metode mengajar

Metode Mengajar yang Efektif Sesuai Kebutuhan Siswa – Zenius untuk Guru

Halo Bapak dan Ibu Guru, bagaimana kabarnya? Semoga selalu diberikan kesehatan dan semangat dalam membimbing siswa.

Selama di kelas luring atau daring, pastinya banyak metode mengajar yang sudah Bapak dan Ibu Guru terapkan mulai dari ceramah, diskusi, atau eksperimen. Penggunaan metode mengajar yang efektif dibutuhkan agar proses belajar mengajar berjalan lancar dan mencapai tujuan pembelajaran.

Lalu, bagaimana cara Bapak dan Ibu Guru menemukan metode mengajar yang efektif untuk siswa?

Memilih Metode Mengajar yang Efektif

Untuk menerapkan suatu model pembelajaran, Bapak dan Ibu Guru perlu memperhatikan kondisi kelas atau sekolah, ketersediaan sarana dan prasarana seperti teknologi pendukung, semangat belajar siswa, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah beberapa faktor yang perlu Bapak dan Ibu Guru perhatikan untuk menentukan metode mengajar di kelas:

  1. Menyesuaikan metode mengajar dengan tujuan pembelajaran.
  2. Melihat materi pembelajaran yang akan disampaikan.
  3. Metode mengajar dipilih berdasarkan kemampuan guru.
  4. Memperhatikan kondisi siswa.
  5. Menyesuaikan sumber dan fasilitas pembelajaran yang tersedia.
  6. Melihat kondisi sekolah, kelas, atau tempat belajar.
  7. Ketersediaan waktu dengan metode mengajar yang dipilih.

Saat memilih suatu metode mengajar, maka Bapak dan Ibu guru juga perlu memperhatikan beberapa prinsipnya. Perlu diketahui bahwa sebenarnya tidak ada metode mengajar yang unggul, karena setiap metode mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Begitu juga dengan perilaku dan ketertarikan siswa terhadap suatu metode pembelajaran. Karena itu, suatu metode mengajar akan menjadi efektif jika sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswa.

Baca Juga: 5 Permainan Edukatif yang Mendukung Belajar Mengajar

Macam-macam Metode Pembelajaran

Sebagai rekomendasi, berikut ini adalah beberapa macam metode pembelajaran yang bisa Bapak dan Ibu Guru terapkan dalam kelas.

  1. Metode Ceramah
    Ceramah adalah metode mengajar di mana Bapak dan Ibu Guru menceritakan atau menyampaikan materi secara lisan. Dalam metode ini, siswa cenderung pasif karena hanya mendengarkan penjelasan Bapak dan Ibu Guru. Beberapa ahli juga menyebut metode ini sebagai metode konvensional.
macam metode mengajar
Penerapan metode ceramah dalam kelas (Foto dari Kompasiana)
  1. Metode Tanya Jawab
    Dari penamaannya, tentu saja metode ini menggunakan bentuk pertanyaan dari guru yang kemudian dijawab siswa. Tapi bisa juga sebaliknya, di mana siswa memberikan pertanyaan dan guru menjawabnya untuk menjelaskan materi.
  1. Metode Diskusi
    Melalui metode diskusi, siswa harus mampu memecahkan atau menemukan solusi dari suatu permasalahan. Umumnya, metode diskusi dilakukan dengan membagi siswa ke dalam beberapa kelompok lalu guru akan memberikan suatu topik terkait materi yang harus didiskusikan siswa dalam kelompok.
  1. Metode Resitasi
    Metode pembelajaran resitasi adalah metode mengajar yang mengharuskan siswa untuk membuat resume atau ringkasan dari materi yang sudah disampaikan Bapak dan Ibu Guru.
  1. Metode Demonstrasi
    Melalui metode mengajar demonstrasi, Bapak dan Ibu Guru harus memberikan contoh secara langsung terkait materi yang disampaikan atau bisa juga memperlihatkan bagaimana proses terjadinya suatu hal. Seperti dalam materi perubahan bentuk zat, Bapak dan Ibu Guru bisa menampilkan secara langsung bagaimana es batu bisa mencair.
  1. Metode Eksperimen
    Metode mengajar ini memungkinkan siswa untuk mendapatkan kesimpulan dari suatu permasalahan. Melalui eksperimen yang dilakukan, siswa akan melakukan serangkain proses ilmiah dan uji coba sampai mendapatkan sebuah hasil atau kesimpulan yang dianalisis bersama. 
  1. Metode Karya Wisata
    Metode karya wisata atau field trip biasanya menjadi metode mengajar yang paling disukai siswa karena mereka bisa belajar sekaligus berkunjung ke suatu tempat untuk melakukan pengamatan secara langsung. Tidak perlu pergi jauh dari sekolah, Bapak dan Ibu Guru bisa mengajak siswa berkeliling daerah sekolah contohnya untuk mempelajari makhluk hidup atau lingkungan.

Melihat beberapa macam metode mengajar di atas, apakah Bapak dan Ibu Guru sudah bisa memperkirakan mana metode mengajar yang efektif sesuai kondisi kelas Bapak dan Ibu Guru?

Kalau Bapak dan Ibu Guru masih kesulitan menentukan mana metode mengajar yang tepat, berikut ini adalah beberapa pengalaman mengajar dari para pemateri tamu Pelatihan Akbar Guru Siap PAS bersama Zenius yang diadakan Zenius untuk Guru beberapa waktu lalu. Yuk, simak bagaimana metode mengajar yang mereka terapkan untuk mengatasi berbagai tantangan pembelajaran yang ada!

Baca Juga: Pembelajaran Seimbang dalam Kegiatan Belajar Mengajar

Metode Mengajar dari Para Guru Inspiratif

metode mengajar yang efektif
Para pemateri tamu Pelatihan Akbar Guru Siap PAS bersama Zenius.

Selama dua tahun berada di tengah pandemi, banyak pengalaman belajar mengajar baru yang Bapak dan Ibu Guru rasakan. Seperti yang dialami oleh Ibu Elvira Dwi Satria Mantili, guru IPA di SMP Negeri 15 Singkawang, Kalimantan Barat. Kondisi sekolah Ibu Elvira berada di tengah gunung dan sungai sehingga akses internet terbatas. Banyak siswa Ibu Elvira yang juga tidak memiliki perangkat pendukung untuk sekolah daring seperti ponsel pintar atau komputer.

Pembelajaran blended learning yang dilakukan oleh Ibu Elvira tidak sepenuhnya berjalan lancar. Kebanyakan siswanya mengeluh karena terbatasnya alat, sinyal, dan kuota internet. Akses sekolah yang jauh dari rumah juga membuat siswa enggan ke sekolah hanya untuk mengambil tugas. Untuk mengatasi tantangan tersebut Ibu Elvira berusaha menyesuaikan kebutuhan dan kondisi siswa. 

cara mengajar
Ibu Elvira menggunakan metode ceramah dengan menggunakan bantuan LMS ZenRu (Foto dokumentasi Ibu Elvira)

Awalnya Ibu Elvira memberikan materi dan tugas melalui aplikasi pengirim pesan, sayangnya hal itu belum membawa perubahan karena progres belajar siswa tidak bisa dilihat langsung. Akhirnya Ibu Elvira memutuskan untuk beralih ke Zenius. Kuota yang dibutuhkan untuk menonton video materi Zenius juga tidak terlalu besar sehingga memudahkan siswa dalam mengakses dan mengerjakan tugas. Biasanya, Ibu Elvira menggunakan metode mengajar diskusi di mana siswa mempelajari materi-materi yang ada di Zenius lalu mendiskusikan dan menjawab soal yang ada. Untuk siswa yang tidak memiliki ponsel pintar atau alat pendukung lainnya, Ibu Elvira akan menyalin materi dan membagikannya langsung ke siswa.

Seperti Ibu Elvira, kondisi sekolah Ibu Randha Ayu Nurlianadewi juga berada di daerah pegunungan dan latar belakang orang tua siswa adalah petani dan pedagang. Menjadi guru Matematika di SMAN 1 Karangkobar, Jawa Tengah, membuat Ibu Randha harus mengimbangi jiwa murid yang berada di tingkat SMA.

Sebelum pandemi, Ibu Randha tidak pernah menggunakan teknologi-teknologi pendukung pembelajaran seperti Zoom. Ibu Randha merasa metode mengajar dengan ceramah, diskusi, tanya jawab, dan kombinasi metode mengajar yang ada sudah cukup untuk menyampaikan materi ke siswa. Namun sejak adanya pandemi, Ibu Randha harus beradaptasi dengan berbagai teknologi pembelajaran agar proses belajar mengajar bisa terus terlaksana dengan baik. LMS (Learning Management System) ZenRu dan aplikasi Zenius menjadi alat yang membantu Ibu Randha dalam hal pengorganisasian materi pembelajaran, karena materi dan latihan yang diberikan ke siswa bisa menjadi lebih terstruktur. Video pembelajaran yang ada juga bisa menarik minat belajar siswa Ibu Randha.

Pengalaman mengajar lain datang dari Ibu Kezia, guru SMAS Tunas Kasih Tarakan, Kalimantan Utara. Lingkungan sekolahnya cukup mendukung, namun tidak bisa dipungkiri bahwa siswa berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, baik dari segi kemampuan, ekonomi dan faktor lainnya yang menjadi tantangan terbesar bagi Ibu Kezia. Terlebih, Ibu Kezia mengajar mata pelajaran Kimia dan Matematika yang dianggap sebagai pelajaran paling sulit bagi siswa.

metode mengajar
Kondisi kelas Ibu Kezia saat pembelajaran hybrid (Foto dokumentasi Ibu Kezia)

Di masa Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), Ibu Kezia menerapkan pembelajaran hybrid dimana sebagian siswa akan melaksanakan proses pembelajaran tatap muka secara langsung, dan sebagian lagi melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring. Proses pembelajaran daring dan luring ini dilakukan secara bersamaan, sehingga saat memberikan ceramah materi di kelas, Ibu Kezia juga aktif di Zoom agar siswa di rumah tetap bisa mengikuti pembelajaran.

Seperti Ibu Kezia, kondisi sekolah Ibu Kadek Enik Sukreni (guru SD Negeri 3 Tinggarsari, Bali) pun cukup nyaman. Namun, sekolah masih kekurangan tenaga pendidik sehingga Ibu Kadek bersama rekan guru lainnya berusaha sebisa mungkin agar siswa bisa tetap mendapatkan pengalaman belajar yang maksimal.

Dalam mengajar, Ibu Kadek memberikan demonstrasi materi dengan bantuan video. Di usia SD, siswa membutuhkan hal-hal yang konkrit. Itulah yang membuat Ibu Kadek mengajarkan atau mempraktikkan materi secara langsung. Namun, ada beberapa materi yang sulit dijangkau siswa dan tidak bisa disampaikan secara langsung. Karena itulah Ibu Kadek memilih video sebagai media pendamping dalam mengajar materi ke siswanya. Salah satu video yang sering Ibu Kadek bagikan adalah video-video materi yang ada di Zenius.

Seperti Ibu Kadek, Pak Umar Mukhtar Kusumanegara, guru di Komunitas Keluarga Sunnah Ceria, Jakarta, juga menggunakan metode demonstrasi dalam menyampaikan materi ke siswa. Selain metode ceramah dan diskusi, metode demonstrasi melalui video, gambar, atau infografis digunakan Pak Umar untuk menarik minat belajar siswa. Agar metode dan materi yang disampaikan sesuai dengan minat siswa, Pak Umar membuat sendiri media ajarnya sendiri. Hal ini pun menuntut untuk bisa mengedit video, mengetahui teknik pengambilan gambar, mempelajari cara edit gambar yang baik, dan sebagainya.

Di tengah berbagai tantangan dan keterbatasan, Bapak dan Ibu Guru tetap berusaha menyesuaikan metode mengajar yang efektif agar proses belajar mengajar tetap terlaksana dengan lancar. Semoga pengalaman Bapak dan Ibu Guru pemateri tamu  Pelatihan Akbar Guru Siap PAS bersama Zenius di atas bisa memberikan inspirasi mengajar baru. Satu hal yang terpenting, setiap tenaga pendidik mempunyai metode dan cara mengajar tersendiri. Semuanya kembali lagi pada lingkungan sekolah, siswa, fasilitas, dan juga kondisi Bapak dan Ibu Guru sendiri.

Referensi

Cara Efektif Penerapan Metode dan Model Pembelajaran. (2021). (n.p.): PENERBIT KBM INDONESIA.
Pengembangan Model dan Metode Pembelajaran dalam Dinamika Belajar Siswa. (n.d.). (n.p.): Deepublish.

Baca Juga Artikel Lainnya

6 Tips Membuat Pembelajaran Kreatif

Menjadi Guru Inspiratif di Era Digital

Komunitas Guru ZenRu: Tempat Berbagi Pengalaman Mengajar

Bagikan Artikel Ini!