Sejarah Wayang: Menilik Perkembangan Budaya Klasik 9

Sejarah Wayang: Menilik Perkembangan Budaya Klasik

Summer ke London, sabi nih kayaknya.”

Sorry, sob. Elo udah keduluan. Udah ada tuh yang sampai London duluan tanpa ribet ngurusin visa dan karantina lagi. 

Apa tuh, yang sampai London? Yang pasti, bukan temen elo yang tengil dan suka bragging kalau iPhone keluarin model terbaru. Bukan dia, tapi wayang. 

Lho! Kok bisa? Bisa, dong. Apa coba yang nggak bisa sekarang ini? Kita mau cepat pintar aja bisa lewat Zenius, masa wayang nggak bisa jalan-jalan ke London?  

Anyway, yang gue maksud bukan literally jalan-jalan ya, guys. Bentar-bentar, gue jelasin nih .…

Jadi, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London udah kerja sama bareng Middlesex University, London, buat menayangkan pertunjukan wayang secara online.

Hayo … elo iri nggak, sama wayang? Di kampus tersebut, nonton pertunjukan wayang udah jadi bagian pelajaran di program studi Music and Arts, nih.

Duh, kebayang nggak sih, wayang dipelajarin sama anak-anak London? Bangga banget, ya. Tapi ngomong-ngomong soal wayang, ini tuh udah jadi kebudayaan yang hampir punah lho, di Indonesia.

Nah, kali ini gue mau bahas dunia per-wayang-an nih. Mulai dari asal-usul, legenda ceritanya, sampai perkembangan wayang itu sendiri.

Yuk, kepoin artikelnya sampai habis, ya!

Baca juga: Kenapa Rusia Ingin Invasi Ukraina?

Sejarah Wayang

Sebenarnya, wayang itu apa, sih? 

Nah, dikutip dari laman resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud), wayang merupakan boneka tiruan orang untuk memerankan tokoh dalam cerita drama tradisional (Jawa, Sunda, Bali).

Terus, bahan yang dibuat dari wayang ini juga macam-macam. Itu semua tergantung dari jenis wayangnya. Dan dalam pewayangan, nggak cuma ada cerita yang berlangsung aja, lho. Tapi, ada unsur-unsur pendukung juga di dalamnya. Yuk, cari tahu lebih lanjut tentang jenis, unsur, sampai penghargaan yang pernah didapat wayang lewat Infografis: Jenis-jenis Wayang, Unsur, hingga Keberhasilan yang Dicapai

Hayo … elo sendiri udah pernah nonton pertunjukan wayang belum, nih? Kalau udah, elo nonton wayang jenis apa? 

Selama ini, mungkin gue dan elo udah nggak asing sama wayang karena jadi salah satu kebudayaan yang dibanggakan Indonesia. Tapi, tahu nggak sih, kalau sejarah wayang udah ada lebih dari seribu tahun lalu? 

Menurut jurnal Pendidikan Nilai Dalam Pagelaran Wayang Kulit (2018), sejarah wayang tuh udah ada dari abad ke-11.

Sejarah wayang (Arsip Zenius)
Sejarah wayang (Arsip Zenius)

Dari situ, ajaran agama Islam pun akhirnya disebarkan juga melalui media wayang. Wali Songo atau sembilan tokoh penyebar agama Islam lah yang membantu penyebaran ajarannya. Kalau elo mau tahu lebih lanjut tentang penyebaran agama Islam, bisa banget nih di cek di Periodisasi Sejarah Peradaban Islam, ya. 

Nah, kalau elo sendiri, lebih percaya sama teori sejarah yang mana, nih?

Baca juga: Mengulas Fenomena Spirit Doll dari Kacamata Psikologi

Legenda Ramayana dalam Pewayangan

Kira-kira, apa sih yang bikin wayang jadi menarik banget buat ditonton? Yap! Salah satunya yaitu jalan ceritanya yang berasal dari legenda Ramayana atau Mahabharata.

Dilansir dari World History, pusat informasi mengenai sejarah di dunia, legenda Ramayana ini sebenarnya berasal dari India yang menceritakan tokoh Rama dan Sita.

Jadi, kisah ini dimulai saat Raja Dasharata dari Kerajaan Ayodhya mempunyai empat anak lelaki bernama Rama, Bharata, serta si kembar Laksmana dan Satrugna dari istri yang berbeda-beda.

Lalu, Raja Janaka di Kerajaan Mithila mempunyai anak bernama Sita. Nah, suatu hari, Rama menikah dengan Sita.

Setelah pernikahannya, Raja Dasharata merasa sudah tua dan mau memindahkan kekuasaannya ke Rama. Tapi, istri sang raja ngingetin kalau ternyata dulu Raja Dasharata pernah bikin janji kalau Rama bakal diasingkan ke hutan selama 14 tahun.

Akhirnya, Rama memenuhi janji ayahnya untuk tinggal selama 14 tahun di hutan bersama istrinya, Sita, dan adiknya, Laksmana. 

Legenda Ramayana di cerita pewayangan (Arsip Zenius)
Legenda Ramayana di cerita pewayangan (Arsip Zenius)

Mereka pun menyusun rencana untuk membalas dendam ke Rama. Akhirnya, Rahwana menculik Sita. Pas Rama tahu Sita hilang, mereka mulai bingung dan mencari-cari. Nah, sekelompok monyet akhirnya ngasih tau keberadaan Sita di Kerajaan Rahwana.

Dari situ, Rama dan sekelompok monyet menyerang Kerajaan Rahwana, dan berhasil mengambil Sita kembali. Mereka kembali tinggal di hutan selama 14 tahun, dan akhirnya kembali ke Kerajaan Ayodhya. 

Saat kepulangannya, Rama pun diangkat menjadi seorang raja. Dari situ, mereka pun hidup bahagia bersama.

Nah, cerita Ramayana ini jadi salah satu legenda yang paling terkenal di pertunjukan wayang. Menarik banget, ya?

Baca juga: Infografis: Fakta Anime Menarik, Budaya Populer di Jepang

Perkembangan Wayang

Wayang kan jadi salah satu kebudayaan Indonesia yang diakui sama UNESCO, ya. Gimana sih, perkembangannya? Emangnya benar kalau wayang mau punah?

Nah, pertunjukan wayang ini sebenarnya masih ada dari masa ke masa, lho. Bahkan, pertunjukannya juga diselenggarakan di luar negeri.

Salah satunya, wayang kulit pernah ditayangkan di Festival Indonesia tahun 2017 yang berlokasi di Moskow, Rusia. Nah, pertunjukan wayang di Moskow ini menarik minat ratusan orang Rusia, lho.

Eits, nggak cuma itu aja. Wayang juga dikenal sampai ke Prancis, nih. Dilansir dari kemdikbud.go.id, laman resmi Kemdikbud, pada tanggal 1 – 30 September 2021 lalu, ada pagelaran wayang di kota Amiens, Prancis. Di acara tersebut, ada 57 tamu undangan yang berisi pejabat kota, sampai wartawan.

Kalau di Indonesia sendiri, gimana?

Nah, elo bisa banget nih pergi ke Museum Wayang di Jakarta untuk melihat 6 ribu koleksi wayang yang ada.

Terus, Museum Sonobudoyo yang berlokasi di Yogyakarta juga rutin mengadakan pertunjukan wayang lho, di tahun 2021 kemarin. Untuk sekarang, pertunjukannya lagi ditunda dulu nih, karena adanya pandemi Covid-19.

Tapi kalau elo tetap mau nonton pertunjukannya, nggak perlu khawatir! 

Kemdikbud pernah menyelenggarakan pertunjukan wayang secara online juga, kok. Untuk sekarang sih, memang belum ada kepastian waktunya, ya. Tapi di tahun 2020 kemarin, mereka menggelar pertunjukan wayang tersebut secara gratis melalui Youtube.

Pameran wayang virtual yang diselenggarakan Kemdikbud (Arsip Zenius)
Pameran wayang virtual yang diselenggarakan Kemdikbud (Arsip Zenius)

Nah, jadi dengan adanya pandemi Covid-19 ini, sebenarnya nggak membuat wayang jadi tergeser juga, lho. Pemerintah Indonesia bahkan ikut membawa wayang ke era digital supaya tetap bisa dikenal sama masyarakat luas.

Dari situ, legenda Ramayana yang menjadi salah satu bagian dari pewayangan juga menjadi tetap dikenal. Simpelnya, kebudayaan Indonesia masih bisa dijangkau sama masyarakat luas lewat perkembangan teknologi.

Kalau elo sendiri, udah pernah coba membuat wayang sendiri belum nih, dari tutorial yang ada?

Referensi:

Pendidikan Nilai Dalam Pagelaran Wayang Kulit – Sigit Purwanto (2018)

Wayang Indonesia – Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud (2015)

Keragaman Wayang Indonesia – Portal Informasi Indonesia (2019)

Ramayana – World History (2016)

Gamelan dan Wayang Diperkenalkan di Kampus London, Inggris – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2022)

Pameran Wayang Jawa Indonesia Digelar Sebulan Penuh di Prancis – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2021)

Kisah Ramayana Sedot Perhatian Warga Rusia – Detik (2017)

Melestarikan Wayang, Mahakarya Budaya Dan Tradisi Indonesia, Secara Digital – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2020)

Bagikan Artikel Ini!