komponen AKM

3 Komponen AKM yang Wajib Diketahui

Asesmen Kompetensi Minimum atau AKM merupakan bentuk baru penilaian mutu pembelajaran yang didalamnya memiliki 3 komponen AKM. AKM menjadi bagian dari program Asesmen Nasional yang mulai diberlakukan pada tahun 2021 ini, bersama dua bentuk penilaian lainnya yaitu Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar. Kebijakan ini diterapkan untuk mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik.

AKM mengukur kompetensi mendasar atau minimum yang diperlukan peserta didik di kehidupan bermasyarakat nanti. Komponen yang diukur pada asesmen ini adalah literasi membaca dan numerasi. AKM berfokus pada kompetensi mendasar yang diperlukan agar dapat berhasil pada berbagai mata pelajaran.

Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan mengenai AKM di bawah ini!

Pengertian AKM

komponen AKM
AKM dalam Pendidikan (Foto oleh Tima Miroshnichenko dari Pexels)

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan bentuk penilaian kompetensi mendasar yang meliputi literasi membaca dan literasi numerasi (matematika). Tidak hanya sekadar penguasaan konten, AKM dimaksudkan untuk mengukur kompetensi siswa secara mendalam. AKM menekankan kemampuan penalaran literasi dan numerasi yang didasarkan pada praktik tes PISA

Melalui kompetensi literasi membaca, siswa diharapkan mampu memahami, menggunakan, serta mengevaluasi berbagai jenis teks tertulis. Kemampuan literasi membaca harus dikembangkan agar siswa bisa mendapatkan pemahaman terkait berbagai cakupan dan konteks yang lebih luas dalam kehidupan sehari-hari. 

Sementara, kompetensi numerasi mencakup pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan siswa untuk menggunakan data atau angka. Harapannya, siswa dapat menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika dalam jenis konteks yang relevan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.

Tujuan AKM

AKM bertujuan untuk mengevaluasi kualitas belajar mengajar. Informasi capaian belajar yang didapatkan dari AKM kemudian digunakan untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar kedepannya. 

Hasil penilaian AKM dapat digunakan Bapak/Ibu guru untuk mengetahui tingkat kompetensi murid. Bapak/Ibu guru kemudian bisa menyusun metode dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan tingkat kompetensi siswa, agar proses belajar mengajar bisa lebih efektif dan sesuai dengan tingkat capaian murid. Dengan begitu, siswa dapat lebih mudah memahami dan menguasai materi pembelajaran yang disampaikan Bapak/Ibu guru.

tujuan komponen AKM
Bagan tujuan AKM. Sumber: AKM dan Implikasinya pada Pembelajaran (Kemendikbud).

Komponen AKM

Soal-soal AKM meliputi tiga komponen yang mewakilkan pengertian literasi membaca dan numerasi. Ketiga komponen AKM tersebut adalah konten, konteks, dan tingkat kognitif. Soal AKM diharapkan dapat mengukur berbagai konten, konteks, dan beberapa tingkat proses kognitif.

Konten

Konten pada literasi membaca mengacu pada jenis teks yang digunakan, yaitu teks informasi dan fiksi. Sementara konten pada numerasi berfokus pada kemampuan Bilangan, Pengukuran dan Geometri, Data dan Ketidakpastian, serta Aljabar.

Komponen

Literasi Membaca

Numerasi

KontenTeks informasi:

Teks yang bertujuan memberikan fakta, data, dan informasi untuk pengembangan wawasan serta ilmu pengetahuan yang bersifat ilmiah.

Bilangan:

Kemampuan yang meliputi representasi, sifat urutan, dan operasi beragam jenis bilangan (cacah, bulat, pecahan, desimal).

Teks fiksi:

Teks yang bertujuan memberikan pengalaman hiburan, cerita, dan perenungan bagi pembaca.

Pengukuran dan Geometri:

Kemampuan untuk mengenal bangun datar, termasuk menggunakan volume dan luas permukaan dalam kehidupan sehari-hari. Serta pemahaman tentang pengukuran panjang, berat, waktu, volume dan debit, serta satuan luas menggunakan satuan baku.

Data dan Ketidakpastian:

Kemampuan pemahaman, interpretasi, serta penyajian data maupun peluang.

Aljabar:

Kemampuan tentang persamaan dan pertidaksamaan, relasi dan fungsi (termasuk pola bilangan), serta rasio dan proporsi.

Tabel Komponen AKM: Konten

Tingkat Kognitif

Proses kognitif berkaitan dengan cara berpikir yang dibutuhkan para siswa dalam menyelesaikan masalah atau soal. Pada literasi membaca dan numerasi, tingkat kognitif dibagi menjadi tiga level. Proses kognitif untuk literasi membaca yaitu menemukan informasi, interpretasi dan integrasi, serta evaluasi dan refleksi. Untuk literasi numerasi, ketiga tingkat kognitif adalah pemahaman, penerapan, dan penalaran.

Komponen

Literasi Membaca

Numerasi

Tingkat KognitifMenemukan informasi:

Meliputi kemampuan mencari, mengakses, serta menemukan informasi tersurat dari wacana.

Pemahaman:

Kemampuan memahami fakta, prosedur, serta alat matematika.

Interpretasi dan integrasi:

Kemampuan memahami informasi tersirat atau tersurat, memadukan interpretasi antar bagian teks untuk menghasilkan inferensi.

Penerapan:

Kemampuan menerapkan konsep matematika dalam situasi nyata yang bersifat rutin.

Evaluasi dan refleksi:

Kemampuan menilai kredibilitas, kesesuaian maupun keterpercayaan teks, serta mampu mengaitkan isi teks dengan hal lain di luar teks. 

Penalaran:

Bernalar dengan konsep matematika untuk menyelesaikan masalah bersifat non rutin.

Tabel Komponen AKM: Tingkat Kognitif

Konteks

Komponen AKM konteks berhubungan dengan aspek kehidupan atau situasi pada konten yang digunakan. Konteks pada literasi membaca dan numerasi dibagi menjadi tiga, yaitu personal, sosial budaya, dan saintifik.

KomponenLiterasi Membaca

Numerasi

KognitifPersonal:

Berkaitan dengan kepentingan diri secara pribadi.

Sosial Budaya:

Berkaitan dengan kepentingan antarindividu, budaya, dan isu kemasyarakatan.

Saintifik:

Berkaitan dengan isu, aktivitas, serta fakta ilmiah baik yang telah dilakukan maupun yang ada di masa depan.

Tabel Komponen AKM: Konteks

Demikian penjelasan mengenai tiga komponen AKM dalam Asesmen Nasional. Baik Bapak/Ibu guru dan murid harus memahami komponen-komponen AKM tersebut agar proses belajar mengajar dan AKM dapat berjalan dengan lancar.

Bapak/Ibu guru juga bisa mengetahui informasi seputar AKM dengan menonton video berikut.


Bapak/Ibu guru bisa mendapatkan tips seputar cara mengajar dan kegiatan belajar mengajar lainnya melalui Zenius untuk Guru. Tak hanya itu, Bapak/Ibu guru juga dapat merasakan kemudahan dalam belajar mengajar online dengan fitur-fitur yang lengkap dan akses yang mudah. Informasi lebih lanjut, klik di sini -> Zenius untuk Guru

Referensi

Kemendikbud. (2020). AKM dan Implikasinya pada Pembelajaran. Diambil dari https://hasilun.puspendik.kemdikbud.go.id/akm/ 

Wikipedia. (n.d.). Merdeka Belajar. Diambil dari https://id.wikipedia.org/wiki/Merdeka_Belajar 

Baca Juga Artikel Lainnya

UN Digantikan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Apa yang Berubah?

AKM: Pengertian, Tipe Soal, dan Jadwal Pelaksanaan

9 Perbedaan AKM dan UN yang Wajib Kamu Tahu

Bagikan artikel ini: