Kenapa Negara Korea Selatan Maju?

Kenapa Negara Korea Selatan Maju

Dulu miskin dan tertinggal, sekarang Korea Selatan maju banget di berbagai bidang. Bahkan, Korea Selatan berhasil ikut bergabung di panggung sepuluh negara terkuat di dunia. Kok bisa ya?

Hai sobat Zenius! Beberapa tahun terakhir ini Korea Selatan lagi booming banget. Apapun yang elo suka, mau itu berhubungan dengan makanan, musik, travelingskincare, atau teknologi, besar banget kemungkinannya elo mengenali produk dan inovasi dari Negeri Ginseng ini. Hmm gue jadi penasaran deh. Kalo dengar kata “Korea Selatan”, apa sih yang muncul di pikiran lo?

Lo kepikiran apa nih?

View Results

Loading ... Loading ...

Apakah elo langsung kepikiran akan produk teknologi Korea Selatan yang bisa elo temuin di mana-mana? Jangan-jangan elo lagi baca artikel ini pakai telepon genggam Samsung atau LG ya? 

Industri Manufaktur Korea Selatan Maju

Atau mungkin elo langsung kepikiran sama K-popers yang konon kekuatannya melebihi the power of wibu? Hahahha… aduh jiwa multistan  gue langsung bergetar nih ngebayangin dahsyatnya Korean Wave

Industri Hiburan Kpop Korea Selatan Maju

Eh, kalo ngomongin Korea, kuliner sama sektor pariwisatanya juga penting banget. Hayo ngaku, siapa yang suka nonton mukbang dan lagi nabung buat ke Pulau Jeju?

Industri Pariwisata dan Makanan Korea Maju

Yah, apapun yang elo pikirkan mau itu film Parasite yang berhasil menang Oscar, serial Squid Game yang ditonton ratusan juta orang di dunia, atau K-drama yang kisah-kisahnya nyesek banget sampai ke tulang belakang, ada satu yang pasti: Korea Selatan maju banget di segala bidang euy!

Kumpulan sektor industri yang gue sebutin tadi mulai dari manufaktur, teknologi, hiburan, pariwisata, budaya, dan lain sebagainya, menyumbang lebih dari 1.500 triliun USD untuk pendapatan keseluruhan negara atau GDP setiap tahunnya.

Selamat Datang di Korea Selatan Maju

Nah sekarang pertanyaannya, kok bisa ya Korea Selatan maju? Padahal dulu tahun 1945, ketika Korea Selatan dan Indonesia sama-sama baru merdeka, keadaan dua negara ini bisa dibilang sebelas duabelas lho. 

Bahkan beberapa tahun setelah kemerdekaan, Indonesia relatif lebih stabil bila dilihat dari persiapan pemerintahan dan posisi di forum dunia. Saat itu Korea Selatan malah sibuk perang sebagai antek Amerika Serikat melawan Korea Utara yang dibonceng Uni Soviet.

Uwaa… menarik banget nih kalo kita kupas tuntas kenapa Negara Korea Selatan maju. Yuk, kita bedah strategi Korea Selatan agar bisa bangkit dan sukses seperti sekarang. 

Lumayan lho, kita jadi paham sebenarnya apa sih yang membuat sebuah negara bisa maju. Nanti kita bahas juga ya apa yang bisa kita pelajari dari budaya dan strategi Korea Selatan.

Korea Selatan dulu miskin dan berantakan

Sebelum pertengahan tahun 1945, Indonesia dan Korea sama-sama dikuasai oleh Jepang. Nggak lama setelah Jepang diserang bom atom oleh Amerika Serikat dan menyatakan menyerah, Korea mendeklarasikan kemerdekaan pada 15 Agustus 1945 dan disusul dengan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Dekat banget kan sama kemerdekaan Indonesia ? 

Seoul Korea Selatan Perang (1)
Foto Seoul diambil pada 1 November 1950 | Dok: flickr // Public Domain

Setelah merdeka, keadaan di Korea justru memanas. Beberapa waktu yang lalu, gue pernah mengulas masa lalu Korea Selatan dan Korea Utara secara singkat melalui sebuah artikel yang ngebahas kisah Perang Korea. Bisa banget elo baca artikelnya kalo elo ingin tahu kenapa Korea terbagi menjadi dua negara.

 

Pada awalnya, Korea Utara lebih unggul dari Korea Selatan

Perang Korea memakan sekitar dua juta korban sebelum akhirnya kedua negara sepakat melakukan gencatan senjata pada tahun 1953. Selepas perang tersebut, Korea Selatan dan Korea Utara sama-sama miskin dan hancur.

Dengan bantuan Uni Soviet dan Tiongkok, Korea Utara dapat memulihkan keadaan negara baik di bidang politik maupun ekonomi dalam 8 tahun setelah perang berakhir. Hal ini didukung dengan kebijakan pemerintah dan berkembangnya industri di Korea Utara.

Korea Selatan, di sisi lain, menghadapi masalah politik internal seperti korupsi. Selain itu, negara ini bergantung pada bantuan Amerika Serikat. Korea Selatan menjadi tertinggal bila dibandingkan Korea Utara. Tingkat pertumbuhan industri Korea Utara dengan rata-rata 39% dari tahun 1953 sampai 1960 melebihi Korea Selatan.

 

Korea Selatan mulai berkembang secara ekonomi

Nah, ini nih yang ditunggu-tunggu. Kok bisa Korea Selatan kemudian bangkit dan berkembang jauh lebih pesat?

Korea Selatan dan Korea Utara itu mengadopsi sistem pasar yang berbeda. Korea Selatan, sesuai dengan kawannya Amerika Serikat, mengimplementasikan sistem pasar liberal atau terbuka sehingga banyak berbisnis dengan negara-negara lain terutama di bidang ekspor. 

Sedangkan, Korea Utara menganut sistem ekonomi sosialis tertutup dan nggak banyak berinteraksi maupun berbisnis dengan negara lain. Pasca Uni Soviet runtuh, di tahun 1994 hingga 1998, negara ini dilanda wabah kelaparan dan krisis ekonomi. 

Hingga sekarang, Korea Utara masih menutup diri dari dunia. Tapi bukan berarti Korea Utara nggak mengadakan kegiatan ekspor dan impor sama sekali ya. Korea Utara masih mengadakan kegiatan perdagangan terutama dengan Tiongkok, Pakistan, dan negara-negara lainnya.

Dengan kebijakan ekonomi saat ini, sekitar 60% masyarakat Korea Utara tinggal dalam kemiskinan absolut. Artinya, pendapatan rumah tangga mereka di bawah batasan tertentu sehingga sulit atau bahkan tidak mungkin bisa memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, papan, edukasi, kesehatan, dan lain sebagainya.

 

Mengenal fase Miracle on the Han River

Sebelum kita bahas lebih jauh soal faktor-faktor yang membuat Korea Selatan menjadi negara maju, coba deh lihat grafik di bawah ini.

Miracle on the Han River - Kenapa Korea Selatan Maju

Grafik di atas menunjukkan perbandingan pertumbuhan ekonomi Korea Selatan dan Korea Utara dari tahun 1952 hingga 2016. Istilah ‘Miracle on the Han River’ yang bisa diartikan sebagai ‘Keajaiban di Sungai Han’ ini dipakai untuk merujuk pada periode pertumbuhan ekonomi ini. 

Pada masa ini perkembangan industri, kemajuan teknologi, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia berjalan dengan sangat baik di Korea Selatan.

Grafik tadi cuma memaparkan pertumbuhan ekonomi Korea Selatan hingga 2016 saja, padahal beberapa tahun terakhir ini industri manufaktur dan hiburan Korea Selatan semakin meningkat dan terkenal. Bisa bayangin kan kenaikan grafik tersebut?

Gue yakin ngeliat grafik tersebut, elo lagi mengernyit bertanya-tanya apa nih kunci kesuksesan Korea Selatan? Nah, yuk yuk kita bahas faktor-faktornya satu per satu.

 

Korea Selatan maju, utang luar negeri, dan dunia ekspor

Salah satu faktor penting yang membuat Korea Selatan bisa berkembang setelah kehancuran perang adalah bantuan dan utang luar negeri dari Amerika Serikat dan Jepang. Yes, elo nggak salah dengar. Pemerintah Korea Selatan dengan bijak mau berkolaborasi dengan Jepang terlepas dari masa lalu yang ada. 

Selain itu, kita juga wajib ngomongin industri ekspor. Coba elo lihat grafik ‘Miracle on Han River’ tadi, ada tulisan perusahaan LG electronics sama Hyundai Motor Co. kan? Industri-industri manufaktur semacam itu memberikan dampak yang sangat baik bagi Korea Selatan karena kegiatan ekspor. 

Selain itu, ekonomi Korsel dikuasai oleh bisnis keluarga konglomerat super kaya yang disebut chaebol. Ketika Korsel terpuruk, bantuan dan utang luar negeri disalurkan ke chaebol dalam bentuk pinjaman, subsidi, dan keringanan pajak.

Para keluarga konglomerat bisa mengembangkan usaha grup konglomerat mereka dan memberikan dampak positif terhadap ekonomi Korea Selatan.

Hingga sekarang, Samsung, Hyundai Motor, SK, dan LG menjadi empat grup konglomerat yang berperan banyak terhadap GDP Korea Selatan. Bahkan di tahun 2021 ini, empat grup tersebut berhasil menyumbang 778 triliun won untuk GDP Korea Selatan terlepas dari penurunan penjualan karena pandemi.

Samsung Hyundai LG SK Grup Konglomerat Korea Selatan

Budaya dan SDM Korea Selatan

Pemerintah Korea Selatan juga menggalakkan edukasi serta peningkatan kualitas manusia. Bahkan, angka literasi rakyat Korea Selatan mencapai lebih dari 97%. 

Kemampuan membaca sangatlah penting untuk membuka kesempatan bagi seseorang untuk berkembang dan berinovasi. Dengan tingginya tingkat literasi di Korea Selatan, rakyat dapat belajar banyak hal dan mengembangkan inovasi serta ide baru.

Selain itu, pemerintah Korea Selatan juga memulai gerakan Saemaul Undong, sebuah aksi yang mendorong modernisasi dan kemajuan pedesaan sehingga nggak tertinggal jauh dengan perkotaan.

Program Kerja di Desa agar Korea Selatan Maju

Selain SDM berkualitas yang terdidik, orang Korea Selatan sendiri dikenal sangat mencintai produk dalam negeri. Hal ini tercermin dalam perlakuan mereka terhadap produk-produk luar negeri. 

Junanto Herdiawan dalam bukunya “Shocking Korea“, mengatakan bahwa orang Korea sangat bangga dengan produk buatan Korea. Menurutnya, kalo negara Asia lain biasanya mendewakan produk luar negeri, orang Korea Selatan justru lebih memilih produk buatan negeri sendiri.

 

Perkembangan berbagai industri di Korea Selatan

Industri manufaktur ekspor, elektronik, dan otomotif merupakan sumber cuan terbesar Negara Korea Selatan. Selain industri tersebut, industri kreatif juga berperan besar lho dalam pertumbuhan ekonomi Korea Selatan.

Lo pasti udah pernah dengar istilah Korean atau Hallyu Wave, kan? Korean Wave ini nggak melulu cuma soal K-pop, tapi benar-benar meliputi seluruh pengaruh Korea Selatan terhadap dunia.

Namun memang pengaruh besar dari K-pop harus banget diperhitungkan. Saat ini, penggemar K-pop tersebar di seluruh penjuru dunia. 

Menurut riset dari Hyundai Research Institute (HRI) tahun 2018, salah satu boyband KPOP, Bangtan Boys alias BTS, menyumbang sekitar $3.54 billion (sekitar Rp50 T) terhadap ekonomi Korsel per tahun. Itu baru satu boyband lho. Belum lagi masih ada Blackpink, Twice, EXO dan lain-lain yang juga terkenal secara internasional. 

Idol Grup Korea Selatan Maju
Gambar: BTS, Blackpink, EXO, Twice, Wanna One, ITZY, NCT, Secret Number, Super Junior, Mamamoo

Korean Wave berdampak besar pada berbagai industri di Korea. Contohnya, industri pariwisata, fashion, kecantikan, makanan, dan bahkan minat belajar Bahasa Korea. Nih, coba lihat sumbangan GDP dari berbagai bidang.

GDP Industri Korea Selatan 2020

Sebenarnya gini aja sih contoh simpelnya. Elo mungkin mulai kenal Korea Selatan entah karena mulai suka sama idol group tertentu atau nonton K-drama, K-Movie, dan K-Show. Dari situ elo mulai kenal kultur korea dari fashion, perawatan kulit, makanan, destinasi pariwisata, gadget, dan lain-lain.

Dari pengalaman gue sendiri, yang sebenarnya penikmat industri hiburan Korea, gue ngerasain banget dampaknya. Gue suka nontonin berbagai idol group (gue nggak ada grup yang gue sukaaaaa banget, tapi gue suka banyak banget grup) dan berbagai drama, film, maupun variety show Korea.

Nah, dari situ nontonin para idol yang kulitnya sebening kristal, gue jadi tertarik buat cari tahu tentang 10 langkah skincare Korea. Gue jadi beli tuh perawatan dan makeup yang diproduksi sama perusahaan Korea. Siapa tahu kulit gue bisa jadi mirip-mirip Jennie Blackpink gitu kan.

Selain itu, gue suka nonton salah satu variety show bertajuk 2 Days 1 Night. Dari situ gue jadi tahu banyak banget destinasi Korea Selatan. Gue jadi ingin berkunjung dan berkeliling di Negeri Ginseng deh. Tapi gue mau keliling Indonesia tercinta dulu sih kalo bisa hehehe.

Terus ya akhir-akhir ini, para aktor di K-drama tuh pada pakai Samsung Galaxy Flip. Itu lho, HP yang bisa dilipat. Gue sempet kepikiran tuh buat mau ganti HP jadi itu. Cuma begitu liat harganya nggak jadi sih. Tapi tetap aja, gue bagian dari pengguna Samsung, brand HP yang dinikmati jutaan umat di seluruh dunia.

Lalu gimana ya efek lainnya ke Indonesia? Kalo elo perhatiin, di Indonesia sekarang banyak banget kan toko kecantikan dan restoran Korea yang masuk ke mal-mal? Terus makin banyak juga toko-toko baju dengan style Korea dan muncul juga kelas online atau aplikasi belajar bahasa Korea di mana-mana. The Korean Wave is real, sob.

Sebenarnya, ada satu kunci utama kenapa Korea Selatan bisa sukses menurut teori yang dipaparkan oleh ekonom Acemoglu dan Robinson. Kunci ini nggak cuma berlaku untuk Korea Selatan saja, tapi juga untuk negara-negara sukses lainnya di dunia. Oleh karena itu, yuk kita dalami lebih lanjut apa sih sebenarnya rahasia sebuah negara bisa maju dan sukses.

belajar bahasa korea zenius

Memahami Teori Ekonomi Inklusif dan Ekstraktif

Ekonom Daron Acemoglu dan James A. Robinson dalam buku Why Nations Fail, merumuskan adanya penyebab utama kenapa ada negara yang sukses (maju) dan ada juga yang miskin.

Buku Why Nations Fail
Buku Why Nations Fail | Dok: Wikipedia

Di dalam bukunya, mereka menuangkan hasil riset mereka yang berjalan lebih dari 20 tahun lamanya, menganalisis dan membandingkan negara-negara makmur dan miskin. 

Menariknya nih sobat Zen, terkadang negara-negara yang budaya dan geografisnya kurang lebih sama, bisa beda banget keadaan ekonominya. Berhubung kita lagi bahas Korea Selatan, kita akan bahas teori ini dengan contoh Semenanjung Korea ya. 

Nah, menurut Acemoglu dan Robinson, makmur atau miskinnya sebuah negara itu terletak pada peran lembaga-lembaga politik dan ekonomi. Mereka membagi institusi politik dan ekonomi menjadi dua: inklusif dan ekstraktif.

Negara yang memiliki institusi politik dan ekonomi inklusif cenderung makmur dan maju. Contohnya seperti Amerika Serikat, Britania Raya, dan Korea Selatan.

 

Apa itu institusi politik dan ekonomi inklusif dan ekstraktif?

Supaya lebih mudah untuk dipahami, gue sediakan perbandingan institusi ekonomi dan politik inklusif dan ekstraktif. Perbandingan ini sesuai dengan catatan Harvard Business School oleh Rebecca Henderson dan Tony He dengan catatan sudah gue terjemahkan ke bahasa Indonesia. 

 

Institusi Ekonomi

Institusi Politik

Inklusif

  • Ada hak paten dan kepemilikan yang terjamin
  • Sistem pendidikan dan pelatihan kerja yang efektif
  • Hubungan antara pemilik usaha atau pemberi kerja antara pekerja adil dan seimbang
  • Perlindungan konsumen
  • Pluralisme demokratis
  • Hak suara
  • Kebebasan media
  • Kebebasan bersuara dan hak individu

Ekstraktif

  • Hak properti lemah atau tidak dijamin dengan baik
  • Kapitalisme Kroni, yang berarti bisnis berhubungan erat dengan pemerintah atau penguasa
  • Monopoli di mana-mana
  • Kerja paksa
  • Mengabaikan adanya pihak luar atau eksternal
  • Monarki/Oligarki/Sistem satu partai yang hanya dihadiri para elit dan bangsawan
  • Pembatasan kebebasan dan ekspresi
  • Jaringan patronase, sebuah hubungan antara patron (seseorang yang berkuasa) dengan klien-klien yang setia dan siap memberi dukungan.
  • Adanya kelompok-kelompok yang kurang jelas fungsinya namun berpengaruh

Kalo dari catatan di atas elo punya pertanyaan atau pernyataan, boleh banget kita bahas bareng-bareng di kolom komentar ya.

Nah, dari catatan singkat tadi, elo bisa lihat secara garis besar bahwa dengan institusi politik dan ekonomi yang inklusif, masyarakat dapat berpartisipasi aktif, berinovasi dengan bebas, dan berusaha untuk berbisnis sebaik-baiknya. 

Sedangkan, institusi politik dan ekonomi yang ekstraktif ini erat hubungannya dengan negara-negara yang kekuasaannya dipegang segelintir orang. Masyarakat pun susah berkembang dan berusaha untuk memajukan negara karena hak dan aksesnya sangat terbatas.

Negara dengan institusi-institusi politik dan ekonomi ekstraktif cenderung miskin, sedangkan negara-negara dengan institusi politik dan ekonomi yang inklusif cenderung kaya atau makmur. Berikut ini gambaran ekuilibrium institusi beberapa negara menurut Acemoglu dan Robinson.

Ekuilibrium Institusi Ekonomi dan Politik Inklusif dan Ekstraktif Dunia Negara
Ekuilibrium institusi | Dok: Acemoglu dan Robinson via Semantic Scholar

Dari grafik ekuilibrium di atas, terpampang dengan jelas Korea Selatan memiliki institusi politik dan ekonomi inklusif. Sedangkan, Korea Utara memiliki institusi politik dan ekonomi ekstraktif.

Dua negara ini memang sering menjadi contoh acuan perbedaan negara dengan institusi inklusif dan ekstraktif karena kedua negara ini sebenarnya memiliki budaya, lokasi geografis, serta sumber daya alam yang tidak berbeda jauh. 

Belajar dari Korea Selatan

Inilah Korea Selatan Maju

Dari kisah perkembangan ekonomi Korea Selatan tadi, bisa disimpulkan bahwa Korea Selatan bisa begitu maju karena memiliki institusi politik dan ekonomi yang inklusif.

Masyarakat di sana benar-benar berkembang dan berpartisipasi aktif dengan akses teknologi dan fasilitas yang terbuka. Selain fasilitas yang memadai banget untuk berkembang, orang-orangnya pun memang punya hasrat untuk memajukan negara.

Menurut elo dari pembahasan tadi, apa sih inovasi, strategi, atau pesan yang bisa kita petik? Coba elo tulis pendapat elo di kolom komentar ya.

Bagaimana sobat Zenius, apakah elo ada pertanyaan seputar topik kita kali ini? Atau mungkin elo punya ide untuk artikel selanjutnya? Kalo elo punya pertanyaan maupun pernyataan, jangan ragu buat komen di kolom komentar, oke? Sampai sini dulu artikel kali ini dan sampai jumpa di artikel selanjutnya, ciao!

Referensi

https://en.wikipedia.org/wiki/Why_Nations_Fail 

https://ir.binus.ac.id/2014/05/25/melacak-akar-kesejahteraan-review-buku-why-nations-fail/

https://edisciplinas.usp.br/pluginfile.php/3954893/mod_resource/content/0/Why-Nations-Fail-Daron-Acemoglu.pdf 

https://en.wikipedia.org/wiki/Economy_of_South_Korea#Rapid_growth_from_1960s_to_1980s

https://www.thejakartapost.com/news/2016/01/05/the-roots-indonesian-inequality.html 

https://en.wikipedia.org/wiki/Miracle_on_the_Han_River 

https://www.zenius.net/blog/kenapa-korea-selatan-dan-korea-utara-berpisah 

https://pulsenews.co.kr/view.php?year=2021&no=532180 

https://nasional.kompas.com/read/2013/03/31/17360621/~Megapolitan~News 

https://phys.org/news/2020-03-north-koreans-absolute-povertyhigher-thought.html 

 http://whynationsfail.com/summary/

https://asiancenturyinstitute.com/development/650-poverty-and-prosperity-in-north-and-south-korea 

https://carnegiemoscow.org/2013/01/16/why-nations-fail-origins-of-power-prosperity-and-poverty-event-3924 

https://foreignpolicy.com/2012/03/19/why-economic-prosperity-is-still-something-of-a-mystery/ 

https://www.npr.org/sections/money/2021/01/19/957240511/why-nations-fail-america-edition 

YOUNG, N. (1995). A COMPARATIVE STUDY ON NORTH AND SOUTH KOREAN ECONOMIC CAPABILITY. The Journal of East Asian Affairs, 9(1), 1–43. http://www.jstor.org/stable/23254150

 

Bagikan Artikel Ini!