pengukuran

Pengukuran Sudut, Waktu, Panjang, dan Berat – Matematika 4 SD

Saat di kelas, ada siswa Bapak dan Ibu Guru yang bingung membaca jam? Atau beberapa tidak bisa menjawab saat ditanya berapa jarak rumahnya ke sekolah? Kalau begitu, artinya siswa perlu mempelajari pengukuran, nih.

Betul, pengukuran adalah kegiatan untuk mengetahui nilai besaran, dimensi, atau kapasitas.

Tidak cuma waktu dan panjang, pengukuran di materi Matematika kelas 4 SD juga meliputi pengukuran sudut, berat, dan satuan kuantitas.

Supaya siswa makin paham tentang pengukuran, langsung aja kita bahas bersama materi ini.

Pengukuran Sudut

Sudut (∠) adalah daerah yang dibatasi oleh dua garis. Misalnya ada garis A dan garis B. Nah, di antara garis A dan B ada daerah yang besarnya disebut sudut.

besar sudut
Ilustrasi sudut. (Arsip Zenius)

Di kehidupan sehari-hari, kita bisa melakukan pengukuran sudut. Contohnya jam dinding yang menunjukkan pukul 5 tepat, di mana jarum jam panjang dan jarum jam pendek membentuk sebuah sudut.

pengukuran sudut
Perbedaan besar sudut. ( Arsip Zenius)

Nah, biasanya pengukuran sudut dibantu dengan alat yang disebut dengan busur derajat. Selain jam dinding, masih banyak lagi benda yang bisa siswa ukur besar sudutnya seperti papan tulis, buku, atau pintu yang terbuka.

Baca Juga: Tangram, Manfaat dan Fungsinya dalam Pembelajaran

Membandingkan Sudut

Saat melihat dua buah sudut, pasti muncul rasa penasaran sudut mana yang lebih besar atau lebih kecil. Sebenarnya, bagaimana cara membandingkan sudut?

  1. Buat dua buah sudut yang berbeda, misalnya ∠A dan ∠B
  2. Gunting gambar kedua sudut, lalu himpitkan garisnya dengan titik sudut
  3. Perhatikan sudut mana yang ada di dalam. Kalau ∠A ada di dalam ∠B, artinya ∠A lebih kecil dari ∠B. Begitu juga sebaliknya.
perbandingan sudut
Cara membandingkan sudut. (Arsip Zenius)

Contoh Soal Pengukuran Sudut

Supaya pemahaman siswa tentang pengukuran sudut lebih dalam, kita perlu memberikan mereka latihan soal,nih. Contohnya seperti di bawah ini.

Dalam waktu 45 menit, berapa banyak sudut ¼ putaran yang dilalui jarum panjang sebuah jam?

Hal pertama yang harus siswa ketahui adalah besar sudut yang dibentuk waktu 45 menit yaitu 45°. Nah, yang ditanyakan di sini adalah ¼ putaran artinya jika satu putaran penuh besarnya 360° maka ¼ x 360°= 90°.

Jarum jam dari angka 12 ke angka 3 menjalani ¼ putaran yang pertama, kemudian dari angka 3 ke 6 adalah ¼ putaran yang kedua, dan terakhir dari angka 6 ke 9. Jadi dalam waktu 45 menit, sudut ¼ putaran dilalui 3 kali.

Mungkin siswa Bapak dan Ibu Guru bertanya-tanya, kenapa pengukuran sudut berkaitan dengan jam? Karena di kehidupan sehari-hari, sudut erat kaitannya dengan jam.

Nah, sekarang mari kita bahas pengukuran waktunya sendiri.

Baca Juga: Penjumlahan dan Pengurangan Sudut

Pengukuran Waktu 

Pengukuran waktu dilakukan untuk mengukur berapa lama sesuatu berlangsung. Misalnya, berapa menit waktu yang dibutuhkan siswa untuk sampai ke sekolah, atau berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan tugas.

pengukuran waktu
Satuan pengukuran waktu. (Arsip Zenius)

Contoh Soal Pengukuran Waktu

Biasanya, soal-soal pengukuran waktu meliputi penjumlahan waktu dengan satuan yang berbeda. Tujuannya, supaya siswa bisa ingat perubahan satuan waktunya dan paham bagaimana cara mengubahnya.

2 jam + 20 menit = … menit

Untuk menjawab soal di atas, pastinya siswa harusnya merubah semua satuan waktunya menjadi menit. 2 jam artinya 2 x 60 menit yaitu 120 menit. Jadi jawabannya 120 menit + 20 menit yaitu 140 menit.

Berikut contoh soal pengukuran waktu yang lainnya.

Anti berangkat dari rumahnya pukul 6.45. Dia tiba di rumah nenek setelah menghabiskan waktu 2 jam 25 menit. Pukul berapa dia tiba di rumah nenek?

Dari soal itu, siswa bisa menambahkan pukul dia berangkat (6 jam 45 menit) dengan total waktu yang dihabiskan (2 jam 25 menit) sehingga hasilnya 8 jam 70 menit. Terus, waktu 70 menit diubah dulu ke dalam jam menjadi 1 jam 10 menit. Jadi, Anti sampai di rumah nenek pukul 9.10.

Baca Juga: Kumpulan Rumus Matematika Lengkap dengan Keterangannya

Pengukuran Panjang

Tinggi, lebar, dan jarak itu menggunakan pengukuran panjang yang satuannya bisa berupa cm, m, km, dan lainnya. Alat bantunya juga beragam, misalnya penggaris, meteran, atau jangka sorong. 

Nah, untuk menghafal satuan panjang, sebenarnya siswa cukup mengingat tangga satuan panjang di bawah ini. Setiap turun satu anak tangga, maka satuannya akan dikali sepuluh. Sementara setiap naik satu anak tangga, satuannya akan dibagi sepuluh.

pengukuran panjang
Tangga satuan panjang. (Arsip Zenius)

Pengukuran Berat

Berat atau massa dipakai untuk mengukur berat sebuah objek. Contohnya, siswa mengukur berat badan menggunakan alat bantu timbangan.

Satuan pengukuran berat sendiri adalah gram dan kilogram. Pengukuran berat juga bisa diingat lebih mudah dengan bantuan tangga satuan berat.

Pengukuran berat
Tangga satuan berat. (Arsip Zenius)

Satuan Kuantitas

Satuan kuantitas adalah jumlah benda. Contohnya, siswa membeli 5 buku, maka jumlah 5 buku itu adalah satuan kuantitasnya.

Di kehidupan sehari-hari, siswa Bapak dan Ibu Guru pasti sering menemukan istilah lusin, kodi, atau gros saat ikut orang tuanya belanja. Nah, kira-kira apakah mereka tahu artinya?

satuan kuantitas
Satuan kuantitas dalam Matematika. (Arsip Zenius)

Kalau siswa sudah mulai memahami satuan-satuan pengukuran, istilah, dan cara menghitungnya, saatnya beri latihan ke mereka tentang penerapannya di kehidupan sehari-hari. Apa saja ya contohnya?

Memperdalam Konsep Pengukuran pada Siswa

Tidak hanya berhitung, sejak dini siswa harus dikenalkan dengan konsep pengukuran. Ada beberapa cara untuk mengembangkan kemampuan ini, berikut di antaranya.

  1. Libatkan siswa dengan kegiatan pengukuran sederhana. Contohnya minta mereka untuk mengamati buku dan pensil, terus tanyakan manakah yang lebih panjang atau pendek. Setelah itu, ajak mereka untuk membuktikkan hasil analisis panjang dan pendek dengan mengukurnya menggunakan penggaris.
  1. Terapkan konsep pengukuran dalam kegiatan sehari-hari siswa. Kita bisa memberi tugas agar mereka menghitung jarak dan waktu yang dibutuhkan dari rumah sampai sekolah. Minta siswa untuk mendata, apakah dengan jarak tempuh yang sama, waktu yang mereka perlukan untuk sampai di sekolah tetap sama setiap harinya.
  1. Ciptakan permainan yang menyenangkan, misalnya ajak siswa mengukur panjang papan tulis menggunakan jengkal masing-masing. Kegiatan ini menjelaskan kalau jengkal merupakan satuan panjang yang tidak baku karena hasil pengukurannya berbeda-beda bergantung panjang jengkal setiap individu.

Kegiatan-kegiatan di atas secara tidak langsung akan membiasakan dan memperdalam konsep pengukuran dalam diri siswa. Mereka bisa menyimpulkan bahwa sesuatu dapat dikatakan panjang, berat, luas, dan sebagainya apabila ada pembandingnya dengan kegiatan sehari-hari.

Nah, silakan dicoba ya contoh kegiatannya agar siswa bisa lebih memahami konsep pengukuran.

Oh iya, selain lewat penjelasan dan contoh di atas, Bapak dan Ibu Guru juga bisa membagikan video materi dan latihan soal yang ada di Zenius melalui Zenius untuk Guru. Ada juga fitur penilaian yang memudahkan pembuatan laporan hasil belajar siswa, lho.

Zenius untuk Guru

Referensi

Orangtua, Ajari Anak Konsep Pengukuran dengan 4 Cara Ini – Komopas (2020)

20 Clever Ideas for Teaching Measurement of All Kinds – We Are Teachers (2020)

Baca Juga Artikel Lainnya

Introducing Yourself

Menyajikan dan Mengolah Data

Rantai Makanan, Peristiwa Makan dan Dimakan

Bagikan Artikel Ini!