Klasifikasi Industri - Geografi Kelas 12 Zenius

Klasifikasi, Lokasi, dan Relokasi Industri – Materi Geografi Kelas 12

Artikel ini membahas konsep, lokasi, dan relokasi industri sebagai bagian dari materi pelajaran Geografi kelas 12.

Hai sobat Zenius! Gue ingin tanya deh sama lo. Saat ini, di detik ini, lo baca artikel ini melalui perangkat apa sih? Apakah laptop, komputer, telepon genggam, atau mungkin tablet? Coba isi deh poll  di bawah ini.

Gue baca artikel ini melalui perangkat…

View Results

Loading ... Loading ...

Apapun perangkat yang lo pakai, tentu semuanya memiliki setidak satu kesamaan: diproduksi oleh suatu pabrik dari industri manufaktur barang elektronik. 

Kira-kira di mana ya lokasi pusat industri di Indonesia? Karawang, salah satu kota yang digadang-gadang sebagai sebagai kota industri, bisa dijadikan contoh lokasi pusat industri di Indonesia

Banyak banget pabrik dari perusahaan-perusahaan ternama berdiri di sini. Nggak kaget kalo kegiatan usaha dan pengolahan bisa bertumbuh subur. 

Ngomong-ngomong soal kota industri, sebenarnya industri itu apa ya? Terus kok bisa ya ada lokasi jadi pusat industri? Memangnya ada seperti apa kegiatan ekonomi di sana? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, yuk kita bahas konsep, klasifikasi, lokasi, dan relokasi industri bareng-bareng.

Konsep Industri

Apa pengertian industri?

Langsung saja kita buka kamus sakti kita bersama: KBBI.

Definisi industri menurut KBBI

Di situ bisa dilihat ya bahwa industri adalah “kegiatan memproses atau mengolah barang dengan menggunakan sarana dan peralatan”. Berarti jelas ya, industri itu mengacu pada sebuah bentuk kegiatan.

Pertanyaannya, barang apa yang diolah? Proses produksinya gimana? Produknya apa? Waa.. banyak ya pertanyaannya. 

Sebenarnya ada berbagai klasifikasi industri berdasarkan pertanyaan-pertanyaan tadi. Oleh karena itu, mari kita lanjut ke bagian klasifikasi industri.

Klasifikasi industri

Klasifikasi Industri - Geografi Kelas 12 Zenius

Klasifikasi industri berdasarkan kawasan

Klasifikasi berdasarkan kawasan itu dibagi menjadi dua: kawasan berikat dan kawasan bebas. Coba lihat tabel di bawah ini untuk penjelasan lebih lanjut.

Kawasan BerikatKawasan Bebas
  • Ada pajak PPN, PPnBM, dan Cukai
  • Biasanya untuk kepentingan ekspor atau impor
  • Contoh: Batam, Karawang, Tanjung Priok
  • Tidak ada pajak PPN, PPnBM, dan Cukai
  • Tidak harus untuk kepentingan ekspor dan impor
  • Perlakuannya terpisah dari daerah Pabean
  • Contoh: Bintan dan Sabang

Klasifikasi industri berdasarkan bahan baku

Kalo berdasarkan bahan baku, industri dibagi menjadi tiga: ekstraktif, nonekstraktif, dan fasilitatif. Apa perbedaannya? Silahkan lihat di tabel ini.

EkstraktifNonekstraktifFasilitatif
  • Bahan baku langsung dari alam
  • Contohnya seperti pertanian, pertambangan, dan perikanan
  • Bahan baku didapat dari tempat lain (bukan alam sekitar) atau dari industri lain
  • Contohnya seperti percetakan
  • Menjual jasa untuk keperluan lain
  • Contohnya transportasi, pariwisata, dan perbankan

Klasifikasi industri berdasarkan produk

Sesuai dengan produk yang dihasilkan, industri dibagi menjadi tiga yaitu industri primer, sekunder, dan tersier.

PrimerSekunderTersier
  • Tidak perlu pengolahan lebih lanjut
  • Contohnya makanan dan minuman
  • Ada pengolahan lebih lanjut
  • Contohnya tekstil, elektronik, dan karet ban
  • Industri yang menyediakan jasa/layanan
  • Contohnya angkutan, perbankan, pariwisata

 

Klasifikasi industri berdasarkan proses produksi

Proses produksi pada industri dapat diklasifikasikan menjadi dua: hulu dan hilir. Mirip sama nama bagian sungai ya? Hulu biasanya berhubungan dengan kata atas, awal, dan permulaan. Sedangkan, hilir biasanya berhubungan dengan kata bawah dan akhir. Lalu apa yang dimaksud dengan proses produksi hulu dan hilir? Silahkan lihat di tabel di bawah ini.

Industri HuluIndustri Hilir
  • Bahan mentah menjadi bahan setengah jadi
  • Contohnya industri logam dasar dan industri kimia dasar
  • Barang setengah jadi diproses menjadi barang jadi
  • Contohnya industri otomotif dan pengolahan makanan

Klasifikasi industri berdasarkan lokasi unit usaha

Selanjutnya, klasifikasi berdasarkan lokasi unit usaha. Klasifikasi ini didasarkan empat lokasi terdekat yaitu pasar, tenaga kerja, bahan mentah, dan pengolahan. Maksudnya gimana tuh? Yuk langsung saja kita lihat tabel di bawah ini.

Pasar
  • Dekat dengan konsumen
  • Akses murah, mudah, dan cepat
  • Biaya distribusi hasil produksi lebih besar dari biaya mengangkut bahan baku
  • Produk mudah rusak
  • Contoh: pasar
Tenaga Kerja
  • Pengolahan mengandalkan manusia
  • Industri dibangun dekat dengan lokasi pekerja
  • Tenaga kerja banyak dan murah
  • Contoh: industri manufaktur
Bahan Mentah
  • Dekat dengan bahan baku
  • Biaya pengangkutan bahan baku lebih besar dari biaya distribusi hasil produksi
  • Bahan baku mudah rusak
  • Biasanya industri primer
  • Contohnya pertanian dan pertambangan
Pengolahan
  • Dekat dengan tempat pengolahan
  • Contohnya industri minyak bumi seperti BBM di Balongan, Indramayu

Industri Minyak Bumi Balongan Indramayu
Dok: KompasTV

Industri kecil, menengah, dan besar

Sebagai catatan tambahan, klasifikasi industri kecil, sedang, dan besar merupakan klasifikasi yang diatur oleh Permenperin no. 64 tahun 2016. Klasifikasi ini didasari oleh jumlah tenaga kerja dan besar nilai investasi.

Menurut undang-undang tersebut, tenaga kerja adalah “tenaga kerja tetap yang menerima atau memperoleh penghasilan dalam jumlah tertentu secara teratur”.

Sedangkan, nilai investasi adalah “nilai tanah, bangunan, mesin peralatan, sarana dan prasarana, tidak termasuk modal kerja yang digunakan untuk melakukan kegiatan industri”.

Oke, sudah jelas nih apa tenaga kerja dan nilai investasi yang dimaksud. Sekarang pertanyaannya, berapa jumlah tenaga kerja dan nilai investasi untuk industri kecil, menengah, dan besar? 

Pasal 3 tentang IndustriDari pasal 3, kita bisa melihat bahwa industri kecil itu memiliki kurang dari 20 tenaga kerja dan nilai investasinya kurang dari Rp 1.000.000.000,-.

Pasal 4 tentang Industri

Dari pasal 4, kita bisa melihat bahwa industri sedang atau menengah itu bisa jadi memiliki kurang dari 20 tenaga kerja dan nilai investasinya lebih dari Rp 1.000.000.000,-.

Bisa juga industri menengah itu memiliki lebih dari dua puluh orang tenaga kerja dan memiliki nilai investasi kurang dari sama dengan Rp 15.000.000.000,-.

Pasal 5 tentang Industri

Dari pasal 5, industri besar itu punya lebih dari 20 tenaga kerja dan nilai investasinya lebih dari Rp 15.000.000.000,-.

Dari tiga pasal tadi, bisa disimpulkan bahwa industri kecil, menengah, dan besar itu dapat dikelompokkan seperti ini.

< 1M nilai investasi1-15M nilai investasi> 15M nilai investasi
<20 tenaga kerjaIndustri KecilIndustri MenengahIndustri Menengah
20-99 tenaga kerjaIndustri MenengahIndustri MenengahIndustri Besar
>100 tenaga kerjaIndustri MenengahIndustri MenengahIndustri Besar

Lokasi industri

Sebelumnya kita sudah bahas konsep dan klasifikasi industri. Nah, selain memahami konsep industri, penting juga bagi kita untuk tahu bagaimana lokasi industri ditentukan. Lokasi merupakan salah satu faktor penting yang perlu dipikirkan ketika membangun sebuah kawasan industri. Faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan lokasi industri adalah

Teori lokasi industri menurut Weber 

Alfred Weber mengemukakan bahwa lokasi industri dipilih di tempat yang biaya transportasinya minimal. Prinsip teori lokasi industri Alfred Weber adalah mempertimbangkan risiko biaya atau ongkos yang paling minimum. Untuk menentukan lokasi industri yang paling pas, Weber membuat rancangan perhitungan yang disebut sebagai segitiga lokasi Weber atau segitiga lokasional (locational triangle). 

Segitiga Lokasi Industri - Weber
Segitiga Lokasi Weber | Dok: Zenius Education

Faktor lokasi industri

Masih berlanjut dari teori lokasi sebelumnya, Weber menyatakan bahwa terdapat tiga faktor utama dalam penentuan lokasi industri yaitu biaya transportasi, upah tenaga kerja, dan aglomerasi. Nah, untuk mendalami lebih lanjut, kita bahas satu per satu apa penjelasan biaya transportasi, tenaga kerja, dan aglomerasi.

Biaya transportasi dan tenaga kerja 

Menurut Weber, perhitungan biaya transportasi dan tenaga kerja berguna untuk mengetahui biaya pendekatan terendah dengan kurva isodapan weber. Kurva isodapan Weber digambarkan seperti ini.

Biaya transportasi dan tenaga kerja - WeberBiaya transportasi dan tenaga kerja - Weber
Dok: Zenius Education

Aglomerasi

Lalu apa itu aglomerasi? Aglomerasi adalah pengumpulan atau pengelompokan fenomena pada suatu wilayah. Dalam materi kali ini, aglomerasi mengacu pada berkumpulnya kawasan industri. 

Contohnya, industri pertanian dan industri pengolahan makanan dibangun berdekatan. Contoh lainnya industri yang membutuhkan bahan mentah berupa batuan dan metal cenderung berdiri di dekat sumber bahan baku.

Menurut Weber, aglomerasi bisa digambarkan seperti ini.

Aglomerasi - Weber
Dok: Zenius Education

Dengan catatan, T adalah lokasi dengan biaya transportasi minimum. Keuntungan nontransport yang dimaksud termasuk upah buruh murah, tenaga kerja mudah diperoleh, tersedia fasilitas pendukung.

Indeks material

Selain rumusan faktor tadi, Weber juga mengembangkan rumus indeks material untuk mengetahui lokasi industri berorientasi pada pasar dan bahan baku. Rumus ini juga berguna untuk penentuan lokasi. 

Pada dasarnya, indeks material adalah perbandingan berat bahan baku dengan berat bahan jadi yang dituliskan seperti ini.rumus indeks material

Lalu gimana perhitungan hitung indeks material dan apa gunanya?

  • Jika indeks material lebih dari 1, berarti berat bahan mentah lebih berat dibanding berat bahan jadi. Maka, lokasi industri akan berorientasi ke bahan mentah. Contohnya seperti pabrik besi dan baja.
  • Jika indeks material kurang dari 1, berarti berat bahan mentah kurang dari berat bahan jadi. Maka, lokasi industri akan berorientasi ke bahan jadi alias pasar. Contohnya seperti pabrik makanan.

Oke sobat Zenius, itulah pembahasan singkat mengenai lokasi industri. Kalo ada pertanyaan, jangan ragu buat tanya di kolom komentar ya!

Relokasi industri

relokasi industri

Pengertian relokasi industri di sini bukan sekedar mengacu pada industri yang lokasinya dipindah ya. Relokasi industri merupakan pemindahan industri dari suatu negara ke negara lain. Biasanya industri di sebuah negara maju di relokasi ke sebuah negara berkembang.

Selanjutnya, kita akan bahas lebih lanjut hal-hal yang berhubungan dengan relokasi industri termasuk faktor, tujuan, dampak, dan contoh relokasi industri di Indonesia.

Faktor relokasi industri

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi relokasi industri.

  • upah lebih murah
  • mengurangi tingkat polusi
  • negara tujuan memiliki tenaga kerja yang sesuai
  • memperluas usaha industri

Tujuan relokasi industri

Mengapa industri di negara maju mau bela-belain pindah ke negara berkembang? Tentunya ini berhubungan dengan faktor yang sebelumnya dibahas. Dengan tujuan untuk mendapatkan tenaga kerja dengan upah yang lebih mudah serta memperluas usaha industri itu sendiri, perusahaan tidak akan ragu untuk bersusah payah melakukan relokasi.

Dampak relokasi industri 

Dampak ini dapat dilihat dari dua sisi yaitu bagi negara maju dan negara berkembang. Mari kita lihat apa dampak positif dan negatif relokasi bagi dua tipe negara yang berbeda.

Dampak relokasi industri bagi negara maju

Negara Maju
Dampak PositifDampak Negatif
  • Upah buruh lebih murah
  • Lokasi pemasaran semakin luas
  • Industri kecil yang berhubungan lambat berkembang
  • Lapangan kerja berkurang

Dampak relokasi industri bagi negara berkembang

Negara Berkembang
Dampak PositifDampak Negatif
  • Lapangan kerja bertambah
  • Mendapatkan modal usaha
  • Pendapatan negara bertambah
  • Alih teknologi
  • Keuntungan akan lebih banyak lari ke luar negeri
  • Timbil persaingan industri yang sama dalam negeri

Apakah lo punya pertanyaan tentang dampak-dampak di atas? Kalo ada, langsung aja tanyakan di kolom komentar.

Contoh relokasi industri di Indonesia

Sebenarnya contoh relokasi industri di Indonesia itu banyak banget. Coba aja lihat brand barang-barang di sekitar lo. Kalo ada yang brand luar, ada kemungkinan itu hasil produksi industri yang sudah direlokasi. 

Nggak usah mikir jauh-jauh, barang kebutuhan sehari-hari yang lo konsumsi seperti makanan, sabun, dan odol itu bisa jadi merupakan hasil produksi Unilever, sebuah industri bidang manufaktur, pemasaran, dan distribusi barang konsumsi. 

Dari satu contoh tadi, menurut lo apa lagi contoh relokasi industri di Indonesia? Share jawaban lo di kolom komentar ya!

Lalu apa keuntungan relokasi industri bagi negara berkembang seperti Indonesia?

Seperti yang sudah dibahas di bagian dampak relokasi bagi negara berkembang, masyarakat Indonesia mendapatkan kesempatan lapangan kerja lebih banyak. Selain itu, pendapatan dan kemajuan teknologi negara Indonesia pun ikut berkembang. 

Belajar Geografi bersama Zenius

Ngomong-ngomong soal industri, pernah nggak sih lo lagi browsing barang di situs belanja online terus menemukan barang-barang impor super murah yang biasanya dijual dari Batam? Kenapa ya barang impor di Batam itu lebih murah? Yuk, tonton jawabannya di sini.

Video Zenius

Oke sobat Zenius, sampai di sini dulu ya pembahasan materi industri. Kalo lo ingin belajar lebih lanjut, silahkan tonton video-videonya di sini. Pastikan lo punya akun Zenius ya supaya bisa akses video materi, flashcard, chapter summary, quiz, dan tes evaluasinya.  

Konsep Wilayah dan Tata Ruang Industri Interaksi Kota dan Desa Pusat Pertumbuhanbersama Zenius Education

Bagaimana sobat zenius, apakah lo ada pertanyaan seputar topik kita kali ini? Atau mungkin lo punya ide untuk artikel selanjutnya? Kalo lo punya pertanyaan maupun pernyataan, jangan ragu buat komen di kolom komentar, oke? Sampai sini dulu artikel kali ini dan sampai jumpa di artikel selanjutnya, ciao!

Baca juga:

Wilayah dan Tata Ruang Indonesia – Materi Geografi Kelas 12

Struktur Keruangan Desa dan Kota – Materi Geografi Kelas 12

Kekuatan Interaksi Desa dan Kota – Materi Geografi Kelas 12

Bagikan Artikel Ini!