Abrasi – Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Mencegahnya

Abrasi

Hai, guys! Ada nggak sih, dari elo yang suka banget main ke pantai? Kalau gue sih suka banget. Gue lebih suka ke daerah pantai gitu daripada ke daerah pegunungan. Tapi kalau diajak liburan ke daerah pegunungan nggak nolak juga, sih!.Hahaha! 

Ngomong-ngomong tentang pantai, elo pernah nggak menemui keadaan jalan di sekitar pantai yang kenampakannya seperti gambar berikut:

Alt: Dataran Abrasi disebabkan erosi air laut
Gambar Abrasi (Arsip Zenius)

Gambar di atas menunjukkan adanya pengikisan jalan yang disebabkan oleh abrasi. Abrasi? Apaan, tuh? Bagaimana abrasi bisa terjadi? Terus, gimana caranya mencegah abrasi?

Nah, langsung aja simak penjelasan gue tentang abrasi berikut ini. . 

Baca Juga: Pengertian Erosi, Faktor, dan Prosesnya

Pengertian Abrasi

Apa itu abrasi? Abrasi adalah suatu proses pengikisan daerah pantai yang disebabkan oleh adanya tenaga gelombang air laut dan adanya pasang surut air laut yang sifatnya merusak. Abrasi ini disebut juga sebagai erosi air laut. 

Kalau gitu, apakah abrasi dan erosi itu sama? Ternyata nggak, ya. Abrasi atau erosi air laut dengan erosi sendiri memiliki perbedaan. Perbedaan abrasi dan erosi dapat dilihat dari daerah yang terkena dampak dari proses tersebut dan penyebab terjadinya fenomena tersebut. 

Abrasi, seperti yang gue tadi udah bilang, terjadi di daerah pantai atau pesisir pantai yang disebabkan oleh gelombang air laut, sedangkan erosi adalah proses pengikisan batuan, tanah, maupun padatan lainnya yang disebabkan oleh gerakan air, es, atau angin. Biasanya erosi ini disebut juga sebagai pelapukan. 

Bentang alam akibat abrasi
Bentang Alam Akibat Abrasi (Arsip Zenius)

  

Makanya nih, pada gambar di atas, elo bisa ngeliat adanya kerusakan jalan yang terdapat di pinggir pantai. Kerusakan jalan tersebut diakibatkan oleh adanya gelombang air laut yang mengikis tanah atau batuan yang ada di pinggir pantai.

Oh iya, satu lagi, jangan sampai ketuker ya antara abrasi dan ablasi. Abrasi adalah proses pengikisan yang terjadi karena adanya erosi air laut atau gelombang air, sedangkan ablasi merupakan erosi yang disebabkan oleh air sungai atau hujan. Hati-hati, soalnya kadang ketuker karena namanya mirip. 

Baca Juga: Ciri-Ciri Tanah dan Teksturnya 

Penyebab Abrasi

Kepikiran nggak sih, bagaimana abrasi itu bisa terjadi? Sebenernya nih, ada dua faktor yang menyebabkan terjadinya abrasi. Faktor yang pertama adalah dari faktor alam itu sendiri, dan yang kedua adalah faktor manusia. 

Wah, ternyata ulah manusia bisa menyebabkan abrasi juga nih! Gimana sih, proses abrasi itu? Oke, gue akan mencoba jelasin, ya. 

Faktor penyebab abrasi adalah sebagai berikut:

  1. Faktor Alam

Faktor pertama yang menyebabkan adanya abrasi, adalah fenomena alam itu sendiri. Contoh abrasi karena faktor alam yaitu pasang surut air laut atau gelombang air laut yang memiliki sifat merusak. Tentunya fenomena alam ini nggak bisa dihindari. Coba, gimana caranya kita buat ngehalangin ombak? Nggak bisa kan. 

Hal tersebut karena pada dasarnya laut memiliki sifat dan siklus tersendiri yang nggak bisa kita hindari ada saatnya angin berhembus kencang dan berpotensi menghasilkan gelombang air laut yang sifatnya merusak. Ada saatnya juga angin hanya berhembus sewajarnya. Hal ini menimbulkan adanya proses abrasi. 

Alt: Penyebab Abrasi
Gelombang Air Laut (Dok. Pixabay)

 

  1. Faktor Manusia

Faktor yang kedua adalah faktor yang sebenernya bisa kita cegah, nih! Yaitu faktor manusia. Contoh abrasi yang terjadi karena faktor manusia disebabkan oleh adanya eksploitasi terhadap sumber daya alam yang ada di sekitar area pantai. Hal ini menyebabkan tidak seimbangnya ekosistem di laut. 

Alt: Faktor penyebab adanya abrasi
Mangrove (Dok. Pixabay)

Eksploitasi sumber daya alam ini contohnya adalah eksploitasi terhadap terumbu karang, hutan mangrove, penambangan pasir dan yang ada di sekitar area laut lainnya. Oleh sebab itu arus dan gelombang air laut dalam jumlah sangat besar dan secara terus menerus yang mengarah ke wilayah garis pantai akan berakibat menimbulkan abrasi. 

Dampak Abrasi

Terjadinya abrasi memicu beberapa dampak, antara lain:

  • Penyusutan Area Pantai

Adanya abrasi berdampak pada munculnya penyusutan area pantai. Gelombang dan arus laut yang biasa dimanfaatkan oleh nelayan untuk jalur berangkat dan pulang nelayan ataupun yang biasa dimanfaatkan sebagai tujuan wisata dengan suasana indah di pinggir pantai kemudian menjadi sebuah ancaman.

Hantaman ombak yang kencang sekaligus arus air laut yang besar akan mengakibatkan batuan dan tanah yang secara perlahan terkikis serta terpisah dari wilayah daratan.

Tentu saja hal ini akan merugikan sektor pariwisata, dan mengancam keberlangsungan hidup penduduk yang ada di sekitar pantai. 

  • Merusak Hutan Bakau

Hutan bakau sebenernya dapat digunakan untuk menangkal dan mengurangi adanya abrasi pantai. Namun, hutan bakau nggak akan berfungsi ketika abrasi pantai ini udah nggak bisa dikendalikan. Khususnya, ketika musim badai datang. Nah, hutan bakau pun rusak dan tidak bisa mengendalikan adanya abrasi. 

  • Habitat Flora dan Fauna Menghilang

Adanya abrasi juga berdampak pada flora dan fauna yang berhabitat di tempat tersebut. Banyak flora dan fauna yang kehilangan habitatnya karena timbulnya abrasi. Contohnya hilangnya populasi ikan-ikan kecil yang merupakan bagian dari rantai makanan maka pada akhirnya juga akan berdampak merusak ekosistem di laut.

Selain dampak yang merugikan di atas, adanya abrasi juga memunculkan beberapa bentang alam. Bentang alam akibat abrasi di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Cliff
    Merupakan pantai yang kondisinya banyak terdapat batuan keras juga terjal dan memiliki curam seperti pegunungan. Tebing yang terdapat pada bagian bawah lama kelamaan akan mengikis dan membentuk wave cut platform dan terbentuk cekungan di dinding cliff atau disebut relung. 
  • Cave, Arch, Stack, Stump
    Cave merupakan gua yang ada di tebing pantai. Jika terobosan gua sampai dua sisi tebing maka akan menjadi arch. Kemudian arch yang mengalami pengikisan atau erosi dan menyisakan tiang yang jauh dari cliff akan membentuk stack. Sedangkan jika stack mengalami erosi dan gugur masuk ke bawah air laut disebut dengan stump.
  • Dataran abrasi

Dataran abrasi merupakan sebuah wilayah dataran yang sudah terkena abrasi dan dapat dilihat secara jelas ketika air laut surut.

Cara Mencegah Abrasi 

Abrasi dapat kita cegah atau kita kurangi dampaknya dengan melakukan beberapa hal berikut:

  • Penanaman Pohon Bakau

Seperti yang udah gue singgung dikit nih, di atas. Pohon bakau bisa dimanfaatkan untuk mengurangi adanya abrasi. Hutan bakau dapat mencegah abrasi pantai karena mampu menahan adanya gelombang air laut.

Akar dari pohon bakau yang kuat ini dapat menahan adanya gelombang dan arus laut yang mengarah ke pantai, sehingga nggak ngancurin batuan dan tanah yang ada di daerah pantai. 

  • Pemeliharaan Terumbu Karang

Cara mencegah atau meminimalisir abrasi yang lain adalah dengan memelihara terumbu karang. Kok bisa? Yap, hal ini karena terumbu karang memiliki fungsi sebagai pemecah gelombang. Nah, dengan begitu dia dapat meminimalisir terjadinya abrasi. Jadi, kalau elo main ke pantai dan ketemu terumbu karang, jangan dirusak ya!

  • Pelarangan Tambang Pasir

Pasir pantai itu emang indah, ya. Mau dipakai untuk hiasan atau dimanfaatkan untuk hal yang lain juga bisa. Namun, tahu nggak sih guys, kalau penambangan pasir di pantai bisa mempercepat laju abrasi?

Pasir yang ada di pantai dapat membantu pencegahan abrasi, lho. Makanya nih, sangat nggak disarankan ya, untuk melakukan eksploitasi atau pengerukan terhadap pasir yang ada di pantai. Kalau persedian pasir yang terdapat di lautan masih memadai, dengan begitu gelombang air laut nggak akan dengan mudah mengikis daratan pada garis pantai.

Gimana nih, apakah elo punya ide buat mencegah abrasi atau meminimalisir dampak adanya abrasi? 

Baca Juga: Pengertian Tenaga Eksogen, Penyebab, dan Dampaknya 

Contoh Soal Abrasi dan Pembahasan

Wah, nggak kerasa aja udah di ujung materi nih. Sebelum gue tutup pembahasan kita kali ini, coba elo simak soal berikut, ya!

  1. Mengapa hutan bakau dapat mencegah adanya abrasi?

Jawaban dan pembahasan:

Hutan bakau dapat mencegah adanya abrasi karena tanaman bakau memiliki akar yang kuat, sehingga mampu untuk menahan gelombang air laut yang ada. Dengan begitu batuan dan tanah tidak akan mudah hancur. 

  1. Menurut elo sebagai anak muda, usaha apa yang bisa elo lakuin untuk menjaga ekosistem di sekitar pantai? Coba deh jawab di kolom komentar ya!

Oke guys, udah selesai nih materi kita. Supaya persiapan UTBK elo makin mantap, bisa banget nih, elo latihan soal try out di sini ya!

Good Luck!

CTA video belajar geografi zenius
YouTube: Persiapan UTBK Geografi – Litosfer – YouTube

Referensi: Sekilas Info Tentang Abrasi Pantai – kkp.go.id

Bagikan Artikel Ini!