Proses Penilaian dari Hasil Belajar Siswa – Zenius untuk Guru

Proses Penilaian dari Hasil Belajar Siswa - Zenius untuk Guru 9

Menjelang ujian, tidak hanya materi serta soal yang Bapak dan Ibu Guru siapkan tapi juga bagaimana proses penilaian nantinya setelah ujian selesai. Bapak dan Ibu Guru pastinya berharap bahwa siswa bisa menyelesaikan ujian dengan baik agar menghasilkan nilai yang sesuai dengan kemampuan mereka.

Melalui penilaian, Bapak dan Ibu Guru bisa mengetahui sampai mana tingkat pengetahuan siswa. Penilaian merupakan hasil belajar siswa yang juga diukur berdasarkan tingkat keterampilan dan kemampuan. Hasil dari proses penilaian ini kemudian digunakan sebagai Bapak dan Ibu Guru dalam merancang proses pembelajaran kedepannya.

Nah, sebelum lanjut membahas tentang proses penilaian dalam pendidikan, ada baiknya kita mengetahui dulu apa itu sebenarnya penilaian. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Apa Itu Proses Penilaian?

Dalam kegiatan sehari-hari, kita sering melakukan yang namanya proses penilaian. Tanpa disadari, sebelum membeli barang kita akan mengukur dan menilainya terlebih dahulu, manakah yang lebih baik kualitasnya atau lebih murah harganya. Nah, contoh tersebut menggambarkan bahwa sebelum menentukan barang yang dibeli, kita melakukan penilaian terhadap benda-benda tersebut.

Dalam pembelajaran, proses penilaian juga Bapak dan Ibu Guru lakukan untuk melihat sampai mana keberhasilan belajar siswa. Proses penilaian meliputi serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh, menganalisis, serta menafsirkan informasi hasil belajar siswa.

hasil belajar siswa
Situasi ujian sebelum pandemi. (Dok. edukasi.kompas.com)

Penilaian memungkinkan timbal balik antara guru dan siswa untuk saling berbagi dan menghargai pemahaman satu sama lain. Dalam prosesnya, Bapak dan Ibu Guru juga perlu memperhatikan prinsip-prinsip penilaian. Prinsip penilaian digunakan untuk mendukung berbagai kebijakan, prosedur, dan praktik penilaian yang komprehensif.

Prinsip-prinsip penilaian diantaranya meliputi penilaian harus bersifat valid, bisa dipercaya, dan konsisten, informasi penilaian bisa diakses, sifatnya transparan dan adil, mendukung proses belajar siswa, efisien, serta hasil penelitiannya bisa dipantau untuk ke depannya digunakan dalam peningkatan kebijakan dan praktik penilaian.

Baca Juga: Peran Guru di Masa Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT)

Makna Penilaian

Penilaian juga mempunyai makna tersendiri dalam dunia pendidikan yang dapat dilihat dari berbagai sisi, mulai dari siswa, guru, dan juga sekolah.

  1. Makna penilaian bagi siswa
    Melalui proses penilaian, siswa bisa mengetahui sejauh mana keberhasilannya dalam mengikuti pelajaran yang diberikan guru. Dari hasil yang diperoleh, ada dua kemungkinan yang terjadi yaitu di mana nilai tersebut memuaskan atau tidak memuaskan.
  1. Makna penilaian bagi guru
    Dari proses penilaian, Bapak dan Ibu Guru bisa mengetahui sampai mana siswa bisa memahami dan menguasai pelajaran. Selain itu, proses penilaian juga bisa memberikan gambaran apakah materi yang diajarkan dan metode pembelajaran yang digunakan sudah tepat untuk siswa.
  1. Makna penilaian bagi sekolah
    Sekolah bisa mengetahui apakah kondisi belajar yang diciptakan sudah sesuai dengan harapan dan tujuan pembelajaran. Penilaian yang merupakan hasil belajar ini menjadi cerminan kualitas suatu sekolah. Dalam jangka panjang, hasil penilaian juga dijadikan sebagai pedoman bagi sekolah untuk meningkatkan dan mengembangkan kondisi sekolah agar dapat memenuhi standar yang diharapkan.

Baca Juga: Siswa Nakal, Gimana Cara Mengatasinya?

Tujuan dan Fungsi Penilaian

Proses penilaian tidak hanya digunakan untuk mengukur sejauh mana tujuan pembelajaran tercapai, tapi juga digunakan untuk membuat keputusan dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya. Ada beberapa tujuan dan fungsi penilaian yang diantaranya:

  1. Penilaian berfungsi selektif, artinya proses penilaian dilakukan agar Bapak dan Ibu Guru bisa mengadakan seleksi terhadap siswanya. Salah satu contoh tujuannya adalah untuk memilih siswa yang bisa naik ke tingkat atau kelas berikutnya.
  2. Penilaian berfungsi diagnostik, artinya Bapak dan Ibu Guru melakukan diagnosis atas kelebihan dan kekurangan siswa, serta berusaha menemukan solusinya.
  3. Penilaian berfungsi sebagai penempatan, artinya penilaian digunakan sebagai acuan untuk menentukan dimana seorang siswa harus ditempatkan.
  4. Penilaian berfungsi sebagai pengukur keberhasilan, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Dari proses penilaian, guru dan siswa bisa mengetahui sejauh mana tujuan dan keberhasilan pembelajaran telah tercapai.

Setelah mengetahui pengertian, makna, tujuan, serta fungsi penilaian, bagaimana langkah melakukan penilaiannya?

Baca Juga: 3 Komponen AKM yang Wajib Diketahui

Langkah Melakukan Proses Penilaian

proses penilaian
Beberapa langkah dilakukan dalam proses penilaian untuk melihat sampai mana keberhasilan belajar siswa. (Dok. Freepik)

  1. Menetapkan Rencana dan Tujuan Penilaian
    Tujuan penilaian ditetapkan berdasarkan RPP yang telah disusun Bapak dan Ibu Guru. Setiap kompetensi dasar pastinya memiliki indikator atau hasil belajar yang nantinya bisa siswa dapatkan dari proses pembelajaran, meliputi apa yang harus dilakukan siswa (kemampuan), apa yang harus siswa ketahui (pengetahuan), dan dan bagaimana siswa menyikapinya (sikap atau perilaku).

    Sebagai contoh, kompetensi dasar pada mata pelajaran Fisika kelas 8 adalah tentang menjelaskan tekanan zat dengan salah satu indikatornya adalah menjelaskan konsep tekanan. Selanjutnya, tujuan pembelajaran yang ingin dicapai adalah siswa dapat menjelaskan konsep tekanan dengan bahasanya sendiri. Berdasarkan tujuan pembelajaran tersebut, Bapak dan Ibu Guru bisa menetapkan tujuan penilaian yaitu untuk mengukur penguasaan siswa terhadap konsep tekanan dan dapat menjelaskannya sesuai pemahaman yang didapatkan.
  1. Menentukan Teknik Penilaian yang Tepat
    Ada berbagai cara yang bisa digunakan untuk menilai hasil belajar siswa. Penting untuk menentukan bagaimana data atau nilai akan dikumpulkan. Berdasarkan indikator-indikator yang ada pada kompetensi dasar, Bapak dan Ibu Guru bisa menentukan teknik penilaian yang tepat. Contohnya menggunakan ujian tertulis, praktik, observasi, atau penugasan secara individu maupun kelompok. Meskipun pengukuran pembelajaran langsung dan tidak langsung bisa digunakan, namun disarankan untuk fokus pada penilaian pembelajaran secara langsung.
  1. Melaksanakan Proses Penilaian
    Setelah Bapak dan Ibu Guru menentukan tujuan penilaian dan teknik yang digunakan, saatnya mengumpulkan data atau nilai. Tentunya, dalam mengumpulkan nilai Bapak dan Ibu Guru perlu menyusun terlebih dulu kisi-kisi dan menyusun soal, terutama jika teknik penilaian yang dipilih adalah ujian tertulis. Setelah siswa mengerjakan ujian yang diberikan, Bapak dan Ibu Guru bisa melakukan proses penilaian berdasarkan pedoman penskoran yang sebelumnya juga sudah dirancang.
  1. Menganalisis Penilaian
    Melakukan analisis dan melaporkan hasil penilaian penting untuk dilakukan. Pada tahap ini, dilakukan proses penafsiran atau interpretasi dari penilaian yang telah berhasil Bapak dan Ibu Guru kumpulan. Bapak dan Ibu Guru bisa melihat sejauh mana tingkat pemahaman siswa terhadap materi dan seberapa besar keberhasilan pembelajaran yang dicapai. Dari proses penilaian, Bapak dan Ibu Guru kemudian menarik kesimpulan yang mengacu pada tujuan pembelajaran di awal.
  1. Menyesuaikan Pembelajaran
    Hasil penilaian akan sangat bermanfaat jika digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran ke depannya. Proses penilaian dikatakan gagal ketika hasilnya tidak mengarah atau belum bisa mencapai tujuan pembelajaran. Maka dari itu perlu dilakukan penyesuaian atau perbaikan metode, materi, cara penyampaian, atau hal lain yang berkaitan dalam pembelajaran. Jika hasil penilaian sudah cukup baik, maka proses penilaian dapat digunakan sebagai acuan untuk mempertahankan atau mengembangkan kegiatan pembelajaran agar menjadi lebih baik lagi dan hasilnya semakin maksimal.

Demikian penjelasan tentang proses penilaian dalam pembelajaran. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Bapak dan Ibu Guru dalam melakukan penilaian terhadap hasil belajar siswa. Bapak dan Ibu Guru juga bisa melakukan proses penilaian secara lebih mudah melalui Zenius untuk Guru dan aplikasi Zenius. Selengkapnya bisa Bapak dan Ibu Guru saksikan di video berikut ini ya! Sampai jumpa di artikel-artikel blog ZenRu lainnya.

Referensi

Learning Outcomes: Types, Benefits, And Examples Of Learning Outcomes – MasterSoft (2021)

The Assessment Process – Missouri State (2021)

Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan Edisi 3 (2021)

Prosedur Evaluasi dalam Pembelajaran (2018)

Baca Juga Artikel Lainnya

Cara Mengembangkan Keahlian dan Kompetensi Guru

Kenapa Siswa Menyontek Saat Ujian?

Perjuangan Guru Mengajar Selama Pandemi

Bagikan Artikel Ini!