Guru Pembelajar, Program Peningkatan Kompetensi Mengajar – Zenius untuk Guru

guru pembelajar

Bapak dan Ibu Guru, sebagai tenaga pendidik kita harus terus belajar dan mengembangkan kemampuan. Tidak hanya ilmu yang berkaitan dengan mata pelajaran yang diampu, tapi juga belajar tentang hal baru seputar teknologi pembelajaran atau kompetensi pengajaran.

Sebab itu, hari ini kita juga akan belajar ilmu baru yaitu tentang bagaimana menjadi Guru Pembelajar.

Ada satu akronim Jawa tentang guru yang sangat populer nih, yaitu “Guru, Digugu lan Ditiru” yang artinya orang yang dipercaya dan diikuti.

Sesuai akronim di atas, guru tidak hanya bertugas untuk mengajarkan siswa mata pelajaran tapi juga mendidik moral, etika, dan karakter mereka. 

Terlebih, guru juga menjadi contoh bagi siswa selama proses belajarnya. Karena itu, hendaknya kita selalu belajar dan tidak pernah merasa puas dengan ilmu yang dimiliki.

Nah, salah satu cara untuk mengembangkan pengetahuan yang baru adalah dengan menjadi bagian dari Guru Pembelajar. Apakah Bapak dan Ibu Guru pernah mendengarnya?

Apa yang Dimaksud Guru Pembelajar?

Dalam Modul Guru Pembelajar – Petunjuk Teknis Moda Dalam Jaringan dari Kemdikbud (2016), tertulis bahwa Guru Pembelajar (GP) adalah program yang difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk pengembangan diri guru. Program ini bertujuan agar guru bisa terus belajar dan mengembangkan kompetensinya dalam mendidik siswa.

Guru Pembelajar dikembangkan berdasarkan kompetensi guru yang dilihat dari hasil Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan Uji Kompetensi Guru (UKG), serta hasil evaluasi diri. Guru yang kompetensinya ada di Kriteria Capaian Minimal (KCM) akan mengikuti program ini dengan orientasi untuk mencapai standar kompetensi minimal. Sementara, guru yang kompetensinya sudah mencapai standar minimal diarahkan ke program GP yang fokus pada peningkatan keprofesian.

Program Guru Pembelajar diharapkan bisa memperkecil kesenjangan pengetahuan, keterampilan, dan kepribadian antara guru, hingga pada akhirnya meningkatkan kualitas pembelajaran dalam kelas. Dengan begitu, bertambah juga angka kredit yang selanjutnya bisa digunakan untuk peningkatan karir.

Dalam pelaksanaannya, Guru Pembelajar dilakukan dalam tiga model. Tahukah Bapak dan Ibu Guru ketiga model itu?

Baca Juga: 4 Standar Kompetensi Guru yang Perlu Dimiliki

Model Program Guru Pembelajar

Ada tiga model yang dikembangkan dalam Guru Pembelajar yaitu daring, tatap muka, dan kombinasi antara daring dan tatap muka (blended learning).

model guru pembelajar
Tiga model Guru Pembelajar. (Arsip Zenius)

Pengelompokkan ketiga model tersebut didasarkan pada hasil UKG, jumlah guru, letak geografis dan distribusi guru, ketersediaan koneksi internet, tingkat literasi guru dalam teknologi, efisiensi biaya dan fleksibilitas pembelajaran, serta beberapa unsur mata pelajaran yang sulit disampaikan secara daring.

Baca Juga: Mengenal Ragam Strategi Pembelajaran di Masa PTM

Guru Pembelajar Model Daring

Dengan model daring, peserta program mempunyai keleluasaan waktu belajar, sehingga tidak perlu meninggalkan kewajibannya dalam mendidik siswa.

karakteristik guru pembelajar
Karakteristik Guru Pembelajar daring. (Arsip Zenius)

Model daring dibagi lagi ke dalam dua kelompok yaitu model 1 yang hanya melibatkan pengampu dan guru sebagai peserta, serta model 2 yang melibatkan pengampu, mentor, dan peserta.

Guru yang mengikuti model daring bisa berinteraksi dengan mentor atau pengampu melalui video konferensi, telepon atau live chat. Selain itu, pembelajaran juga bisa dilakukan dengan menonton video rekaman yang sudah disediakan.

Guru Pembelajar Model Tatap Muka

Dengan model tatap muka, tentunya kita bisa berinteraksi secara langsung dengan mentor yang meliputi pemberian input materi, tanya jawab, diskusi, latihan, praktik, dan atau penilaian.

Ada alternatif tatap muka yang bisa dipilih peserta, yaitu tatap muka penuh, tatap muka in-on-in, dan tatap muka dalam kegiatan kolektif guru. Ketiganya bebas dipilih selama memenuhi ketuntasan materi yang sudah ditentukan.

Guru Pembelajar Model Kombinasi

Di model kombinasi, peserta Guru Pembelajar melakukan kegiatan secara mandiri dengan memanfaatkan teknologi informasi dan tatap muka langsung. Saat daring, materi telah disiapkan secara elektronik, sementara tatap muka dilakukan bersamaan dengan peserta lainnya di pusat belajar yang sudah ditetapkan.

Nah, selain Guru Pembelajar, ada juga program dari pemerintah lainnya yang ditujukan untuk pengembangan kompetensi tenaga pendidik, salah satunya program Guru Belajar dan Berbagi.

 Baca Juga: Komunitas Guru ZenRu: Tempat Berbagi Pengalaman Mengajar

Mengenal Guru Belajar dan Guru Berbagi

Guru Belajar dan Guru Berbagi adalah tempat bagi para guru di seluruh Indonesia untuk mengikuti beragam seri belajar dengan berbagai bentuk pembelajaran. Program ini dihadirkan di masa pandemi dengan harapan bisa membantu guru dalam memaksimalkan pembelajaran daringnya.

seri guru belajar
Seri program Guru Belajar dan Berbagi. (Arsip Zenius)

Program ini terdiri dari dua bentuk yaitu:

  1. Ayo Guru Belajar, merupakan kegiatan kolaborasi antara pemerintah dengan komunitas dan organisasi yang fokus pada pengembangan GTK (Guru atau Tenaga Kependidikan). Kegiatannya meliputi penyediaan program belajar secara daring yang relevan bagi guru dan tenaga kependidikan.
  2. Ayo Guru Berbagi, merupakan kegiatan kolaborasi pemerintah, guru, komunitas, dan penggerak pendidikan untuk berbagi ilmu seputar pembelajaran contohnya RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran), video atau materi pembelajaran, dan kegiatan webinar.

Dengan mengikuti program ini, guru bisa mempunyai waktu yang lebih fleksibel karena jadwal pembelajaran bisa disesuaikan dengan kesibukkan masing-masing, berkolaboratif dengan sesama rekan guru di seluruh Indonesia, dan memahami materi bisa lebih mudah karena konten disajikan dalam unit yang lebih kecil.

Demikian penjelasan tentang program Guru Pembelajar. Dengan membaca artikel ini, artinya Bapak dan Ibu Guru juga sudah belajar hal baru, lho. Coba tuliskan di kolom komentar hal baru lainnya yang sudah dipelajari hari ini?

Nah, Bapak dan Ibu Guru juga bisa belajar satu teknologi pendukung pembelajaran yaitu LMS (Learning Management System) Zenius untuk Guru. Selain membagikan materi dan latihan soal lewat kelas virtual, Bapak dan Ibu Guru juga bisa melakukan penilaian secara lebih mudah. Laporan hasil belajar siswa bisa dilihat secara langsung, dilengkapi dengan analisis setiap butir soalnya.

LMS ZenRu

Referensi

Guru, “Sing Digugu lan Ditiru” – Kompas (2015)

Hasil Uji Kompetensi Guru Dijadikan Landasan Program Guru Pembelajar – Kemdikbud (2016)

Modul Guru Pembelajar – Petunjuk Teknis Moda dalam Jaringan (Daring) – Kemdikbud (2016)

Modul Guru Pembelajar – Petunjuk Teknik Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar Moda Tatap Muka – Kemdikbud (2016)

Tentang Guru Belajar dan Berbagi – Guru Belajar dan Berbagi Kemdikbud (2021)

Baca Juga Artikel Lainnya

Learning Loss, Kemunduran dalam Proses Belajar Siswa

Teknologi dalam Pembelajaran, Bagaimana Memanfaatkannya? 

Perjuangan Guru Mengajar Selama Pandemi

Bagikan Artikel Ini!