikal adalah perpindahan individu atau kelompok dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan lainnya secara tidak sejajar. Selanjutnya, mobilitas bentuk ini dibedakan menjadi dua, yaitu mobilitas vertikal naik dan mobilitas vertikal turun. 

Mobilitas vertikal naik (social climbing) ditandai dengan masuknya individu atau kelompok yang memiliki kedudukan sosial rendah ke kedudukan yang lebih tinggi.

Contoh mobilitas sosial yang dipengaruhi oleh faktor konflik kelas adalah keinginan seseorang untuk melanjutkan ke jenjang perkuliahan setelah lulus SMA daripada menikah terlebih dahulu.

Sedangkan, bentuk mobilitas sosial vertikal turun (social sinking) berarti masuknya individu atau kelompok dari suatu kedudukan sosial tinggi ke kedudukan yang lebih rendah.

Selain itu, bisa juga dikatakan sebagai turunnya derajat individu atau kelompok dalam suatu kelompok sosial sebagai satu kesatuan. 

Contoh mobilitas vertikal turun adalah seseorang yang udah kerja, namun karena masalah satu dan lain hal, sehingga ia di-PHK dan menjadi pengangguran.

Mobilitas Horizontal

Bentuk kedua adalah mobilitas horizontal. Lalu, apa pengertian mobilitas horizontal? Mobilitas horizontal adalah perpindahan suatu individu atau kelompok ke kelompok sosial lainnya yang sejajar atau sederajat. 

Jadi, nggak ada tuh yang namanya perubahan derajat kedudukan, karena derajatnya masih sama atau setara, guys. Apa contoh mobilitas sosial horizontal? 

Gini deh, elo pernah dengar ada bidan atau dokter yang dipindahtugaskan dari daerah perkotaan ke pedesaan atau sebaliknya nggak?

Nah, bidan atau dokter tersebut mengalami mobilitas horizontal, karena tidak mengubah status atau kedudukan sosialnya.

Mobilitas Antargenerasi

Mobilitas antargenerasi adalah perubahan status atau kedudukan sosial antara satu individu atau kelompok dengan generasi yang berbeda. Dalam mobilitas bentuk ini, dapat terjadi gerakan naik maupun turun. 

Contohnya, seorang anak petani berhasil menjadi seorang dokter yang sukses dan terkenal. Hal ini menyebabkan adanya perubahan status sosial antara dua generasi, yaitu orang tua dan anaknya. 

Mobilitas Intragenerasi

Mobilitas intragenerasi merupakan perubahan atau perpindahan status atau kedudukan dalam satu generasi yang sama. Sama seperti mobilitas antargenerasi, bentuk mobilitas ini juga bisa bergerak naik atau turun.

Contohnya adalah Andi pernah menjadi seorang barista di suatu kafe dan karena keahliannya dalam meracik minuman, ia akhirnya membuka kafe sendiri dan berakhir menjadi pengusaha terkenal.

Mobilitas Geografis

Bentuk mobilitas yang terakhir adalah mobilitas geografis yang berarti perpindahan individu atau kelompok dari suatu daerah ke daerah yang lainnya. Hal ini dapat terjadi ketika adanya transmigrasi, urbanisasi, dan migrasi.

Mobilitas bentuk ini juga dapat membuat seseorang mengalami perubahan status atau kedudukan sosial bergerak naik maupun turun.

Contoh dari mobilitas geografis adalah keluarga Pak Toni melakukan transmigrasi ke Kalimantan. Setelah beberapa tahun, Pak Toni berhasil memiliki kebun kelapa sawit yang sangat luas. 

Oke, Sobat Zenius, setelah mempelajari pengertian serta bentuk-bentuknya, selanjutnya gue akan membahas mengenai faktor-faktor pendorong dan penghambat mobilitas sosial. Check it out!

Faktor Pendorong Mobilitas Sosial

Ada beberapa faktor pendorong mobilitas sosial yang perlu elo ketahui. Apa saja faktor-faktornya? Berikut penjelasannya.

Situasi Politik

Wah, sangat mengejutkan! Ternyata situasi politik bisa menjadi salah satu faktor pendorong mobilitas sosial. Maksudnya situasi politik itu apa sih? 

Contohnya adalah ketika seorang presiden atau raja yang telah memimpin selama puluhan tahun, kemudian tergantikan oleh orang lain. Tentu jajaran-jajaran dalam struktur pemerintahan tersebut juga berubah kan? 

Seperti seseorang yang awalnya hanya rakyat biasa, tiba-tiba naik jabatan dan berada pada struktur sosial yang lebih tinggi. Sedangkan, presiden tersebut akan menjadi rakyat biasa setelah lengser.

Ekspansi Teritorial dan Perpindahan Penduduk

Hmmm… istilah apa lagi ini? Ekspansi teritorial kalau diartikan adalah perluasan wilayah atau jangkauan. Ekspansi teritorial dan perpindahan penduduk yang cepat membuktikan adanya fleksibilitas struktur sosial, khususnya dalam hal stratifikasi dan mobilitas sosial. Contohnya adalah transmigrasi dan perkembangan kota.

Tingkat Kelahiran (Natalitas)

Kelahiran ternyata juga bisa menjadi faktor pendorong mobilitas sosial. Seperti apa contohnya?

Coba elo bandingkan antara negara maju (contoh: Jepang) dengan negara berkembang (contoh: Indonesia). Di antara kedua negara tersebut, manakah yang memiliki tingkat kelahiran tinggi? Yap, betul, Indonesia. 

Semakin tinggi tingkat kelahiran dari kalangan status sosial rendah, maka akan semakin sulit untuk meningkatkan kelas/status sosialnya. Kesulitan tersebut dikarenakan oleh rendahnya tingkat pendidikan dan kesejahteraan pada tingkat kehidupan dengan status sosial rendah.

Sedangkan, mereka yang berasal dari negara maju cenderung akan membatasi tingkat kelahiran, dengan begitu akan tercipta kevakuman sosial yang membuat mereka lebih mudah untuk melakukan mobilitas sosial.

Kualitas Individu

Kualitas individu dapat menjadi salah satu faktor pendorong karena biasanya individu tersebut tidak puas dengan status sosial mereka miliki. Sehingga, mereka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan demi mencapai status dan kedudukan sosial yang lebih tinggi. 

Faktor Penghambat Mobilitas Sosial

Selain faktor pendorong, elo juga akan mempelajari mengenai faktor penghambat mobilitas sosial. Apa aja kira-kira faktor penghambatnya?

Diskriminasi

Salah satu faktor penghambat terjadinya mobilitas sosial adalah diskriminasi. Elo pasti udah gak asing dong mendengar tentang istilah diskriminasi? Yap, suatu sikap yang membeda-bedakan perlakuan antara sesama anggota masyarakat. 

Dengan adanya diskriminasi, maka mobilitas sosial dapat terhambat. Contohnya, adanya diskriminasi dari suatu perusahaan terhadap suku, agama, atau ras tertentu.

Hal ini akan menghambat mobilitas dari orang-orang yang terdiskriminasi tersebut untuk mendapatkan pekerjaan di sana. Tentu saja hal itu tidak baik karena bisa menimbulkan konflik.

Stereotype Gender

Faktor penghambat selanjutnya adalah gender. Misalnya, ketika ada perempuan akan melakukan pekerjaan yang mayoritas dipegang oleh kaum lelaki, kemudian ada yang bilang “ah udah lah, elo cewek gak akan bisa ngelakuin pekerjaan ini, pekerjaan ini cocoknya buat cowok”.

Nah, stereotype semacam itu akan menghambat perempuan untuk bisa menempati derajat sosial yang lebih tinggi.

Kemiskinan

Faktor penghambat yang terakhir adalah kemiskinan. Tingkat pendidikan yang rendah akan berpengaruh kepada kualitas sumber daya manusianya. 

Kemampuan untuk bersaing dengan mereka yang memiliki tingkat pendidikan tinggi akan sulit dan terbatas, sehingga mobilitasnya untuk menempati status sosial yang lebih tinggi juga akan terhambat.

Dampak Mobilitas Sosial

Saat belajar materi mobilitas sosial, elo akan mengetahui apa saja dampak positif dan negatifnya. Berikut gue jelaskan lebih lanjutnya mengenai dampaknya. 

Dampak Positif 

  • Terjadinya mobilitas sosial menyebabkan adanya perubahan terhadap keadaan sosial seperti gaya hidup, pola pikir, nilai, dan norma dari masyarakat. Sehingga akan terjadi peningkatan integrasi sosial masyarakat. 
  • Mobilitas sosial dapat mempercepat terjadinya perubahan sosial yang lebih baik. Hal ini dikarenakan saat seseorang melakukan mobilitas sosial, kehidupannya akan dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Jadi, semakin positif lingkungan yang ditinggali semakin baik perubahan sosial yang terjadi.

Dampak Negatif 

  • Mobilitas sosial dapat menimbulkan konflik antar masyarakat. Konflik yang bisa terjadi adalah adanya persaingan yang tidak sehat, penolakan, pertentangan antar individu maupun kelompok saat mereka mencoba meraih posisi sosial yang lebih tinggi.
  • Saat terjadi mobilitas sosial, orang-orang akan berusaha untuk mencapai posisi sosial yang mereka inginkan. Hal ini bisa mempengaruhi kesehatan mental atau psikologis seseorang karena mereka merasa terlalu cemas, takut, dan gelisah akan posisi yang mereka dan orang lain miliki.

Sobat Zenius, itulah rangkuman materi mobilitas sosial pelajaran Sosiologi kelas 11. Kalau elo masih bingung dan ada pertanyaan, boleh kok tanya-tanya di kolom komentar di bawah.

Elo juga bisa mempelajari tentang materi ini lebih dalam lagi melalui video pembelajaran dari ZenTutor. Lewat video materi, elo bisa belajar banyak hal, ditambah ada contoh soal dan pembahasannya juga.

Yuk, klik banner di bawah ini buat belajar dari sekarang!

Belajar sosiologi di video materi Zenius

Selain itu, elo juga bisa mengasah otak dengan belajar ribuan contoh soal serta pembahasannya dari semua mata pelajaran. Elo bisa dapetin itu lewat paket Aktiva dari Zenius.

Nggak cuman itu, elo juga bisa ikutan try out ujian sekolah, live class bareng tutor Zenius per minggunya, hingga akses ribuan video premium.

Yuk, berlangganan paket belajar Zenius dari sekarang!

mobilitas sosial

Baca Juga Artikel Lainnya

Materi Nilai dan Norma

Sosialisasi

Belajar Sosiologi Buat Apa?

Originally published: March 23, 2021

Updated by: Ni Kadek Namiani Tiara Putri & Maulana Adieb

Bagikan Artikel Ini!