pembelajaran kreatif

6 Tips Membuat Pembelajaran Kreatif – Zenius untuk Guru

Sudahkah Bapak dan Ibu guru menciptakan pembelajaran kreatif di kelas? Adanya pembelajaran kreatif bisa membantu meningkatkan semangat belajar siswa lho Bapak dan Ibu. Mereka tidak akan mudah bosan saat belajar sehingga muncul rasa ketertarikan pada materi yang Bapak dan Ibu guru sampaikan.

“Guru harus membuat pembelajaran yang kreatif!”

Mungkin Bapak dan Ibu guru sering mendengar kalimat di atas. Tidak hanya dari orang sekitar di lingkungan sekolah, tapi juga dari orang tua siswa yang menuntut Bapak dan Ibu guru untuk terus memberikan pembelajaran terbaik dan berinovasi. 

Dari pernyataan di atas, lalu muncul pertanyaan dalam pikiran Bapak dan Ibu guru tentang apa pentingnya menjadi tenaga pendidik yang kreatif. Bukan tanpa alasan, guru yang kreatif sangat dibutuhkan dalam kemajuan dan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Adanya internet dan berbagai teknologi pendukung pendidikan menuntut Bapak dan Ibu guru agar bisa menyesuaikan dan mengadaptasinya dalam pembelajaran. Dengan memberikan pembelajaran yang kreatif, Bapak dan Ibu guru bisa mendukung proses belajar mengajar sehingga menjadi lebih menarik dan interaktif.

Sekarang, pertanyaan yang lain pun muncul. Apa itu pembelajaran kreatif dan bagaimana menerapkannya dalam kelas? Yuk, kita bahas bersama-sama!

Apa Itu Pembelajaran Kreatif?

Pembelajaran kreatif adalah kegiatan belajar mengajar yang membangun pengetahuan dan mengembangkan kemampuan menggunakan proses kreatif, dimana teori, ujian, cerita, solusi, analisis, dan desain pembelajaran tidak hanya sekadar untuk menghafal informasi. Dibandingkan mendikte bagaimana informasi harus diingat, guru yang kreatif bisa membimbing siswa melalui proses intruksi menggunakan metode kreatif.

pembelajaran kreatif
Pembelajaran kreatif menjadi salah satu elemen pedagogi kreatif (Foto dari researchgate.net)

Pembelajaran kreatif adalah saat siswa bisa menggunakan imajinasi dan pemikiran kritis untuk menciptakan ide baru yang bermakna. Melalui pembelajaran ini, siswa Bapak dan Ibu tidak hanya diajarkan untuk mengulang apa yang telah dipelajari, tetapi juga belajar untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam menemukan solusi dari berbagai masalah yang ditemukan.

Dalam menciptakan pembelajaran kreatif, Bapak dan Ibu guru harus mampu memilih materi yang sesuai dengan kemampuan siswa, menentukan metode pembelajaran yang bisa memudahkan pemahaman siswa tentang materi yang diberikan, menggunakan media pembelajaran yang efektif sehingga memperlancar proses belajar mengajar, serta mampu menentukan evaluasi yang tepat untuk mengukur tingkat penguasaan siswa.

Manfaat dari Pembelajaran Kreatif

Pembelajaran kreatif memungkinkan siswa untuk terlibat ke dalam pengalaman belajar yang kreatif. Siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran sehingga semakin lama hal itu akan memperluas pemahaman dan mempertahankan pengetahuan yang dimiliki. Tapi, tahukah Bapak dan Ibu guru kalau pembelajaran kreatif mempunyai manfaat yang lebih dari itu?

  1. Merancang pemecahan masalah
    Pembelajaran kreatif dapat mengubah cara siswa memecahkan suatu masalah. Mereka bisa menjadi lebih imajinatif dan inovatif, serta mengatasi pertanyaan yang mereka belum tahu jawabannya secara lebih baik. 
  1. Mengembangkan pemikiran kritis
    Siswa Bapak dan Ibu guru akan bisa memberikan ide-ide yang inovatif dan menyampaikan solusi dari suatu permasalahan. Tidak sampai di situ, ide dan solusi yang muncul mereka analisis penerapannya dan dilakukan penyesuaian untuk menghasilkan ide serta solusi yang lebih baik dari yang sebelumnya.
berpikir kritis
Dapat berpikir kritis adalah salah satu manfaat dari pembelajaran kreatif (Foto dari mentoringminds.com)
  1. Berani mengambil risiko
    Dalam proses belajar, siswa Bapak dan Ibu guru mungkin mengalami yang namanya kegagalan seperti nilai yang kurang baik atau sulit paham dengan materi. Saat mengalami kegagalan, beberapa siswa cenderung putus asa dan tidak mau mencobanya kembali. Tapi dengan pembelajaran kreatif, siswa akan berani mengambil risiko dan melihat hasil yang berbeda. Merasa “nyaman” dengan kegagalan yang terjadi memungkinkan siswa untuk mengambil lebih banyak risiko dengan sedikit rasa takut. Sehingga ke depannya, mereka akan terus mencoba dan berlatih meskipun sempat menemukan kegagalan.
  1. Menciptakan rasa ingin tahu yang besar
    Pembelajaran kreatif membangun pola pikir ingin tahu pada siswa. Proses belajar ini memicu rasa ingin tahu dan diskusi, sehingga mengarahkan siswa ke wawasan yang lebih luas.
  1. Meningkatkan rasa percaya diri
    Tanpa disadari, pembelajaran kreatif juga membangun kepercayaan diri siswa nih Bapak dan Ibu guru. Dampaknya, siswa akan lebih mungkin menerapkan pelajaran yang sudah mereka pelajari karena lebih yakin akan kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki.

Langkah Menciptakan Pembelajaran Kreatif

Bapak dan Ibu guru punya peran penting dalam merancang dan menyajikan materi di kelas, termasuk mengemasnya menjadi sebuah metode yang kreatif. Mungkin Bapak dan Ibu guru masih belum yakin harus memulai pembelajaran kreatif ini dari mana. Nah, berikut ini adalah beberapa tips yang akan membantu Bapak dan Ibu guru dalam menciptakan proses belajar mengajar yang lebih kreatif.

  1. Terbuka untuk ide baru
    Tips pertama untuk menumbuhkan pembelajaran kreatif adalah Bapak dan Ibu guru harus selalu berpikiran fresh dan terbuka. Cobalah untuk melihat suatu hal dari cara dan perspektif yang lain sehingga berpotensi menghasilkan pemikiran baru dalam metode pembelajaran dan interaksi dengan siswa.
  1. Menciptakan suasana kelas yang nyaman
    Bapak dan Ibu guru bisa memulai kelas dengan menyapa siswa atau menanyakan kabar dengan ramah dan bersemangat untuk menarik perhatian siswa. Ketika siswa merasa nyaman dalam kelas, mereka tidak akan merasa tegang atau takut membuat kesalahan. Menciptakan awal yang berkesan sangat penting karena akan mempengaruhi proses belajar mengajar selanjutnya.
  1. Anggap kreativitas sebagai bagian dari pembelajaran
    Ciptakan kelas yang menghadirkan kreativitas. Bapak dan Ibu guru bisa membuat mading yang berisi berbagai cara penyelesaian masalah, atau solusi kreatif dalam permasalahan di dunia nyata. Sehingga nantinya Bapak dan Ibu guru akan terbiasa untuk melibatkan kreativitas lainnya dalam penyampaian materi.
  1. Menanamkan kreativitas dalam kurikulum
    Bapak dan Ibu guru bisa mendukung kreativitas siswa dengan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan. Karena itu, Bapak dan Ibu guru diharuskan memiliki pemahaman tentang pedagogi yang mengacu pada mengetahui bagaimana merancang pengalaman belajar kreatif untuk mendukung dan menumbuhkan sikap, pemikiran, serta tindakan kreatif siswa yang telah disesuaikan dengan kurikulum.
  1. Bereksperimen dengan metode pembelajaran yang bervariatif
    Bapak dan Ibu guru perlu mencoba menerapkan beberapa metode pembelajaran baru untuk menemukan metode mana yang paling efektif. Siswa memiliki kecerdasan, gaya dan cara belajar yang berbeda-beda. Oleh karena itu, Bapak dan Ibu guru perlu mencoba beberapa metode pembelajaran baru untuk menemukan mana yang paling sesuai untuk para siswa. Bapak dan Ibu harus menyadari bahwa siswa dalam kelas memiliki latar belakang yang berbeda sehingga perlu menggunakan metode belajar yang juga bervariatif.
  1. Menemukan cara untuk menggabungkan seni, musik, dan budaya dalam pembelajaran
    Menurut penelitian, kreativitas adalah sumber kekuatan utama yang membentuk budaya kita Bapak dan Ibu guru. Dalam pembelajaran, Bapak dan Ibu bisa menggabungkan kreativitas seni dan budaya untuk menyampaikan materi dan memperkaya pengetahuan siswa akan budaya yang ada.

Penerapan Pembelajaran Kreatif dalam Kelas

Apa saja pembelajaran kreatif yang Bapak dan Ibu guru lakukan atau ketahui? Saat ini, banyak model pembelajaran kreatif yang berkembang dan bisa menjadi referensi bagi Bapak dan Ibu guru untuk menyajikannya dalam kelas. Selain meningkatkan minat belajar siswa, pembelajaran kreatif juga bisa mengembangkan kreativitas dan cara siswa berpikir.

Berikut ini adalah beberapa teknik pembelajaran kreatif yang bisa Bapak dan Ibu guru terapkan di kelas, diantaranya:

  1. Skenario
  2. Improvisasi dengan latihan atau permainan
  3. Analogi
  4. Debat dan brainstorming
  5. Bercerita atau storytelling

Contoh Pembelajaran Kreatif

Dalam praktiknya, teknik pembelajaran kreatif di atas dapat diaplikasikan ke dalam beberapa model atau kegiatan kreatif yang bisa Bapak dan Ibu guru gunakan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.

pembelajaran kreatif
Storytelling sebagai salah satu contoh penerapan pembelajaran kreatif (Foto dari Freepik)
  1. Role playing
    Bermain peran merupakan penerapan dari teknik skenario dimana siswa bertindak atau berperilaku sesuai dengan karakter dan situasi yang dimainkannya. Melalui model pembelajaran kreatif ini, siswa bisa meningkatkan kreativitas dan imajinasinya. Untuk memulai bermain peran, Bapak dan Ibu guru bisa menyiapkan skenario lalu memilih kelompok siswa untuk memerankannya. Di akhir penampilan, setiap kelompok memberikan kesimpulan cerita secara umum dan melakukan evaluasi bersama.
  1. Tebak kata
    Permainan tebak kata bisa dikatakan adalah model pembelajaran kreatif yang paling mudah Bapak dan Ibu guru lakukan. Model ini bisa melatih siswa untuk menghafal suatu istilah atau kosakata yang sesuai dengan materi yang dipelajari.
  1. Facilitator And Explaining
    Debat dan brainstorming bisa Bapak dan Ibu guru lakukan dengan membagi siswa ke dalam dua kelompok dimana salah satunya berperan sebagai fasilitator dan menjelaskan materi sementara yang lainnya bertugas untuk mendengarkan. Kegiatan ini memberikan siswa untuk kesempatan untuk menjelaskan suatu materi kepada siswa lainnya, baik melalui presentasi bagan, peta konsep, atau yang lainnya. Dengan begitu, akan tercipta diskusi di kelas mengenai materi yang disampaikan dan muncul ide-ide kreatif dari siswa.
  1. Storytelling
    Bercerita atau mendongeng adalah model pembelajaran kreatif yang bisa membuat informasi menjadi menarik.  Bapak dan Ibu guru bisa menyampaikan materi melalui dongeng atau meminta siswa untuk bercerita di depan kelas. Kegiatan ini bisa membuat siswa lebih nyaman saat belajar dan meningkatkan perhatian mereka. Selain itu, cerita atau dongeng juga bisa memperkuat memori jangka panjang siswa sehingga informasi atau pelajaran yang disampaikan akan lebih mudah diingat oleh mereka.

Selain model pembelajaran yang telah disebutkan di atas, Bapak dan Ibu guru juga bisa menggunakan berbagai media pengajaran untuk mendukung pembelajaran kreatif. Contohnya, untuk menyampaikan materi tentang bangun datar, Bapak dan Ibu bisa membawa benda-benda yang memiliki bentuk serupa secara langsung untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai materi tersebut. Bapak dan Ibu guru juga bisa menyampaikan materi dalam bentuk video agar pembelajaran menjadi lebih menarik.

Di Zenius, ada banyak video materi yang bisa Bapak dan Ibu guru gunakan untuk mendukung pembelajaran kreatif di kelas. Bapak dan Ibu guru bisa membagikan video-video tersebut secara mudah ke siswa melalui Zenius untuk Guru. 

Bapak dan Ibu guru bisa mendapatkan tips seputar cara mengajar dan meningkatkan kompetensi mengajar melalui kegiatan-kegiatan Zenius untuk Guru. Tak hanya itu, Bapak dan Ibu guru juga dapat merasakan kemudahan dalam belajar mengajar online dengan fitur-fitur yang lengkap dan akses yang mudah. Informasi lebih lanjut, klik di sini -> Zenius untuk Guru

Baca Juga Artikel Lainnya

Kemampuan Bahasa Inggris Guru sebagai Bekal Mengajar 

4 Standar Kompetensi Guru yang Harus Dimiliki

Inquiry-Based Learning: Siswa Belajar Mandiri

Bagikan artikel ini