Mengenal Gempa Megathrust, Gempa Bumi Terkuat di Dunia

gempa megathrust

Belakangan ini, lagi banyak berita gempa bumi yang terjadi. Salah satunya berita gempa bumi akibat letusan gunung berapi bawah laut Hunga Ha’apai yang terjadi di Tonga (15/01/2022), hingga menyebabkan tsunami.

Di Indonesia pun, berita tentang gempa bumi masih terus muncul. Pagi ini aja, tepatnya sekitar pukul 07.00 WIB, telah terjadi gempa lagi dengan kekuatan magnitudo (M) 5,4 di wilayah Banten. Getaran gempanya cukup terasa, lho. Sebelumnya, gempa dengan kekuatan M 6,7 juga telah terjadi pada Jumat (14/01/2022).

Hal ini cukup bikin heboh banyak orang karena getarannya sampai terasa ke Jakarta, Lampung, dan Jawa Tengah. Netizen pun ramai memposting keadaan gempa saat itu, sampai-sampai ada rumah yang ambruk juga, lho!

Ternyata, gempa yang terjadi di Banten itu merupakan gempa bumi yang disebut-sebut sebagai gempa megathrust. Sebagian dari elo mungkin sudah pernah dengar nih jenis gempa ini, tapi buat elo yang belum tahu, gempa megathrust itu bisa diartikan sebagai gempa yang terjadi di zona megathrust.

Mengenal Gempa Megathrust, Gempa Bumi Terkuat di Dunia 33
Ilustrasi Gempa Megathrust (Arsip Zenius)

Katanya nih ya, gempa megathrust punya kekuatan/potensi gempa yang besar banget! Bahkan, bisa sampai memicu terjadinya tsunami juga.

Eh, tapi jangan takut dulu. Melansir Republika, BMKG nunjukin hasil data monitoring yang memperlihatkan nggak cuma gempa berkekuatan besar aja yang terjadi di zona megathrust. Malahan lebih banyak gempa kecil yang terjadi di zona tersebut.

Sebelum kita bahas lebih lanjut, jadi penasaran nggak sih sama apa itu gempa megathrust dan kapan gempa megathrust terjadi? Daripada bertanya-tanya, baca artikel ini sampai habis, ya!

Baca Juga: Kuah Rawon Hitam atau Kuning? Yuk, Ulik Sejarah Kuliner Indonesia yang Satu Ini

Apa itu Gempa Megathrust?

Kalau kita bahas runut dari sejarahnya, ada 17 gempa bumi terbesar yang dicatat dalam sejarah. Salah satunya yaitu gempa bumi yang menyebabkan tsunami di Aceh, Indonesia, pada tahun 2004.

Gempa bumi terbesar dalam sejarah ini tuh dilihatnya dari mana sih? Tentu saja dari kekuatan gempanya. Tujuh belas gempa tersebut punya kekuatan gempa yang lebih dari magnitudo 8,5. Gede banget, kan?

Nah, dari 17 gempa tersebut, ternyata 15 di antaranya merupakan gempa megathrust. Apa tuh, gempa megathrust?

Melansir Earthquake Canada, gempa megathrust yaitu gempa bumi berkekuatan sangat besar yang terjadi di zona subduksi atau zona megathrust, yaitu wilayah di mana salah satu lempeng tektonik bumi terdorong ke bawah lempeng lainnya. Gempa ini berpotensi menyebabkan tsunami.

Skala gempa megathrust ini mulai dari M 8,0 hingga M 9,0. Bahkan, para ilmuwan bilang kalau sampai gempa megathrust bisa mencapai lebih dari M 9,0, maka itu bakalan jadi gempa terparah yang terjadi di dunia.

Contohnya seperti gempa bumi M 9,0 yang terjadi di zona subduksi Cascadia, yaitu zona yang terletak di lepas pantai bagian barat Amerika Utara pada tahun 1.700. Pada saat itu, dari tengah Pulau Vancouver hingga California Utara, lempengan yang ada di Juan de Fuca bertabrakan dan menghunjam lempengan Amerika Utara.

Lempengan tersebut saling dorong nih, sampai akhirnya terjebak dan bertumpuk di satu sama lain. Akhirnya, tumpukan tersebut melebihi gesekan antara dua lempeng dan menyebabkan satu lempengan terdorong naik sementara lempengan lainnya terdorong ke bawah hingga terjadi gempa megathrust.

Gempa ini memiliki karakteristik yang sebenarnya nggak begitu beda sama gempa lainnya. Tapi, karena skalanya yang besar banget, jadi membuat gempa ini lebih dikhawatirkan. Apalagi, bisa menyebabkan tsunami juga.

Melansir dari Ilmu Geografi, para ahli mengatakan kalau megathrust merupakan salah satu zona gempa paling aktif di dunia. Karena itu, zona ini punya potensi terbesar dalam menciptakan gempa-gempa besar hingga menyebabkan tsunami.

Baca Juga: Apa Fungsi Fusi Nuklir dari Matahari Buatan China?

Gempa Megathrust di Indonesia

Nah, gempa megathrust ini juga sebenarnya bukan hal yang asing lho di Indonesia. Melansir Republika, zona megathrust di Indonesia sudah ada sejak jutaan tahun yang lalu. Yaitu, sejak rangkaian busur kepulauan Nusantara terbentuk.

Buat elo yang belum tahu, zona megathrust ini juga disebut zona subduksi Selat Sunda. Zonanya juga terbagi menjadi tiga zona besar, yaitu Andaman Megathrust, Sumatra Megathrust, dan juga Java Megathrust.

Jangkauannya pun luas banget lho, yaitu sekitar lebih dari 5.500 km mulai dari bagian utara Myanmar, lanjut ke barat daya Sumatera, selatan Jawa, Bali, dan terakhir di Australia.

Untuk di Pulau Jawa sendiri, belum pernah terjadi gempa megathrust dengan skala lebih dari M 9,0. Tapi, ternyata di wilayah selatan Jawa juga sudah pernah beberapa kali terjadi tsunami. Dalam data BMKG, tercatat tsunami di bagian selatan Jawa pernah terjadi pada tahun 1840, 1859, 1921, 1921, 1994, dan 2006.

Baca Juga: Apakah Aksen dalam Bahasa Inggris Itu Penting?

Stay Safe ya, Teman-Teman!

Gempa merupakan bencana alam yang terjadi karena adanya tabrakan lempengan di bumi, dan terjadinya pun kadang sulit untuk diprediksi. Apalagi kita tahu letak geografis Indonesia yang berada di antara lempeng Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik.

Nggak cuma itu aja, Indonesia juga termasuk dalam cincin api pasifik, yaitu daerah yang rawan terjadi letusan gunung berapi. Jadi nggak heran kalau di Indonesia sering terjadi gempa baik itu gempa tektonik maupun vulkanik.

Jadi, kita harus selalu waspada dengan bencana alam yang mungkin terjadi di bumi kita tercinta ini, ya, teman-teman! Buat elo yang mau baca lebih lanjut mengenai gempa tektonik, elo bisa tengok artikel Pengertian Tektonisme, Proses, dan Dampaknya – Materi Geografi Kelas 10, ya.

Semoga kita selalu aman ya!

Referensi

Gempabumi Terkini

On the Origin of Mega-thrust Earthquakes

The 1700 Cascadia Megathrust Earthquake and the Future of Cascadia Margin

Questions and Answers on Megathrust Earthquakes

Gempa Megathrust : Karakteristik – Zona – Dampak – Fenomena

Fakta Seputar Gempa Megathrust

4 Alasan Kenapa di Indonesia Sering Terjadi Gempa Bumi

Bagikan Artikel Ini!