Pengertian dan Jenis-Jenis Akuifer – Materi Geografi Kelas 10

Pengertian dan Jenis-Jenis Akuifer - Materi Geografi Kelas 10

Hai, Sobat Zenius! Sebelum membahas jenis-jenis akuifer, elo semua pasti pernah kan minum air putih dalam kemasan? Nah, ketika elo minum air tersebut, pernah nggak elo bertanya-tanya dari mana asal air tersebut? Ternyata, air minum kemasan yang sering kita konsumsi tersebut berasal dari air tanah yang keluar dari akuifer yang membentuk mata air di pegunungan, lho. 

Lantas, apa yang dimaksud akuifer? Apa saja jenis-jenis akuifer? Yuk, cari tahu! 

jenis akuifer
Ilustrasi. (Dok. Freepik)

Jenis-Jenis Akuifer

Akuifer merupakan lapisan batuan yang dapat menyimpan dan meloloskan air dalam jumlah besar. Sebab, lapisan tersebut tersusun dari batuan yang memiliki porositas dan permeabilitas yang tinggi seperti kerikil dan pasir. 

Adapun jenis-jenis akuifer antara lain akuifer bebas, akuifer tertekan, akuifer bocor, akuifer komposit, dan akuifer menggantung. 

Jenis-jenis akuifer
Jenis-jenis akuifer. (Arsip Zenius)

1. Akuifer Bebas (Unconfined Aquifer)

Akuifer bebas atau akuifer dangkal merupakan akuifer yang berada di zona saturate atau zona jenuh air. Jenis akuifer satu ini terbentuk dari lapisan permeabel dan lapisan impermeabel. 

Nah, kalau bicara kedalamannya, kedalaman maksimal akuifer bebas yakni hanya 15 meter saja nih guys. Jadi, nggak heran ya, kenapa akuifer bebas disebut juga akuifer dangkal. 

Karena kedalamannya yang dangkal, jumlah airnya pun sedikit sehingga hanya dimanfaatkan untuk wilayah yang relatif sempit. Contohnya di Wilayah Kepesisiran Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta.

Baca Juga: Fungsi dan Permasalahan Daerah Aliran Sungai

2. Akuifer Tertekan (Confined Aquifer) 

Akuifer tertekan terbentuk karena tiga lapisan yaitu lapisan impermeabel (lempung), lapisan permeabel (batu pasir), dan lapisan impermeabel (lempung). 

Nah, akuifer tertekan ini biasanya dikenal juga sebagai akuifer dalam nih, guys. Kenapa? Sebab, kedalaman akuifer tertekan yakni di atas 15 meter hingga puluhan atau ratusan meter. 

So, karena sangat dalam, jumlah airnya pun banyak sehingga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan wilayah yang luas. Contohnya di Pesisir Tugu, Semarang.

3. Akuifer Bocor (Leakage Aquifer)

Jenis akuifer selanjutnya adalah akuifer bocor. Sebenarnya akuifer satu ini mirip dengan akuifer tertekan yang sudah dibahas sebelumnya. 

Elo masih ingat kan, kalau akuifer tertekan memiliki tiga lapisan? 

Nah, begitupun dengan akuifer bocor yang juga punya tiga lapisan. Perbedaannya, kalau akuifer bocor terdiri dari lapisan semi permeabel, permeabel, dan impermeabel. 

4. Akuifer Menggantung (Perched Aquifer) 

Akuifer menggantung merupakan lapisan yang terdapat lensa impermeabel dalam lapisan permeabel. Nah, akuifer menggantung ini bukan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan wilayah yang luas. Sebab, ketersediaan airnya sedikit.

5. Akuifer Komposit

Jenis akuifer selanjutnya yakni akuifer komposit. Akuifer komposit dapat dikatakan paket lengkap nih, guys. Sebab, akuifer komposit ini merupakan gabungan dari semua akuifer. Jadi, di dalam suatu permukaan tanah terdapat banyak lapisan akuifer. Misalnya, yang atas akuifer menggantung, lalu bawahnya ada akuifer bebas, akuifer bocor, dan akuifer tertekan. Intinya, di dalam suatu permukaan tanah terdapat lebih dari satu akuifer atau gabungan dari semua akuifer.

Baca Juga: Metode Konservasi Tanah dan Contohnya

jenis akuifer zenius
Ilustrasi. (Dok. Freepik)

Parameter Akuifer

Guys, ternyata untuk mengetahui suatu lapisan permukaan tanah termasuk akuifer atau bukan itu ada ciri-ciri atau parameternya, lho.

Nah, berikut ini merupakan macam-macam parameter akuifer: 

  • Porositas

Porositas merupakan perbandingan volume rongga atau void (Vv) dengan volume total (Vt). Di mana, semakin besar volume rongga (Vv) maka porositasnya akan semakin besar. 

  • Specific Yield dan Specific Retention

Parameter akuifer selanjutnya yakni specific yield dan specific retention. Specific yield merupakan perbandingan volume air yang dapat mengalir (Vw) di bawah pengaruh gaya gravitasi terhadap volume total dari akuifer (Vt).

Sementara itu, specific retention merupakan perbandingan volume air yang masih tertahan dalam batuan (Vr) setelah proses pengaliran di bawah pengaruh gaya gravitasi terhadap volume total dari akuifer (Vt). Di mana, semakin rendah specific retention maka akuifer semakin bagus. 

  • Konduktivitas Hidrolika

Konduktivitas hidrolika merupakan salah satu parameter yang menunjukkan kemudahan air untuk bergerak dalam pori-pori batuan yang saling berhubungan. 

  • Transmisivitas

Parameter akuifer yang terakhir yakni transmisivitas. Jadi, transmisivitas merupakan jumlah air yang dapat ditransmisikan secara horizontal, dalam satu satuan lebar akuifer dan setebal akuifer dengan gradien hidrolika 1.

So, itu dia guys macam-macam parameter akuifer. Adapun rumus-rumus parameter akuifer yang bisa elo tonton di aplikasi Zenius

Contoh Soal Jenis-Jenis Akuifer

Sekarang, coba kita latihan soal, yuk!

  1. Dari ciri-ciri di bawah ini, jenis lapisan air tanah manakah yang sesuai ….

A. Confined aquifer

B. Aquiclude

C. Aquitard

D. Unconfined aquifer

E. Aquifug

Jawaban dan Pembahasan:

Ciri-ciri di atas merupakan ciri akuifer bebas atau unconfined aquifer. Sehingga jawaban yang tepat adalah D.

Baca Juga: Salinitas Air Laut dan Faktor yang Mempengaruhinya

Yeay, selesai juga nih pembahasan tentang pengertian dan jenis-jenis akuifer. Nah, untuk penjelasan lebih lanjut, elo bisa tonton videonya di aplikasi Zenius, ya. Caranya tinggal klik aja banner di bawah ini!

Pelajari materi Geografi di video materi belajar Zenius
Bagikan Artikel Ini!