9 Perbedaan AKM dan UN yang Wajib Kamu Tahu

perbedaan akm dan un

Halo, Sobat Zenius sudah pada tahu kan apa itu ujian AKM? Yap betul sekali, Asesmen Kompetensi Minimum atau yang bisa disebut juga ujian asesmen adalah ujian pengganti UN. Lalu apa sih perbedaan AKM dan UN itu? Kenapa juga UN harus diganti?

Nah, ujian asesmen adalah suatu program assessment nasional yang dicanangkan oleh Mendikbud Nadiem Makarim pada 2021 lalu. Pada assessment nasional nilai kelulusan diambil dari hasil penilaian tiga instrumen, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter (SK), dan Survei Lingkungan Sekolah.

Sehingga, perbedaan AKM dan UN yang paling mencolok adalah UN menjadi penentu lulus atau tidaknya siswa sedangkan ujian AKM akan mengevaluasi kualitas belajar. Evaluasi tersebut akan dipakai untuk perbaikan mutu pendidikan secara keseluruhan.

Untuk informasi awal, AKM dan Survei Karakter khusus ditujukan bagi siswa kelas 5 SD, kelas 8 SMP, dan kelas 11 SMA. Sedangkan Survei Lingkungan Sekolah untuk siswa dan guru. Pelaksanaan ujian AKM telah dilakukan dari September – November 2021 lalu. Maka kemungkinan di tahun 2022 juga akan dilaksanakan pada September – November. 

perbedaan akm dan un
Illustrasi siswa sedang belajar (Dok. Zenius)

AKM Pengganti UN sebagai Evaluasi Mutu Pendidikan

Jika elo belum tahu apa itu ujian assessment atau AKM pengganti UNBK, elo pasti akan bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan asesmen nasional tersebut. Pertanyaan lainnya juga akan muncul, seperti apakah AKM menentukan kelulusan atau tidak? Dan apa perbedaan AKM dan UN? 

Nah, untuk mencari tahu arti asesmen nasional ini, elo bisa liat dari adanya perubahan arah evaluasi pendidikan. Selama ini, UN identik sebagai satu-satunya pertaruhan nasib kelulusan siswa. Detik-detik menjelang UN selalu jadi momen menakutkan buat siswa. Gimana nggak? Hasil belajar selama bertahun-tahun ditentukan hanya dalam empat hari.

Karena itu, harus ada jalan yang lebih berimbang dalam menilai capaian belajar yang artinya harus ada ujian pengganti UN. 

Nah, ujian asesmen adalah salah satu bentuk solusi sebagai tahapan evaluasi yang bisa dimulai setahun sebelum siswa naik tingkat ke jenjang pendidikan selanjutnya. Jadi pemerintah bersama guru bisa ambil start perbaikan kualitas belajar-mengajar lebih awal.

Kenapa harus ada ujian pengganti UN? Nah, di era tsunami informasi ini, pengetahuan faktual semakin mudah diakses hampir semua orang. Dengan begitu, hampir semua orang juga nggak sulit mencapai tahap “mengetahui”. 

Lalu apa itu ujian AKM? Apa tujuan dilaksanakannya penilaian tersebut? Ujian asesmen adalah penilaian atas kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh siswa untuk mengembangkan diri dan dan berkontribusi ke masyarakat. Ujian AKM menggeser fokus dari keluasan pengetahuan menuju kedalaman kompetensi dari kurikulum. 

Jadi, apakah AKM menentukan kelulusan atau tidak? Jawabannya adalah tidak, karena ujian AKM hanya akan mengevaluasi hasil belajar siswa. Sehingga, perbedaan AKM dan UN yang paling mencolok adalah tujuan yang berbeda dari diadakannya masing-masing ujian tersebut.

Hal yang diujikan di dalam ujian AKM sekolah adalah literasi membaca dan literasi numerasi. Ujian ini bertujuan menilai kemampuan menggunakan dan menganalisis pengetahuan yang telah diperoleh untuk pemecahan masalah. 

Terlepas dari profesi siswa di masa depan, kemampuan tersebut yang setidak-tidaknya harus dimiliki dan bersifat mendasar. Oleh sebab itu, ada kata “minimum” dalam ujian Asesmen Kompetensi Minimum.

Apa Syarat Kelulusan Siswa dalam Ujian AKM sebagai Pengganti UN?

Selama masa transisi perubahan ini, ada beberapa kriteria syarat untuk menentukan kelulusan dalam ujian AKM pengganti UN. Menurut Surat Edaran Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021, syarat kelulusan siswa memuat beberapa aspek penilaian. Berikut rincian selengkapnya:

  1. Siswa mampu menyelesaikan program pembelajaran dengan bukti nilai rapor tiap semester.
  2. Siswa memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik. 
  3. Siswa mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan (sekolah). Ujian yang diselenggarakan sekolah berupa portfolio yang berisi evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap/perilaku, dan prestasi; tes secara online atau offline; serta kegiatan penilaian lain sesuai ketetapan sekolah masing-masing.

Nah, dari syarat-syarat yang sudah disebutkan di atas, elo pasti sudah bisa melihat sekilas mengenai perbedaan AKM dan UN. Gue juga akan membahas lebih lanjut mengenai perbedaan dari kedua ujian tersebut. Simak penjelasan berikut ini. 

Perbedaan AKM dan UN

Karena adanya informasi yang beredar mengenai ujian AKM, maka perlu diketahui apa saja perbedaan AKM dan UN.

Setidaknya ada 9 perbedaan AKM dan UN, sebagaimana tercantum dalam laman situs Pusmenjar Kemdikbud. Apa aja? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut.

PerbedaanUNAKM
Jejang PenilaianSMP/MTs/Paket B, SMA/MA/Paket C, dan SMK SederajatSD/MI/Paket A, SMP/MTs/Paket B, SMA/MA/Paket C dan SMK Sederajat
Level PesertaKelas AkhirKelas 5 SD, 8 SMP, dan 11 SMA
Subjek PesertaSensus murid kelas akhirSensus satuan pendidikan dengan sampel murid
Tingkat AsesmenHighstake (penentu kelulusan)Lowstake  (bukan penentu kelulusan)
Model SoalPilihan Ganda dan Isian Singkat (Matematika SMA/SMK)Pilihan Ganda, Pilihan Ganda Kompleks, Isian Singkat, dan Uraian
Periode Asesmen tiap Peserta4 hari2 hari
Moda PelaksanaanSemi daringDaring, semi daring
Metode PenilaianComputer-based Test (CBT)Computerized Multi-Stage Adaptive Testing (MSAT)
Spesifikasi Minimal Infrastruktur SekolahServer lokal, komputer client, Bandwidth 1 MbpsSemi daring: server lokal, komputer client, bandwidth 1 MbpsDaring: komputer client, bandwidth 12 Mbps untuk 15 client

Nah, jadi itu 9 perbedaan AKM dan UN yang telah dibahas secara langsung oleh Pusmenjar Kemdikbud. Selanjutnya, apa elo penasaran sama rincian soal ujian AKM? Berikut gue akan memberikan rinciannya.

Rincian dan Contoh Soal AKM

Berdasarkan informasi dari Pusmenjar Kemdikbud, soal AKM  yang diujikan akan berkaitan dengan literasi numerasi dan literasi membaca dengan jumlah soal yang berbeda di setiap kelasnya. Berikut rinciannya:

KelasLiterasi NumerasiLiterasi Membaca
Kelas 5 SD30 Soal30 Soal
Kelas 8 SMP36 Soal36 Soal
Kelas 11 SMA36 Soal36 Soal

Selanjutnya, gue mau menginfokan dalam laman Pusmenjar Kemdikbud, soal AKM literasi numerasi dan membaca disajikan dalam 6 level pembelajaran. Elo bisa mengakses detail informasi dan contoh soalnya di sini.

Sobat Zenius, itulah informasi mengenai apa itu ujian assessment atau AKM pengganti UNBK yang telah mulai dilaksanakan pada tahun 2021 dan juga 9 perbedaan AKM dan UN. Semoga informasi ini dapat bermanfaat buat elo yang masih bingung apa arti asesmen nasional, tujuan, sistem penilaian, dan sebagainya. 

Oh ya, informasi lebih lanjut mengenai AKM seperti materi yang diujikan, jadwal pelaksanaan, dan panduan belajar, bisa elo akses di Zenius – Panduan AKM

Baca juga: 

Contoh Soal AKM Numerasi

Contoh Soal AKM Literasi

3 Komponen AKM

Originally published: April 28, 2021
Updated by: Ni Kadek Namiani Tiara Putri – SEO Writer Intern Zenius

Bagikan Artikel Ini!