Gunung Meletus: Penyebab, Proses, hingga Dampaknya ke Lingkungan 9

Gunung Meletus: Penyebab, Proses, hingga Dampaknya ke Lingkungan

Rabu (09/03/2022) malam hari, tepatnya pukul 23.03 WIB, masyarakat sekitar Gunung Merapi, Jawa Tengah, mendengar dentuman besar. Boom! Suaranya begitu besar seperti ada batu besar yang pecah. Sontak, dentuman ini bikin warga terbangun dan panik. Imbauan untuk mengungsi pun terdengar dari pengeras suara. Apa si Gunung Merapi meletus lagi?

Esok paginya, hawa panas mulai menjalar ke lereng gunung. Warga yang masih tinggal di sana dan belum mengikuti evakuasi pun kegerahan dengan hawa panas itu. Sementara, 193 warga lainnya sudah mengungsi ke Balai Desa Glagaharjo.

Begitulah suasana sekitar Gunung Merapi saat ini seperti yang diberitakan Detik, Sobat Zenius. Kemungkinan, Merapi lagi bergejolak untuk erupsi sehingga ia mengeluarkan sebaran awan panas dan hujan abu sejak Rabu kemarin. 

Kalau elo termasuk ke salah satu yang tinggal di wilayah sekitar Gunung Merapi, stay safe, ya! Atau, elo coba pastikan kondisi keluarga elo di sana, ya, Sobat Zenius!

Kalau mengingat kejadian Gunung Merapi meletus, ini memang bukan pertama kalinya. Bahkan, sudah terjadi sejak 1930. Indonesia bahkan belum merdeka! Dan, terakhir nih, erupsi hebat itu terjadi pada 26 Oktober 2010 atau 12 tahun yang lalu. 

Saking dahsyatnya si awan panas yang keluar dari Gunung Merapi, setidaknya ada 353 korban jiwa pada saat itu. Dan, kerugian material yang didapat juga mencapai Rp 3,62 triliun. Wow!

Kejadian ini juga jadi penyebab juru kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan meninggal. Kalau kata Tirto, Mbah Maridjan memang menolak untuk dievakuasi, karena ingin menjaga amanat dari Sultan Hemengku Buwono IX sebagai juru kunci.

Gunung Merapi ini memang kerap kali bikin deg-degan masyarakat sekitarnya. Soalnya, ia jadi salah satu dari 127 gunung aktif yang ada di Indonesia. Jadi, memang bisa kapan saja meletus. Nah, Gunung Merapi ini meletus terakhir kali pada 21 Juni 2020. Untungnya, tidak memakan korban jiwa saat itu.

Museum Gunung Merapi (Arsip Zenius)
Museum Gunung Merapi (Arsip Zenius)

Hmm …. Sebetulnya nih, Indonesia itu sudah ada 156 gunung meletus dari 2010-2020. Itu sih, dari data yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Banyak banget!

Dari banyak kejadian gunung api meletus ini, gue juga suka penasaran kenapa ya, gunung bisa meletus? Kenapa awan panas itu bisa melenyapkan makhluk hidup dan benda mati seketika? Memang sepanas apa sih? 

Mungkin elo juga bertanya hal serupa. Biar kita nggak bingung bareng-bareng, yuk, simak temuan gue tentang si gunung meletus. 

Baca juga: Mengenal Gempa Megathrust, Gempa Bumi Terkuat di Dunia

Aliran Piroklastik atau Awan Panas

Oke, sebelum kita melanglang buana ngebahas alasan gunung meletus, gue mau ajak elo buat diskusi tentang aliran piroklastik dulu. Hah? Apaan, tuh? Jadi, aliran piroklastik ini bisa disebut juga sebagai awan panas. 

Simpelnya, aliran piroklastik atau awan panas adalah aliran yang mengandung material vulkanik seperti gas dan abu vulkanik (pecahan batuan). Jadi, pas gunung api erupsi, mereka akan mengeluarkan aliran yang namanya awan panas. 

Aliran ini tuh bergeraknya cepet banget, guys. Menurut Britannica, ensiklopedia tertua di dunia, kecepatan awan panas bisa mencapai 100 km/jam. 

Kenapa disebut awan panas? Emangnya, awan panas berapa derajat, sih? Nah, temperatur panasnya ini bisa mencapai 600-700º celsius. Soalnya, awan panas ini kan berasal dari gunung berapi, ya. Jadi, material yang dikeluarin pun bakal sepanas itu juga. 

Kenapa sih, kok, awan panas bisa terbentuk? Menurut National Geographic, alasannya ini karena letusan gunung yang kembali jatuh ke tanah. Jadi, pas gunung meletus ke atas, materialnya bakal langsung jatuh ke bawah lagi, kan? Yap! Ini disebut sebagai hukum gravitasi. Nah, pas jatuh kembali ke tanah, materialnya bakal membentuk awan panas yang langsung bergerak menuruni sisi gunung berapi.

Kenapa bahaya? Soalnya, kayak yang sempat gue jelasin di atas. Suhu dari awan panas ini bisa mencapai 700º celsius. Nah, ini bisa merusak ekosistem yang ada. 

Contohnya nih, meletusnya Gunung Pelee di Martinique, pulau di sebrang Prancis, tahun 1902. Saking derasnya aliran piroklastik yang ada, meletusnya gunung tersebut memakan 30.000 korban jiwa. Kebayang kan, gimana bahayanya?

Baca juga: Tekanan Udara dan Dilema Para Pendaki Gunung

Kenapa Gunung Bisa Meletus?

Nah, sekarang kita udah sama-sama tau tentang material yang terkandung pas gunung meletus. Kenapa gunung bisa meletus, sih? Kenapa meletusnya ngeluarin awan panas? 

Tunggu, tunggu. Sabar, ya. Gue bakal jelasin pelan-pelan nih, biar elo nggak pusing. 

Menurut Scientific American, laman yang menyediakan sumber penelitian ilmiah dari Amerika Serikat, penyebab gunung meletus ini didominasi sama tiga faktor. 

Pertama, karena daya tampung magma (batuan cair di kerak bumi) udah mulai melebihi kapasitas atau ibaratnya penuh. Kedua, adanya tekanan dari gas-gas yang ada di magma. Ketiga, karena adanya magma baru ke dalam ruang magma yang sudah terisi. Intinya, penyebab gunung meletus ini dikarenakan ruang magma yang udah penuh.

Ibaratnya nih, kalau elo makan banyak banget dalam seharian, pasti perut elo juga berasa kepenuhan atau kekenyangan, kan? Nah, akibatnya, elo perlu buang air besar supaya isi perut elo nggak kepenuhan. Sama kayak gunung. Karena isi magmanya kepenuhan, makanya perlu dikeluarkan dengan cara meletusnya gunung.

Penyebab munculnya awan panas (Arsip Zenius)
Penyebab munculnya awan panas (Arsip Zenius)

Nah, sebelum gunung meletus, biasanya mereka akan mengeluarkan sinyal, nih. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kendal, Jawa Tengah, ini dia tanda-tanda gunung meletus yang bisa banget elo waspadai.

Tanda-tanda gunung yang akan meletus (Arsip Zenius)
Tanda-tanda gunung yang akan meletus (Arsip Zenius)

Setelah adanya tanda-tanda itu, kemungkinan besar gunung akan mengalami erupsi. Gimana sih, prosesnya gunung mengalami erupsi atau letusan?

Ilustrasi proses gunung meletus (Arsip Zenius)
Ilustrasi proses gunung meletus (Arsip Zenius)

Itu dia proses awal dari mulai terbentuknya magma, sampai terjadinya gunung meletus. 

Baca juga: Apa Itu Bencana dan Mengapa Bencana Dapat Terjadi?

Dampak Awan Panas ke Lingkungan

Nah, sekarang elo udah tahu kalau gunung meletus itu mengandung awan panas yang nggak baik buat ekosistem yang ada di sekitarnya. Kira-kira, apa aja sih dampaknya?

Dampak awan panas ke manusia (Arsip Zenius)
Dampak awan panas ke manusia (Arsip Zenius)

Selain gas beracun, awan panas ini kan berkisar dari suhu 200-700º celsius, ya. Nah, ketebalannya juga bisa mencapai 1000 meter, nih. Elo bisa ngebayangin nggak sih, kalau tubuh manusia diselimuti sama awan panas dengan suhu setinggi itu? Hmm ….

Nggak cuma orang-orang yang tinggal di sekitar gunungnya aja, lho. Letusan gunung berapi ini bisa menyembur sampai ke radius 18 kilometer. Terus, gas vulkanik dari letusannya juga bisa menyebar ke ratusan kilometer karena terbawa angin. 

Nah, sama kayak manusia. Kondisi gas beracun yang menyebar juga bisa menyebabkan binatang mati dengan cepat, lho. Bahkan, di kejadian meletusnya Gunung Merapi tahun 2010 lalu, ada 350 hewan ternak yang mati terkena awan panas. 

Dampak awan panas ke perairan (Arsip Zenius)
Dampak awan panas ke perairan (Arsip Zenius)

Nah, begitu pun untuk tumbuhan. Tanaman-tanaman yang hidup di sekitar lereng gunung juga akan layu atau mati. Tapi untungnya, tanah yang sempat dialiri gas vulkanik akan menjadi lebih subur nantinya. Kok, bisa? 

Soalnya, menurut British Geological Survey (BGS), lembaga geologi milik pemerintahan Inggris, tanah vulkanik mengandung kalium dan magnesium (unsur hara yang membuat tanah subur). Makanya, nggak mengherankan nih, kalau banyak tanaman yang hidup subur di area lereng gunung berapi. 

Nah, jadi sekarang elo udah tahu penyebab, proses, sampai dampaknya gunung meletus ke ekosistem yang ada, kan? Ternyata, proses yang dilalui gunung berapi buat meletus juga cukup panjang, lho.

Kalau elo sendiri, kira-kira masih ingat nggak, sama peristiwa gunung meletus di Indonesia yang bikin deg-degan banget? Boleh share ceritanya di bawah, ya!

Baca juga: Krisis Energi, Bagaimana Kabar Energi Terbarukan dan Energi Masa Depan?

Editor: Tentry Yudvi Dian Utami

Reference:
Gunung Merapi Erupsi, 193 Warga Sleman Mengungsi – CNN (2022)
Erupsi Dahsyat Gunung Merapi 11 Tahun Lalu, Mbah Maridjan Salah Seorang Korban – Tempo (2021)
Pyroclastic Flow – National Geographic (2019)
Pyroclastic Flow – Britannica
What Causes a Volcano to Erupt, and How Do Scientist Predict Eruptions? – Scientific American (1999)
How dangerous are pyroclastic flow? – United States Government
Penyebab Awan Panas Letusan Gunung Merapi Versi BPPTKG – Tirto (2019)
Gunung Meletus – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kendal (2015)
How Do Volcanoes Erupt? – United States Government
1 Juta Meter Kubik Kubah Lava Merapi Lepas, Ancaman Banjir Lahar Meningkat – Tempo (2022)
Ratusan Hewan Ternak Tersapu Awan Panas – Liputan6 (2010)
The Hazards of Pyroclastic Flow – National Geographic (2014)
Lokasi Erupsi Jadi Wisata Dadakan, Akses Masuk Ditutup – Detik (2022)
127 Gunung Aktif di Indonesia Berdasarkan Tipenya – Katadata (2022)
How do volcanoes affect plants and animals? – Oregon State University (2010)

Bagikan Artikel Ini!