Metode Konservasi Tanah dan Contohnya

Metode Konservasi Tanah dan Contohnya – Materi Geografi Kelas 10

Hai, guys! Kali ini, gue mau membahas tentang metode konservasi tanah. Tapi, sebelum itu gue ada pertanyaan nih buat elo. Pertanyaannya, pernah nggak sih elo melihat berita tanah longsor di TV? Kira-kira apa yang menyebabkan tanah longsor ini bisa terjadi? 

Metode Konservasi Tanah
Tanah yang mengalami erosi. (Dok. Wikimedia Commons)

Well, seperti yang kita tahu, salah satu penyebab tanah longsor adalah erosi. Sehingga, dapat dikatakan kalau erosi membawa banyak dampak negatif bagi kehidupan. Maka dari itu, kita perlu melakukan konservasi tanah nih, guys, untuk mencegah erosi. So, apa saja metode konservasi tanah? Yuk, simak artikel ini sampai selesai!

Konservasi Tanah

Apa itu konservasi tanah? Konservasi tanah merupakan usaha untuk mencegah kerusakan tanah akibat erosi serta memperbaiki tanah yang rusak akibat erosi. Nah, di bawah ini merupakan metode-metode konservasi tanah yang bisa elo lakukan!

1. Konservasi Tanah Metode Vegetatif

Konservasi tanah vegetatif merupakan cara konservasi dengan memanfaatkan tanaman sehingga tanah bisa terhindar dari air hujan dan aliran permukaan. Biasanya kalau sudah banyak aliran permukaan, tanah bisa jadi rawan erosi nih, guys. Jadi, perlu yang namanya pemanfaatan tanaman. 

Nah, berikut ini merupakan cara-cara yang bisa kita lakukan nih. Ada apa saja, ya?

A. Tanaman Penutup Lahan

Tanaman penutup lahan merupakan tumbuhan yang khusus ditanam untuk melindungi tanah dari ancaman kerusakan oleh erosi. Contoh konservasi tanah dengan metode tanaman penutup lahan antara lain: 

  • Pohon rendah (Calopogonium mucunoides)
  • Pohon sedang (Lantana camara)
  • Tanaman pelindung (pohon hujan)
  • Tanaman yang tidak disukai (Panicum repens).

B. Strip Cropping

Strip cropping merupakan salah satu metode konservasi tanah secara vegetatif. Strip cropping merupakan metode penanaman dengan mengelilingi lereng yang bertujuan untuk menahan tingkat erosi tanah. Metode ini bisa dilakukan dengan cara mengikuti garis kontur, strip lapangan, atau strip berpenyangga. 

metode konservasi tanah vegetatif strip cropping
Strip Cropping. (Dok. Wikimedia Commons)

C. Penanaman Berganda

Penanaman berganda merupakan sistem bercocok tanam dengan menanam lebih dari satu jenis tanaman dalam sebidang tanah secara bersamaan atau digilir. 

Nah, metode konservasi tanah ini dapat dilakukan dengan teknik tumpang sari (waktu bersamaan), penanaman beruntun (waktu berbeda lahan sama), atau sistem tumpang gilir (perpaduan tumpang sari dan beruntun). 

D. Penanaman Tanaman Pangan dan Non-pangan

Tanaman pangan dan non-pangan dapat dilakukan dengan cara mencampur tanaman pokok dengan tanaman lainnya yang bukan pangan. Contoh konservasi tanah dengan metode ini yakni, elo menanam cabe dan padi sekaligus.

E. Mulsa

Metode konservasi tanah dengan cara vegetatif berikutnya yakni mulsa. Jadi, mulsa ini merupakan bahan organik dari sisa tanaman yang diletakkan di atas permukaan tanah sebagai penutup. Fungsi mulsa ada banyak nih, yaitu:

  • Untuk mengurangi erosi.
  • Menghambat aliran permukaan tanah.
  • Mengatur suhu dan kelembapan tanah. 
  • Mematikan tanaman penganggu.

F. Reboisasi

Nah, metode vegetatif yang terakhir adalah reboisasi. Well, pasti elo udah nggak asing lagi nih dengan metode satu ini. Reboisasi merupakan metode penghutanan kembali lahan yang sudah gundul akibat penebangan pohon secara tidak terkendali. 

Baca Juga: Jenis dan Siklus Air Tanah

2. Konservasi Tanah Metode Mekanik

Tadi, kita sudah bahas metode konservasi tanah vegetatif, sekarang bahas metode konservasi tanah mekanik, yuk! 

Jadi, metode mekanik ini bertujuan untuk memperkecil terjadinya aliran air permukaan dan menyalurkan aliran air ke dalam tempat atau saluran yang tersedia. Nah, metode-metode yang bisa kita lakukan antara lain dengan terasering, membangun saluran air, dan rorak. 

Terasering merupakan bagian tanah yang dibuat agak tinggi dengan memotong lereng sehingga bisa menghadang aliran permukaan. Sementara itu, saluran air merupakan saluran yang dibuat untuk menampung air yang mengalir di permukaan tanah. 

Nah, kalau rorak merupakan saluran buntu berupa got yang dibuat pada bidang olah teras dan sejajar garis kontur yang berfungsi untuk menjebak aliran permukaan. 

Konservasi Tanah Metode Mekanik terasering
Contoh Terasering. (Dok. Wikimedia Commons)

3. Konservasi Tanah Metode Kimia

Metode konservasi tanah selanjutnya yakni dengan metode kimia. Metode konservasi tanah satu ini bertujuan untuk memantapkan struktur tanah dengan penambahan bahan kimia. 

Jadi, supaya tanahnya makin kuat maka ditambahkan beberapa bahan kimia. Bahan kimianya bisa berasal dari pupuk kompos sehingga dapat meningkatkan stabilitas agregat tanah. 

Baca Juga: Faktor dan Proses Pembentukan Tanah

Contoh Soal Konservasi Tanah

  1. Konservasi lahan secara mekanik dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian lahan. Manfaat teknik pengelolaan lahan tersebut bagi kelestarian lingkungan yaitu…

A. Mengurangi run off pada lahan miring

B. Meratakan permukaan lahan miring

C. Mengurangi pengendapan tanah

D. Mencegah tumbuhnya gulma

E. Mengurangi panjang lereng

Jawaban dan Pembahasan: 

Konservasi lahan secara mekanik merupakan konservasi tanah yang bertujuan untuk memperkecil terjadinya aliran air permukaan (run off) dan menyalurkan aliran air ke dalam tempat atau saluran yang tersedia. Maka, jawaban yang tepat adalah A. 

Baca Juga: 10 Jenis Tanah di Indonesia dan Persebarannya

Yeay, selesai juga nih pembahasan tentang konservasi tanah. Semoga artikel kali ini bisa membantu pemahaman elo, ya! Nah, kalau mau tahu lebih banyak lagi mengenai materi hari ini, elo bisa langsung kunjungi aplikasi Zenius.

Caranya tinggal klik banner di bawah ini! Atau kalo mau cari materi lainnya, tinggal ketik di kolom pencarian, ya.

belajar materi pelajaran geografi di zenius
Bagikan Artikel Ini!