Tangram, Manfaat dan Fungsinya dalam Pembelajaran – Zenius untuk Guru

tangram dalam pembelajaran

Pernahkah Bapak dan Ibu Guru mendengar istilah tangram?

View Results

Loading ... Loading ...

Ternyata, tangram bisa dimanfaatkan sebagai salah satu media pembelajaran lho, terutama dalam pelajaran Matematika. Coba Bapak dan Ibu Guru perhatikan gambar di bawah ini supaya lebih memahami apa itu tangram.

Nah dari contoh di atas, terlihat jelas ya gambaran apa yang dimaksud dengan tangram. Pasti, Bapak dan Ibu Guru pernah atau bahkan sering melihatnya di toko-toko mainan, khususnya di bagian permainan edukatif. Karena selain dimainkan untuk hiburan, tangram juga bisa meningkatkan kemampuan berpikir kreatif anak. Yuk, kenali permainan ini lebih lengkap untuk memanfaatkannya dalam pembelajaran Bapak dan Ibu Guru.

Pengertian Tangram

Tangram adalah suatu jenis permainan bentuk pola yang terdiri dari tujuh bagian atau potongan terpisah. Istilah ini sendiri dapat diartikan sebagai tujuh papan keterampilan. Tujuan dari permainan ini adalah untuk mengatur ulang tujuh bagian yang ada menjadi sebuah pola atau gambar yang lengkap dari berbagai bentuk berdasarkan garis besar atau siluet yang diberikan.

tangram untuk belajar
Contoh permainan teka-teki tangram. (Foto dari tangram-channel.com)

Sebagai contoh, gambar di atas menunjukkan bahwa kita harus mengubah potongan-potongan tangram yang ada di sebelah kanan (berbentuk persegi) menjadi sebuah segitiga mengikuti gambar siluet yang ada di sebelah kiri.

Dalam bermain tangram, ada suatu peraturan sederhana yang harus diikuti. Semua potongan harus digunakan secara rata, harus saling bersentuhan, dan tidak boleh tumpang tindih.

Sesuai dengan peraturan yang berlaku, maka teka-teki di atas bisa diselesaikan dengan cara seperti di bawah ini.

tangram untuk pembelajaran
Cara penyelesaian teka-teki tangram (Foto dari tangram-channel.com)

Sejarah Tangram

Tangram merupakan permainan teka-teki tertua Cina yang sudah ada sejak Kekaisaran Dinasti Tang. Di abad ke-19, mereka diperkirakan melakukan perjalanan ke Eropa dengan kapal dagang dan mulai dikenal oleh masyarakat di sana. Hingga akhirnya, tangram menjadi sangat populer di negara-negara Eropa, yang salah satunya disebabkan oleh terbitnya buku The Fashionable Chinese Puzzle

Contoh tangram
Tangram adalah permainan asal Cina yang terdiri dari tujuh potongan bentuk. (Foto dari microsoft.com)

Dalam kisah kuno Tiongkok, ada satu legenda yang menceritakan tentang tangram. Dikatakan bahwa dulu kala terdapat seorang lelaki tua yang bijaksana ingin membawakan selembar kaca kepada raja untuk jendela istananya. Potongan kaca tersebut dibungkus dalam kain sutra lalu dimasukkan ke dalam ransel.

Perjalanan yang dilalui lelaki tua itu tidaklah mudah. Ia harus melintasi gurun, sungai, hutan, dan mendaki pegunungan terjal untuk sampai di istana raja. Setelah berhasil sampai di puncak gunung, lelaki tua tersebut melihat istana dari kejauhan. Sayangnya, karena terlalu senang melihat tujuannya sudah di depan mata, ia tersandung dan jatuh ke sisi gunung. Kaca yang dibawanya pun pecah.

Sesampainya di istana, lelaki tua menceritakan kejadian yang menyebabkan kaca berharga tersebut pecah. Saat raja membuka bungkus sutra kaca tersebut, lelaki tua justru terkejut melihat kaca yang pecah menjadi tujuh bentuk geometris. Ia kemudian menceritakan perjalanannya dengan memindahkan tujuh pecahan kaca dan membentuk gambar-gambar baru mulai dari rumah, seekor unta, perahu, dan juga pegunungan tempat ia jatuh. Raja menikmati gambar-gambar geometris yang dibentuk ulang tersebut. Sejak saat itulah tangram ditemukan.

Dalam bahasa Cina sendiri, pola tangram disebut dengan “Chin-Chiao Pan” yang berarti tujuh potongan yang menarik. Sejarah tangram dari Cina semakin diperkuat dengan diterbitkannya buku yang berisi 374 pola teka-teki tangram oleh Shan-Chiao pada tahun 1815.

Baca Juga: 5 Permainan Edukatif yang Mendukung Belajar Mengajar

Bagaimana Memanfaatkan Tangram dalam Pembelajaran?

Tangram cocok dan dapat dimainkan dengan mudah oleh semua usia. Permainan ini bisa Bapak dan Ibu Guru manfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar Bapak dan Ibu Guru. Permainan ini bisa menjadi alat yang efektif untuk mengembangkan penalaran, memahami pecahan, dan mendalami berbagai konsep geometris termasuk ukuran, bentuk, kesebangunan, kongruen, luas, dan keliling.

Menurut Van Hiele, ada lima tahap bagaimana siswa belajar geometri. Tingkatan ini adalah bentuk dari pengalaman dan instruksi, visualisasi, analisis, deduksi informasi, dan ketelitian. Berdasarkan lima tahap Van Hiele ini, fase pembelajaran yang melibatkan praktik langsung dan pendekatan investigasi membantu siswa untuk meningkatkan visualisasi dan keterampilan analisis mereka. Penelitian yang dilakukan juga menunjukkan bahwa penggunaan tangram yang diintegrasikan dengan lima tahap pembelajaran Van Hiele dapat membantu kegiatan belajar mengajar, di mana memungkinkan siswa untuk menganalisis bentuk geometri dari tampilan visualnya saja. 

Dalam praktiknya di kelas, Bapak dan Ibu Guru bisa membagikan potongan-potongan tangram ke siswa untuk dipelajari terlebih dahulu. Berikan kertas dalam berbagai bentuk contohnya hewan ke siswa, lalu bacakan sebuah cerita yang menyebutkan nama-nama hewan yang tergambar di kertas. Saat Bapak dan Ibu Guru membaca cerita, siswa bisa mencoba mengubah-ubah bentuk tangram sesuai dengan binatang yang disebutkan berdasarkan petunjuk dalam bacaan.

Dari contoh kegiatan di atas, siswa Bapak dan Ibu Guru dapat mengenali tujuh bentuk berdasarkan potongan tangram, berlatih membuat bentuk menggunakan potongan tersebut, dan melatih keterampilan mereka dalam pemecahan masalah untuk membuat bentuk hewan dari potongan bentuk yang ada.

Bapak dan Ibu Guru juga bisa memberikan pertanyaan sederhana kepada siswa. Seperti tanyakan berapa banyak segitiga kecil yang mengisi segitiga besar pada tangram atau berapa banyak persegi penuh yang ditutupi oleh segitiga kecil, sedang, dan besar. Dengan begitu, siswa bisa membangun keterampilan dasarnya dalam berpikir.

Berikut ini adalah beberapa contoh pembelajaran lain yang menerapkan tangram dan bisa Bapak dan Ibu Guru lakukan bersama siswa.

KegiatanHal yang DipelajariTopik
Tutup dan Hitung

Bagi kelas ke dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 2 orang siswa. Minta siswa untuk menutupi sebanyak mungkin titik pada kotak menggunakan tangram.
– Pengukuran
– Angka
– Geometri
– Berhitung
– Kongruen
– Strategi permainan
KegiatanHal yang DipelajariTopik
Membuat Lipatan

Minta siswa untuk menyusun persegi menjadi 3 baris dan 3 kolom. Kemudian, siswa akan membuat lipatan dari kerta berdasarkan pola yang mereka desain sendiri.
– Geometri
– Pola 
– Visualisasi spasial
– Mencari pola
– Geometri transformasional
– Kongruen
tangra, dalam pembelajaran
Contoh hasil pola dari kegiatan “Membuat Lipatan” menggunakan tangram. (Foto dari hand2mind.com)

Ada berbagai jenis tangram yang bisa Bapak dan Ibu Guru temukan, mulai dari tangram plastik, kayu, atau dalam bentuk kartu. Bapak dan Ibu Guru juga bisa membuat sendiri tangram dengan mengunduh dan mencetak salah satu template yang banyak tersedia di internet. Nah, pembuatan tangram sederhana ini juga bisa digunakan sebagai aktivitas tersendiri di kelas bersama siswa.

Baca Juga: Metode Mengajar yang Efektif Sesuai Kebutuhan Siswa

Keutamaan Menggunakan Tangram di Kelas

Teka-teki tangram membantu siswa untuk belajar tentang berbagai bentuk, mengeksplorasi konsep matematika seperti transformasi bentuk atau simetri, melatih kesadaran spasial, dan meningkatkan keterampilan pemecahan masalah serta motorik halus. Permainan ini bisa digunakan untuk membantu mengembangkan keterampilan berpikir logis dan meningkatkan kreativitas. 

Tangram memiliki banyak manfaat yang dapat mendukung proses belajar mengajar Bapak dan Ibu Guru di kelas. Jika disimpulkan, manfaatnya dalam pembelajaran antara lain:

  • Mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan pemikiran logis
  • Meningkatkan kemampuan berpikir kreatif
  • Melatih koordinasi mata dan tangan dalam melakukan aktivitas
  • Meningkatkan keterampilan motorik
  • Memperjelas pemahaman tentang bentuk geometris, hubungan spasial, dan pecahan
  • Menciptakan pembelajaran yang menyenangkan
  • Menjadi alternatif media pembelajaran

Hal yang paling penting, tangram mengubah cara pandang terhadap matematika yang sering dianggap sebagai sesuatu yang sulit dan membosankan. Melalui permainan ini, matematika bisa dilihat sebagai pelajaran yang kreatif dan menyenangkan, yang mengarahkan siswa Bapak dan Ibu Guru untuk menguasai matematika lebih lanjut.

Itulah pengertian tangram, sejarah, dan cara menerapkannya dalam pembelajaran di kelas. Bapak dan Ibu Guru bisa mencoba permainan ini sebagai salah satu media mengajar alternatif. Dengan tangram, Bapak dan Ibu Guru bisa menjelaskan Matematika dengan cara yang menyenangkan.

Bapak dan Ibu Guru juga bisa menciptakan pembelajaran yang mudah dan menyenangkan dengan menggunakan fitur-fitur yang ada di Zenius untuk Guru. Mulai dari bagikan video materi, latihan soal, sampai penilaian semuanya bisa dilakukan secara mudah. Yuk, ketahui lebih lanjut tentang Zenius untuk Guru!

Referensi


Siew, Chong, & Abdullah. (2013). Facilitating Students’ Geometric Thinking Through Van Hiele’s Phase-Based Learning Using Tangram. Diakses dari https://core.ac.uk/download/pdf/25803407.pdf

Lee, & Lee. (2010). Enhancing Children’s Spatial Sense Using Tangrams. Diakses dari https://www.researchgate.net/publication/254295847_Enhancing_Children’s_Spatial_Sense_Using_Tangrams

https://www.commonsense.org/education/lesson-plans/tangram-fun

https://www.hand2mind.com/glossary-of-hands-on-manipulatives/tangrams

https://www.tangram-channel.com/

Baca Juga Artikel Lainnya

Mengenal Benda Bangun Datar di Sekitar Kita

Peran Guru dalam Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT)

Mengolah Data – Materi Matematika Kelas 6 SD

Bagikan Artikel Ini!