mobilitas sosial

Mobilitas Sosial: Materi Sosiologi Kelas 11

Artikel ini akan membahas tentang pengertian, bentuk-bentuk, serta faktor pendorong dan penghambat mobilitas sosial.

Hi, guys! Sebelum masuk pembahasan ini, ada baiknya kamu paham dulu materi tentang stratifikasi sosial. Itu lho bentuk struktur sosial secara vertikal. Yap, pembahasan kali ini masih mengenai materi sosiologi kelas 11. Kamu pernah gak menemukan kejadian dimana orang tuamu atau kerabatmu mengalami kenaikan jabatan di tempat kerjanya? Atau bahkan ada yang mengalami PHK (putus hubungan kerja) dan menjadi pengangguran? Nah, contoh tersebut termasuk dalam mobilitas sosial lho, guys.

Lantas, mobilitas sosial itu apa sih? Apakah hanya sebatas perpindahan jabatan dan lingkupnya hanya mengenai pekerjaan? Supaya gak makin bingung, yuk langsung aja kita pahami bersama penjelasan di bawah ini!

Pengertian Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial itu apa sih? Kalau dilihat dari namanya, berarti ada perpindahan di sana, iya gak sih? Yap, betul. materi ini (social mobility) memang dipandang sebagai suatu gerakan di dalam struktur sosial. Nah loh, kamu udah belajar tentang struktur sosial ‘kan? Jadi, mobilitas sosial adalah perpindahan status sosial yang dimiliki individu atau kelompok masyarakat ke status sosial lainnya. Nah, perpindahan tersebut bisa vertikal (naik-turun) atau horizontal (sejajar). Lebih lanjut lagi akan kita bahas di tipe dari konsep ini.

Tipe-tipe Mobilitas Sosial

Sebelumnya, aku udah menyinggung kalau dalam konsep ini ada yang vertikal dan horizontal. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh seorang sosiolog berkebangsaan Rusia, Pitirim Sorokin

mobilitas sosial
Ilustrasi mobilitas sosial (sumber gambar: economist.com)

Mobilitas Vertikal

Tipe mobilitas sosial yang pertama adalah vertikal, yaitu perpindahan individu atau kelompok dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan lainnya secara tidak sejajar (naik atau turun). Nah, mobilitas vertikal juga dibedakan lagi menjadi dua, yaitu naik dan turun. Untuk mobilitas vertikal naik (social climbing), ditandai dengan masuknya individu atau kelompok yang memiliki kedudukan sosial rendah ke kedudukan yang lebih tinggi. Contohnya adalah kenaikan jabatan, naik jenjang pendidikan (SMP ke SMA), dan tingkat kesehatan yang lebih meningkat.

Sedangkan, tipe mobilitas vertikal turun (social sinking) berarti masuknya individu atau kelompok dari suatu kedudukan sosial tinggi ke kedudukan yang lebih rendah. Selain itu, bisa juga dikatakan sebagai turunnya derajat individu atau kelompok dalam suatu kelompok sosial sebagai satu kesatuan. Contohnya seseorang yang udah kerja, namun karena masalah satu dan lain hal, sehingga ia di PHK dan menjadi pengangguran.

Mobilitas Horizontal

Tipe mobilitas horizontal berarti perpindahan suatu individu atau kelompok ke kelompok sosial lainnya yang sejajar atau sederajat. Jadi, gak ada tuh yang namanya perubahan derajat kedudukan, karena derajatnya masih sama atau setara, guys. Contohnya apa sih? Gini deh, kamu pernah dengar ada bidan atau dokter yang dipindah tugaskan dari daerah perkotaan ke pedesaan atau sebaliknya ‘kan? Nah, bidan atau dokter tersebut mengalami mobilitas horizontal, karena tidak mengubah status atau kedudukan sosialnya.

Faktor Pendorong Mobilitas Sosial

Setelah mengetahui pengertian dan tipe-tipe mobilitas sosial, sekarang kita bahas faktor pendorong terjadinya mobilitas sosial. Apa aja ya faktor-faktornya? Berikut adalah faktor pendorong mobilitas sosial:

Situasi Politik

Wah, sangat mengejutkan! Ternyata situasi politik bisa menjadi faktor pendorong adanya mobilitas sosial ya, guys? Maksudnya situasi politik itu apa sih? Contohnya adalah ketika seorang presiden atau raja yang telah memimpin selama puluhan tahun, kemudian tergantikan oleh orang lain. Tentu jajaran-jajarannya juga berubah donk? Dari yang awalnya hanya seorang rakyat biasa, tiba-tiba naik jabatan dan berada pada struktur sosial yang lebih tinggi. Sedangkan, presiden tersebut akan menjadi rakyat biasa setelah lengser.

Ekspansi Teritorial dan Perpindahan Penduduk

Hmmm… istilah apa lagi ini? Ekspansi teritorial kalau diartikan adalah perluasan wilayah atau jangkauan. Ekspansi teritorial dan perpindahan penduduk yang cepat membuktikan adanya fleksibilitas struktur sosial, khususnya dalam hal stratifikasi dan mobilitas sosial. Contohnya adalah transmigrasi dan perkembangan kota.

Tingkat Kelahiran (Natalitas)

Kelahiran ternyata juga bisa menjadi faktor pendorong adanya mobilitas sosial. Coba deh kamu bandingkan antara negara maju (contoh: Jepang) dengan negara berkembang (contoh: Indonesia). Di antara kedua negara tersebut, manakah yang memiliki tingkat kelahiran tinggi? Yap, betul, Indonesia. Semakin tinggi tingkat kelahiran dari kalangan status sosial rendah, maka akan semakin sulit untuk meningkatkan kelas/status sosialnya. Kesulitan tersebut dikarenakan oleh rendahnya tingkat pendidikan dan kesejahteraan pada tingkat kehidupan dengan status sosial rendah.

Sedangkan, mereka yang berasal dari negara maju cenderung akan membatasi tingkat kelahiran, dengan begitu akan tercipta kevakuman sosial yang membuat mereka lebih mudah untuk melakukan mobilitas sosial.

Faktor Penghambat Mobilitas Sosial

Tadi kita udah bahas tentang faktor pendorong mobilitas sosial, nah biar makin lengkap, kita bahas juga faktor penghambatnya. Kira-kira apa aja ya faktor penghambat mobilitas sosial?

Diskriminasi

Pasti udah gak asing donk mendengar tentang istilah diskriminasi? Yap, suatu sikap yang membeda-bedakan perlakuan antara sesama anggota masyarakat. Dengan adanya diskriminasi, maka mobilitas sosial dapat terhambat. Contohnya, ketika kamu melamar kerja di suatu perusahaan yang mendiskriminasi suatu suku, agama, atau ras tertentu, misalnya mereka yang dari suku Batak tidak diperbolehkan untuk bekerja di perusahaan tersebut. Sehingga, mobilitas orang Batak terhambat donk untuk mendapatkan pekerjaan di sana. Tentu saja hal itu tidak baik, guys, karena bisa menimbulkan konflik.

Stereotype Gender

Gender juga bisa lho menjadi faktor penghambat adanya mobilitas sosial. Hah, kok bisa? Gini deh contohnya, ketika ada perempuan akan melakukan pekerjaan yang mayoritas dipegang oleh kaum lelaki, kemudian ada yang bilang “ah udah lah, lo cewek gak akan bisa ngelakuin pekerjaan ini, pekerjaan ini cocoknya buat cowok”. Nah, stereotype semacam itu akan menghambat perempuan untuk bisa menempati derajat sosial yang lebih tinggi.

Kemiskinan

Faktor penghambat mobilitas sosial yang terakhir adalah kemiskinan. Tingkat pendidikan yang rendah juga akan berpengaruh kepada kualitas sumber daya manusianya, lho. Kemampuannya untuk bersaing dengan mereka yang memiliki tingkat pendidikan tinggi akan sulit dan terbatas, sehingga mobilitasnya untuk menempati status sosial yang lebih tinggi juga akan terhambat.

Nah, itu dia penjelasan yang bisa aku berikan di artikel tentang mobilitas sosial ini, guys. Buat kamu yang masih bingung dan ada pertanyaan, boleh kok tanya-tanya di kolom komentar di bawah. Kamu juga bisa mempelajari tentang materi sosiologi lainnya dengan belajar bersama tutor sosiologi yang super kece di sini.

Baca Juga Artikel Lainnya

Materi Nilai dan Norma

Sosialisasi

Belajar Sosiologi Buat Apa?