intensitas hujan tiap daerah berbeda

Daerah A Hujan, Daerah B Terang, Kenapa Intensitas Hujan Tiap Daerah Berbeda beda?

Artikel ini akan menjelaskan tentang alasan mengapa tiap daerah memiliki intensitas hujan yang berbeda-beda. Simak penjelasannya di sini!

intensitas hujan tiap daerah berbeda
Intensitas hujan yang turun di setiap daerah (sumber gambar: pexels.com/Bibhukalyan Acharya)

Halo, pembaca setia Zenius! Saat ini di daerahmu sedang hujan atau panas nih? Antar daerah yang satu dengan lainnya memiliki perbedaan cuaca. Bahkan, seringkali saat berkendara kita menemukan kondisi wilayah A hujan, tetapi saat jalan lagi ke depan kok wilayah B gak hujan. Kemudian kita bertanya-tanya, kok bisa seperti itu ya, padahal masih di daerah yang sama.

Contoh kasusnya juga sering aku alami selama kuliah nih, guys. Daerah kampus aku termasuk dalam dataran tinggi. Dataran antara gerbang depan sama ujung kampus itu berbeda, daerah gerbang datarannya lebih rendah. Kebetulan fakultasku ini ada di daerah atas. Nah, pas daerah gerbang hujan, ternyata daerah atas gak hujan lho. Mengapa turunnya hujan bisa berbeda-beda? Alasannya bakal kita bahas di penjelasan berikut ini. Simak baik-baik di bawah ini ya!

Baca Juga Artikel Insight Lainnya dari Zenius

Siku Dicubit Kok Tidak Sakit, Mati Rasa?

Proses Mumifikasi dalam Tradisi Mesir Kuno

Kenapa Warna Api Bisa Merah, Jingga, Kuning, dan Biru?

Apa Itu Hujan?

Beberapa orang menyukai hujan, karena turunnya hujan bisa membersihkan bumi dan membuatnya lebih segar, mengairi sawah petani, menyiram tanaman secara alami, dll. Namun, beberapa orang juga gak menyukai hujan, karena turunnya hujan membuat aktivitas di luar ruangan menjadi terhambat. Terlebih bagi anak-anak yang gak diperbolehkan main di luar rumah oleh orang tuanya saat hujan turun. Lalu, sebenarnya hujan itu apa sih?

Hujan adalah presipitasi yang berwujud cairan atau proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butir air yang cukup berat untuk jatuh, baik di daratan maupun perairan. Semua hujan yang turun dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu kelembapan udara dan aliran udara.

Faktor Kelembapan Udara

Kelembapan udara akan mempengaruhi terbentuknya awan. Saat udara yang mengandung molekul-molekul air itu bergerak naik menuju awan, maka udara di sekitarnya akan menjadi lebih dingin dan air yang dikandungnya berubah menjadi tetesan air yang sangat kecil. Kamu bisa mengambil contoh saat udara sedang dingin, kemudian kamu melihat nafasmu. Kamu akan melihat droplet-droplet air dari hembusan nafasmu (kalau yang sering nonton drakor pasti kebayang pas musim dingin, para pemain lagi ngomong aja kayak keluar asap dari mulutnya). Oh iya, droplet-droplet air tersebut memang gak bisa terlihat dengan mata telanjang ya, guys. Kamu membutuhkan mikroskop untuk melihatnya. Kamu hanya bisa melihat kumpulan droplet tersebut seperti kabut atau uap yang keluar dari mulut.

Faktor Aliran Udara

Faktor selanjutnya adalah aliran udara. Aliran udara akan bergerak ke atas menuju awan. Coba kamu ingat-ingat lagi proses terjadinya hujan! Ada proses penguapan, dan semakin tinggi udara tersebut naik, maka tetesan hujan juga akan semakin besar dan berat. Ketika awan menjadi semakin berat, maka air tersebut akan turun ke Bumi sebagai hujan.

Lalu, apa sih yang membuat daerah A hujan, tapi daerah B terang? Adakah alasan dari perbedaan intensitas hujan di tiap daerah? Ini dia alasan-alasannya.

siklus hujan mempengaruhi intensitas hujan
Siklus hujan (sumber gambar: youtube.com/The Infographics Show)

Jarak Tempat dengan Sumber Penguapan Air

Sumber penguapan air seperti danau dan laut memberikan pengaruh besar terhadap intensitas hujan yang turun di setiap daerahnya. Semakin dekat suatu daerah dengan sumber penguapan tersebut, maka akan semakin sering mengalami hujan.

Kenapa hal itu bisa berpengaruh? Karena, semakin jauh suatu daerah dengan sumber penguapan, maka air yang menguap dan membentuk awan hujan akan terpencar dan gak jadi terbentuk. Sehingga, akan lebih jarang terjadi hujan. Lain halnya dengan daerah yang dekat dengan sumber penguapan. Penguapan air yang membentuk awan hujan akan terbentuk dan turunlah hujan.

Ini bisa menjadi alasan ketika kamu akan pergi ke pantai dan melihat cuaca di sekitar rumahmu terang, tiba-tiba pas sampai di pantai cuaca menjadi mendung dan akhirnya turun hujan. Karena, pantai merupakan sumber penguapan. Jadi, awan hujan akan lebih mudah terbentuk.

Perbedaan Suhu

Faktor selanjutnya adalah perbedaan suhu antara daratan dan perairan. Kalau suhu di perairan lebih tinggi daripada daratan, maka hujan akan turun di dataran. Sebaliknya, ketika suhu lebih tinggi di perairan, maka hujan akan lebih banyak turun di daratan.

Perbedaan suhu ini juga menjadi salah satu faktor mengapa ada hujan air, es, salju, dll. Ketika udara normal atau hangat, maka hujan akan berbentuk air. Namun, ketika kamu berada pada daerah atau negara dengan suhu udara yang sangat dingin, maka hujan akan turun dalam bentuk lain, misalnya salju.

Arah Angin

Angin juga menjadi penentu hujan turun. Angin merupakan media yang membawa awan menuju suatu tempat sebelum akhirnya turun hujan. Daerah yang memiliki angin banyak kemungkinan hujan turun akan lebih besar. Sebaliknya, daerah yang jarang dilalui angin, maka kemungkinan hujan juga akan rendah. Coba kamu lihat di padang pasir. Daerah padang pasir sangat sedikit dilalui angin, dengan begitu intensitas hujan di daerah itu juga rendah. Lain halnya dengan daerah pantai dan pegunungan yang sering dilalui angin, hujan akan lebih sering turun di daerah yang dilalui angin.

Ketinggian Tempat

Sudah membaca artikel tentang >> Tekanan Udara dan Dilema Para Pendaki Gunung? Dari artikel tersebut kita tau bahwa semakin tinggi tempat, maka udara akan semakin sedikit. Nah, keberadaan udara di suatu tempat akan mempengaruhi turunnya hujan. Semakin tinggi suatu tempat, maka udara yang dimilikinya sedikit dan suhunya juga semakin rendah. Sebaliknya, semakin rendah suatu tempat, maka udara akan semakin banyak dan suhunya juga tinggi. Sehingga, hujan akan lebih banyak turun di daerah yang lebih rendah.

Pengaruh Lokasi

Daerah yang dilalui garis khatulistiwa akan lebih sering terjadi hujan dibandingkan dengan daerah lain yang jauh dari khatulistiwa. Semakin jauh dari garis khatulistiwa, maka curah hujannya juga akan semakin sedikit.

Selain itu, luas daratan juga berpengaruh terhadap turunnya hujan lho, guys. Luas daerah yang luas akan membuat intensitas hujan di daerah tersebut lebih rendah dibandingkan dengan daerah dengan luas yang sempit.

Deretan Pegunungan

Coba lihat, apakah daerah tempat tinggalmu dikelilingi oleh pegunungan atau dekat dengan pegunungan? Nah, deretan pegunungan ini ibarat benteng yang menghalangi awan untuk mencapai daerah di baliknya. Kalau suatu daerah gak dilewati awan, maka curah hujan di daerah tersebut akan rendah. Ketika awan sampai di deretan gunung atau menemui pegunungan, maka awan akan naik dan terus melewati gunung. Itulah alasan mengapa daerah di balik pegunungan memiliki curah hujan yang lebih rendah.

Buat kamu yang mau tau macam-macam hujan, bisa langsung cek materi belajar Zenius di >> Macam-macam Hujan.

Jadi, kenapa kalau kita lagi di jalan, ada daerah yang hujan, tapi pas jalan lagi ke depan ada wilayah yang gak terkena hujan? Jawabannya bisa karena faktor jarak dari sumber penguapan, perbedaan suhu, arah angin, ketinggian tempat, pengaruh lokasi, dan deretan pegunungan.

Baca Juga Artikel Zenius Lainnya

Cara Mengetahui Resensi Buku Fiksi dan Non Fiksi
Cara Membedakan Unsur Buku Fiksi dan Non Fiksi
Cara Mengerti Bahasa Panda
Cara Menulis Puisi yang Baik
Cara Membuat Teks Laporan Hasil Observasi

Lihat Juga Proses Belajar Ala Zenius di Video Ini

Bagikan artikel ini: