Prinsip Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) – Zenius untuk Guru

pengembangan keprofesian berkelanjutan

Bapak dan Ibu Guru, rasanya ada yang kurang ya, kalau pembelajaran tidak memanfaatkan teknologi. Setuju, tidak?

Apalagi pas pandemi Covid-19, kita semua sudah memakai teknologi untuk mempermudah Pembelajaran Jarak Jauh. Kita tak perlu lagi pergi ke sekolah, cukup duduk manis di rumah untuk memberikan materi ke siswa.

Namun, tak hanya itu saja, Bapak dan Ibu guru. Kita juga harus mampu mengembangkan perencanaan pembelajaran secara mandiri, mewujudkan pembelajaran yang efektif, dan menciptakan kelas yang aktif.

Nah, agar bisa menyesuaikan kompetensi diri dengan perkembangan pendidikan yang ada, sudah seharusnya kita mengikuti program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) guru. Pasti sudah sering dengar, ya, Bapak dan Ibu Guru?

Sekarang supaya lebih jelas, mari kita mengenal kegiatan pengembangan profesi guru ini secara mendalam!

Apa yang Dimaksud dengan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan?

Upaya peningkatan kompetensi guru sangat bergantung pada pengembangan keprofesian berkelanjutan. Tanpa adanya upaya yang konsisten dan berkelanjutan, pembentukan kompetensi belum bisa dikatakan berhasil.

Kompetensi sendiri menjadi suatu indikator yang digunakan sebagai standar penilaian secara profesional. Dalam Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, ada empat standar kompetensi yang harus dipenuhi oleh guru, yaitu:

  1. Kompetensi Pedagogik
  2. Kompetensi Kepribadian
  3. Kompetensi Sosial
  4. Kompetensi Profesional

Di sinilah PKB perlu dilakukan untuk memenuhi dan meningkatkan standar kompetensi tersebut. Karena, kegiatannya bisa mendorong dan mendukung perubahan dalam praktik serta pengembangan karir guru.

Menurut Pedoman Pengelolaan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) (2010), PKB adalah bentuk pembelajaran berkelanjutan bagi guru. Melalui berbagai cara dan pendekatan, dilakukan upaya untuk memelihara dan meningkatkan kompetensi kita secara keseluruhan.

kegiatan PKB
Siklus kegiatan PKB. (Arsip Zenius)

Secara khusus, pengembangan keprofesian berkelanjutan bertujuan untuk:

  • Memfasilitasi guru agar mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan.
  • Meningkatkan kompetensi guru agar sesuai dengan tuntutan profesi yang akan datang.
  • Memotivasi guru agar tetap melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai tenaga pendidik profesional.
  • Mengangkat citra dan martabat profesi guru.

Baca Juga: Cara Mengembangkan Keahlian dan Kompetensi Guru

Manfaat Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan

PKB memungkinkan kita untuk meningkatkan kompetensi yang sesuai dengan pembelajaran di abad 21. Selain itu, kegiatannya juga membantu kita untuk menguasai pengetahuan dan teknologi agar mampu mengikuti perkembangan kebutuhan pendidikan.

Tapi, tidak hanya untuk kita, pengembangan keprofesian berkelanjutan juga berdampak pada siswa, sekolah, orang tua atau masyarakat, serta pemerintah.

Dengan adanya program pengembangan kompetensi profesional guru, siswa bisa mendapatkan pelayanan dan pengalaman belajar yang efektif. Pemanfaatan teknologi yang digunakan juga memberikan mereka penguasaan ilmu pengetahuan yang sesuai dengan perkembangan pendidikan.

manfaat pengembangan keprofesian berkelanjutan
Manfaat pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi siswa. (Arsip Zenius)

Bagi sekolah, pengembangan keprofesian berkelanjutan mewujudkan organisasi pembelajaran yang berkualitas. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan kemampuan guru dan siswa dalam proses belajar mengajar.

Di sisi lain, orang tua atau masyarakat merasa lebih terjamin. Dengan adanya PKB, mereka percaya bahwa anak-anak mendapatkan bimbingan profesional dari guru di sekolah. Sehingga, terwujud pendidikan yang berkualitas sesuai kebutuhan masyarakat, baik nasional maupun global.

Sementara, secara lebih luas, PKB membantu pemerintah dalam memetakan kualitas layanan pendidikan. Melalui sebuah rancangan strategi pengembangan guru berkelanjutan abad 21, mereka dapat melakukan upaya pembinaan, pengembangan, dan peningkatan kinerja guru.

Tahukah Bapak dan Ibu Guru, dalam pelaksanaannya, pengembangan keprofesian berkelanjutan harus memperhatikan beberapa prinsip dasar. Apa saja prinsip tersebut?

Baca Juga: Guru Pembelajar, Program Peningkatan Kompetensi Mengajar

LMS ZenRu

Prinsip-prinsip Pelaksanaan PKB

Ada sembilan prinsip dasar yang harus dipatuhi dalam melaksanakan pengembangan keprofesian berkelanjutan, diantaranya:

  1. PKB berfokus pada keberhasilan siswa atau penerapannya berbasis hasil belajar mereka. Karena itu, kegiatannya harus menjadi bagian dari tugas kita sehari-hari.
  2. Setiap guru berhak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan diri. Proses penyusunannya dimulai dari sekolah, serta kegiatannya dilakukan secara teratur, sistematis, dan berkelanjutan.
  3. Sekolah wajib menyediakan kesempatan bagi setiap guru untuk mengikuti kegiatan PKB. Ketentuan waktunya sendiri sudah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 116 Tahun 2009.
  4. Guru yang tidak memperlihatkan peningkatan setelah mengikuti kegiatan PKB akan diberikan sanksi sesuai ketentuan perundang-undangan. Tapi, sanksi itu tidak berlaku jika sekolah tidak bisa memenuhi kebutuhan guru untuk melaksanakan PKB.
  5. Cakupan materi pengembangan profesi guru berfokus pada pembelajaran siswa. Hal ini termasuk pembahasan akademik, proses pembelajaran, penelitian pendidikan terkini, dan teknologi atau seni.
  6. Proses PKB melibatkan guru secara aktif, sehingga terjadi perubahan pada dirinya. Perubahan ini meliputi penguasaan materi, pemahaman konteks, keterampilan, dan hal lainnya yang sesuai dengan tujuan peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.
  7. Pengembangan profesi guru harus berkontribusi dalam mewujudkan visi, misi, dan nilai-nilai yang berlaku di sekolah. Karena itu, kegiatannya perlu sejalan dengan rencana pengembangan sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.
  8. Sebisa mungkin pengembangan keprofesian berkelanjutan dilaksanakan di sekolah atau dengan sekolah di sekitarnya, contohnya gugus KKG (Kelompok Kerja Guru) atau MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran).
  9. PKB mendorong pengakuan jabatan guru sebagai profesi yang bermartabat dan bermakna bagi masyarakat. Selain itu, kegiatannya berupaya untuk mendukung perubahan dalam praktik dan pengembangan karir guru yang lebih objektif, transparan, dan akuntabel.

Nah, dari awal kita sudah membahas pengertian, tujuan, manfaat, dan prinsip dari PKB. Tapi, sebenarnya, hal apa yang menjadi fokus pengembangan guru? Baca tulisannya sampai akhir, ya!

Baca Juga: Mengenal SIMPKB Guru Penggerak

Komponen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan

komponen pengembangan keprofesian berkelanjutan
Tiga komponen pengembangan keprofesian berkelanjutan. (Arsip Zenius)

PKB dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan guru untuk mencapai atau meningkatkan kompetensi profesionalnya. Karena itu, komponen pengembangan keprofesian berkelanjutan guru terdiri dari:

1. Pengembangan Diri

Dalam buku Manajemen Pengembangan Keprofesian Guru Berbasis Produk Karya Tulis Ilmiah (2022) dijelaskan bahwa pengembangan diri adalah upaya untuk meningkatkan kompetensi diri agar sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan perkembangan pendidikan. Upaya ini bisa terwujud dalam bentuk pendidikan dan pelatihan fungsional, teknis, atau melalui kegiatan kolektif guru.

Ada banyak materi yang bisa dibahas dalam kegiatan pengembangan diri. Contohnya, perencanaan pendidikan, pengembangan kurikulum, penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pengembangan metodologi mengajar, penilaian proses dan hasil belajar siswa, dan sebagainya.

2. Publikasi Ilmiah

Karya tulis ilmiah yang sudah disebarluaskan ke masyarakat menjadi bentuk kontribusi kita terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran.

Publikasi ilmiah sendiri mencakup tiga hal, yaitu presentasi pada forum ilmiah, publikasi hasil penelitian atau gagasan inovatif, serta publikasi buku teks pelajaran, pengayaan, atau pedoman guru.

3. Karya Inovatif

Karya inovatif adalah karya yang sifatnya mengembangkan, memodifikasi, atau melakukan penemuan baru sebagai kontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.

Karya inovatif bisa berbentuk penemuan teknologi tepat guna, penciptaan atau pengembangan karya seni, pembuatan atau pemodifikasian alat pelajaran, serta penyusunan standar, pedoman, soal, dan sejenisnya.

Nah, untuk mendukung pengembangan kompetensi Bapak dan Ibu Guru, Zenius untuk Guru menghadirkan satu fitur terbaru, lho. Penasaran?

Baca Juga: Cara Mudah Memberi Penilaian | Fitur ZenRu

Fitur PONPEZ dari Zenius untuk Guru

Selain memberikan kemudahan dalam proses pembelajaran, Zenius untuk Guru juga ingin bantu meningkatkan kompetensi mengajar Bapak dan Ibu Guru di abad 21. Hal ini diwujudkan melalui melalui fitur PONPEZ, Portal Pengetahuan ZenRu.

cara mengembangkan kompetensi mengajar
PONPEZ, fitur terbaru ZenRu untuk bantu mengembangkan kompetensi mengajar. (Arsip Zenius)

PONPEZ adalah fitur terbaru dari Zenius untuk Guru. Fitur ini menyediakan video seputar pedagogi, kurikulum, dan topik pendidikan lainnya yang bisa diakses secara gratis melalui aplikasi Zenius. Contohnya, pembahasan tentang Kurikulum Merdeka dan Strategi Mengajar Era Digital.

Jadi, sekarang, Bapak dan Ibu Guru tidak hanya menemukan video materi untuk siswa. Tapi, juga video materi yang bisa mendukung pengembangan keprofesian berkelanjutan guru.

Cara untuk mengakses fitur PONPEZ ini cukup mudah. Bapak dan Ibu Guru hanya perlu membuka aplikasi Zenius dan memastikan profil akunnya adalah guru.

Setelah itu, Bapak dan Ibu Guru bisa langsung klik ikon fitur PONPEZ yang ada di halaman utama aplikasi. Pilih topik atau materi yang ingin dipelajari, lalu tonton videonya sampai selesai.

Bersama fitur PONPEZ dari ZenRu, yuk lebih giat menimba ilmu dan menjadi guru yang bermakna.

Referensi

Cara Mengembangkan Keahlian dan Kompetensi Guru – Blog Zenius (2021)

Pedoman Pengelolaan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) – Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud (2010)

Panduan Praktis Menulis Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) – Dr. Imron Rosidi, M.Pd., Zainul Arief, S.Pd., M.H. (2020)

Pemikiran Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Melalui Pemenuhan Beban Jam Mengajar Guru – Iskandar Agung, Amrazi Zakso (2018)

Manajemen Pengembangan Keprofesian Guru Berbasis Produk Karya Tulis Ilmiah – Junihot M. Simanjuntak (2022)

Baca Artikel Lainnya

Menjadi Guru Inspiratif di Era Digital

Pengembangan Potensi Peserta Didik

4 Tahap Penerapan Pembelajaran STEAM

Bagikan Artikel Ini!