Jenis-Jenis Hujan Beserta Proses Terjadinya 9

Jenis-Jenis Hujan Beserta Proses Terjadinya

Hujan sudah menjadi bagian dari kehidupan di bumi, tanpa hujan dan siklus air lainnya, bisa-bisa air di bumi habis, lho. Yuk, cari tahu tentang proses terjadinya hujan dan jenis-jenis hujan di artikel ini!

Pernah nggak sih elo dengar ungkapan “Jangan pulang sore-sore entar hujan!”

View Results

Loading ... Loading ...

Gue juga ngalamin, nih. Biasanya orang tua gue yang ngomong begitu ketika gue pamit mau pergi keluar. Tapi elo ngerasa nggak, kalau hujan itu memang lebih sering turun di sore hari menjelang malam gitu?

Keadaan cerah di siang hari tapi sering hujan di sore hari.
Ilustrasi cerah di siang hari dan hujan di sore hari (Arsip Zenius)

Siangnya puanas pol, eh tiba-tiba, sekitar jam 4 atau lima langit jadi gelap dan udara-udara hujan yang dingin lembab itu mulai terasa. Mulai deh suasana jadi romantis tapi sendu gimana gitu. Hehe.

Kira-kira kenapa ya begitu? Apakah memang benar hujan lebih sering terjadi di sore hari?

Pasti, penasaran kan? Daripada cuma ngira-ngira tanpa kepastian, mendingan simak artikel ini deh biar tahu jawabannya. Karena, kali ini gue akan membagikan informasi tentang proses terjadinya hujan secara singkat, jenis-jenis hujan, dan fakta tentang hujan yang menarik.

Apa itu Hujan?

Gue yakin elo semua sudah tahu sih apa itu hujan, secara elo pasti juga sudah sering ngerasain yang namanya kehujanan. Ya, nggak? Hehe.

Tapi, supaya lebih mantap, gue kasih ya pengertiannya.

Kalau elo coba buka-buka lagi buku geografi elo di kelas 10, kemungkinannya elo bisa menemukan nih pernyataan bahwa hujan adalah salah satu unsur dari cuaca. Itu bener banget, Sobat Zenius.

Cuaca sedang hujan.
Ilustrasi cuacanya hujan (Arsip Zenius)

Selain itu, hujan juga bisa diartikan sebagai peristiwa jatuhnya molekul air dari atmosfer ke permukaan bumi. Kalau di negara kita, kebanyakan sih hanya merasakan hujan air saja karena sebagai negara tropis, Indonesia hanya memiliki dua musim. Musim hujan dan musim kemarau.

Tapi, di belahan bumi utara hujan nggak hanya berupa air, tapi juga ada hujan salju dan hujan es.

Oh ya, menurut elo hujan dan curah hujan itu sama nggak sih? Beda, ya. Kalau hujan itu kan peristiwanya, nah, kalau curah hujan itu intensitas atau banyaknya hujan yang turun. 

Proses Terjadinya Hujan Secara Singkat

Inget nggak, apa itu siklus hidrologi?

View Results

Loading ... Loading ...

Mantap deh, kalau elo inget apa itu siklus hidrologi. Tapi, kalau belum tahu atau lupa ya nggak papa juga karena gue akan coba jelaskan secara singkat apa itu siklus hidrologi di bagian ini. 

Tahapan siklus hidrologi atau siklus air dalam Bahasa Inggris.
Ilustrasi siklus hidrologi (Arsip Zenius)

Secara singkat, siklus hidrologi merupakan proses perputaran air menguap ke atmosfer, kembali ke bumi, menguap ke atmosfer lagi dan terus begitu. Dengan memahami bagaimana siklus ini terjadi, kita juga akan bisa mengetahui apa saja tahap terjadinya hujan. 

Oke, jadi gimana sebenarnya tahap terjadinya hujan itu?

Siklus hidrologi atau proses terjadinya hujan terdiri dari tahap evaporasi, transpirasi, evapotranspirasi, kondensasi, adveksi, presipitasi, run-off,  infiltrasi, dan intersepsi. Yuk, kita bahas proses terjadinya hujan secara singkat melalui tahapan-tahapan itu!

  1. Evaporasi, Transpirasi, dan Evapotranspirasi
    Gimana sih ceritanya bisa ada air di langit? Nah, air di langit itu berasal dari tahapan yang pertama ini, nih. Yaitu, tahap penguapan.

    Terjadinya evaporasi, transpirasi, dan evapotranspirasi.
    Ilustrasi evaporasi, transpirasi, dan evapotranspirasi (Arsip Zenius)

    Ada tiga jenis penguapan. Evaporasi, yaitu penguapan air dari sumber-sumber air seperti sungai, danau, dan laut. Lalu, transpirasi itu penguapan air yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Sedangkan evapotranspirasi adalah gabungan dari keduanya.

    Contoh dari evapotranspirasi adalah penguapan yang terjadi di sawah. Ada penguapan yang berasal dari genangan air dan ada juga yang berasal dari tanaman padi.

  2. Kondensasi
    Setelah air menguap melalui ketiga proses sebelumnya, uap air yang berupa titik-titik kecil air naik ke langit atau lapisan atmosfer.

    Uap air menjadi awan pada proses kondensasi.
    Ilustrasi kondensasi (Arsip Zenius)

    Nah, ketika uap air itu menyentuh suhu dingin dan tekanan tinggi di atmosfer, uap air pun terkondensasi atau memadat menjadi yang kita kenal dengan awan.

  3. Adveksi

    Perpindahan awan karena dorongan angin.
    Ilustrasi perpindahan awan (Arsip Zenius)

    Pada tahap ini, awan mengalami perpindahan tempat dan pemerataan di atmosfer karena tertiup angin. Jadi, walaupun si awan terbentuk di posisi A nih, bisa jadi hujannya turun di posisi B.

  4. Presipitasi
    Nah, tadi kan awan terus-terusan menerima uap air yang naik ke atmosfer. Ketika muatan uap air dalam awan itu sudah terlalu berat sampailah kita pada titik jenuh awan.

    Pada titik ini, awan akan melepaskan uap air yang disimpannya dalam bentuk molekul air. Di sinilah tahap di mana hujan terjadi.

    Turunnya hujan pada tahap presipitasi.
    Ilustrasi presipitasi (Arsip Zenius)
  5. Run-off, Infiltrasi, dan Intersepsi
    Setelah air hujan menyentuh permukaan bumi, apa yang terjadi? Air pun terserap kembali ke dalam bumi.

    run-off mengalir ke laut atau sungai, infiltrasi terserap tanah, intersepsi dikonsumsi tumbuhan.
    Ilustrasi run-off, infiltrasi, dan intersepsi (Arsip Zenius)

    Air bisa langsung mengalir melalui permukaan tanah menuju sungai, danau, atau laut dengan proses run-off. Bisa terserap ke dalam tanah dan menjadi air tanah melalui  proses infiltrasi. 

    Dan terakhir, dikonsumsi oleh tumbuh-tumbuhan melalui proses intersepsi.

    Nah, dari ketiga proses penyerapan inilah air akan tersimpan kembali sebelum nanti akan menguap lagi dan kembali menjadi hujan. Jadi, kira-kira ya proses siklus nya diulang-ulang aja terus.

Oiya, berkaitan dengan pengulangan tahap terjadinya hujan tersebut, ada fakta tentang hujan yang menarik nih. Coba, bisa tebak nggak? Clue-nya, kalau air terus-terusan mengalami perputaran di atmosfer dan bumi, maka ….

Apa tuh kira-kira lanjutannya? Yak, tebakan elo bener banget kalau air yang ada di bumi nggak akan berkurang jumlahnya. Itu kenapa hujan dan seluruh tahapan lainnya dalam siklus hujan itu penting dalam ketersediaan air di bumi.

Gitu deh, kira-kira bagaimana hujan terjadi melalui siklus hidrologi. Untuk informasi lebih lengkapnya tentang siklus air, elo bisa cek artikel Zenius yang berjudul “Dinamika Hidrosfer (Siklus Air) dan Manfaatnya Bagi Kehidupan – Materi Geografi Kelas 10”, ya.

Lalu, bagaimana kalau elo tipe yang suka belajar pakai video? Tenang saja, Zenius juga sudah menyiapkan videonya yang bisa elo akses di bawah ini.

Memahami Komponen Siklus Hidrologi

Baca Juga: Hujan Es: Penyebab, Proses Terjadi, dan Dampaknya ke Lingkungan

8 Jenis-Jenis Hujan 

Dulu gue kira hujan itu ya hujan aja, sama semua. Eh ternyata, macam-macam hujan itu ada banyak, lho. Mungkin beberapa dari elo ada yang pernah mikir gitu juga. 

Kalau gitu, supaya bisa lebih mengenal apa saja jenis-jenis hujan itu. Elo bisa simak penjelasan di bawah ini.

  1. Hujan Zenithal atau Konveksi
    Hujan zenithal adalah hujan yang terjadi karena adanya pemanasan yang tinggi. Jenis hujan ini terjadinya di wilayah garis ekuator, di mana memang intensitas panas mataharinya itu lebih tinggi dibandingkan daerah lain.

    Skema terjadinya hujan zenithal dari proses pemanasan dan arah angin vertikal
    Ilustrasi skema terjadinya hujan zenithal (Arsip Zenius)

    Dari gambar skema proses terjadinya hujan zenithal di atas, elo bisa melihat pembagian daerah lintang selatan di sebelah kiri, lintang utara di sebelah kanan, dan yang ditengah adalah wilayah ekuator.

    Angin itu berhembus dari wilayah bertekanan tinggi ke yang lebih rendah. Nah, kalau suhu semakin tinggi, maka tekanan udara semakin rendah, dan sebaliknya. Maka angin dari kedua sisi lintang itu mengarah semua ke wilayah ekuator.

    Di wilayah ekuator, angin pun berhembus secara vertikal, naik ke atmosfer. Sembari naik ke atmosfer, tentunya dia sambil bawa uap air yang mengalami penguapan karena teriknya matahari. 

    Nah, hujan yang dihasilkan dari proses ini lah yang disebut hujan zenithal.

  2. Hujan Orografis
    Apa tuh hujan orografis? Hujan orografis adalah hujan yang terjadi karena udara yang mengandung uap air didorong oleh angin menaiki lereng pegunungan sehingga hujan terjadi di lereng yang dilaluinya itu. 

    Untuk tahu gambaran prosesnya, elo bisa tengok skemanya di bawah ini.

    Skema terjadinya hujan orografis dari dorongan angin ke atas gunung.
    Ilustrasi skema terjadinya hujan orografis (Arsip Zenius)

    Karena ketika sampai titik tertinggi hujan sudah turun, ketika angin berhembus ke sisi yang sebaliknya udara yang dibawa pun sudah tidak mengandung uap air lagi, alias kering. 

    Wilayah yang terkena angin kering tersebut kemudian disebut wilayah bayangan hujan.

    Sesuai dengan proses terjadinya, bisa kita ketahui juga nih lokasi terjadinya hujan orografis adalah di area pegunungan.

  3. Hujan Frontal
    Ternyata nggak cuma ucapan aja yang bisa frontal, tapi hujan juga bisa. Tapi, frontal yang satu ini beda. Hehe.

    Hujan frontal adalah hujan yang terjadi di daerah frontal, di mana ada pertemuan massa udara panas (warm/hot) dan dingin (cold) seperti pada gambar skema di bawah ini.

    Daerah frontal, dimana ada pertemuan udara dingin dan panas.
    Ilustrasi skema pertemuan udara dingin dan panas (Arsip Zenius)
  4. Hujan Muson
    Hujan muson adalah hujan yang turun pada kurun waktu tertentu akibat adanya angin muson Barat yang berhembus dari Benua Asia ke Benua Australia.

    Angin muson barat berhembus melewati wilayah Indonesia
    Ilustrasi angin muson aktif di Kepulauan Sunda (Dok. Himawari 8 Satellite oleh Badan Meteorologi Jepang via https://creativecommons.org/licenses/by/4.0)

    Karakteristik hujan muson sangat berbeda dengan hujan lainnya. Berikut ciri khusus hujan muson:

    1. Disebabkan oleh angin muson Barat
    2. Terjadi selama 6 bulan di bulan Oktober hingga April
    3. Terjadinya rata di seluruh wilayah Indonesia
    4. Terjadinya rutin saat musim hujan.

    Gimana sih proses terjadinya hujan muson itu? Pertama-tama kita perlu tahu dulu nih, kenapa angin muson barat berhembus dari Benua Asia ke Benua Australia. 

    Jawabannya adalah karena Benua Australia suhunya lebih tinggi, dan tekanan udaranya lebih rendah dibanding Benua Asia. 

    Wilayah hembusan anginnya kan luas banget tuh, nah karena selama angin berhembus itu sambil mengumpulkan uap air, waktu sampai di Indonesia kapasitasnya sudah penuh atau sudah sampai ke titik jenuh. Maka lokasi terjadinya hujan muson ada di Indonesia.

  5. Hujan Asam
    Seperti namanya, hujan asam adalah hujan yang bersifat asam dengan pH sekitar 5,6. Kalau hujan normal itu biasanya di pH 6, Sobat Zenius. Jadi ciri hujan asam adalah memiliki pH yang lebih rendah dari hujan normal.

    Apa sih penyebab hujan asam? Salah satu penyebabnya adalah polusi udara dari pembakaran bahan bakar fosil dan nitrogen yang menghasilkan sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NOX). 

    Gimana proses terjadinya hujan asam? Proses terjadinya hujan asam ini ditandai dengan adanya reaksi antara SO2 dan NOX dengan uap air saat terbawa angin yang menghasilkan asam sulfat dan nitrat. Jadi, hujan yang diturunkan pun nantinya bersifat asam.

    Hujan asam terjadi karena adanya polusi udara, sehingga hujan yang diturunkan pun mengandung polusi yang membuatnya jadi asam.
    Ilustrasi skema terjadinya hujan asam (Arsip Zenius)

    Walaupun hujan asam membantu peluruhan mineral dalam tanah, tapi ada juga efek negatifnya baik buat ikan di laut maupun untuk manusia. Seperti, mengakibatkan karat pada besi dan menyebabkan kematian ikan-ikan yang tidak tahan tingkat pH rendah.

    Menurut laporan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2020), pada umumnya hujan ini terjadi di daerah pegunungan yang memiliki curah hujan lebih tinggi dibanding daerah lainnya.

  6. Hujan Meteor
    Hujan meteor ini hujan yang nggak berupa air, es, atau pun salju. Merupakan hujan yang berupa bola api akibat terbakarnya pecahan komet yang jatuh ke atmosfer bumi.

    Hujan meteor di langit malam terlihat menyala indah dengan ekor yang mengikutinya.
    Ilustrasi hujan meteor (Arsip Zenius)

    Menurut laporan Kompas.com (2021), ada tiga penyebab dari hujan meteor, yaitu orbit bumi yang berpapasan dengan orbit komet, komet yang melewati bagian dalam tata surya, dan komet yang melintas di dekat orbit bumi.

    Ciri-ciri hujan meteor adalah terjadi di malam hari, pembakaran menghasilkan tampilan yang indah, dan terjadinya rutin karena gerak revolusi bumi.

    Lokasi terjadinya hujan meteor adalah di lapisan atmosfer, yang bernama mesosfer.

  7. Hujan Buatan
    Eh, ternyata hujan bisa dibuat lho oleh manusia. Gimana tuh caranya?

    Menyitir dari Kompas.com (2020), salah satu cara membuat hujan adalah dengan menaburkan bahan-bahan higroskopis, seperti garam dan kalsium klorida (CaCl2) di ketinggian sekitar 1-2 kilometer di atas permukaan laut pada pagi hari.


     Awan mendung, abu-abu.
    Ilustrasi awan mendung (Arsip Zenius)

    Ketika sudah terjadi kondensasi di awan, ditaburi lagi dengan urea di siang harinya untuk membentuk awan yang lebih besar dan mendung. Dengan begitu proses mencapai titik jenuh awan jadi lebih cepat deh.


    Hujan turun.
    Ilustrasi hujan buatan (Arsip Zenius)

    Jadi, yang dimaksud dengan hujan buatan adalah percepatan terjadinya hujan oleh manusia.

  8. Hujan Siklonal
    Macam hujan yang terakhir adalah hujan siklonal. Penyebab terjadinya hujan siklonal adalah peristiwa pertemuan antara angin pasat Timur Laut dengan angin pasat Tenggara yang menyebabkan angin vertikal ke atas di  garis ekuator.

Ternyata lumayan banyak kan macam-macam hujan itu? Nah, untuk melengkapi wawasan elo tentang jenis-jenis hujan ini, elo bisa banget nih menonton video-video materi Zenius yang pastinya seru dan bisa membantu elo dalam memahami tiap jenisnya. 

Melalui video itu, selain ada materinya yang diujikan di UTBK, elo juga akan dapat beberapa latihan soal dengan pembahasannya, lho. Langsung klik banner di bawah ini ya untuk akses videonya.

Macam - Macam Hujan

Kenapa Hujan Banyak Terjadi di Sore Hari?

Nah, di awal tadi kita punya misteri yang belum terpecahkan nih. Yaitu, apakah benar hujan lebih sering terjadi di sore hari ketimbang di pagi dan siang hari? 

Hujan turun di sore hari.
Ilustrasi hujan di sore hari (Dok. Alvin Leopold via Unsplash)

Jawabannya adalah benar, Sobat Zenius. Kok bisa ya?

Ternyata alasannya, karena dari pagi hingga siang itu kemungkinannya awan belum sampai titik jenuhnya. Baru tuh, setelah menampung uap air dari pagi, titik jenuh tercapai di sore hari. Oleh karena itu memang hujan sering terjadi di sore hari.

Tapi, kondisi ini hanya berlaku di daerah tropis yang mendapatkan sinar matahari penuh di pagi dan siang hari. Dengan catatan tidak ada gangguan dari peristiwa-peristiwa lainnya.

Baca Juga: Daerah A Hujan, Daerah B Terang, Kenapa Intensitas Hujan Tiap Daerah Berbeda beda?

Contoh Soal Proses dan Macam-Macam Hujan 

  1. Hujan yang terjadi akibat adanya hembusan angin dari Benua Asia ke Benua Australia adalah hujan ….
    A. buatan
    B. muson
    C. siklonal
    D. frontal

    Pembahasan:

    Aktivitas hembusan angin yang dimaksud dalam soal adalah aktivitas angin muson, maka jawaban yang benar tentunya yang B. muson.

  1. Bentuk transpirasi dan kondensasi secara berturut-turut adalah ….
    A.
    perembesan air dan aliran air
    B. menjadi awan dan turun hujan
    C. 
    penguapan melalui tumbuhan dan menjadi awan
    D. penguapan campuran dan menjadi awan

    Pembahasan:

    Transpirasi merupakan proses penguapan air yang berasal dari tumbuhan. Sedangkan, kondensasi merupakan pemadatan uap air menjadi awan. Maka, jawaban yang tepat adalah C. penguapan melalui tumbuhan dan menjadi awan.

  2. Apa yang dimaksud dengan titik jenuh?
    A. Titik tertinggi pembentukan awan.
    B. Batas maksimal kapasitas penampungan uap air di awan.
    C. Titik bertemunya udara panas dan dingin.
    D. Titik terbentuknya es di awan.

    Pembahasan:

    Hayo, yang mana nih jawaban yang benar? Yang jelas bukan berarti titik bosan belajar geografi ya. Jawaban yang benar adalah B. batas maksimal kapasitas penampungan uap air di awan.

  3. Apa yang menyebabkan terjadinya kondensasi?
    A. Suhu udara rendah dan tekanan udara rendah.
    B. Suhu udara tinggi dan tekanan udara rendah.
    C. Suhu udara tinggi dan tekana udara tinggi.
    D. Suhu udara rendah dan tekanan udara tinggi.

    Pembahasan:

    Untuk menjawab pertanyaan di atas, elo harus ingat konsep keterbalikan antara suhu dan tekanan. Kalau suhu semakin tinggi, maka tekanannya akan semakin rendah, dan begitu juga sebaliknya.

    Nah, karena kondensasi terjadi di lapisan atmosfer dimana suhunya lebih dingin, maka jawaban yang benar adalah D. suhu udara rendah dan tekanan udara tinggi.

Baca Juga Unsur Pembentuk Cuaca – Materi Geografi Kelas 10

Referensi

Bagaimana Proses Terjadinya Hujan Meteor? – Kompas.com (2021)

Fenomena Meteor Terbakar Terjadi Pada Lapisan Atmosfer Bagian Apa? Mengenal Fenomena Hujan Meteor – Portal Purwokerto (2021)

Hujan Asam – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2020)

Hujan Asam: Penyebab, Dampak dan Solusi Pencegahannya – Tirto.id (2021)

Hujan Muson: Pengertian, Proses, Manfaat, dan Dampaknya – Ilmugeografi.com (2016)

Jenis Jenis Hujan dan Bentuk Hujan – Ilmugeografi.com (2015)

Bagikan Artikel Ini!