Siklus hidrologi

Dinamika Hidrosfer dan Manfaatnya Bagi Kehidupan

Artikel ini akan menjelaskan tentang dinamika hidrosfer, seperti siklus hidrologi, berbagai jenis perairan, manfaatnya terhadap kehidupan, hingga dampak polusi hidrosfer..

Hi, guys! Kalian suka jalan-jalan ke laut atau danau gak? Apa yang kamu lihat di sana? Yap, air. Tahukah kamu bahwa sekitar 70% permukaan Bumi tertutup air, yang dapat ditemukan di berbagai tempat seperti laut, danau, sungai, di bawah tanah, bahkan yang berupa es/beku. Nah, di sini aku bakal membahas tentang perairan atau hidrosfer. Cari tau lebih lanjut yuk tentang hidrosfer!

Apa Itu Hidrosfer?

Kalau kita lihat dari penyusun katanya, hidrosfer itu berasal dari dua kata lho, yaitu hidros yang artinya air dan sphere yang artinya lapisan. Jadi, hidrosfer adalah lapisan air yang berada di planet Bumi, meliputi air yang ada di permukaan bumi, di bawah tanah, dan di udara (atmosfer).

Dinamika hidrosfer dan dampaknya bagi kehidupan
Berbagai lapisan di Bumi (sumber gambar: britannica.com)

Bisa kita lihat pada gambar di atas, bahwa cakupan hidrosfer itu sangat luas ya, guys. Mulai dari bawah tanah, hingga udara (atmosfer). Dilansir dari Ensiklopedia Britannica, terdapat sekitar 1,4 miliar km kubik (326 juta mil kubik) air di Bumi ini berbentuk cair dan beku membentuk lautan, danau, sungai, air tanah, dan gletser.

Unsur-unsur Siklus Hidrologi

Hidrosfer tidak diam begitu aja di permukaan Bumi, di bawah tanah, atau di atmosfer, melainkan bergerak. Pergerakannya biasanya dari tempat tinggi ke tempat rendah, dan menguap ke atmosfer, kemudian kembali lagi ke permukaan bumi. Kamu bisa menyebut pergerakan tersebut sebagai siklus hidrologi. Tapi, sebelum kamu mengenal siklus-siklus hidrologi, ada baiknya untuk mengetahui unsur-unsur siklus hidrologi berikut ini.

  • Evaporasi adalah proses penguapan atau perubahan wujud dari cair menjadi gas.
  • Transpirasi adalah proses penguapan yang berasal dari tumbuhan.
  • Evapotranspirasi adalah gabungan dari proses evaporasi dan transpirasi.
  • Kondensasi adalah proses perubahan wujud dari gas menjadi cair.
  • Adveksi adalah proses pengangkutan air dengan gerakan horizontal (mendatar) dari satu tempat ke tempat lainnya.
  • Presipitasi adalah semua bentuk hujan yang berasal dari atmosfer yang jatuh ke Bumi (air, salju, dan es.
  • Run Off adalah pergerakan aliran air di permukaan Bumi melalui saluran sungai ataupun anak sungai.
  • Infiltrasi adalah perembesan atau penyerapan air ke dalam tanah melalui pori-pori tanah.
  • Intersepsi adalah terhambatnya air hujan untuk turun ke tanah akibat pepohonan (daun dan batang pohon).

Nah, sekarang kamu tau ‘kan istilah-istilah dan unsur dari siklus hidrologi. Setelah kamu memahami unsur-unsur tersebut, kamu bakal lancar memahami siklus hidrologi di bawah ini.

Siklus Hidrologi

Setelah kamu tau unsur-unsur hidrologi, sekarang kita pelajari siklusnya. Berdasarkan lama peredarannya, siklus hidrologi terbagi menjadi tiga, yaitu siklus pendek, siklus sedang, dan siklus panjang.

Siklus hidrologi
Siklus hidrologi dengan presipitasi di laut, daratan, dan pegunungan (sumber gambar: canadianwater.directory)

Siklus Pendek

Sesuai dengan namanya, siklus pendek merupakan proses pergerakan air yang membutuhkan jangka waktu sebentar atau relatif cepat. Biasanya siklus ini terjadi di laut. Beginilah proses terjadinya siklus pendek:

Air laut evaporasi (menguap) → kondensasi → terbentuk awan → hujan turun di atas laut → air kembali ke lautan dan akan mengalami evaporasi lagi

Siklus Sedang

Siklus sedang merupakan siklus yang terjadi saat badan air (air laut, sungai, dan danau) mengalami evaporasi atau penguapan. Kemudian mengalami siklus hingga akhirnya turut hujan di daratan dan menuju ke badan air lagi. Seperti ini prosesnya:

Badan air (laut, danau, dan sungai) mengalami evaporasi → terbentuk uap → uap air semakin berkumpul di udara → uap air menjadi jenuh → kondensasi → hujan turun di daratan → air tersebut bergerak ke badan air lagi dan akan mengalami evaporasi kembali.

Siklus Panjang

Siklu yang satu ini perjalanannya panjang lho, guys. Siklus ini terjadi saat badan air mengalami evaporasi, kemudian hujan turun dalam bentuk salju atau es ke permukaan bumi. Kebayang ‘kan dari yang berupa es itu harus berubah dulu menjadi air, hingga akhirnya diserap ke dalam tanah. Begini siklus hidrologinya:

Badan air (laut, danau, dan sungai) mengalami evaporasi → uap air terbentuk → uap yang terkumpul hingga menjadi jenuh → kondensasi menjadi awan kristal es → awan terdorong ke pegunungan → hujan turun di pegunungan dalam bentuk air/salju/es → es yang telah mencair terserap ke dalam tanah → air kembali ke badan air dan mengalami evaporasi kembali.

Manfaat Hidrosfer Bagi Kehidupan

Air memegang peranan penting dalam kehidupan makhluk hidup dan ekosistem. Bisa dikatakan air itu sebagai penopang kehidupan di Bumi, meliputi air tanah, air tawar, air laut (asin), air es (beku), hingga uap air. Bahkan, kalau melihat penampang planet tercinta kita, yaitu Bumi, air menutupi sekitar 70% permukaan Bumi lho. Kebayang ‘kan betapa melimpahnya air di planet kita ini? Lalu, apa aja sih manfaat hidrosfer bagi kehidupan kita?

Bagian Terpenting Sel Hidup

Sekitar 75% bagian tubuh kita terdiri dari air lho, guys. Jadi, udah pasti kalau air sangat penting bagi sel hidup. Kalau terpenuhi dengan baik, maka tubuh juga akan berfungsi dengan baik. Sedangkan, kalau kekurangan air, maka dapat dipastikan fungsinya akan terhambat.

Kebutuhan Manusia

Kita sebagai manusia udah pasti butuh banget sama yang namanya air. Kita bisa tahan untuk gak makan, tapi apa bisa kita tahan gak minum air? Tubuh pasti bakal dehidrasi kalau kekurangan air. Selain air minum, air juga bermanfaat untuk keperluan rumah tangga, misalnya mencuci pakaian, mengepel lantai, mandi, bahkan bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik.

Mengatur Iklim

Keberadaan air di permukaan bumi ini sangat berpengaruh dalam mengatur suhu Bumi dalam kisaran yang dapat diterima oleh kehidupan makhluknya. Untuk manfaat yang satu ini, hidrosfer berkaitan erat dengan siklus hidrologi yang melibatkan  Kalau ketersediaan air di Bumi sedang menurun (siklus hidrologi berjalan lambat karena faktor lainnya), bisa membuat iklim di Bumi kering seperti yang biasa kita lihat saat musim kemarau.

Menyediakan Habitat

Hidrosfer menyediakan habitat bagi makhluk hidup seperti tumbuhan, hewan, manusia, bahkan mikroorganisme. Pokoknya makhluk hidup deh. Banyak gas yang bermanfaat bagi makhluk hidup seperti O2, CO2, NO2, dll yang penting bagi kehidupan.

Dampak Polusi Hidrosfer

Aktivitas manusia saat ini semakin memberikan dampak yang buruk terhadap siklus hidrologi. Aktivitas tersebut seringkali menghasilkan bahan kimia beracun, zat radioaktif, dan limbah industri serta rumah tangga lainnya. Oh iya, rembesan pupuk, herbisida, pestisida, limbah mencuci baju juga merupakan polusi hidrosfer. Sekarang, aku bakal mengajak kamu untuk mengenal tiga masalah utama hidrosfer yang akan berakibat pada kehidupan kita, yaitu eutrofikasi, hujan asam, dan gas rumah kaca.

Dampak hidrosfer bagi kehidupan
Efek rumah kaca menyebabkan es di kutub mencair (sumber gambar: pixabay.com/Edu_Ruiz)

Eutrofikasi

Eutrofikasi merupakan produktivitas biologis yang tinggi akibat peningkatan nutrisi atau bahan organik ke dalam perairan. Tentu saja hal itu tidak baik untuk perairan, karena di dalam perairan itu ada organismenya. Nah, kebutuhan tiap organismenya berbeda-beda. Ada yang diuntungkan dengan kelebihan nutrisi tersebut untuk perkembangbiakannya, ada juga yang terdesak atau menurun populasinya. Misalnya, limbah yang mengandung unsur hara fosfor dan nitrogen akan merangsang pertumbuhan fitoplankton atau alga. Itu memang baik untuk produktivitas perairan, tapi dalam jumlah yang cukup. Sedangkan, kalau berlebihan, kemudian alga tersebut semakin banyak, maka bisa menjadi ancaman bagi ikan.

Hujan Asam

Hujan asam merupakan istilah untuk bentuk presipitasi yang komponennya berupa asam, baik itu asam sulfat atau nitrat yang jatuh ke tanah. Bisa berupa hujan, salju, kabut, es, atau debu yang bersifat asam. Dilansir dari Ensiklopedia Britannica, hujan asam memiliki kadar keasaman atau pH di bawah normal, yaitu 5,7. Semakin rendah pH hujan, maka akan semakin tinggi konsentrasi nitrat dan sulfat.

Gas Rumah Kaca

Gas Rumah Kaca (GRK) pada prinsipnya sama dengan rumah kaca, yaitu suatu bangunan yang dinding dan atapnya terbuat dari kaca. Tujuannya adalah untuk menangkap panas matahari dan membiarkannya terperangkap di bangunan tersebut agar panasnya tetap bertahan. Nah, GRK merupakan kondisi dimana panas matahari terjebak di atmosfer bumi, seperti karbon dioksida (CO2), nitrogen dioksida (N2O), metana (CH4), dan freon (SF6, HCF, dan PFC). Tentu saja, hal itu membuat udara di Bumi semakin panas, sehingga dapat menyebabkan mencairnya es di kutub. Kalau es di kutub mencair, otomatiis permukaan air laut semakin meningkat, sehingga terjadi perubahan iklim yang ekstrim.

———-

Demikian informasi mengenai hidrosfer yang bisa aku sampaikan, guys. Sekarang udah paham ‘kan tentang hidrosfer dan dampaknya bagi kehidupan? Sangat banyak manfaat air bagi makhluk hidup dan ekosistem. Ayo, kita harus jaga lingkungan kita agar mengurangi polusi air. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menjadi informasi untuk kamu. Have a nice day, guys!