AKM atau Asesmen Kompetensi Minimum - Zenius

9 Perbedaan AKM dan UN yang Wajib Kamu Tahu

Sewaktu Ujian Nasional dihapus, muncul istilah AKM atau Asesmen Kompetensi Minimum. Enggak jarang keduanya disandingkan setelah AKM santer banget diisukan sebagai pengganti UN. Pengganti dalam artian menjadi penentu kelulusan siswa.

Sebenernya, gimana sih faktanya? Nah, kemungkinan ke arah situ enggak tertutup mengingat pernyataan Mendikbud Nadiem Makarim waktu siaran pers Oktober 2020 lalu. Mendikbud menyebut Asesmen Nasional direncanakan sebagai pengganti UN.

Tapi, untuk sekarang ini, Asesmen Nasional masih dalam tahap uji coba ke beberapa jenjang kelas aja dan bukan penentu kelulusan. Program asesmen ini terdiri dari tiga bentuk penilaian: AKM, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Sekolah. 

AKM dan Survei Karakter khusus ditujukan bagi siswa kelas 5 SD, kelas 8 SMP, dan kelas 11 SMA. Sedangkan Survei Lingkungan Sekolah untuk siswa dan guru. Pelaksanaan asesmen dimulai September – Oktober 2021 mendatang.

9 Perbedaan AKM dan UN yang Wajib Kamu Tahu 9

Antara AKM dan UN sebagai evaluasi mutu pendidikan

Nah, kita bisa melihat ada perubahan arah evaluasi pendidikan dengan adanya Asesmen Nasional. Selama ini, UN identik sebagai satu-satunya pertaruhan nasib kelulusan siswa. Detik-detik menjelang UN selalu jadi momen menakutkan buat siswa. Gimana enggak? Hasil belajar selama bertahun-tahun ditentukan hanya dalam empat hari.

Karena itu, harus ada jalan yang lebih berimbang dalam menilai capaian belajar. Lewat AKM, tahapan evaluasi bisa dimulai setahun sebelum siswa naik tingkat ke jenjang pendidikan selanjutnya. Jadi pemerintah bareng guru bisa ambil start perbaikan kualitas belajar-mengajar lebih awal.

Kenapa penilaian dengan gaya UN dihapus? Nah, di era tsunami informasi ini, pengetahuan faktual semakin mudah diakses hampir semua orang. Dengan begitu, hampir semua orang juga enggak sulit mencapai tahap “mengetahui”. 

Karena alasan itu, target penilaian yang sekadar mengukur penguasaan terhadap materi kurikulum jadi enggak relevan lagi. Asesmen Nasional, sebaliknya, menggeser fokus dari keluasan pengetahuan menuju kedalaman kompetensi dari kurikulum. 

Dalam ujian AKM, misalnya, ada dua hal yang diuji: Literasi Membaca dan Literasi Matematika (Numerasi). Ujian ini bertujuan menilai kemampuan menggunakan dan menganalisa pengetahuan yang telah diperoleh untuk pemecahan masalah. 

Terlepas dari profesi siswa di masa depan, kemampuan tersebut yang setidak-tidaknya harus dimiliki dan bersifat mendasar. Oleh sebab itu, ada kata “minimum” dalam Asesmen Kompetensi Minimum.

UN dihapus, apa syarat kelulusan siswa?

Selama masa transisi perubahan ini, ada beberapa kriteria syarat untuk menentukan kelulusan. Menurut Surat Edaran Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021, syarat kelulusan siswa memuat beberapa aspek penilaian. Berikut rincian selengkapnya.

  1. Siswa mampu menyelesaikan program pembelajaran dengan bukti nilai rapor tiap semester.
  2. Siswa memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik. 
  3. Siswa mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan (sekolah). Ujian yang diselenggarakan sekolah berupa portfolio yang berisi evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap/perilaku, dan prestasi; tes secara online atau offline; serta kegiatan penilaian lain sesuai ketetapan sekolah masing-masing.

Perbedaan AKM dan UN

Yang paling mencolok antara AKM dan UN adalah UN menjadi penentu lulus atau tidaknya siswa. Sedangkan AKM hanya mengevaluasi kualitas belajar. Evaluasi tersebut akan dipakai untuk perbaikan mutu pendidikan secara keseluruhan.

Ada setidaknya 9 perbedaan lain antara AKM dan UN, sebagaimana tercantum dalam laman situs Pusmenjar Kemdikbud. Apa aja? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut.

PerbedaanUNAKM
Jejang PenilaianSMP/MTs/Paket B, SMA/MA/Paket C, dan SMK SederajatSD/MI/Paket A, SMP/MTs/Paket B, SMA/MA/Paket C dan SMK Sederajat
Level PesertaKelas AkhirKelas 5, 8, dan 11
Subjek PesertaSensus murid kelas akhirSensus satuan pendidikan dengan sampel murid
Tingkat AsesmemHighstake (penentu kelulusan)Lowstake  (bukan penentu kelulusan)
Model SoalPilihan Ganda dan Isian Singkat (Matematika SMA/SMK)Pilihan Ganda, Pilihan Ganda Kompleks, Isian Singkat, dan Uraian
Periode Asesmen tiap Peserta4 hari2 hari
Moda PelaksanaanSemi daringDaring, semi daring
Metode PenilaianComputer-based Test (CBT)Computerized Multi-Stage Adaptive Testing (MSAT)
Spesifikasi Minimal Infrastruktur SekolahServer lokal, komputer client, Bandwith 1 Mbps
  • Semi daring: server lokal, komputer client, bandwith 1 Mbps
  • Daring: komputer client, bandwith 12 Mbps untuk 15 client

BACA JUGA:

AKM: Pengertian, Tipe Soal, dan Jadwal Pelaksanaan

AKM Diisukan Jadi Pengganti UN, Bagaimana Faktanya?