Batuan Sedimen – Pengertian, Ciri, Klasifikasi, dan Contoh

Ilustrasi batuan sedimen zenius

Apa itu batuan sedimen? Bagaimana proses pembentukannya, ciri-ciri, contoh, hingga manfaatnya buat kehidupan kita? Yuk, cari tahu selengkapnya!

Waktu gue kecil, momen yang paling gue tunggu-tunggu adalah mudik ke rumah nenek. Harta yang paling berharga (selain keluarga) yang gue dapatkan di rumah nenek adalah main di sungai.

Rumah nenek gue strategis banget. Depannya bukit, kirinya sungai, belakangnya pegunungan. Paket komplit deh, pokoknya.

Dulu, gue sama kakak dan sepupu gue suka nyemplungin kaki di dalam air sungai,  sambil menumpuk batu-batu. Bagi gue, nggak ada yang bisa ngalahin kedamaian dari aktivitas itu. Perfecto!

Batuan Sedimen - Pengertian, Ciri, Klasifikasi, dan Contoh 81
Batu sungai. (Dok. Pixabay)

Di balik kedamaian dari menumpuk batu sungai, ada proses yang jauh dari sederhana. Batu sungai nggak langsung ada di sungai gitu aja, tetapi melewati proses pengendapan yang lama. Sehingga, batu sungai termasuk ke dalam batuan sedimen.
 

So, kali ini, gue akan membahas tentang batuan sedimen. Materi tentang batuan sedimen penting buat elo yang mau ikut UTBK, terutama elo yang mau masuk jurusan Soshum (Sosial dan Humaniora). Gue akan jelasin dari pengertian, proses pembentukannya kayak gimana, ciri-cirinya, sampai contoh dan manfaatnya. Cekidot ….

Apa Itu Batuan Sedimen?

Pasti deh, elo penasaran, apa ya batuan sedimen itu?

Gue ajak flashback sedikit tentang siklus pembentukan batuan, ya. Siklus pembentukan batuan melibatkan trio batuan, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf.

Batuan berasal dari magma yang digodok di perut bumi. Magma dari perut bumi kemudian otw ke atas permukaan bumi. Waktu sampai ke permukaan bumi, terjadi perubahan suhu yang besar, dari perut bumi yang panas banget, ke permukaan bumi yang lebih dingin. Akhirnya, magma pun membeku dan menjadi batuan beku.

Waktu batuan beku anteng di permukaan bumi, makin lama batuan beku mengalami pelapukan dan menjadi butiran-butiran kecil bernama sedimen. Sedimen ini kemudian dibawa sama angin yang berembus atau air yang mengalir di sekitarnya, hingga akhirnya stay di suatu tempat. Karena kelamaan stay, ditambah kecampur sama material lain, sedimen tersebut mengendap dan membatu, hingga jadilah batuan sedimen.

Jadi, batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari proses pelapukan yang dibawa oleh angin atau air, kemudian mengendap dan memadat.
 

Nah, gue kan baru jelasin batuan beku dan batuan sedimen nih dalam siklus pembentukan batuan. Batuan metamorf ke mana nih?

Setelah sekian lama ada di permukaan bumi, batuan sedimen terkubur dan mengalami perubahan suhu dan tekanan tinggi. Perubahan inilah yang bikin batuan sedimen jadi batuan metamorf. Batuan metamorf yang ada di dalam bumi makin lama meleleh dan jadi magma lagi, sampai magma jadi batuan beku. Begitu seterusnya.

Kalau elo nemu pertanyaan “apa perbedaan batuan sedimen dengan batuan beku dan metamorf?” Ingat-ingat aja gambar di bawah ini.

Batuan Sedimen - Pengertian, Ciri, Klasifikasi, dan Contoh 82
Ilustrasi perbedaan batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. (Arsip Zenius)

Buat belajar selengkapnya tentang siklus batuan, elo bisa baca di sini ya.

Batuan Sedimen - Pengertian, Ciri, Klasifikasi, dan Contoh 83
Siklus pembentukan batuan yang membentuk batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. (Arsip Zenius)

Baca Juga: Pengertian dan Jenis-Jenis Akuifer – Materi Geografi Kelas 10

Proses Pembentukan Batuan Sedimen

Nah, menurut buku Fisika Bumi (2017), proses pembentukan batuan sedimen melibatkan empat peristiwa yaitu pelapukan, transportasi, pengendapan (deposisi), dan diagenesis. Gue akan jelasin kronologinya.

Pelapukan

Proses pembentukan batuan sedimen yang pertama, yaitu pelapukan. Pelapukan adalah ketika batu, tanah, bahan kayu, mineral, maupun bahan buatan lainnya menjadi pecah akibat beberapa “aktor”, kayak air, organisme biologis, dan atmosfer bumi.

Dalam awal proses pembentukan batuan sedimen, batuan beku yang ada di atas permukaan stay dalam waktu yang lama di suatu tempat. Batuan beku itu kena pengaruh oleh organisme biologis, angin, air, atau kondisi alam lainnya secara terus-menerus. Jadinya, batuan beku tersebut makin lama hancur dan pecah menjadi butiran kecil, yang disebut sebagai sedimen.

Transportasi

Proses pembentukan batuan sedimen yang kedua, transportasi. Sedimen yang udah lama stay di suatu tempat sama material lain, seperti lumpur dan batu-batu besar, kemudian pindah ke tempat lain. Perpindahan ini terjadi karena gravitasi, angin air, atau gletser.

Misalnya, pelakunya adalah gravitasi. Sedimen yang udah tercampur sama lumpur dan batu-batu besar bergerak turun karena gravitasi, sehingga jatuh dari tebing atau terjadi tanah longsor.

Kalau pelakunya angin, angin membawa sedimen yang masih berupa butiran kecil menuju ke arah mana pun yang dituju. Begitu juga dengan air, yang akan membawa sedimen ke mengalir ke tempat yang lebih rendah.

Kalau gletser, tumpukan es atau salju yang mencair menjadi air bakal membawa sedimen ke tempat lain. Namun, ini hanya terjadi di daerah yang bersalju.

Pengendapan (Deposisi)

Proses pembentukan batuan sedimen yang ketiga, yaitu pengendapan (deposisi). Sedimen yang udah pindah ke tempat lain kemudian menumpuk dan mengendap. Proses pengendapan ini bisa disebabkan oleh bahan organik yang udah nyampur sama sedimen atau proses kimia.

Diagenesis

Proses pembentukan batuan sedimen yang terakhir adalah diagenesis. Menurut Massachusetts Institute of Technology (MIT), diagenesis adalah seluruh proses dari sedimen yang mengendap sampai menjadi batuan.

Ada dua proses penting dalam diagenesis, yaitu pemadatan dan litifikasi. Pemadatan terjadi ketika sedimen yang mengendap terkubur dalam-dalam. Hal ini bikin sedimen mengalami tekanan atas lapisan di atasnya, dan kemudian memadat.

Menurut Buku Ajar Pengantar Geologi (2019), material sedimen yang memadat itu makin lama mengeras dan menjadi batuan sedimen yang padu, inilah proses litifikasi. Jadi deh, batuan sedimen!

Batuan Sedimen - Pengertian, Ciri, Klasifikasi, dan Contoh 84
Ilustrasi proses pembentukan batuan sedimen. (Arsip Zenius

Baca Juga: Profil Tanah dan Lapisan Horizonnya – Materi Geografi Kelas 10

Ciri-Ciri Batuan Sedimen

Terus, bagaimana cara mengenali batuan sedimen? Ya elo lihat ciri-cirinya. Dalam Modul 2 Geologi Dasar (2019) oleh Kementerian PUPR, berikut ciri-ciri batuan sedimen:

  1. Struktur

Struktur batuan sedimen umumnya berlapis-lapis. Pertanyaannya, mengapa batuan sedimen memiliki ciri-ciri berlapis? Elo tahu nggak?

Alasan mengapa batuan sedimen memiliki ciri-ciri berlapis adalah terjadinya diagenesis. Proses diagenesis dimulai dari sedimen yang udah mengendap. Endapan sedimen itu nggak hanya murni sedimen aja, tetapi udah bercampur dengan berbagai material lain. Sehingga, ketika endapan itu memadat dan jadi batuan sedimen, strukturnya jadi berlapis-lapis.

  1. Warna

Sebagian besar batuan sedimen berwarna terang, kayak putih, abu-abu terang, atau kuning. Namun, ada juga batuan sedimen yang berwarna gelap, seperti hitam, coklat, dan merah. Semua itu tergantung sama komposisi penyusunnya.

  1. Bentuk

Bentuk batuan sedimen bermacam-macam, dari yang bundar banget, bundar B aja, rada bundar, rada runcing, runcing B aja, sampai runcing banget. Semua itu tergantung sama komponen, tingkat kebundaran atau tingkat keruncingan material penyusun batuan.

  1. Permukaan

Permukaan batuan sedimen terbagi menjadi tiga macam, yaitu kasar, sedang, dan halus. Permukaan yang kasar cenderung meruncing, dipenuhi butiran yang nggak halus. Sementara itu, permukaan yang sedang nggak terlalu meruncing dan nggak terlalu halus. Sedangkan, permukaan halus cenderung rata, nggak ada butirannya.

Baca Juga: Gunung Meletus: Penyebab, Proses, hingga Dampaknya ke Lingkungan

Struktur Batuan Sedimen

Elo udah tahu kalau struktur batuan sedimen umumnya berlapis-lapis. Struktur batuan sedimen ini terbagi menjadi dua, yaitu struktur primer dan struktur sekunder. Bedanya, struktur primer terbentuk di awal pembentukan sedimen dan struktur sekunder terbentuk setelah batuan sedimen udah jadi.

Struktur batuan sedimen yang lebih sering ditemukan dan banyak dibahas adalah struktur primer. Dari sekian banyak struktur primer, ada top 5 struktur batuan sedimen yang perlu elo ketahui:

  1. Stratifikasi: dihasilkan dari endapan butiran sedimen yang dibawa oleh air, dari tempat asal sedimen menuju ke tempat lain. Biasanya, lapisan endapan pertama jadi batuan yang paling tua dibandingkan lapisan lainnya.
  2. Cross bedding: dibentuk ketika air atau angin yang membawa butiran sedimen ke tempat lain, ketemu sama penghalang kayak batu besar. Jadinya, sedimen mengendap di sebelah penghalang itu dan membentuk kemiringan.
  3. Ripple mark: dibentuk ketika air/angin yang bergerak bolak-balik membawa sedimen halus di sekitarnya. Sedimen kemudian mengendap dengan material yang berpapasan dengan air/angin.
  4. Graded bedding: dihasilkan dari longsoran dalam danau atau laut. Sehingga, struktur sedimen semakin ke bawah butirannya semakin besar.
  5. Mud cracks: terbentuk ketika sedimen yang awalnya mengandung banyak lumpur basah, lumpur itu jadi mengering. Sehingga, sedimen menghasilkan retakan.
Batuan Sedimen - Pengertian, Ciri, Klasifikasi, dan Contoh 85
Struktur primer batuan sedimen. (Dok. Creativecommons/Rikki Mitterer, David Sava, Mamunali96, Dmitry Rozhkov, James St.John)

Klasifikasi Batuan Sedimen

Macam-macam batuan sedimen terbagi menjadi tiga, yaitu berdasarkan cara pengendapan, tenaga pengangkut, dan tempat pengendapan. Gue jelasin satu per satu ya.

Berdasarkan Cara Pengendapan

  1. Batuan sedimen klastik: berasal dari pecahan batuan yang udah ada sebelumnya. Pecahan batuan tersebut kemudian mengendap di darat atau air.

Contoh batuan sedimen klastik: breksi, konglomerat, batu pasir. Ketiganya hampir sama. Bedanya, tekstur breksi cenderung tajam, konglomerat lebih tumpul, dan batu pasir berasal dari pasir.

  1. Batuan sedimen kimiawi: berasal dari proses kimia, kayak larutan yang kemudian mengendap.

Contoh batuan sedimen kimiawi: batu kapur (gamping), gipsum. Keduanya sama-sama berwarna putih, tetapi materialnya beda. Batu kapur mengandung kalsium karbonat, sedangkan gipsum mengandung kalsium sulfat.

  1. Batuan sedimen organik: berasal dari endapan sisa-sisa bagian tubuh makhluk hidup dan mineral-mineral yang dihasilkan organisme itu. Ciri-ciri batuan sedimen organik adalah warnanya yang gelap menuju hitam.

Contoh batuan sedimen organik: batu karang, batubara.

  1. Batuan sedimen vulkanik: berasal dari hasil letusan gunung berapi yang mengendap.

Contoh batuan sedimen vulkanik: breksi.

Batuan Sedimen - Pengertian, Ciri, Klasifikasi, dan Contoh 86
Contoh batuan sedimen berdasarkan cara pengendapan. (Dok. Creativecommons/South Arm Geological Service, Davidbena, Christian Reinboth, BrankaVV, ZeWrestler, Anne Burgess, James St. John)

Berdasarkan Tenaga Pengangkut

  1. Batuan sedimen aeris atau aeolis: diendapkan oleh angin.

Contoh batuan sedimen aeris/aeolis: tanah pasir, tanah loss, sand dunes, tanah tuff.

  1. Batuan sedimen aquatis: diendapkan oleh air.

Contoh batuan sedimen aquatis: batu breksi, batu konglomerat, batu pasir.

  1. Batuan sedimen glasial: diendapkan oleh gletser atau es.

Contoh batuan sedimen glasial: batu morena, drumlin.

Batuan Sedimen - Pengertian, Ciri, Klasifikasi, dan Contoh 87
Contoh batuan sedimen berdasarkan tenaga pengangkut. (Dok. Creativecommons/Brocken Inaglory, ZeWrestler, James St. John, Roger McLachlan, Jstuby)

Berdasarkan Tempat Pengendapan

  1. Batuan sedimen terrestrial: proses pengendapan terjadi di darat.

Contoh batuan sedimen terrestrial: breksi, batu pasir.

  1. Batuan sedimen marine: proses pengendapan terjadi di laut.

Contoh batuan sedimen marine: garam batu (halit), gamping.

  1. Batuan sedimen fluvial: proses pengendapan terjadi di sungai.

Contoh batuan sedimen fluvial: batu pasir, batu lempung.

  1. Batuan sedimen glasial: proses pengendapan terjadi di daerah bersalju atau es.

Contoh batuan sedimen glasial: batu morena.

Batuan Sedimen - Pengertian, Ciri, Klasifikasi, dan Contoh 88
Contoh batuan sedimen berdasarkan tempat pengendapan. (Dok. South Arm Geological Service, Jstuby, James St. John, Davidbena, Daniel Ventura, Roger McLachlan)

Baca Juga: 6 Cara Belajar SBMPTN yang Efektif Agar Dapat Skor Tinggi

Manfaat Batuan Sedimen

Batuan sedimen terbentuk bukan buat pajangan aja di muka bumi ini. Batuan sedimen punya banyak manfaat buat kehidupan sehari-hari, yang mungkin belum elo sadari.

Nih, gue kasih tahu manfaat batuan sedimen.

Batuan Sedimen - Pengertian, Ciri, Klasifikasi, dan Contoh 89
Ilustrasi manfaat batuan sedimen. (Arsip Zenius)

Contoh Soal Batuan Sedimen dan Pembahasan

Setelah belajar tentang batuan sedimen, saatnya gue menguji pemahaman elo. Gue kasih satu pertanyaan buat elo.

Batubara yang banyak ditemukan pada Pulau Kalimantan termasuk ke dalam batuan ….

A. sedimen klastik

B. sedimen kimiawi

C. metamorf

D. intrusif

E. sedimen organik

Menurut elo, apa jawabannya?

Pembahasan

Batubara merupakan batuan yang terbentuk karena akumulasi dari sisa-sisa tubuh makhluk hidup yang mengendap bersama mineral yang dihasilkannya. Jadi, batubara termasuk ke dalam batuan sedimen organik (E).

Yuk, Belajar UTBK Bareng Zenius!

Gimana, udah paham kan tentang batuan sedimen? Kalau elo mau belajar materi Geografi lebih dalam lagi buat persiapan UTBK, Zenius udah nyiapin video-video materi buat elo. Klik gambar di bawah ini buat mengakses videonya. Pastikan elo udah punya akun Zenius ya.

Batuan Sedimen - Pengertian, Ciri, Klasifikasi, dan Contoh 90

Elo juga bisa ngerjain latihan soal langsung buat mengasah kemampuan elo dalam ngerjain soal-soal Geografi UTBK. Klik di sebelah ya>>>Latihan Soal Geografi UTBK

Sekian dulu dari gue. Semoga materi yang gue paparkan bisa bikin elo lancar dalam ngerjain UTBK dan ujian apa pun. Beli kelapa di Tasikmalaya, sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Baca Juga: 5 Cara Mendapatkan Nilai UTBK Tinggi Agar Lolos PTN Impian

Referensi

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). (2019). Modul 2 Geologi Dasar. Jakarta: BPSDM. 

Batuan Sedimen dan Manfaatnya – BPMPK Kemdikbud

Islami, Nur. (2017). Fisika Bumi. Pekanbaru: Universitas Riau Press.

Zuhdi, Muhammad. (2019). Buku Ajar Pengantar Geologi. Mataram: Duta Pustaka Ilmu.

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Cannel_coal_(Cannel_City-Amburgy_Coal_Zone,_Middle_Pennsylvanian;_Jackson_North_Rt._15_roadcut,_Breathitt_County,_Kentucky,_USA)_7_(29371452793).jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Boulder_field_-_geograph.org.uk_-_329318.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Conglomerate_Rock.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:%27Coral_Boulders%27_-_geograph.org.uk_-_868374.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Cross_bedding.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gipskristalle.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Graded_bedding_in_conglomerate_%26_pebbly_sandstone_(%22Sharon%22_Conglomerate,_Lower_Pennsylvanian;_Jackson_North_roadcut,_Ohio,_USA)_3_(37495138586).jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Limestone_block.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Luxembourg-Steinfort-rock_stratification-01ESD.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Mesquite_Sand_Dunes_in_Death_Valley.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Mud_cracks_wow.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Pheatomagmatic_Breccia.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Ripple_marks_-_Shoksha_(Karelia).jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Rock_Clay_325.JPG

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Rock_salt_from_Khewra_Salt_Mine.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Sandstone_Culpepper_Basin_Maryland.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Stone_throne,_Kokino,_Macedonia.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Trace_fossils_in_fine-grained_sandstone_(Henley_Member,_Borden_Formation,_Lower_Mississippian;_Tener_Mountain_roadcut,_southern_Ohio,_USA)_18_(49039113233).jpg

Bagikan Artikel Ini!