akm 2021

AKM: Pengertian, Tipe Soal, dan Jadwal Pelaksanaan

AKM atau Asesmen Kompetensi Minimum akan perdana diterapkan tahun ini. Wacana seputar Asesmen Kompetensi Minimum telah bergulir sejak lama menyusul keputusan dihapusnya UN pada 2020 karena pandemi COVID-19. Banyak pula tafsiran yang beredar di publik, “Beneran enggak sih bakal jadi pengganti UN? Sebenarnya apa beda AKM dengan UN?”

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim, sempat menyinggung AKM dalam siaran pers virtual yang disiarkan YouTube Pusmenjar Kemdikbud pada Oktober 2020. Nadiem menyebut AKM direncanakan sebagai pengganti Ujian Nasional (UN).

akm 2021
Ilustrasi ujian. (Dok. Kemdikbud RI)

Hal itu berbeda dengan informasi di laman situs resmi Pusat Asesmen dan Pembelajaran (Pusmenjar) Kemdikbud. Dalam dokumen tertanggal Januari 2021, AKM disebut tidak menggantikan peran UN sebagai penentu kelulusan siswa. Target dan tipe soal juga sangat berbeda dengan UN. 

Tapi, tidak menutup kemungkinan bahwa ke depannya AKM bakal menggantikan UN sepenuhnya. Hanya saja untuk saat ini, AKM masih akan diujicobakan ke beberapa jenjang kelas saja, yakni murid kelas 5 SD, kelas 8 SMP, dan kelas 11 SMA. Yuk, simak ulasan selengkapnya.

Apa itu AKM?

Asesmen Kompetensi Minimum merupakan bagian dari program Asesmen Nasional 2021. Mendikbud Nadiem menyebut Asesmen Nasional sebagai bagian dari reformasi pendidikan. Asesmen Nasional terdiri dari tiga bentuk penilaian: AKM, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Pada dasarnya, ketiga bentuk penilaian tersebut bertujuan menguji kemampuan literasi, numerasi, dan karakter siswa. Dengan perincian sebagai berikut:

  • Asesmen Kompetensi Minimum 

Asesmen Kompetensi Minimum bertujuan mengukur literasi membaca dan literasi matematika (numerasi) murid.

  • Survei Karakter

Survei Karakter bertujuan mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang mencerminkan kepribadian murid.

  • Survei Lingkungan Belajar

Survei Lingkungan Belajar mengukur kualitas input serta proses dalam belajar-mengajar di kelas maupun di tingkat satuan pendidikan (sekolah).

AKM secara khusus mengukur dua macam literasi, yakni literasi membaca dan literasi numerasi. Kedua kemampuan literasi tersebut dipilih karena tergolong kompetensi mendasar yang perlu dimiliki semua murid. Terlepas dari profesi anak di masa depan, kemampuan memahami data dalam teks dan angka wajib menjadi prioritas.

Survei Karakter juga ditujukan untuk murid. Sedangkan untuk Survei Lingkungan belajar, targetnya adalah murid dan guru. Namun daftar pertanyaan disesuaikan dengan perspektif masing-masing responden.

Seluruh sekolah wajib mengikuti Asesmen Nasional, termasuk madrasah dan satuan pendidikan kesetaraan lainnya. Namun, Kemdikbud akan memilih sampel murid secara acak dari kelas 5 SD, kelas 8 SMP, dan kelas 11 SMA sebagai target penilaian AKM dan Survei Karakter.

Berbeda dengan UN, hasil uji Asesmen Nasional tidak menjadi acuan kelulusan siswa. Asesmen Nasional hanya dipakai sebagai sumber informasi untuk memetakan dan mengevaluasi mutu sistem pendidikan. Kualitas belajar-mengajar juga akan tercermin dari hasil uji AKM tersebut.

Tipe soal AKM

Bentuk soal AKM terdiri dari pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat, dan uraian. 

  1. Pilihan ganda, murid hanya dapat memilih satu jawaban benar dalam satu soal. 
  2. Pilihan ganda kompleks, murid dapat memilih lebih dari satu jawaban benar dalam satu soal. 
  3. Menjodohkan, murid menjawab dengan cara menarik garis dari satu titik ke titik lainnya yang merupakan pasangan pertanyaan dengan jawabannya. 
  4. Isian singkat, murid dapat menjawab berupa bilangan maupun kata untuk menyebutkan nama benda, tempat, atau jawaban pasti lainnya. 
  5. Uraian, murid menjawab soal dengan beberapa kalimat untuk menjelaskan jawabannya. 

Lantas, ada berapa jumlah soal yang harus dijawab siswa? Murid kelas 5 SD akan mengerjakan 30 soal untuk masing-masing literasi membaca dan numerasi. Sedangkan murid kelas 8 SMP dan 11 SMA akan mengerjakan 36 soal. 

Jadwal pelaksanaan Asesmen Nasional

Asesmen Nasional akan dilaksanakan pada bulan September – Oktober 2021. Pelaksanaannya akan digelar selama dua hari secara daring (online) atau semi-daring. Pihak sekolah bisa memilih di antara kedua metode pelaksanaan sesuai kesiapan jaringan internet masing-masing.

Meskipun Asesmen Nasional tidak menentukan kelulusan, bukan berarti enggak perlu persiapan ya. Baik murid maupun guru juga perlu mengevaluasi kesiapan diri. Zenius untuk Guru hadir sebagai platform mengajar ramah AKM. Semua guru bisa mendaftar untuk membuat akun secara gratis. Tahap-tahap pendaftarannya dijelaskan lengkap oleh Angga Fauzan, Growth Lead Zenius Education, dalam video berikut.

BACA JUGA: 

Berkenalan dengan Asesmen Nasional

UTBK Berbeda dengan Ujian Nasional!