Materi Sosiologi Kelas 10: Sosialisasi

Artikel ini membahas tentang materi mengenai pengertian sosialisasi, serta tujuan, tipe, agen sosialisasi, bentuk sosialisasi, dan faktor pembentuk sosialisasi.

Pernah gak sih kalian penasaran, kenapa kadang kenal orang atau mungkin kalian sendiri ngerasa ada beberapa sifat kalian mirip banget sama orang tua kalian? Atau mungkin ketemu sama yang satu keluarga sifat nya mirip semua? Kira-kira kenapa yaa bisa begitu?

Sebenernya mungkin kalo direnungin bakal muncul berbagai pertanyaan mengenai faktor atau aspek apa aja sih yang membentuk kepribadian seseorang, apa iya ada kaitannya keluarga atau lingkungan dengan kepribadian seseorang? Terus hubungannya sama sosialisasi apa dong?

Pada dasarnya dalam ilmu sosiologi, sosialisasi itu merupakan proses seseorang mempelajari atau memahami nilai dan norma yang nantinya akan mempengaruhi cara kita berperilaku. Jadi kalo ada yang bilang ke kalian kalo “bersosialisasi” itu identik dengan haha hihi ke temen-temen atau ikut nongkrong di cafe-cafe gaul yang kekinian, itu kurang tepat guys, lebih tepat kalo kita sebut berinteraksi. Kenapa keluarga berperan penting, karena mereka lah orang yang ngajarin kita pertama kali, meskipun nantinya gak cuma keluarga aja namun ada agen lain juga, lebih lengkapnya kita bahas di bahas di bawah ini yaa!

Pengertian Sosialisasi

sosialisasi
Sumber Gambar: Tbel Abuseridze/Unsplash.com

Sosialisasi adalah suatu proses atau usaha seorang individu untuk mempelajari kebudayaan berupa nilai dan norma yang berlaku di masyarakat untuk menjadi anggota atau bagian yang dapat berpartisipasi di dalam masyarakat itu sendiri. Untuk memahami mengenai nilai dan norma kalian bisa belajar di sini

Yang namanya proses itu, identik banget sama pergerakan, atau dinamis, yang berarti proses sosialisasi ini akan berjalan sepanjang akhir hayat, karena dunia terus berubah, pasti ada saatnya kita akan bertemu orang baru, atau berada di dalam kelompok baru, contohnya peralihan fase dari SD ke SMP, kemudian dari SMP ke SMA, kemudian SMA ke kuliah atau kerja dan seterusnya. 

Tujuan Sosialisasi

Tujuan dari sosialisasi sebenarnya cukup beragam, yaitu:

  1. Memberikan kemampuan dan pengetahuan terhadap individu untuk hidup bermasyarakat. 
  2. Memberikan kemampuan menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan kehidupan bermasyarakat. 
  3. Mengetahui posisi atau perannya di dalam masyarakat agar dapat bertindak atau berperilaku sesuai dengan perannya dalam masyarakat. 
  4. Menjaga keutuhan masyarakat, dengan setiap individu melakukan interaksi satu sama lain dengan baik didasari oleh perannya masing-masing. 

Tipe Sosialisasi

Sosialisasi sendiri dibagi menjadi 3 tipe, yaitu:

Formal

Sosialisasi tipe ini berasal dari pemerintah dan masyarakat, dimana norma dan nilai yang berlakunya tertulis. Contohnya peraturan daerah. 

Non-Formal

Sosialisasi tipe ini berasal hanya dari masyarakat, dimana norma dan nilai yang berlaku juga tertulis, dan berlaku secara global, atau semua orang yang berada disana. Contohnya, di suatu tempat restoran dilarang membawa makanan dari luar. 

Informal

Sosialisasi tipe ini berasal dari masyarakat, dimana norma dan nilai yang berlaku tidak tertulis. Contohnya, misalnya kalian pulang maksimal jam 10 malam, tidak ada peraturan tertulisnya kan di rumah kalian harus pulang sebelum jam 10 malam, tapi ini norma yang berlaku di keluarga kalian. 

Agen Agen Sosialisasi

Agen yang dimaksud disini adalah pihak-pihak atau orang-orang yang berperan dalam sosialisasi, yaitu:

Keluarga

Keluarga merupakan pihak pertama yang mengajarkan kita atau memberitahu kita mengenai nilai dan norma yang berlaku, misalnya seperti diajarkan sopan santun yang berlaku di masyarakat, dan lain-lain. Keluarga ini dibagi menjadi 2 tipe, tipe represif yaitu tipe orang tua atau keluarga yang tegas, dan mengatur segalanya, contohnya kalian harus masuk jurusan A, atau harus masuk perguruan tinggi B, dan lain-lain, sedangkan tipe yang satunya lagi adalah tipe partisipatoris, yaitu tipe orang tua atau keluarga yang ikut berpartisipasi dalam berdiskusi dalam pengambilan keputusan kalian, misalnya orang tua berdiskusi dengan anaknya mau mengambil jurusan kuliahnya. 

Sekolah

Sekolah juga memiliki peran yang cukup penting, seperti guru, dan pelajaran yang kalian terima, seperti guru mengajarkan nilai dan norma tentunya, atau dari pelajaran tingkah laku seperti pendidikan kewarganegaraan, sosiologi, dan pelajaran lainya. 

Teman Sepermainan

Biasanya dalam lingkungan permainan kita memiliki nilai dan normanya sendiri, misalnya semua teman-teman kalian gak suka orang yang menyontek setiap hari, maka agar bisa bergabung dan nyambung sama mereka kalian akan menyesuaikan diri dan mengambil nilai menyontek sebagai hal yang buruk itu sebagai norma. 

Media Massa

Media massa bisa mencakup banyak hal, radio, TV, Internet, dan lain-lain. Contoh yang paling mudah kita dapati adalah misalnya dalam drama korea atau film, kita suka sama karakter dalam film itu, misalnya kalian suka karakternya Han Ji-pyeong (penggemar start-up pasti tau), atau kalian suka karakter Harry Potter, kalian akan mengambil sikap atau sifat karakter tersebut sebagai norma. Atau bisa juga dari berita, misalnya kalian berita korupsi, dan kalian akan menganggap bahwa korupsi bukan hal yang baik, atau tidak boleh dilakukan dan mengambil itu sebagai norma yang berlaku. 

Bentuk Sosialisasi

Berdasarkan bentuknya sosialisasi memiliki 2 bentuk, yaitu:

  1. Sosialisasi Primer, yaitu sosialisasi yang kita terima dari kita kecil atau dari kita lahir yang kita terima di keluarga. 
  2. Sosialisasi Sekunder, yaitu sosialisasi yang kita terima diluar dari keluarga seperti sekolah, teman sepermainan, tempat kerja, dan lain-lain.

Faktor Pembentuk Kepribadian

Setiap dari kita pasti memiliki kepribadiannya masing-masing, kalian sama temen-temen kalian pun yang katanya “teman se-frekuensi” pun pasti memiliki kepribadian yang berbeda dan tidak persis sama, kenapa bisa beda? Karena ada beberapa faktor pembentuknya yang membuat setiap dari kita memiliki kepribadian yang berbeda, berikut faktor-faktornya.

Warisan Gen

Seperti yang udah dikatakan sebelumnya, bahwa keluarga kita berperan sangat besar dalam pembentukan kepribadian kita, karena salah satu faktor pembentuk kepribadian kita berasal dari warisan gen atau faktor biologis. 

Lingkungan Fisik

Lingkungan fisik juga dapat membentuk kepribadian kita, misalnya orang medan kenapa kalo ngomong itu suara nya keras, karena dulu jarak antar rumahnya jauh, jadi mempengaruhi cara mereka berbicara. 

Budaya

Budaya yang udah kita jalani selama hidup kita akan membentuk kepribadian kita, dimana biasanya di setiap daerah memiliki budaya yang berbeda. Misalnya, kita terbiasa ketemu guru atau orang yang lebih tua kita salim, tapi kalo di Amerika mereka kalo ketemu orang lain dengan cipika cipiki. 

Pengalaman Kelompok

Dalam faktor ini terjadi akibat adanya pengalaman secara berkelompok, misalnya kalian sama temen-temen kalian bermain pas jam kelas, kemudian di hukum, dari situ kalian jadi tahu kalo lagi jam pelajaran itu gak boleh main, harus belajar, semenjak itu kalian jadi belajar di pas jam kelas atau jadi memiliki kepribadian yang taat akan peraturan.

Pengalaman Unik

Mirip dengan pengalaman kelompok tapi bedanya ini kalian alami sendiri, misalnya kalian pulang malem sendirian dan kemudian diikutin orang gak dikenal sampe rumah, semenjak itu kalian jadi takut buat pulang sendirian pas malem atau jadi dependent jadi bergantung sama orang lain kalo mau pulang.  

Nah, begitulah kurang lebih penjelasan mengenai sosialisasi, sekarang kalian paham kan betapa pentingnya pengaruh lingkungan dan sekitar kita bagi kepribadian kita. Kalian bisa lihat materi mengenai sosialisasi kepribadian di website kita loh di sini, semoga artikel ini dapat membantu kalian ya, selamat belajar guys!

Baca Juga Artikel Lainnya

Tips Belajar UTBK Sosiologi

Persiapan UNBK SMA Sosiologi 2020

Soal dan Pembahasan UTS Sosiologi Kelas 10