Hujan Es: Penyebab, Proses Terjadi, dan Dampaknya ke Lingkungan 9

Hujan Es: Penyebab, Proses Terjadi, dan Dampaknya ke Lingkungan

Kalau lagi flashback mengingat momen-momen masa kecil, gue rasanya seneng banget, deh. Bangun tidur, langsung nonton kartun di TV. Terus, pas udah agak siangan, main sama temen gue yang rumahnya cuma berjarak lima langkah doang. 

Iya. Pas masih kecil, gue tuh selalu main setiap hari. Ya, soalnya nggak ada kesibukan buat ngerjain soal UTBK Kimia kayak sekarang.

Mandi hujan (Arsip Zenius)
Mandi hujan (Arsip Zenius)

Tapi, kayaknya gue semakin dewasa jadi semakin males kalau kehujanan, deh. Misalnya nih, kalau tiba-tiba turun hujan pas gue lagi di jalan, gue bakal lebih milih neduh dulu daripada pulang dengan basah kuyup. Elo juga merasa kayak gue nggak, sih?

Tapi sebenarnya, selama diguyur sama air hujan sih gapapa, ya. Paling, elo harus langsung mandi aja biar nggak masuk angin. Lah, bukannya hujan emang air? Emang ada hujan duit? Nggak, lah! Kalau ada hujan duit, gue udah jadi orang nomor satu yang bakal ngambilin duitnya sebanyak mungkin. 

Maksud gue, hujan ini ada yang bentuknya es juga, lho. Asli, nggak boong! Malah, fenomena hujan es ini baru aja kejadian di  Lampung (20/02/2022), Surabaya (21/02/2022), sampai Tangerang Selatan (14/03/2022).

Nggak cuma baru-baru ini aja. Fenomena ini juga udah terjadi dari beberapa tahun sebelumnya di wilayah yang berbeda-beda. Mulai dari Sleman (25/01/2016), Bandung (26/03/2016), Bekasi (25/09/2016), sampai di Jakarta Selatan (28/03/2017).

Hah? Kok, bisa? Iya, gue juga cukup kaget pas liat video hujan es di beberapa wilayah tersebut. Pas gue cari tahu, ternyata fenomena ini ini emang bisa terjadi, lho. Bahkan, ada penjelasan ilmiahnya.

Yuk, temenin gue bahas fenomena hujan es di sini!

Baca juga: Petrichor – Bau Aroma Tanah yang Tersiram Hujan

Apa Itu Hujan Es?

Jadi, hujan es itu apa, sih? Sesuai dengan namanya, nih. Hujan yang turun bakal berbentuk es. Tapi, penjelasannya nggak sesimpel itu, Ferguso. Oke, gue coba jelasin pelan-pelan, ya.

Menurut National Geographic, hujan es adalah hujan yang mengandung potongan es dengan diameter mulai dari 5 milimeter-15 sentimeter. Es yang turun biasanya akan berbentuk bulat atau bergerigi.

Nah, ini gue punya contoh foto butiran es yang jatuh sebagai hujan di wilayah Velp, Belanda.

Hujan es (dok. National Geographic oleh Bart Veltkamp)
Hujan es (dok. National Geographic oleh Bart Veltkamp)

Menurut NOAA National Severe Storms Laboratory, salah satu laboratorium penelitian cuaca di Amerika Serikat, kecepatan jatuhnya es ke tanah ini berbeda-beda. 

Yap! Jadi, ada beberapa faktor yang memengaruhi kecepatan jatuhnya es. Mulai dari ukurannya, gesekan antara es dan udara di atmosfer, sampai kondisi angin.

Gue coba kasih contoh, ya. Kalau es-nya berukuran 2 sentimeter dengan frekuensi hujan kecil, biasanya kecepatan es yang jatuh mencapai 14-40 kilometer per jam. 

Sedangkan es yang berukuran 4 sentimeter dengan frekuensi hujan disertai angin kencang, kecepatan es yang jatuh ke tanah bisa mencapai 40-65 kilometer per jam. Duh, cepet banget, ya? Ibarat kendaraan, ini sih mobil dan motornya lagi ngegas.

Tapi, elo udah pernah ngeliat secara langsung belum, sih? Eits, hujan es ini berbeda sama salju yang ada di Jepang atau Korea Selatan, ya.

Menurut wawancara antara Kompas dengan Hary Tirto Djatmiko, Kepala Bidang Manajemen Observasi Meteorologi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ada beberapa perbedaannya.

Infografis perbedaan hujan es dengan salju (Arsip Zenius)
Infografis perbedaan hujan es dengan salju (Arsip Zenius)

Jadi, ini emang bisa banget terjadi di wilayah Indonesia, ya. Soalnya, walaupun wilayah kita beriklim tropis, tapi kelembapannya cukup tinggi sehingga memungkinkan turunnya hujan es.

Tapi, selain karena kelembaban yang tinggi, ada alasan lain yang mendukung turunnya hujan es di wilayah beriklim tropis, lho. Yuk, gue bahas di bawah.

Baca juga: Kenapa Komodo Terancam Punah, ya?

Mengapa Hujan Es Dapat Terjadi?

Oke, jadi elo udah tau salah satu alasan terjadinya hujan es di Indonesia, ya. Tapi, ada alasan pendukung yang perlu elo tau juga, nih.

Musim pancaroba (Arsip Zenius)
Musim pancaroba (Arsip Zenius)

Terus, bagaimana hujan es terjadi? 

Nah, proses hujannya bakal dimulai dari adanya lapisan air yang menempel hingga membeku di awan kumulonimbus. Kok, bisa membeku? Soalnya, suhu di sana bisa mencapai 0º celsius (titik beku air). 

Nah, lapisan yang membeku (es) itu bakal jatuh dari awan kumulonimbus gara-gara adanya badai petir. Tapi, belum sempat jatuh ke tanah, lapisan bekunya didorong lagi sama angin kencang ke arah atas. Nah, karena lapisan bekunya udah berat dan berbentuk es, terjadi lah hukum gravitasi

Yap! Es-nya bakal jatuh ke bawah. Soalnya, angin udah nggak kuat buat mendorong ke atas. Akhirnya, terjadi lah hujan es, deh.

Menurut informasi yang gue dapetin dari Journal of Applied Meteorology and Climatology (2020), kalau es yang jatuh ke tanah ukurannya kecil, biasanya bakal meleleh duluan pas proses jatuh. Tapi kalau es-nya berukuran besar, baru lah es-nya bisa sampai ke tanah.

Kesimpulannya, penyebab hujan es bisa terjadi karena wilayah tersebut memiliki tingkat kelembapan yang tinggi. Selain itu, adanya proses kondensasi (perubahan wujud benda ke yang lebih padat) di atmosfer juga memegang peranan penting atas turunnya hujan es ke tanah.

Baca juga: UFO dan alien Beneran Ada Nggak, sih?

Terus, Ada Dampaknya ke Lingkungan, Nggak?

Kalau gitu, hujan es berarti cuma air yang membeku di awan aja, kan? Nggak ada bahayanya buat lingkungan, dong? Kan, nggak mengandung gas beracun kayak gunung meletus.

Iya sih, sebenarnya emang nggak mengandung gas-gas beracun yang bikin makhluk hidup jadi terancam. Tapi, ternyata ada dampaknya juga buat kita, lho. 

Menurut National Geographic, hujan es bisa menyebabkan kerusakan yang cukup ekstrim di lingkungan tempat kita tinggal. Yap! Bangunan, kendaraan, sampai tanaman-tanaman yang elo pelihara di rumah bisa langsung rusak kalau kena es yang teksturnya besar.

Dampak hujan es ke pertanian (Arsip Zenius)
Dampak hujan es ke pertanian (Arsip Zenius)

Terus, hujan es juga bisa menghambat penerbangan, lho. Coba elo bayangin kalau pesawat yang lagi terbang tiba-tiba dihujani sama es. Nah, kasus ini pernah kejadian di bulan Agustus tahun 2018 di Meksiko Utara. 

Jadi, pesawat Aeromexico ini jatuh saat lepas landas karena adanya guyuran es yang datang. Akibatnya, 85 orang luka-luka.

 Hujan es di Prancis (Arsip Zenius)
 Hujan es di Prancis (Arsip Zenius)

Nah, makanya gue punya beberapa tips buat elo mengatasi hujan es yang mungkin bakal terjadi di lingkungan sekitar, nih. Soalnya menurut BMKG, fenomena ini masih memungkinkan terjadi di Indonesia dengan rentang waktu dari bulan Maret-April 2022.

Menurut Australian Government Bureau of Meteorology, biro meteorologi pemerintah Australia, satu-satunya cara yang bisa elo lakuin kalau ada hujan es yaitu berlindung. Yap! 

Pastikan elo ada di dalam sebuah bangunan saat ada serbuan hujan es yang datang. Simpelnya, lindungi diri dan barang-barang elo di dalam sebuah bangunan saat guyuran es sedang berlangsung, ya. Hal ini berguna supaya elo nggak luka-luka saat terkena bongkahan es yang jatuh.

Jadi, sekarang elo udah tau tentang hujan es mulai dari ukurannya yang beragam, penyebab terjadinya, sampai dampaknya ke lingkungan, nih. Menarik ya, ternyata hal ini emang bisa terjadi di wilayah beriklim tropis kayak Indonesia.

Nah, sekarang giliran elo yang sharing pengalaman di kolom komentar, nih. Kira-kira, elo udah pernah menyaksikan hujan es secara langsung atau belum?

Baca juga: Kapal Pinisi, Simbol Kekuatan Pelaut Indonesia

Editor: Tentry Yudvi Dian Utami

Reference:
Hujan Es di Tangerang Selatan, BMKG: Suhu Awan -80 Derajat Celsius – Tempo (2022)
6 Hujan Es di Indonesia, Ini Daftarnya – Tempo (2018)
Hail – National Geographic
Hail – Britannica
Apa Perbedaan Salju dan Hujan Es? Ini Penjelasannya – National Geographic Indonesia (2019)
Severe Weather 101 – Hail – NOAA National Severe Storms Laboratory
How does hail form? – NASA Global Precipitation Measurement
Hail storm kills 1,000 English troops in France – History (2021)
Journal of Applied Meteorology and Climatology – David A. R. Kristovich (2020)
Explainer: How does hail form? – Australian Government Bureau of Meteorology (2018)
What Are The Dangerous Effects Of A Hailstorm? – World Atlas (2018)
Rahasia Alam Semesta: Beda Dengan Salju, Begini Hujan Es Terbentuk – Kompas (2019)
Dampak Perubahan Iklim Global Terhadap Bencana Kekeringan di Indonesia – Balingtan (2014)

Sumber foto: National Geographic

Bagikan Artikel Ini!