Konsep Perubahan Sosial, Faktor, Proses, dan Dampaknya – Materi Sosiologi Kelas 12

Ilustrasi perkembangan teknologi sebagai contoh adanya perubahan sosial.

Kalau ngomongin perubahan sosial, gue bakal ingat tentang zaman SD dulu.

Waktu SD, gue masih mengalami fenomena wartel, guys. Elo tahu wartel, nggak? Wartel merupakan singkatan dari warung telekomunikasi atau warung telepon. Bisa disebut juga dengan “bilik ajaib”.

Ilustrasi wartel.
Wartel atau warung telekomunikasi yang saat ini sudah punah. (dok.Wikimedia Commons)

Gimana nggak ajaib, kita bisa berkomunikasi dengan saudara jauh hanya dengan suatu benda bergagang dan berkabel. Iya, dulu itu yang namanya HP masih menjadi barang mahal. Jadi, yang nggak punya HP dan ingin menghubungi kerabat harus datang ke wartel.

Semakin lama durasi ngobrolnya, semakin tinggi juga tarifnya. Jadi, dulu tuh kalau teleponan cuma yang penting-penting aja, biar nggak kemahalan.

Tidak seperti saat ini, yang kalau ngobrol sama teman, curhatnya bisa sampai berjam-jam. Bahkan ada yang teleponan sampai ketiduran! Ya, gimana, ya, perkembangan teknologi membawa dampak bagi perubahan sosial, guys.

Eits, ngomong-ngomong perubahan sosial, elo udah tahu maksudnya belum? Kita bahas bareng-bareng, yuk!

Konsep Perubahan Sosial

Secara sederhana, perubahan sosial adalah perubahan pada aspek-aspek kehidupan masyarakat. Aspek yang seperti apa, sih? Semuanya, guys, mencakup cara hidup atau berperilaku, nilai dan norma, hubungan sosial, hingga perubahan teknologi.

Nah, perubahan sosial menurut ahli itu bermacam-macam. Namun, intinya tetap sama, yaitu perubahan pada aspek kehidupan.

Gambar dan nama ahli yang mendefinisikan tentang perubahan sosial.
Ini dia pengertian perubahan sosial menurut ahli. (Arsip Zenius)

Proses Perubahan Sosial

Selain yang telah disebutkan di atas, Bapak Sosiologi, Auguste Comte, juga menjelaskan tentang perubahan sosial. Menurutnya, perubahan sosial merupakan perubahan cara manusia dalam memandang dunia.

Masyarakat itu berubah-ubah secara progres (maju) berdasarkan hukum yang disebut the law of three stages atau hukum tiga tahap. Perubahan tersebut, yaitu:

Ilustrasi tahapan perubahan sosial menurut Auguste Comte.
Ini dia the law of three stages. (Arsip Zenius)
  • Tahap Teologis → Pada tahap ini, masyarakat mulai percaya bahwa semua fenomena alam adalah hasil ciptaan kekuasaan supranatural.
  • Tahap Metafisis → Masyarakat percaya bahwa kekuatan abstrak memandu dan menentukan peristiwa dunia.
  • Tahap Positivistik → Masyarakat menjelaskan fenomena duniawi melalui metode ilmiah.

Baca Juga: 10 Contoh Permasalahan Sosial yang Terjadi di Indonesia

Karakteristik Perubahan Sosial

Setelah mengetahui konsep dan proses perubahan sosial, kita lanjut kenalan sama karakteristiknya, yuk! Berikut ini karakter-karakter perubahan sosial di masyarakat.

1. Perubahan sosial terjadi di mana pun dan secara terus-menerus.

Ibarat sungai, kita tidak akan memandangi sungai yang sama secara terus-menerus, kan? Karena, sungkai itu pasti akan berubah seiring berjalannya waktu. Begitu pun dengan masyarakat yang akan mengalami perubahan.

2. Perubahan sosial bersifat kontroversial dan menimbulkan pro-kontra.

Kita ambil contoh berita tentang Omnibus Law waktu itu. Ada pro kontra yang terjadi di masyarakat akibat perubahan undang-undang tersebut.

3. Beberapa perubahan lebih penting dari perubahan lainnya.

Maksudnya gimana? Dampak perubahan sosial ada yang sifatnya masif dan memperngaruhi aspek kehidupan manusia secara luas. Namun, ada juga perubahan yang tidak begitu mempengaruhi aspek kehidupan masyarakat secara masif.

4. Perubahan bisa direncanakan ataupun terjadi secara tiba-tiba.

Kita ambil contoh kasus yang sedang naik beberapa tahun terakhir ini, yaitu new normal. Nah, elo tahu, kan, kalau new normal merupakan perubahan sosial yang tidak direncanakan? Karena, adanya new normal itu akibat pandemi Cobid-19 yang datang secara tiba-tiba.

Sampai sini sudah kenal, ya, dengan karakter-karakter dari perubahan sosial? Selanjutnya, kita bahas mengenai faktor-faktor yang berperan dalam perubahan sosial, yuk!

Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial

Faktor Pendorong

Ada beberapa hal yang bisa mendorong terjadinya perubahan sosial. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial adalah perkembangan teknologi atau penemuan. Oke, langsung kita bahas aja, yuk!

1. Penemuan

Ada tiga ragam penemuan, yaitu discovery, invention, dan innovation. Nah, ketiganya bisa mendorong terjadinya perubahan di dalam masyarakat.

Dengan adanya discovery, maka masyarakat akan semakin kaya akan pengetahuan. Jadi, pengetahuan yang sudah ada itu lebih dikembangkan lagi. Atau bisa juga dengan cara invention, yaitu penemuan hal baru. Misalnya, penemuan mesin cetak oleh Gutenberg di abad ke-15.

Selanjutnya, innovation, jadi kita menemukan cara yang lebih baik untuk melakukan sesuatu. Misalnya, dengan adanya media sosial untuk berkomunikasi secara cepat.

2. Perubahan alam

erubahan alam juga bisa mendorong terjadinya perubahan dalam masyarakat. Misalnya, bencana banjir yang melanda sebagian besar Pulau Jawa, maka hal itu akan mendorong masyarakat untuk bermigrasi ke tempat yang lebih aman.

Cara lainnya dengan melakukan life hack supaya tetap aman dan nyaman meskipun tergenang banjir. Nah, dari situ sudah bisa dipastikan kalau perubahan alam bisa menjadi faktor pendorong adanya perubahan.

3. Pengaruh kebudayaan lain

Ketika kita terbuka terhadap kebudayaan lain, maka kita bisa menambang pengetahuan kita, bahkan bisa mengubah sosial kita. Contohnya perubahan pada tren pakaian. Zaman sekarang, tren pakaian banyak dipengaruhi oleh budaya luar seperti K-Pop. Elo termasuk yang suka dengan tren pakaian artis Korea, nggak, nih?

4. Dinamika demografi

Selain yang sudah disebutkan di atas, faktor kematian, kelahiran, dan perpindahan penduduk juga termasuk faktor pendorong terjadinya perubahan sosial, lho.

Baca Juga: Dinamika Kependudukan Indonesia

Faktor Penghambat

Berikut ini beberapa hal yang bisa menjadi faktor penghambat terjadinya perubahan sosial. Sebenarnya, ini seperti kebalikan dari faktor pendorong di atas, ya.

1. Rendahnya kontak dengan masyarakat lain

Salah satu penyebab terhambatnya perubahan sosial adalah rendahnya kontak suatu komunitas dengan masyarakat lain. Contohnya, suku Baduy Dalam yang membatasi kontak dengan masyarakat luar untuk menjaga budaya yang mereka miliki.

2. Terlambatnya perkembangan IPTEK

Seperti yang gue sampaikan sebelumnya, kalau perkembangan teknologi itu memegang peran penting dalam perubahan sosial. Nah, kalau ada suatu daerah yang terlambat mengenai IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi), maka tentu saja itu akan menghambat timbulnya perubahan sosial.

Contohnya, orang-orang yang tinggal di daerah pinggiran. Guru dan siswa yang berada di daerah pinggiran akan terhambat perubahannya, karena keterbatasan infrastruktur dan sinyal untuk mereka mencari tahu dunia luar.

3. Kepentingan terselubung

Gue langsung masuk ke contoh, deh. Misalnya, elo mau bikin suatu inovasi untuk mengatasi banjir. Namun, ada sekelompok masyarakat yang tidak setuju dengan inovasi tersebut. Karena, mereka khawatir kepentingannya akan terancam akibat inovasi tersebut.

Baca Juga: Upaya Mengatasi Ketimpangan Sosial

Contoh Perubahan Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari

Mengapa masyarakat mengalami perubahan sosial? Alasannya bisa bermacam-macam, guys. Ada yang dikarenakan oleh jumlah penduduk, perkembangan teknologi, dan perubahan alam.

Gue ambil contoh perubahan sosial dalam masyarakat akibat perkembangan teknologi, khususnya komunikasi. Sama seperti yang gue bilang tentang wartel tadi di atas.

Contohnya, dulu orang-orang berkomunikasi melalui surat, bahkan manusia dulu itu pakai asap untuk berkomunikasi dengan kelompok lainnya. Elo pernah dengar, kan, kalau ada orang yang tersesat di hutan dan nggak ada sinyal, mereka bisa menggunakan asap untuk memberitahukan keberadaannya? Nah, fenomena itu terinspirasi dari manusia dulu yang menggunakan asap untuk berkomunikasi, guys.

Seiring berjalannya waktu, teknologi komunikasi semakin berkembang. Ada surat, telepon genggam, hingga HP dan laptop. Nah, HP juga dulu hanya bisa pakai pulsa, sekarang udah bisa pakai internet.

Waktu masih menggunakan surat dan telepon genggam, elo hanya bisa mengirim pesan kepada yang dikenal aja. Sekarang sudah ada internet, jangkauan elo bisa lebih luas lagi. Elo bisa berkomunikasi dengan orang yang tidak elo kenal, bahkan elo bisa berinteraksi dengan mereka yang berada di belahan bumi lain.

Ilustrasi perbedaan cara komunikasi zaman dulu dan sekarang.
Perkembangan teknologi komunikasi merupakan salah satu contoh perubahan sosial dalam kehidupan sehari-hari. (Arsip Zenius)

Dari situ, bukan hanya teknologi saja yang berubah. Namun, perilaku kita pun ikut berubah.

Contoh perubahan sosial dalam kehidupan sehari-hari lainnya adalah mencari jodoh. Dulu, orang mencari jodoh dengan cara minta dikenalin secara langsung sama kerabatnya atau perantara mak comblang, ada juga karena sering ketemu lama-lama jadi cinta.

Nah, zaman sekarang itu lebih bervariatif, ada yang mencari jodoh melalui online, guys. Hayo … jangan-jangan elo udah ada rencana, ya, mau cari jodoh lewat online?

Gimana, perubahan sosial udah elo rasakan juga, kan? Sayangnya, perubahan tersebut tidak hanya berdampak positif aja, guys. Ada dampak negatifnya juga bagi masyarakat. Apa saja dampaknya?

Baca Juga: Tujuan dan Contoh Evaluasi Program Pemberdayaan

Dampak Perubahan Sosial

Namanya juga perubahan, pasti ada positif dan negatifnya. Dampak positif dari perubahan sosial adalah dampak yang sesuai rencana, diharapkan perubahannya, dan dianggap menguntungkan oleh masyarakat.

Contohnya perkembangan komunikasi. Perkembangan tersebut berhasil mengantarkan kita sampai kepada dunia media sosial. Sehingga, masyarakat bisa terhubung dengan orang lain secara cepat.

Selanjutnya, dampak negatif dari perubahan sosial adalah dampak yang tidak sesuai dengan rencana, tidak diharapkan, dan dianggap merugikan oleh masyarakat.

Dampak negatif dari perubahan sosial akibat perkembangan teknologi komunikasi, yaitu memungkinkan orang lain untuk menyebarkan berita palsu alias hoax dengan cepat.

Gimana, sudah paham dengan materi di atas? Nah, elo juga bisa mempelajari uraian di atas menggunakan video belajar Zenius dengan klik banner di bawah ini.

CTA video belajar zenius sosiologi

Contoh Soal Perubahan Sosial dan Pembahasan

Untuk menguji sejauh mana pemahaman elo mengenai materi perubahan sosial, gue ada beberapa contoh soal dan pembahasan yang bisa dijadikan sebagai referensi.

Contoh Soal 1

Perubahan dari masyarakat yang hidup dengan cara bertani, kemudian bekerja di pabrik-pabrik menggunakan mesin menggambarkan perubahan sosial yang sesuai dengan konsep Gillin dan Gillin, yaitu perubahan….

A. Gaya hidup.

B. Profesi.

C. Kemajuan.

D. Cara hidup.

E. Kesejahteraan.

Jawab: D. Cara hidup.

Pembahasan:

Coba elo cek lagi gambar perubahan sosial menurut ahli di atas! Menurut Gillin dan Gillin, perubahan sosial adalah perubahan cara hidup masyarakat. Contohnya dalam memenuhi kebutuhan, dari mulai berburu makanan, meramu, hingga menetap seperti saat ini.

Contoh Soal 2

Berikut ini merupakan contoh yang tepat dari kompetisi dapat membawa perubahan sosial yang berhubungan dengan teknologi, yaitu….

A. Memperbarui nilai dan norma lama.

B. Semakin besarnya ketimpangan sosial.

C. Menimbulkan pemberontakan.

D. Mendorong terjadinya penemuan.

E. Lahirnya budaya baru.

Jawab: D. Mendorong terjadinya penemuan.

Pembahasan:

Kompetisi itu bisa mendorong terjadinya penemuan di masyarakat. Contohnya, persaingan produsen smartphone. Persaingan antar produsen tersebut bisa melahirkan inovasi dan model baru, lho.

*****

Gimana nih, sampai sini udah paham kan tentang materi perubahan sosial? Buat yang lebih menyukai belajar dengan nonton video, elo bisa mengakses materi Sosiologi lainnya di video Zenius. Selain itu, elo juga bisa mencoba melatih kemampuan dengan level soal yang mirip UTBK beneran dengan klik link di bawah ini!

Try Out bareng Zenius

Bagikan Artikel Ini!